Search Articles & Publications

Showing 4014 articles found for "Inter"

OPTIMALISASI MANAJEMEN INDIKATOR PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR MELALUI SISTEM INFORMASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PALEMBANG BARI

Aryani, Desi, Hosizah, Hosizah
Abstract: Abstract:Regional General Hospital Palembang BARI has implementedtheRegulationoftheMinisterofHealthNumber 82 of 2013 concerningthe Hospital ManagementInformation System (SIMRS) known as SIMARS. In itsimplementation, theinformationsystem… nformationsystem has not beenabletoprovideaccurateand real-timebedusageindicators. This study aimstooptimizethemanagementofbedusageindicatorsthroughtheinformationsystemat Palembang BARI Regional Hospital. The typeofqualitativeresearchusingthe FAST (FrameworkfortheApplication System Thinking) methodwasconducted in August 2024 - September 2024. Data collectionwascarriedoutthroughinterviews, observations, anddocumentreviewsaccordingtothestagesofthe FAST method, including: Scopedefinition, Problem Analysis, RequirementAnalysis, Logical Design, DecisionAnalysis, Physical Design andConstructionand Testing. Ofthe 3,366 manual SHRIs, thereis a differencebetween SHRI SIMARS of 427 or 12.69%, thehighest in theclass 3 generalcareroom, thisisbecausenurseshave not routinelyentered SHRI into SIMARS duetotheabsenceof a Standard OperatingProcedure (SOP) forfilling in SHRI in SIMARS. In accordancewiththe SHRI framework, an SOP forfilling in SIMARS isrequired, including 3 actorsconsistingof: Director, PMIK, Nurse. The Directorrequires real-timevisualizationofbedusageindicators in theformof BOR, AvLOS, TOI, BTO, and Barber Johnson graphs.    Keyword:Bed Indicators, Information System, FAST    Abstrak: Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI telah menerapkan Peraturan Menteri Kesehatan  Nomor 82 tahun 2013 tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang dikenal dengan SIMARS. Pada pelaksanaannya sistem informasi tersebut belum mampu menyediakan indikator penggunaan tempat tidur secara akurat dan real time. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen indikator penggunaan tempat tidur melalui sistem informasi di RSUD Palembang BARI. Jenis penelitian kualitatif menggunakan metode FAST (FrameworkfortheApplication System Thinking) dilakukan pada bulan Agustus 2024 -September 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan telaah dokumen sesuai dengan tahapan metode FAST, meliputi: Scopedefinition, Problem Analysis, RequirementAnalysis, Logical Design, DecisionAnalysis, Physical Desain dan Constructionand Testing. Dari 3.366 SHRI manual terdapat selisih antara SHRI SIMARS sebanyak 427 atau12,69% tertinggi pada ruang perawatan umum kelas 3 hal tersebut karena perawat belum melakukan entry SHRI ke dalam SIMARS secara rutin yang disebabkan belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) pengisian SHRI dalam SIMARS. Sesuai kerangka kerja SHRI maka diperlukan  SOP pengisian dalam SIMARS meliputi 3 aktor terdiri dari: Direktur, PMIK, Perawat. Direktur membutuhkan visualisasi secara real time indikator penggunaan tempat tidur berupa BOR, AvLOS, TOI, BTO, dan grafik barber johnson.    Kata kunci: Indikator Tempat Tidur, Sistem Informasi, FAST    

PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS AUGMENTED REALITY (AR) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI IKATAN KIMIA

Simanjuntak, Dewi Graceani, Purba, Jamalum
Abstract: Abstract:The low level of students' understanding of chemical bonding is caused by the abstract nature of the material and the lack of use of interactive learning media that support concept visualization. In addition, teachers… achers tend to still use conventional printed modules that are considered less interesting. To overcome these problems, this study aims to develop an e-module based on Augmented Reality (AR) technology with a Problem Based Learning (PBL) learning approach on chemical bonding material, as well as to measure the level of validity and student responses to the e-module. This study uses the Research and Development (R&D) method with a 4D development model that includes the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The research subjects were 28 students of class X-2 of SMA Negeri 18 Medan in the 2024/2025 academic year. The instruments used included an interview questionnaire, a validation questionnaire from material and media experts, and a student response questionnaire. The validation results by material experts showed a validity level of 97.1%, while the validation results by media experts showed a validity level of 97.2%, both of which are in the very valid category. Meanwhile, the results of the student response questionnaire for the e-module showed an average score of 91%, which is categorized as very practical. This study demonstrates that the integration of AR technology into the e-module is effective in increasing learning engagement and student understanding of abstract concepts, as well as supporting independent and interactive problem-based learning.  Keyword:E-Module, Augmented Reality (AR), Problem Based Learning (PBL), Chemical  Bonding, 4D Development  Abstrak: Rendahnya pemahaman peserta didik terhadap materi ikatan kimia disebabkan oleh sifat materi yang abstrak serta kurangnya penggunaan media pembelajaran interaktif yang mendukung visualisasi konsep. Selain itu, guru cenderung masih menggunakan modul cetak konvensional yang dinilai kurang menarik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul berbasis teknologi AugmentedReality (AR) dengan pendekatan pembelajaran Problem BasedLearning (PBL) pada materi ikatan kimia, serta mengukur tingkat validitas dan respon peserta didik terhadap e-modul tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Researchand Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas X-2 SMA Negeri 18 Medan tahun ajaran 2024/2025. Instrumen yang digunakan meliputi angket wawancara, angket validasi ahli materi dan media, serta angket respon peserta didik. Hasil validasi oleh ahli materi menunjukkan tingkat validitas sebesar 97,1%, sedangkan hasil validasi oleh ahli media menunjukkan tingkat validitas sebesar 97,2%, keduanya masuk dalam kategori sangat valid. Sementara itu, hasil angket respon siswa terhadap e-modul menunjukkan nilai rata-rata 91%, yang termasuk kategori sangat praktis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi AR dalam e-modul efektif dalam meningkatkan daya tarik pembelajaran dan pemahaman peserta didik terhadap konsep abstrak, serta mendukung proses pembelajaran yang mandiri dan interaktif berbasis masalah.  Kata kunci:E-Modul, Augmented Reality (AR), Problem Based Learning (PBL), Ikatan Kimia, Pengembangan 4D 

KEPASTIAN HUKUM PENENTUAN BATAS MINIMAL USIA DEWASA DALAM PENDIRIAN PERSEROAN PERSEKUTUAN MODAL DI INDONESIA

Aulia, Faturrahman, Sunarmi, Sunarmi, Sukaraja, Detania
Abstract: Abstract: This study discusses legal certainty in determiningthe minimum age limit foradults in establishing a capitalpartnership in Indonesia. The ambiguityoftheregulationoftheageofadulthood in Law Number 40 of 2007 concerningLimitedLiabilityCompaniesanditsrevisionthrough… cerningLimitedLiabilityCompaniesanditsrevisionthrough Law Number 6 of 2023 concerningJobCreation has givenrisetodiverseinterpretationsamongnotariesand legal practitioners. This study uses a normative legal approachsupportedbyempirical data frominterviewswithnotaries in Medan and Binjai. The resultsofthe study showthattheabsenceof a clear minimum age limit givesrisetomultipleinterpretationsand has animpacton legal uncertainty in establishing a company. Therefore, harmonizationofregulationsandtheestablishmentofexplicitrules are neededtoensure legal certainty.    Keyword:Legal Certainty, Age of Adulthood, Company, Capital Partnership     Abstrak:Penelitianinimembahaskepastianhukumdalampenentuan batas minimal usiadewasadalampendirianperseroanpersekutuan modal di Indonesia. KetidakjelasanpengaturanusiadewasadalamUndang-UndangNomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan TerbatassertarevisinyamelaluiUndang-UndangNomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerjatelahmenimbulkankeragamanpenafsiran di kalangannotaris dan praktisihukum. Penelitianinimenggunakanpendekatanyuridisnormatifdengandukungan data empirisdariwawancaraterhadapnotaris di Medan dan Binjai. Hasil penelitianmenunjukkanbahwatidakadanya batas usia minimal yang tegasmenimbulkanmultitafsir dan berdampak pada ketidakpastianhukumdalampendirianperseroan. Oleh karenaitu, dibutuhkanharmonisasiregulasisertapenetapanaturan yang eksplisituntukmenjaminkepastianhukum.    Kata kunci: Kepastian Hukum, Usia Dewasa, Perseroan, Persekutuan Modal 

KEJAKSAAN DALAM PELAKSANA PRINSIP DOMINUS LITIS PADA SISTEM PERADILAN PIDANA

Tarigan, Pristina Sari Ananda, Trisna, Wessy, Andrianti, Syarifah Lisa
Abstract: Abstract: In lawenforcementpractice, prosecutorsnolongeractivelyact as dominuslitis. In fact, bybeingactivelyinvolvedsincetheinvestigationstage in thepolice, prosecutorscaneasilyprepareindictmentsandcharges, thusencouragingtherevisionoftheDominusLitisprinciple… ingtherevisionoftheDominusLitisprinciple in the RUUHAP. The purposeofthis study istoanalyzetheimplementationoftheDominusLitisprinciple in thepre-prosecutionprocessandthe ideal conceptionoftheDominusLitisprinciple in the RUUHAP. The resultsofthe study statethattheDominusLitisprinciple in Law Number 8 of 1981 concerningCriminalProcedure Law is not regulatedatall, thereisnodirectinvolvementofprosecutors in caseexaminationssuch as examinationofsuspects, witnessesandotherevidencesothatthedominuslitisprincipleis not visible in theCriminalProcedure Code. Thisiswhatcausesthebackandforthofcaseexaminationsbecausethevisionofprosecutorsandinvestigators in examiningcriminalcasesbeinghandledis not aligned. The applicationoftheDominusLitisprinciple in thepre-prosecutionprocessconsistsof 2 obstacles, namely internal obstaclesandexternalobstacles.    Keyword:Prosecutor’s, Dominus Litis, RUUHAP    Abstrak: Dalam praktik penegakan hukum, jaksa tidak lagi bersifat dominuslitis secara aktif. Padahal, dengan terlibat aktif sejak tahap penyidikan di kepolisian, jaksa dapat dengan mudah menyusun surat dakwaan dan tuntutan, sehingga hal ini mendorong adanya revisi asas DominusLitis dalam RUUHAP. Tujuan penelitian adalah menganalisis implementasi asas DominusLitis dalam proses prapenuntutan dan konsepsi ideal asas DominusLitis dalam RUUHAP. Hasil penelitian menyatakan bahwa Asas DominusLitis dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana sama sekali tidak diatur, tidak ada keterlibatan langsung Jaksa dalam pemeriksaan perkara seperti pemeriksaan tersangka, saksi dan alat bukti lainnya sehingga asas dominuslitis secara kasat mata tidak terlihat dalam KUHAP. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya bolak-balik pemeriksaan perkara karena visi Jaksa dan penyidik dalam memeriksa perkara pidana yang ditangani belum sejalan. Penerapan asas DominusLitis dalam proses prapenuntutan terdiri dari 2 hambatan, yaitu hambatan internal dan hambatan eksternal.     Kata kunci: Jaksa, DominusLitis, RUUHAP     

PENGARUH CITRA SEKOLAH DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN ORANG TUA MEMILIH SEKOLAH DENGAN WORD OF MOUTH (WOM) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA SMP BRUDER PONTIANAK

Syamsiar, Benus, Pradiani, Theresia, Handarini, Dany Moenindyah
Abstract: Abstract: This study aims to analyze the influence of school image (brand image) and service quality on parents’ decision to choose a school, with word of mouth (WOM) as an intervening variable, in the context of SMP Bruder… SMP Bruder Pontianak as an educational institution for their children. The background of this research is a positive phenomenon: despite the growing number of private schools in Pontianak City, each offering various strengths, SMP Bruder Pontianak continues to gain the trust of parents in enrolling their children at the institution. The school consistently meets its target of admitting seven classes annually. Based on preliminary interviews during the student admission process (PPDB) and field observations prior to the study, three main factors emerged as key considerations for parents: school image (brand image), service quality, and word of mouth as an intervening factor.This research adopts a quantitative method with a survey approach, involving 157 randomly selected parents of seventh-grade students. The data were analyzed using regression techniques to test the relationships between independent variables (school image and service quality), the dependent variable (parents’ decision to choose the school), and the intervening variable (word of mouth), with data processing conducted through SPSS 27.The results reveal that school image (brand image) significantly influences word of mouth, but does not directly affect the decision-making process. Service quality, on the other hand, has a positive and significant effect both on word of mouth and on the decision to choose the school. These findings suggest important implications for SMP Bruder Pontianak: to enhance its school image so it becomes a more decisive factor in parents’ school selection, and to optimize service quality to ensure that all stakeholders—especially parents—receive standardized, high-quality services. Additionally, word of mouth serves as a mediating influence through interactions among parents, friends, family members, and others.   Keywords: School Image, Brand Image, Service Quality, Word Of Mouth, Decision-                 Making In School Selection   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh citra sekolah (brand image), kualitas pelayanan, terhadap keputusan orang tua memilih sekolah dengan WOM sebagai intervening pada SMP Bruder Pontianak sebagai sebuah Lembaga Pendidikan bagi anak-anak mereka. Penelitian ini memiliki latar belakang atau fenomena objek yang positif dimana dengan banyaknya jumlah sekolah swasta di Kota Pontianak dengan berbagai keunggulan masing-masing, namun SMP Bruder Pontianak tetap mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk menyekolahkan anaknya pada lembaga ini. Target penerimaan sebanyak tujuh kelas selalu terpenuhi. Berdasarkan hasil wawancara sederhana pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan hasil pengamatan dilapangan dan pra penelitian dilakukan, didapatkan ada tiga faktor yang menjadi pertimbangan bagi orang tua yaitu citra sekolah (brand image), kualitas pelayanan, dan word of mouth sebagai intervening. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei yang melibatkan 157 orang tua kelas tujuh dengan teknik acak (random). Data analisis menggunakan regresi untuk menguji hubungan antar variabel bebas (citra sekolah dan kualitas pelayanan) dengan variabel terikat (keputusan orang tua memilih sekolah) dan word of mouth (intervening) dengan pengolahan data menggunakan SPSS 27. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Citra Sekolah (brand image) memiliki pengaruh signifikan terhadap word of mouth. Kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap word of mouth dan terhadap keputusan memilih sekolah. Citra sekolah memiliki pengaruh namun tidak signifikan terhadap keputusan memilih sekolah. Temuan ini memunculkan implikasi bagi SMP Bruder Pontianak untuk meningkatkan citra sekolah agar citra sekolah mampu menjadi salah satu faktor keputusan bagi orang tua memilih sekolah, selain itu memaksimalkan kualitas pelayanan agar semua warga sekolah atau orang tua mendapatkan pelayanan standar yang diberikan. Selain itu Word of Mouth telah berperan sebagai mediasi antar orang tua, teman, keluarga dan orang lain.   Kata Kunci: Citra Sekolah, Brand Image, Kualitas Pelayanan, Word Of Mouth,                      Keputusan Memilih

PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM MENGANALISA NILAI PENYUSUTAN INVENTORI ASET PADA KANTOR BALAI DESA SIDOMULYO

Irwansyah, Bambang
Abstract: Abstract: Sidomulyo Village Hall Office, currently the agency has several assets including 1 computer unit, 4 air conditioners, 2 printers, and 1 television. And the second interview with noni as the Head of Finance (Village… lage Treasurer) she stated that when calculating the depreciation of the residual value of assets in the Village Agency it is not optimal because it is still done conventionally such as manually calculated using a calculator in a book and has not been computerized. Produce an asset inventory application to make it easier to calculate the depreciation value of goods in the government agency Sidomulyo Village Hall Office. The purpose of this study is to change the manual calculation system into a computerized calculation system. The data used is asset data owned by the Sidomulyo Village Hall Office. The results of the AHP calculation test show that the depreciation of assets for Laptops, Printers, Photocopy Machines, AC, Digital, Wall Clocks, Fans, Refrigerators and Sound Systems is 30% and 32-inch TV Assets is 20%.   Keywords: Inventory Application, AHP Method, Sidomulyo Village Hall Office, Web. Abstrak: Kantor Balai Desa Sidomulyo, saat ini instansi tersebut memiliki beberapa aset diantaranya komputer 1 unit, air conditioner 4 unit, mesin cetak (printer) 2 unit, dan televisi 1 unit. Dan wawancara kedua dengan noni sebagai Kaur Keuangan (Bendahara Desa) beliau menyatakan bahwa saat didalam perhitungan penyusutan nilai residu pada aktiva/aset di Instansi Desa tersebut belum maksimal karena masih dilakukan secara konvensional seperti dihitung manual menggunakan kalkulator dibuku dan belum terkomputerisasi. Menghasilkan aplikasi inventori aset agar lebih mudah dalam menghitung nilai penyusutan barang pada instansi pemerintahan Kantor Balai Desa Sidomulyo. Tujuan penelitian ini ialah mengubah sistem perhitungan manual menjadi sebuah sistem perhitungan yang sudah terkomputerisasi. Data yang digunakan berupah data aset yang dimiliki oleh Kantor Balai Desa sidomulyo. Hasil pengujian perhitungan AHP terlihat penyusutan aset Laptop, Printer, Mesin Foto Copy, AC, Digital, Jam Dinding, Kipas Angin, Kulkas dam sound System sebesar 30% dan Aset TV 32 Inci Sebesar 20%.   Kata kunci: Aplikasi Inventori, Metode AHP, Kantor Balai Desa Sidomulyo, Web.

METODE MFEP PADA PEMILIHAN PENERIMA BANTUAN MAKANANAN TAMBAHAN BALITA STUNTING

Yuma, Febby Madonna, Parini, Parini, Sibuea, Mustika Fitri Larasati, Annisa, Salwa Yuma
Abstract: Abstract: Stunting is a long-term nutritional disorder that negatively impacts children's physical development. In Indonesia, stunting rates among toddlers remain alarming. The government responded by implementing a Supplementary… lementary Feeding (PMT) program, but its distribution is not always accurate. Therefore, a support system is needed in selecting PMT recipients for stunted toddlers. The purpose of this study was to design a recommendation system using the MFEP method for users to avoid errors in aid recipients. This research method used interviews with Posyandu (Integrated Service Post) officials and the community, and data collection methods were carried out through observation and interviews. The results showed that the application of the MFEP method can help community health centers (Puskesmas) in resolving the problem of inaccurate targeting of aid recipients, so that the results are more accurate and meet community expectations. The implementation of MFEP for PMT recipients for stunted toddlers at Posyandu with an accuracy value of more than 80% indicates that this method is working well.   Keywords: toddler; MFEP method; aid recipient; stunting;                      Abstrak: Stunting merupakan gangguan gizi jangka panjang yang berdampak negatif terhadap perkembangan fisik anak. Di Indonesia, angka stunting pada balita masih memprihatinkan. Pemerintah merespons dengan menyelenggarakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) namun penyalurannya belum selalu tepat. sehingga dibutuhkan sistem penunjang dalam pemilihan penerima PMT balita stunting. Adapun tujuan peneltian ini untuk mendapatkan rancangan dan mengevaluasi sistem penunjang keputusan menggunakan metode MFEP kepada pengguna agar tidak ada kesalahan pada penerima bantuan. Metode penelitian ini menggunakan metode  wawancara kepada pihak posyandu dan masyarakat dan metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode MFEP dapat membantu puskesmas dalam menyelesaikan masalah ketidaktepatan sasaran penerima bantuan tersebut sehingga hasilnya lebih akurat dan sesuai harapan masyarakat. Implementasi MFEP  pada penerima bantuan PMT Balita Stunting di posyandu dengan nilai ketepatan lebih dari 80 % menunjukan bahwa metode ini berjalan dengan baik.   Kata kunci: balita;metode MFEP; penerima bantuan; stunting;

ANALISIS YURIDIS KEWENANGAN PENYIDIKAN TNI ANGKATAN LAUT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBAJAKAN KAPAL DI WILAYAH LAUT TERITORIAL

Harahap, Mhd Ripai, Yunara, Edi, Suhaidi, Suhaidi
Abstract: Abstract: This study examines the legal authority of the Indonesian Navy (TNI AL) to investigate the crime of ship piracy in the territorial waters of Indonesia, with an emphasis on the limits of authority between law enforcement… forcement officers and the potential for regulatory conflicts. Indonesia's vast and strategic sea area involves many institutions in law enforcement functions, such as the TNI AL, Polri, Bakamla, Ministry of Transportation, and Ministry of Maritime Affairs and Fisheries. This multi-institutional involvement often results in overlapping authority, especially in the process of investigating crimes of piracy that are cross-border and international in nature. This research is to answer (this uses a normative legal method with a statute approach and a case approach. Authority is very important to be given legal rules so that there is no clash of authority and conflict between law enforcement institutions including the sea area has various types of law enforcers who on average have the authority to conduct investigations including the Indonesian Navy. However, in the crime of ship hijacking, seen from the existing law, the Indonesian Navy has not been authorized to investigate the crime, due to the absence of a legal basis that is relevant and certain to provide the authority to investigate the Indonesian Navy. Keyword: Investigative Authority, Indonesian Navy, Ship Hijacking, Territorial Sea Area, Conflict of Authority, Law of the Sea Abstrak: Penelitian ini mengkaji secara yuridis kewenangan penyidikan TNI Angkatan Laut (TNI AL) terhadap tindak pidana pembajakan kapal di wilayah laut teritorial Indonesia, dengan menitikberatkan pada batasan kewenangan antar-aparat penegak hukum dan potensi konflik regulasi. Wilayah laut Indonesia yang luas dan strategis melibatkan banyak institusi dalam fungsi penegakan hukum, seperti TNI AL, Polri, Bakamla, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Keterlibatan multi-institusi ini seringkali menimbulkan tumpang tindih kewenangan, khususnya dalam proses penyidikan tindak pidana pembajakan yang bersifat lintas batas dan berskala internasional. Penelitian ini untuk menjawab (ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Kewenangan sangat penting diberi aturan hukum agar tidak terjadi benturan kewenangan dan konflik antar lemabaga penegak hukum termasuk wilayah laut memilik berbagai macam penegak hukum yang rata-rata memiliki kewenangan dalam melakukan penyidikan termasuk TNI Angkatan Laut. Namun pada tindak pidana pembajakan kapal dilihat dari undang-undang yang ada TNI Angkatan Laut belum berwenang menyidik Tindak Pidana tersebut, akibat ketiadaan dasar hukum yang secara relevan dan pasti memberikan kewenangan penyidikan pada TNI Angkatan Laut. Kata kunci: Kewenangan Penyidikan, TNI Angkatan Laut, Pembajakan Kapal, Wilayah Laut Teritorial, Konflik Kewenangan, Hukum Laut

APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PELANGGARAN SANKSI PADA KOMUNITAS AKHWAT SHOLEHAH (KOAS) KISARAN

Maharani, Dewi, Anggraeni, Dewi, Astriani, Nurullita, Abidi, Ihsan
Abstract: Abstract: Value-based community organizations, such as the Komunitas Akhwat Sholehah (KoAS) in Kisaran, face significant challenges in enforcing internal discipline. The manual and subjective process of imposing sanctions… s for violations often leads to perceptions of injustice, inconsistency, and inefficiency. This research aims to design and build a Decision Support System (DSS) model to assist the KoAS management in determining sanctions more objectively, transparently, and accountably. The research methodology uses a waterfall approach, including needs analysis, system design, model implementation, and testing through simulation. The core decision-making logic is implemented using the Simple Additive Weighting (SAW) method, chosen for its ability to accommodate various violation criteria simply and transparently. The result is a conceptual prototype and case simulation demonstrating the system's ability to process violation data based on weighted criteria to produce the most appropriate sanction recommendations. The main contribution is the application of a quantitative management tool (DSS/SAW) in the unique socio-technical context of a religious community, offering a technology-based internal governance model to enhance procedural justice and member trust.   Keywords: Decision Support System; Governance; Procedural Justice; Simple Additive Weighting; Value-Based Community                      Abstrak: Organisasi komunitas berbasis nilai, seperti Komunitas Akhwat Sholehah (KoAS) di Kisaran, menghadapi tantangan signifikan dalam menegakkan disiplin internal. Proses penjatuhan sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan secara manual dan subjektif sering kali menimbulkan persepsi ketidakadilan, inkonsistensi, dan inefisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah model Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat membantu pengurus KoAS dalam menentukan sanksi secara lebih objektif, transparan, dan akuntabel. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan waterfall, yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi model, dan pengujian melalui simulasi. Logika pengambilan keputusan inti dalam sistem ini diimplementasikan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW), yang dipilih karena kemampuannya dalam mengakomodasi berbagai kriteria pelanggaran secara sederhana dan transparan. Hasil penelitian ini berupa sebuah prototipe konseptual dan simulasi kasus yang menunjukkan kemampuan sistem dalam memproses data pelanggaran berdasarkan kriteria yang telah dibobotkan untuk menghasilkan rekomendasi sanksi yang paling sesuai. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah demonstrasi penerapan alat manajemen kuantitatif (SPK/SAW) dalam konteks sosio-teknis unik sebuah komunitas keagamaan, yang menawarkan sebuah model tata kelola internal berbasis teknologi untuk meningkatkan keadilan prosedural dan kepercayaan anggota.   Kata kunci: Keadilan Prosedural; Komunitas Berbasis Nilai; Simple Additive Weighting; Sistem Pendukung Keputusan; Tata Kelola

DAMPAK PENGGUNAAN PLASTIK SEKALI PAKAI TERHADAP LINGKUNGAN PERKOTAAN WILAYAH JALAN HIU KELURAHAN ULAK KARANG SELATAN

Nasution, Aisyiah, Edinov, Sanny, Sari, Mistia, Mukhtar, Dertha
Abstract: Abstract: This study aims to describe the habit of using single-use plastics, analyze its environmental impacts, and explore public perceptions and awareness levels in Jalan Hiu, Ulak Karang Selatan Village. A descriptive… e qualitative method was employed, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving 10 purposively selected informants. The findings reveal that the use of single-use plastics remains high, driven by practicality, abundant availability, and the lack of eco-friendly alternatives. The resulting impacts include clogged drainage channels, air pollution from burning plastic waste, and a decline in environmental aesthetics. Although some community members understand the negative impacts of single-use plastics, such awareness has not been fully translated into behavioral change. Constraining factors include insufficient waste management facilities, weak enforcement of regulations, and a culture of instant consumption. This study concludes that education-based interventions, the provision of alternative packaging, and stronger policy enforcement are needed to reduce the community’s dependence on single-use plastics.   Keyword: single-use plastic; habit; environmental impact; public awareness; Padang   Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kebiasaan penggunaan plastik sekali pakai, menganalisis dampaknya terhadap lingkungan, serta menggali persepsi dan tingkat kesadaran masyarakat di wilayah Jalan Hiu, Kelurahan Ulak Karang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, melibatkan 10 informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan plastik sekali pakai masih tinggi, didorong oleh faktor kepraktisan, ketersediaan yang melimpah, dan minimnya alternatif ramah lingkungan. Dampak yang ditimbulkan meliputi penyumbatan saluran drainase, pencemaran udara akibat pembakaran sampah plastik, serta menurunnya estetika lingkungan. Meskipun sebagian masyarakat memahami dampak negatif plastik sekali pakai, kesadaran tersebut belum sepenuhnya diikuti perubahan perilaku. Faktor penghambat mencakup kurangnya fasilitas pengelolaan sampah, lemahnya penerapan regulasi, dan budaya konsumsi instan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi berbasis edukasi, penyediaan alternatif kemasan, dan penguatan kebijakan diperlukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap plastik sekali pakai.   Kata kunci: dampak, kelurahan, lingkungan, perkotaan, plastik