Search Articles & Publications

Showing 462 articles found for "Pelajar"

INTEGRASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KURIKULUM MERDEKA DAN PENGUATAN ETIKA SOSIAL

Nelci Halla, Chirtovorus Ardoardus Roberto Tukan, Rosalia Knira Puka, Candra Abidin RM
Abstract: Degradasi moral dan etika sosial di kalangan peserta didik menjadi tantangan signifikan dalam pendidikan nasional saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam efektivitas integrasi nilai-nilai Pancasila… ila dalam Kurikulum Merdeka dalam upaya penguatan etika sosial siswa. Kurikulum Merdeka, dengan pendekatannya yang fleksibel dan berpusat pada peserta didik, menawarkan ruang yang lebih luas untuk penggabungan karakter dan kompetensi dasar. Integrasi ini diharapkan dapat menjadi benteng moral bagi siswa, memungkinkan mereka menyaring pengaruh budaya luar tanpa kehilangan identitas kebangsaan, serta menumbuhkan sikap toleransi dan gotong royong. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, artikel ilmiah, buku, dan sumber teoretis relevan yang mencakup konsep Kurikulum Merdeka, nilai-nilai Pancasila, dan penguatan etika sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka menyediakan kerangka kerja yang kondusif untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila secara holistik ke dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan kokurikuler, seperti melalui proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Nilai-nilai seperti keadilan sosial, penghargaan terhadap keragaman, dan musyawarah telah diintegrasikan ke dalam rencana pembelajaran dan bahan ajar. Namun, efektivitas penerapan nilai-nilai tersebut dalam kegiatan pembelajaran masih memerlukan penyesuaian dan kolaborasi yang lebih erat antara guru, orang tua, dan komunitas. Kesimpulannya, integrasi nilai-nilai Pancasila dalam Kurikulum Merdeka memiliki potensi besar untuk membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda yang berlandaskan moral dan etika sosial yang kuat. Paradigma pendidikan ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter yang relevan dengan kebutuhan zaman.

PENGEMBANGAN SIKAP NASIONALISME SISWA SD MELALUI STRATEGI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA PEMBELAJARAN PPKN

Laeni Sholihah, Fatonah Salfadilah, Diki Januar, Apriana Sa’diah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana pengembangan sikap nasionalisme pada siswa SD dapat dilakukan dengan menggunakan Strategi Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila… a dan Kewarganegaraan (PPKn). Pendidikan PPKn memiliki peran penting dalam mengembangkan karakter serta meningkatkan kesadaran sosial siswa, tetapi kenyataannya, pengetahuan tentang nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda Indonesia masih tergolong rendah. Metode pengajaran tradisional yang umum diterapkan dalam pengajaran Pancasila terbukti kurang efektif untuk generasi yang lebih melek digital, yang cenderung kritis dan aktif. Dengan pendekatan yang bersifat kualitatif serta studi literatur, penelitian ini mengkaji beragam sumber yang relevan mengenai penerapan CTL dalam kerangka PPKn. Temuan analisis mengindikasikan bahwa CTL dapat mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa, menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, serta meningkatkan pemahaman dan penghayatan terhadap sikap nasionalisme. Hasil penemuan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam prestasi belajar siswa setelah penerapan CTL jika dibandingkan dengan cara mengajar yang konvensional.

PEMANFAATAN LKPD BUDAYA MELAYU RIAU BERBASIS CODING UNTUK MENGANALISIS COMPUTATIONAL THINKING SISWA

Cyndi Togi Marito Sitorus, Yola Amanda, Zarra Hanura Il, Jesi Alexander Alim, Cici Oktaviani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Budaya Melayu Riau berbasis coding terhadap kemampuan berpikir komputasional (computational thinking) siswa sekolah dasar.… LKPD ini dikembangkan dengan mengintegrasikan unsur budaya lokal dan aktivitas coding sebagai upaya menumbuhkan kemampuan berpikir sistematis, logis, dan kreatif sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pretest-posttest one group design, yang dilaksanakan pada siswa kelas IV SDN 105 Pekanbaru tahun pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan computational thinking, observasi aktivitas siswa, dan dokumentasi hasil belajar. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor siswa meningkat dari 64,63 menjadi 67,78 setelah penerapan LKPD, dengan nilai signifikansi uji t sebesar 0,406 (> 0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,032 termasuk kategori rendah, namun menunjukkan adanya tren peningkatan positif terhadap kemampuan berpikir komputasional siswa. Hasil ini mengindikasikan bahwa integrasi budaya Melayu Riau dalam LKPD berbasis coding memiliki potensi untuk meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa, meskipun efektivitasnya masih memerlukan penguatan dari aspek pedagogis dan durasi penerapan.

PENGARUH INTENSITAS KOMUNIKASI ANTARBUDAYA TERHADAP TINGKAT ADAPTASI MAHASISWA NON-DOMISILI DI SOLO RAYA

Puput Puji Hartini, Mahesa Maulana, Nirmala Sekar SarI, Santri Nurulita Hanifah, Amardhani Irsyad Al Najib, Rosdiana Puspita Sari, Selpiana, Ihsyan Kolefiyan
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh intensitas komunikasi antar budaya terhadap tingkat adaptasi mahasiswa non-domisili Solo raya. Solo raya, sebagai wilayah dengan keragaman budaya yang tinggi, menjadi konteks&#8230; eks yang ideal untuk meneliti bagaimana komunikasi antar budaya mempengaruhi proses adaptasi mahasiswa pendatang. Hipotesis penelitian ini adalah semakin tinggi intensitas komunikasi antar budaya yang dilakukan mahasiswa, maka semakin tinggi pula tingkat adaptasi. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan survei untuk mempelajari 70 mahasiswa  non-domisili di sekolah lokal di Solo. Tujuannya adalah untuk menentukan intensitas komunikasi antara budaya dan tingkat adaptasi, menggunakan analisis regresi linier. Hasil menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat adaptasi siswa yang tidak tinggal di Kota Solo dan intensitas komunikasi antar budaya (p <0.05). Koefisien regresi menunjukkan bahwa tingkat adaptasi terkait dengan intensitas komunikasi budaya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi antarbudaya untuk membantu siswa yang tidak tinggal beradaptasi dengan budaya setempat dan lingkungan baru mereka. Temuan ini memiliki dampak yang signifikan pada perguruan tinggi di SoloRaya dalam memfasilitasi program-program yang dapat meningkatkan intensitas dan kualitas komunikasi antar budaya di antara siswa. Dukungan sosial dan sifat kepribadian adalah beberapa faktor lain yang mempengaruhi adaptasi siswa.

PERAN MEDIA SOSIAL WHATSAPP DAN INOVASI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOMUNITAS SAUYUNAN BERSATU

lham Maulana, Evi Sofiati
Abstract: Informasi digital di sektor informal membuka pintu bagi bisnis mikro, termasuk pedagang kaki lima (PKL), untuk memanfaatkan peluang baru. Penggunaan media sosial WhatsApp untuk aktivitas pemasaran adalah kemajuan yang luar&#8230; ar biasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana penggunaan media sosial WhatsApp dan metode pemasaran baru berdampak pada peningkatan penjualan pedagang kaki lima di Komunitas Sauyunan Bersatu, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menggunakan metode survei deskriptif dan verifikatif. Aplikasi SPSS versi 20 digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari kuesioner yang dibuat melalui Google Forms. Rumus Slovin digunakan untuk mengumpulkan sampel, dan jumlah orang yang menjawab adalah 100. Validitas, reliabilitas, normalitas, analisis jalur (path analysis), dan uji hipotesis digunakan untuk menguji data. Studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial WhatsApp dan inovasi pemasaran meningkatkan penjualan secara parsial dan penuh. WhatsApp masih terbatas untuk PKL, tetapi telah terbukti berfungsi sebagai alat promosi dan komunikasi yang bagus. Inovasi pemasaran juga sangat penting untuk mendorong pertumbuhan bisnis, terutama dalam hal kreatifitas dan adaptasi terhadap perubahan pasar. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberdayaan PKL dan pelatihan digital marketing sangat penting untuk meningkatkan kapasitas bisnis mereka.

PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK FASHION TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA PLATFORM TIKTOK (SURVEI PADA SISWA MPLB SMK KP BALEENDAH)

Muhammmad Yapi Ulummudin, Angesia Natania Lumiu
Abstract: Penelitian ini mengkaji pengaruh harga dan kualitas produk fashion terhadap keputusan pembelian pada platform TikTok Shop, dengan fokus responden siswa MPLB SMK KP Baleendah. Latar belakang penelitian didasari oleh perkembangan&#8230; mbangan pesat e-commerce dan tingginya penggunaan TikTok di kalangan generasi Z, khususnya pelajar yang memiliki anggaran terbatas dan pola konsumsi yang kritis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh harga dan kualitas produk baik secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian produk fashion, khususnya produk hoodie, di TikTok Shop. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner yang disebarkan kepada 71 responden menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, serta uji hipotesis menggunakan SPSS Versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap keputusan pembelian dengan koefisien regresi sebesar 0,276 (p = 0,040), kualitas produk berpengaruh lebih dominan dengan koefisien regresi 0,466 (p = 0,000), dan secara simultan kedua variabel ini mampu menjelaskan 56,4% variasi keputusan pembelian (Fhitung = 44,037, p = 0,000). Dengan demikian, harga dan kualitas produk secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian produk fashion di TikTok Shop pada siswa SMK KP Baleendah, menegaskan pentingnya strategi harga kompetitif dan peningkatan kualitas produk dalam memengaruhi perilaku konsumen di platform digital ini.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EDUTAINMENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMKN NEGERI 2 NUANGAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Kairupan, Maharani, Anwar, Khoirul, Makhshun, Toha
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran edutainment terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKN Negeri 2 Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.&#8230; r. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada siswa sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis yang meliputi uji t dan uji F dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan valid dan reliabel. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal serta tidak ditemukan gejala multikolinearitas maupun heteroskedastisitas, sehingga model regresi layak digunakan. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa model pembelajaran edutainment berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Selain itu, hasil uji F menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti model pembelajaran edutainment secara simultan berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran edutainment mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, menyenangkan, serta meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

MANAJEMEN INTEGRASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA KELAS TAKHASSUS KITAB DI MTs DARUL ULUM LAMPUNG

Hilma Aulia, M Rikza Chamami
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi dengan permasalahan banyaknya pendidikan dibawah naungan pondok pesantren Penelitian mengalami kesulitan dalam menyelaraskan pemahaman tentang agama kepada para siswa, hal itu menyebabkan&#8230; banyak santri yang kesusahan dalam membagi waktu belajar dan membagi kefokusan antara pelajaran sekolah formal dengan pelajaran pesantren. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam mengenai manajemen integrasi kurikulum Takhasssus Kitab di MTs Darul Ulum. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian data tersebut dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.                         Hasil kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: Perencanaan integrasi kurikulum takhassus kitab dilakukan mulai dari membentuk tim penyusunan perencanaan integrasi kurikulum yang terdiri dari ketua yayasan, kepala madrasah diniyah, dan kepala MTs serta beberapa anggota lain, serta menentukan rencana pembelajaran kurikulum yang akan dijalankan. Pengorganisasian integrasi kurikulum dilakukan dengan pembagian tugas dan tanggung jawab untuk semua anggota tim integrasi kurikulum dan koordinasi hasil perencanaan kepada para guru yang terlibat dalam pelaksanaan integrasi kurikulum takhassus kitab. Pelaksanaan integrasi kurikulum takhassus kitab yaitu proses pembelajaran dikelas dengan bahan ajar pendukung kitab kuning. Selanjutnya, evaluasi dilakukan dengan dua jenis yaitu evaluasi proses yang dilakukan untuk para guru dan evaluasi hasil yang dilakukan pada para siswa.

MANAJEMEN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Andri Marta Sudirja, Umar Rosadi, Muhamad Rif'at Syadli, Chepy Risnadar Angga Widjaya, Siti Latipah, Aji Setiaji, Iyad Suryadi, Asep Ahmad Ridwansyah
Abstract: Permasalahan bahwa belum efektifnya pelaksanaan pembinaan dalam peningkatan kompetensi guru PAI disebabkan oleh karena kurang oftimalnya perencanaan, pelaksanaan, penilaian/evaluasi dan hasil manajemen Kepala Madrasah sehingga&#8230; hingga berdampak pada mutu pembelajaran khususnya pada mata pelajaran PAI pada madrasah tsanawiyah. Sebuah lembaga pendidikan seharusnya mempunyai sistem yang baik ditandai dengan lembaga tersebut mempunyai tujuan yang jelas, perencanaan yang matang, koordinasi yang teratur, pimpinan yang profesional, kooperatif dan pengawasan serta evaluasi kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, penilaian/evaluasi, hasil dan faktor pendukung dan penghambat manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) perencanaan manajemen Kepala Madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI dilakukan dengan melakukan identifikasi permasalahan yang berkaitan dengan kompetensi guru-guru PAI tersebut, berkoordinasi dengan pengawas dan menyiapkan rancangan program pembinaan kompetensi guru PAI, 2) pelaksanaan manajemen Kepala Madrasah pada peningkatan kompetensi guru PAI dilakukan melalui workshop, seminar, MGMP, IHT, Diklat dan Supervisi serta melaksanakan pengamatan mengenai aspek-aspek pengelolaan dan administrasi guru PAI yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran yang efektif, 3) penilaian/evaluasi manajemen Kepala Madrasah pada peningkatan kompetensi guru PAI dilakukan terhadap komitmen guru PAI terhadap pelaksanaan pekerjaan, proses dan kinerja yang dicapai oleh guru PAI, 4) Hasil manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI adanya kerjasama yang sinergis dan harmonis antara Kepala Madrasah dengan para guru PAI dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran serta dapat memunculkan madrasah yang cukup berprestasi, 5) faktor pendukung dan penghambat manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI antara lain ; sarana dan prasarana yang sudah memadai dan guru-guru PAI yang mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya dan bersertifikasi. Adapaun faktor penghambatnya antara lain ; masih ada beberapa orang guru yang masih kurang memahami kurikulum tiga belas, visi misi dan program madrasah, kurang dalam kemampuan pengelolaan proses pembelajaran peserta didik di kelas.

ANALISIS ISI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) DI MTS AL-MUSYARROFAH

Ahmad Bakir, Muhammad Zuhdi, Bobi Erni Rusadi
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis isi Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di madrasah dengan pendekatan analisis konten (content analysis). Kajian ini didasari pentingnya&#8230; ntingnya SKI sebagai mata pelajaran yang tidak hanya menyajikan peristiwa sejarah, tetapi juga memuat nilai moral, budaya, dan identitas keislaman yang berperan dalam pembentukan karakter peserta didik. Analisis dilakukan terhadap struktur kurikulum, kompetensi, dan substansi materi yang tercantum dalam regulasi resmi, termasuk KMA 450 Tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isi kurikulum SKI memiliki karakter integratif yang menggabungkan aspek historis dengan nilai-nilai keagamaan, serta berfungsi sebagai sarana penguatan literasi sejarah dan pembentukan karakter. Kurikulum disusun secara spiral mulai dari tingkat dasar hingga menengah, selaras dengan tahapan perkembangan kognitif peserta didik. Meski demikian, temuan empiris memperlihatkan adanya sejumlah kendala, seperti keluasan materi yang tidak sebanding dengan kedalaman pembelajaran, keterbatasan waktu belajar, dan variasi kompetensi guru dalam bidang historiografi. Analisis juga menegaskan bahwa kurikulum SKI perlu lebih adaptif terhadap perkembangan zaman melalui integrasi literasi digital, pendekatan historiografi kritis, dan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum SKI memiliki potensi kuat dalam membentuk pemahaman sejarah Islam yang komprehensif dan relevan, namun memerlukan penguatan pada aspek implementasi agar mampu menjawab tantangan pendidikan Islam di era modern. Rekomendasi diberikan untuk perbaikan substansi kurikulum, peningkatan kompetensi guru, dan penyediaan sumber belajar yang lebih variatif.