Abstract:Keberagaman yang ada di Indonesia menjadi sebuah kekuatan sebagai identitas manusia Indonesia. Pendidikan menjadi sebuah ruang untuk mempertahankan nilai-nilai kebudayaan dan pancasila pada generasi penerus bangsa yaitu…
peserta didik. Guru sebagai aktor yang bertanggung jawab melakukan transfer nilai dan pengetahuan ini perlu memiliki kompetensi dalam menciptakan proses pembelajaran yang aktif dan bermakna kepada peserta didik. Salah satu pendekatan yang cocok dengan konteks kebudayaan dan keberagaman Indonesia adalah pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Pendekatan ini sesuai dengan ketentuan kurikulum merdeka yang sudah di terapkan di SD Supriyadi 02 Semarang. Pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila untuk materi keberagaman yang ada di Indonesia, guru menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dan memasukkan unsur literasi humanistik untuk menguatkan cara belajar peserta didik dalam memahami dan mengeksplore latar belakang budaya yang dimiliki peserta didik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses penerapan literasi humanistik pada pembelajaran setidaknya harus mewujudkan beberapa komponen yang ada yaitu berpikir kritis, kreatif, komunikasi dan kolaborasi, serta kematangan kebudayaan yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran. Pendekatan yang dilakukan oleh guru didukung oleh kegiatan literasi humanistik yang menambah daya kritis siswa untuk memahami dan menganalisa materi pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
Abstract:Permasalahan yang ditemui dalam penelitian ini adalah kurangnya motivasi siswa, siswa kesulitan memahami materi pelajaran, kemampuan awal siswa kurang diperhatikan, dan kompetensi belajar masih rendah. Salah satu upaya yang…
ang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Lembar kerja siswa (LKS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model Problem Based Learning berbantuan LKS terhadap kompetensi belajar IPA siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen, sampel penelitiannya adalah siswa kelas IX1 sebagai kelas eksperimen dan kelas IX3 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan LKS dan kelas kontrol diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes untuk mengukur kompetensi kognitif siswa dan lembar observasi untuk melihat kompetensi afektif dan psikomotorik siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji t, uji anava dua jalur, dan uji Mann Whitney U. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa kompetensi pembelajaran aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa yang diajar dengan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan LKS lebih baik dibandingkan dengan yang diajar dengan model konvensional; kompetensi pembelajaran aspek kognitif siswa yang mempunyai pengetahuan awal tinggi yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan LKS lebih baik dibandingkan dengan yang diajar dengan model konvensional; dan tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan pengetahuan sebelumnya dalam mempengaruhi kompetensi belajar siswa pada aspek kognitif.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan aplikasi ChetGPT terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sistem Digital di Sekolah Menengah Kejuruan Angkola Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan…
ndekatan kuantitatif dengan analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa setelah menggunakan ChetGPT, dengan rata-rata nilai pra-tes sebesar 68,5 meningkat menjadi 84 pada pasca-tes. Uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, dan analisis uji t menunjukkan nilai signifikansi dua-tailed sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,05, mengindikasikan adanya pengaruh signifikan dari perlakuan yang diberikan. Selain itu, analisis korelasi antara nilai pra-tes dan pasca-tes menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,568 dengan signifikansi 0,043. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan ChetGPT sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa dalam belajar, serta memberikan dampak positif terhadap hasil belajar mereka. Oleh karena itu, disarankan agar guru memanfaatkan teknologi seperti ChetGPT dalam proses pembelajaran, terutama untuk mata pelajaran yang memerlukan pemahaman mendalam.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh penggunaan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran komputer di SMK Swasta Muhammadiyah 13 Sibolga. Pendidikan di era…
ra digital menghadapi tantangan besar dalam menarik minat siswa, khususnya dalam pembelajaran yang cenderung monoton dengan pendekatan konvensional. Salah satu solusi yang diajukan adalah penggunaan aplikasi desain grafis Canva yang memungkinkan siswa untuk menciptakan karya visual seperti poster, presentasi, dan infografis, guna mendukung pemahaman mereka terhadap materi pelajaran komputer. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen angket untuk mengukur minat belajar siswa setelah menggunakan aplikasi Canva. Sampel penelitian terdiri dari 19 siswa kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan yang dipilih dengan teknik total sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan SPSS, untuk menguji pengaruh penggunaan Canva terhadap minat belajar siswa. Hasil diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai peran teknologi dalam pendidikan serta memberikan rekomendasi bagi guru dalam mengoptimalkan media pembelajaran guna meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa.
Kata Kunci: Aplikasi Canva, Minat Belajar, Mata Pelajaran Komputer
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak penggunanaan aplikasi Microsoft powerpoint terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sistem Digital di kelas X TKJ SMK Swasta Taruna Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini…
ni menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri seluruh siswa X TKJ 1 yang terdiri dari 13 siswa. Data diperoleh melalui angket yang berisi 10 item pertanyaan yang mengukur pemahaman siswa, serta tes hasil belajar. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 27 untuk menghitung nilai rata-rata dam uji-t melihat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Microsoft PowerPoint dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pamahaman siswa pada mata pelajaran Sistem Digital.
Abstract:Dalam era globalisasi saat ini pendidikan keagaaman sangat dibutuhkan untuk membentuk generasi yang tidak hanya memiliki intelektual yang baik, tetapi memiliki jiwa yang religius. Hal ini diperlukan karena sudah banyak terjadi…
erjadi penyimpangan yang menimbulkan rusaknya moral dan mental individu. Oleh karena itu lembaga pendidikan saat ini tidak boleh tinggal diam terkait etika dan moral anak didiknya. Pada fase pondasi, lembaga pendidikan seperti PAUD, TK, KB dapat memberikan materi keagamaan dengan stimulasi yang tepat. Stimulasi yang dimaksud adalah rangsangan bagi anak yang dapat menumbuhkan jiwa religius tetapi menyenangkan. Karena fase pondasi memiliki gaya belajar yang di kenal dengan belajar sambil bermain. Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan jiwa religius dan moral yang baik bagi anak usia dini melalui story telling menggunakan media pop up book kisah teladan di TK Islam Terpadu Amanah Belilas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisis studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan anak dapat memahami dan menceritakan sejarah kisah nabi, perubahan perilaku seperti sikap sabar, tidak mencela teman, taat pada aturan kelas setelah melihat adegan hukuman rakyat nabi nuh. Hasil observasi menunjukkan anak senang dan responsif pada media pop up book dan termotivasi untuk mempelajari kisah teladan kenabian berikutnya. Dengan demikian, penggunaan media pop up book ini dapat menanamkan sikap religius dan taat beragama pada anak.
Abstract:Kualitas tidur bayi dapat dilihat dari cara bayi tidur, jika tidak baik maka akan terganggu seperti bayi akan menangis. Bayi yang mengalami hal tersebut dapat ditingkatkan dengan pijat bayi, yang memiliki banyak manfaat…
yaitu seperti meningkatkan daya tahan tubuh, merangsang fungsi dari pencernaan, meningkatkan kualitas tidur, mengatasi sakit perut. Melalui penggunaan taktik ceramah, diskusi, dan presentasi, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dan ibu tentang pijat bayi dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas tidur bayi baru lahir. Media yang digunakan adalah power point, booklet, dan phantom bayi. Sebanyak 12 kader dan sembilan ibu berpartisipasi dalam tiga pertemuan ini. Saebanyak 2 ibu tidak dapat dievaluasi karena mereka tidak terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan kader (dari skor rata-rata 76,67 menjadi 84,5), dan kemampuan kader (dari skor rata-rata 89,91 menjadi 94,75), menurut temuan penelitian. Selain itu, pengetahuan ibu juga mengalami peningkatan, dari rata-rata 73,4 menjadi 85,67, dan tingkat kompetensi mereka meningkat dari 85,89 menjadi 96. Kesimpulannya yaitu ibu dan kader dapat mempelajari lebih lanjut tentang metode pijat bayi sehingga mereka dapat memberikan perawatan terbaik kepada bayi mereka.
Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana karakter pendidikan di sekolah mempengaruhi perkembangan etika sosial dan moral anak. Data dikumpulkan melalui Metodologi penelitian menggunakan analisis literatur…
ur dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal ilmiah, dan artikel online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan etika sosial dan moral anak. Pendidikan karakter membantu anak memahami nilai-nilai moral, membuat keputusan moral, dan berperilaku secara moral. Keluarga dan sekolah harus bekerja sama untuk membuat lingkungan yang baik untuk pertumbuhan karakter anak. Penelitian ini memiliki beberapa batasan; itu hanya menggunakan metode kualitatif untuk mempelajari literatur dan data dari sumber sekunder. Untuk menentukan faktor-faktor efektif tertentu, lebih banyak penelitian diperlukan. karakter pendidikan dalam menumbuhkan etika sosial dan moral anak.
Abstract:Slow learner merupakan Kondisi dimana siswa memiliki keterlambatan pada setiap mata pelajaran, pasif, pencapainan yang terbatas dibandingkan dengan siswa lainnya karena sulit untuk menerima dan mempelajari materi. Pendidikan…
ikan Inklusi merupakan pendidikan dimana siswa berkebutuhan khusus dapat diterima dan belajar bersama anak normal di sekolah reguler dan mendapatkan pelayanan pendukung dengan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan guru shadow untuk mendampingi siswa slow learner dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan satu sampel anak slow learner di kelas 2A SDN Muhammdiyah 1 Bangkalan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi guru shadow memiliki peran yang sangat penting dalam mendampingi anak slow learner agar tujuan pembelajaran dapat mereka capai dengan baik. Salah satu peran guru shadow yakni sebagai pembimbing yang dapat mengarahkan anak slow learner lebih displin dan membantu siswa slow learner untuk mengingkatkan kemampuan kognitifnya. Hasil wawancara dengan guru shadow, anak slow learner di kelas 2A mengalami perkembangan yang pesat baik dari segi kognitif maupun psikomotorik dibuktikan dengan mampu menulis dan mengerjakan tugasnya secara mandiri
Abstract: Penelitian ini menganalisis permasalahan yang dihadapi anak berkebutuhan khusus tunagrahita di SLB Karya Bhakti Surabaya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran…
pembelajaran serta mencari solusi efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunagrahita di SLB Karya Bhakti Surabaya menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan dalam memahami materi pelajaran, kurangnya alat bantu pembelajaran yang memadai, dan keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih khusus. Selain itu, dukungan dari keluarga dan masyarakat juga sangat penting dalam proses pembelajaran anak tunagrahita. Studi ini menemukan bahwa peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan khusus, penyediaan fasilitas belajar yang sesuai, serta keterlibatan aktif orang tua dan komunitas dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut.jadi dapat disimpulkan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pihak sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak berkebutuhan khusus tunagrahita di SLB Karya Bhakti Surabaya, sehingga mereka dapat mencapai potensi maksimal mereka.