Abstract:Ketahanan pangan merupakan salah satu instrumen strategis dalam pembangunan desa karena tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan, produktivitas, dan…
an kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Program Ketahanan Pangan terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat di Desa Kedunggong, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang merupakan masyarakat penerima manfaat Program Ketahanan Pangan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan IBM SPSS Statistics melalui analisis statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Ketahanan Pangan memiliki hubungan yang sangat kuat dengan tingkat kesejahteraan masyarakat, dengan nilai korelasi sebesar 0,943 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,889. Artinya, sebesar 88,9% variasi tingkat kesejahteraan masyarakat dapat dijelaskan oleh dimensi ketahanan pangan, sedangkan 11,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Secara parsial, ketersediaan pangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dengan koefisien regresi sebesar 1,707 dan signifikansi 0,001; akses pangan berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,950 dan signifikansi 0,012; stabilitas pangan berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 1,164 dan signifikansi 0,001; sedangkan pemanfaatan pangan memiliki pengaruh positif dengan koefisien 0,777 dan signifikansi 0,054. Dengan demikian, penguatan Program Ketahanan Pangan, terutama pada aspek ketersediaan, akses, dan stabilitas pangan, menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kedunggong.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif di Desa Tanjung Besar Kecamatan Mekakau Ilir Kabupaten Ogan Komering…
Ulu Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ilmu pemerintahan (Pendekatan Pembangun), dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemerintah desa, LPM, kepala dusun, masyarakat, dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran LPM telah berjalan, ditinjau dari indikator harapan sebagai penghubung antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mendorong partisipasi, indikator norma yang didasarkan pada aturan yang berlaku meskipun penerapannya masih fleksibel, serta indikator wujud perilaku yang terlihat dalam keterlibatan LPM pada musyawarah, pembangunan, dan gotong royong. Namun, pelaksanaan peran tersebut belum optimal karena belum merata di seluruh wilayah desa. Pada indikator penilaian dan sanksi, evaluasi telah dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat, tetapi sanksi masih bersifat informal. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran LPM perlu ditingkatkan agar partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan desa dapat berjalan lebih optimal dan merata.
Abstract:Penelitian ini menganalisis peran komunitas kreatif dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang berkesinambungan di Indonesia. Studi dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap…
p 45 responden dari berbagai komunitas kreatif di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan analisis dokumen selama periode Januari-Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas kreatif berperan sebagai katalisator dalam menciptakan jejaring kolaborasi, transfer pengetahuan, dan inkubasi talenta muda. Temuan mengungkapkan bahwa 78% komunitas kreatif yang diteliti berhasil meningkatkan pendapatan anggotanya sebesar 45-60% dalam kurun waktu dua tahun. Komunitas juga terbukti efektif dalam memfasilitasi akses terhadap sumber daya, teknologi, dan pasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas kreatif memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat melalui pengembangan kapasitas, penciptaan nilai bersama, dan pembentukan identitas kolektif.
Abstract:Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kutakembaran, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan pada umumnya masih memasarkan produk secara konvensional dan belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal,…
l, ditandai dengan belum adanya identitas merek yang jelas, kualitas foto produk yang kurang menarik, minimnya pemahaman konten promosi, serta belum dimanfaatkannya WhatsApp Business dan marketplace sebagai kanal pemasaran. Kegiatan pengabdian ini merupakan kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital (HMBD) Universitas Kuningan dengan tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Desa Kutakembaran yang bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam membangun branding, menghasilkan foto produk dan konten promosi yang menarik, memanfaatkan WhatsApp Business, serta mengenal dan mempraktikkan penjualan melalui marketplace Shopee. Kegiatan dilaksanakan pada 2 Agustus 2026 di Balai Desa Kutakembaran melalui metode pemaparan materi yang dipadukan dengan praktik langsung, meliputi tujuh pokok bahasan yaitu branding, foto produk, desain konten dan copywriting, WhatsApp Business, marketplace Shopee, promosi media sosial, dan simulasi perjalanan konsumen. Kegiatan diikuti oleh sekitar 25 pelaku UMKM yang menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang acara. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa materi WhatsApp Business paling diminati peserta karena kedekatannya dengan kebiasaan komunikasi sehari-hari, sementara sesi pembuatan toko Shopee menghadapi kendala karena sebagian besar peserta belum memiliki akun sehingga membutuhkan pendampingan lebih intensif. Melalui kegiatan ini, peserta berhasil menghasilkan aset digital dasar berupa identitas merek, foto produk, desain konten promosi, dan akun WhatsApp Business yang siap digunakan untuk mendukung pemasaran produk lokal ke pasar digital.
Abstract:Transformasi industri digital telah mengubah kebutuhan kompetensi lulusan perguruan tinggi sehingga mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kesiapan karier (career readiness) yang sesuai…
dengan dinamika dunia kerja. Namun, berbagai program pendampingan karier di perguruan tinggi masih didominasi oleh penyampaian informasi yang bersifat umum dan belum terintegrasi dengan pengembangan pengalaman berbasis proyek. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Project-Oriented Career Readiness Framework (PCRF) sebagai model pendampingan untuk meningkatkan kesiapan karier mahasiswa dalam menghadapi industri digital. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Mei 2026 di Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika (FTKI) Universitas Nasional dan diikuti oleh 156 mahasiswa peserta Yudisium Tahun Akademik 2025/2026. Metode yang digunakan berupa pendampingan partisipatif melalui lima tahapan PCRF, yaitu Industry Insight, Self and Skill Mapping, Career Planning, Project and Portfolio Development, serta Career Readiness Evaluation. Evaluasi kegiatan mengacu pada model Kirkpatrick pada aspek Reaction dan Learning melalui observasi partisipatif, diskusi interaktif, refleksi peserta, dokumentasi, dan umpan balik lisan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi PCRF mampu memfasilitasi mahasiswa dalam memahami perkembangan industri digital, mengidentifikasi kompetensi yang dimiliki, menyusun perencanaan karier, serta membangun portofolio profesional berbasis pengalaman proyek. Tingginya partisipasi dan antusiasme peserta selama kegiatan mengindikasikan bahwa pendekatan pendampingan berbasis proyek memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dibandingkan seminar karier konvensional. Dengan demikian, Project-Oriented Career Readiness Framework (PCRF) berpotensi menjadi model pendampingan kesiapan karier yang dapat direplikasi pada berbagai program pengembangan mahasiswa di perguruan tinggi untuk mendukung peningkatan daya saing lulusan menghadapi industri digital.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam membangun toleransi antarumat beragama, menganalisis tren penelitian, mengidentifikasi efektivitas, serta tantangan implementasinya.…
mplementasinya. Menggunakan metode tinjauan sistematis literatur atas publikasi dalam lima tahun terakhir, studi ini menemukan peningkatan signifikan dalam perhatian akademis, mencapai puncak publikasi sembilan artikel pada 2023 dan delapan artikel pada 2025. PKn terbukti efektif menumbuhkan pemahaman kognitif tentang keberagaman, keterampilan berpikir kritis, dan sikap empatik, terutama pada mahasiswa yang umumnya menunjukkan tingkat toleransi sangat tinggi serta internalisasi nilai kerukunan. Lembaga pendidikan formal, didukung guru sebagai teladan dan fasilitator, mengintegrasikan nilai multikultural dan moderasi beragama dalam kurikulum, membentuk sikap inklusif. Namun, studi mengidentifikasi tantangan seperti kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan perilaku praktis, munculnya sikap eksklusif pada mahasiswa, penurunan standar perilaku antaragama di beberapa periode, serta pengaruh lingkungan luar sekolah dan perbedaan latar belakang siswa. Faktor kearifan lokal dan kebijakan publik adaptif juga berperan penting. Studi ini berkontribusi dengan mensintesis literatur yang terfragmentasi, menyajikan gambaran holistik tentang dinamika PKn dalam konteks toleransi, dan menyoroti celah kunci untuk penelitian mendatang. PKn merupakan instrumen krusial, namun efektivitasnya sangat bergantung pada implementasi holistik, menuntut penelitian longitudinal dan kontekstual untuk menjembatani kesenjangan teori-praktik.
Abstract:Program Ketahanan Pangan Desa adalah inisiatif strategis yang mewajibkan penggunaan minimal 20% Dana Desa (sesuai Permendes No. 2 Tahun 2024) untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, dan konsumsi pangan warga secara…
ecara mandiri dan berkelanjutan. Program ini berfokus pada nabati/hewani, pengelolaan lumbung, dan penguatan BUMDes. Susu kambing adalah alternatif susu sapi yang kaya nutrisi, lebih mudah dicerna, dan mengandung protein, kalsium, serta prebiotik tinggi untuk meningkatkan imunitas dan kesehatan pencernaan. Budidaya melon premium (seperti varietas Inthanon, Kinanti, atau Fujisawa) sangat diminati karena menawarkan harga jual jauh lebih tinggi, rasa jauh lebih manis dan renyah, serta keamanan konsumsi (rendah/bebas pestisida) dibandingkan melon konvensional. Dengan mendasarkan beberapa alasan di atas, KUB ( Kelompok Unit Bersama ) Desa Pagongan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal memanfaatkan dana pada program ketahanan pangan desa untuk petermakan kambing dan budidaya melon premium. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif kualitatif. Penelitian bertujuan untuk Untuk mengkaji proses perencanaan dan implementasi pemanfaatan dana desa, untuk mengetahui seberapa efektif program peternakan kambing perah dan budidaya melon premium dalam peningkatan pengembangan ekonomi pedesaan dan untuk menelaah peran dan kontribusi kedua kegiatan peternakan kambing perah dan budidaya melon dalam pengembangan pembangunan desa. Hasil penelitian diharapkan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai proses perencanaan dan implementasi pemanfaatan dana desa serta menjadi dasar bagi pemanfaatan program dana desa lainnya kedepannya
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, populasi, kepadatan penduduk, investasi, dan kredit terhadap Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) kabupaten/kota di Provinsi Bali dengan pendekatan…
atan Environmental Kuznets Curve (EKC). Metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel pada periode 2020–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap IKLH. Secara parsial, populasi dan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap IKLH, sedangkan kepadatan penduduk berpengaruh negatif dan signifikan. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi dan kredit tidak berpengaruh signifikan terhadap IKLH. Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan tidak selalu linear, sehingga diperlukan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan ekonomi daerah yang berwawasan lingkungan.
Abstract:Literasi keuangan merupakan kecakapan penting yang perlu diperkenalkan sejak usia dini agar siswa mampu mengelola uang saku secara bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung. Kegiatan pengabdian…
engabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan siswa melalui penerapan Game-Based Learning (GBL) pada siswa kelas VI SDN 001 Rimba Sekampung. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 76 siswa melalui tiga tahapan, yaitu pemaparan materi, pembelajaran berbasis permainan menggunakan estafet botol finansial, serta refleksi dan penulisan harapan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan uang, sumber uang, pengelolaan uang saku, perbedaan kebutuhan dan keinginan, konsep pembagian uang 50/30/20, serta pentingnya menabung sejak dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dasar literasi keuangan dan pengelolaan uang saku secara bijak. Siswa juga menunjukkan keberanian dalam menjawab pertanyaan, kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta antusiasme yang tinggi selama proses pembelajaran. Meskipun terdapat kendala dalam pemahaman konsep pembagian 50/30/20, perbedaan kecepatan pemahaman siswa, dan keterbatasan durasi permainan, pemberian contoh langsung dan bantuan berupa clue dapat membantu siswa memahami materi. Penerapan Game-Based Learning melalui estafet botol finansial dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan relevan dalam meningkatkan pemahaman literasi keuangan serta menumbuhkan kesadaran menabung sejak dini.
Abstract:Perkembangan penetrasi internet di wilayah semi-perdesaan tidak selalu diimbangi dengan kesiapan literasi digital orang tua. Hal ini berpotensi menimbulkan dampak psikologis negatif bagi anak, seperti kecemasan, perilaku…
adiktif terhadap gawai, dan gangguan pola komunikasi keluarga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan literasi digital orang tua di Desa Percut melalui sosialisasi dan praktik digital parenting. Metode yang digunakan adalah community-based participatory research (CBPR) yang meliputi survei awal, sosialisasi tatap muka, pendampingan lapangan selama empat minggu, serta evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan dihadiri 35 orang tua dan berjalan lancar berkat koordinasi dengan aparat desa. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua mengenai risiko dunia digital, strategi mediasi aktif, dan penggunaan fitur parental control. Komunitas WhatsApp juga dibentuk untuk pendampingan berkelanjutan.