Abstract:Abstract: M2M Futsal is one of the futsal field rental service providers that still conducts its operational management manually, such as scheduling, customer data recording, and transaction processing. This manual process…
ss has several drawbacks, including the risk of data loss, recording errors, and limitations in data retrieval and reporting. Therefore, this study aims to design and develop a web-based futsal field management information system to support more effective and efficient business processes. The system is developed using the Laravel framework due to its ability to streamline the development process, high level of security, and support for the Model-View-Controller (MVC) architecture. The system development method used is the waterfall model, which includes stages such as requirement analysis, system design, implementation, testing, and maintenance. The developed features include rental management, customer data, field schedules, payments, and revenue reports. The implementation results show that the system improves the rental management process, reduces data entry errors, and facilitates report generation. Additionally, the system has been successfully implemented online, allowing access anytime and anywhere via the internet. This system makes a significant contribution to the digitalization of M2M Futsal’s services and serves as a potential technological solution for managing similar businesses in the future.
Â
Keyword: Information System, Laravel, Field Rental, Web, Futsal, Digitalization, Online Access
Â
Abstrak: M2M Futsal merupakan salah satu penyedia layanan penyewaan lapangan futsal yang masih menjalankan proses manajemen operasional secara manual, seperti pencatatan jadwal, data pelanggan, dan transaksi. Proses manual tersebut memiliki berbagai kekurangan, antara lain risiko kehilangan data, kesalahan pencatatan, serta keterbatasan dalam pencarian dan pelaporan data. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi manajemen lapangan futsal berbasis web guna mendukung proses bisnis yang lebih efektif dan efisien. Sistem dikembangkan menggunakan framework Laravel karena kemampuannya dalam menyederhanakan proses pengembangan, keamanan yang tinggi, serta dukungan struktur arsitektur Model-View-Controller (MVC). Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah waterfall, yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Fitur-fitur yang dikembangkan dalam sistem ini meliputi manajemen penyewaan, data pelanggan, jadwal lapangan, pembayaran, serta laporan pendapatan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu mempercepat proses manajemen penyewaan, mengurangi kesalahan pencatatan, serta mempermudah penyusunan laporan. Selain itu, sistem ini telah berhasil diimplementasikan secara online, sehingga dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui jaringan internet. Sistem ini memberikan kontribusi nyata terhadap digitalisasi layanan M2M Futsal dan dapat menjadi solusi teknologi bagi pengelolaan usaha serupa di masa mendatang.
Â
Kata kunci: Sistem Informasi, Laravel, Penyewaan Lapangan, Web, Futsal, Digitalisasi, Online Access
Abstract:Abstract: PT. Labani Media Nusantara is a growing company that requires an effective and efficient employee management system. One of the essential aspects of human resource management is accurate attendance tracking and…
payroll calculation. The manual system previously used has led to several issues, such as delayed data recap, calculation errors, and a lack of transparency. This study aims to design and develop a web-based attendance system integrated with employee payroll using the Agile methodology. Agile is chosen for its flexibility and ability to accommodate system requirements through iterative and collaborative development. The system includes core features such as recording employee check-in and check-out times, managing attendance data, calculating salaries based on attendance and allowance components, and generating automatic reports. The system is tested using the black-box testing approach to ensure all functionalities meet user requirements. Implementation results show that the system improves operational efficiency, reduces payroll calculation errors, and accelerates reporting processes. With this system, the company can digitally optimize employee management, enhance data accuracy, and strengthen internal accountability. The system also has the potential for further development, such as integrating biometric authentication or QR-code scanning to improve security and ease of attendance tracking.
Â
Keyword: Attendance System, Payroll, Agile, Web-Based, Employee Management.
Â
Abstrak: PT. Labani Media Nusantara merupakan perusahaan yang terus berkembang dan membutuhkan sistem manajemen karyawan yang efektif serta efisien. Salah satu aspek penting dalam pengelolaan sumber daya manusia adalah pencatatan absensi dan penghitungan gaji yang akurat. Sistem manual yang selama ini digunakan menimbulkan berbagai kendala, seperti keterlambatan rekap data, potensi kesalahan perhitungan, dan kurangnya transparansi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem absensi yang terintegrasi dengan penggajian karyawan berbasis web dengan menerapkan metode Agile sebagai pendekatan pengembangannya. Metode Agile dipilih karena fleksibilitas dan kemampuannya dalam menyesuaikan kebutuhan sistem secara iteratif dan kolaboratif. Sistem ini mencakup fitur-fitur utama seperti pencatatan jam masuk dan keluar karyawan, pengelolaan data kehadiran, penghitungan gaji berdasarkan kehadiran dan komponen tunjangan, serta pembuatan laporan otomatis. Pengujian sistem dilakukan menggunakan pendekatan black-box untuk memastikan seluruh fungsi berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi kesalahan perhitungan gaji, dan mempercepat proses pelaporan. Dengan sistem ini, perusahaan dapat mengoptimalkan pengelolaan karyawan secara digital, meningkatkan akurasi data, dan memperkuat akuntabilitas internal. Sistem ini juga dapat dikembangkan lebih lanjut dengan integrasi biometric atau QR-code untuk meningkatkan keamanan dan kemudahan absensi.
Â
Kata kunci: Sistem Absensi, Penggajian, Agile, Web, Manajemen Karyawan.
Abstract:Abstract: The phenomenon of increasing criminalization of medical personnel in various cases in Indonesia raises concerns about legal certainty in the health world. Therefore, it is important to examine how the national…
legal system provides fair and balanced protection for medical personnel in carrying out their duties. This research uses normative juridical methods, with legislative, conceptual, and case study approaches. The data used includes related laws and regulations, legal literature, and medical professional documents. This approach aims to analyze the legal norms that govern the protection of medical personnel, as well as identify legal gaps or disharmonized norms that have the potential to hinder legal certainty. The results of the study show that although there are a number of regulations such as the Medical Practice Law, the Hospital Law, and the Criminal Code, the implementation of legal protection for medical personnel still faces challenges. Different interpretations of the law by law enforcement officials, as well as patients' ignorance of medical procedures, often cause medical personnel to become vulnerable parties. In addition, the non-optimal role of the Indonesian Medical Discipline Honorary Council (MKDKI) in separating the ethical and criminal realms has also muddy law enforcement in the health sector. In conclusion, legal certainty for medical personnel can only be realized through strengthening regulations that affirm the limits of legal responsibility of medical personnel, as well as the need for alignment between criminal law instruments and professional ethics. Legal education for the community and increased competence of law enforcement officials in understanding the medical context are also needed.
Â
Keywords: Legal certainty, medical personnel, legal protection.
Â
Abstrak: Fenomena meningkatnya kriminalisasi tenaga medis dalam berbagai kasus di Indonesia menimbulkan kekhawatiran akan kepastian hukum dalam dunia kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk menelaah bagaimana sistem hukum nasional memberikan perlindungan yang adil dan seimbang terhadap tenaga medis dalam menjalankan tugasnya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Data yang digunakan adalah mencakup peraturan perundang-undangan terkait, literatur hukum, dan dokumen profesional medis. Pendekatan ini bertujuan untuk menganalisis norma hukum yang mengatur perlindungan tenaga medis, serta mengidentifikasi kekosongan hukum atau disharmonisasi norma yang berpotensi menghambat kepastian hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun terdapat sejumlah regulasi seperti Undang-Undang Praktik Kedokteran, Undang-Undang Rumah Sakit, dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, namun implementasi perlindungan hukum terhadap tenaga medis masih menghadapi tantangan. Interpretasi hukum yang berbeda oleh aparat penegak hukum, serta ketidaktahuan pasien terhadap prosedur medis, sering kali menyebabkan tenaga medis menjadi pihak yang rentan. Selain itu, belum optimalnya peran Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) dalam memisahkan ranah etik dan pidana turut memperkeruh penegakan hukum di bidang kesehatan. Sebagai kesimpulan, kepastian hukum bagi tenaga medis hanya dapat terwujud melalui penguatan regulasi yang menegaskan batas tanggung jawab hukum tenaga medis, serta perlunya penyelarasan antara instrumen hukum pidana dan etik profesi. Diperlukan pula edukasi hukum bagi masyarakat dan peningkatan kompetensi aparat penegak hukum dalam memahami konteks medis.
Â
Kata kunci: Kepastian Hukum, Tenaga Medis, Perlindungan Hukum.
Abstract:Abstract: Adolescents' lack of knowledge about reproductive health, as well as lack of access to adolescent-friendly health services, are an important background in this study. This study aims to analyze the implementation…
on of reproductive health services for adolescents in East Aceh from a legal and ethical perspective, and assess the extent to which the principle of protection of adolescent health rights is carried out in accordance with local regulations and religious norms. This study uses a qualitative method with a juridical-sociological approach. Data was obtained through interviews with health workers, adolescents, religious leaders, and regional policy makers, as well as documentation of health service regulations and ethical guidelines. Data analysis was carried out in an analytical descriptive manner by considering positive legal norms and medical ethical principles. The results of the study show that although there is a national regulation guaranteeing the right to reproductive health of adolescents, its implementation in East Aceh faces various obstacles, such as cultural resistance, limited trained medical personnel, and lack of public understanding of the urgency of reproductive health education. From a legal perspective, there is a gap between national policy and local qanun, while ethically, health services still often clash with the conservative values of local communities. In conclusion, adolescent reproductive health services in East Aceh still need to be improved through an interdisciplinary approach that harmonizes aspects of national law, local values, and principles of medical ethics.
Â
Keywords: Reproductive Health, Adolescents, Legal Ethics.
Â
Abstrak: Adolescents' lack of knowledge about reproductive health, as well as lack of access to adolescent-friendly health services, are an important background in this study. This study aims to analyze the implementation of reproductive health services for adolescents in East Aceh from a legal and ethical perspective, and assess the extent to which the principle of protection of adolescent health rights is carried out in accordance with local regulations and religious norms. This study uses a qualitative method with a juridical-sociological approach. Data was obtained through interviews with health workers, adolescents, religious leaders, and regional policy makers, as well as documentation of health service regulations and ethical guidelines. Data analysis was carried out in an analytical descriptive manner by considering positive legal norms and medical ethical principles. The results of the study show that although there is a national regulation guaranteeing the right to reproductive health of adolescents, its implementation in East Aceh faces various obstacles, such as cultural resistance, limited trained medical personnel, and lack of public understanding of the urgency of reproductive health education. From a legal perspective, there is a gap between national policy and local qanun, while ethically, health services still often clash with the conservative values of local communities. In conclusion, adolescent reproductive health services in East Aceh still need to be improved through an interdisciplinary approach that harmonizes aspects of national law, local values, and principles of medical ethics.
Â
Keywords: Reproductive Health, Adolescents, Legal Ethics.
Abstract:Harmonisasi yang ada di Desa Rama Agung tidak lepas dari kuatnya rasa toleransi, saling mendukung dan tidak mengganggu agama atau budaya yang dimiliki masyarakat lain. Hal ini terjadi karena terciptanya interaksi sosial…
positif didalamnya yang meliputi asosiatif atau bentuk penyatuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Bentuk Interaksi Sosial Masyarakat Multikultural dalam Meningkatkan Keberfungsian Sosial di Desa Rama Agung Kabupaten Bengkulu Utara. Terciptanya harmonisasi sosial di desa ini karena adanya interaksi sosial yang saling menguntungkan antar masyarakatnya mulai dari sikap toleransi, saling mendukung, dan saling menjaga di tengah keberagaman. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan informan yang terdiri dari kepala desa, kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk interaksi sosial asosiatif (penyatuan) yakni kerjasama berupa tolong menolong dalam suka maupun duka, akulturasi (percampuran budaya) berupa kuliner dan bahasa, asimilasi (percampuran budaya yang membentuk kebudayaan baru) berupa pernikahan beda agama dalam satu keluarga, serta akomodasi (penyesuaian diri) yang sudah berjalan dengan baik. Bentuk interaksi sosial disosiatif (pemisahan) berupa persaingan terjadi dalam bentuk positif berupa kompetisi, kontravensi (ketidaksepakatan) terjadi hanya dalam forum diskusi yang tidak menimbulkan perpecahan serta konflik yang tidak pernah terjadi di desa ini. Hal ini dikarenakan pemerintah desa mempunyai wadah dalam memediasi konflik yakni FPUB (Forum Perwakilan Umat Beragama).
Abstract:Aplikasi My Pelindo merupakan bentuk fasilitas kerja dari PT. Pelabuhan Indonesi untuk para pegawai dalam aksi dan menerima informasi melalui fitur-fitur yang ada. My Pelindo memiliki beberapa layanan yaitu seputar absensi…
si (PCICO), pelaporan keuangan (PICO), dan Travel. Permasalahan yang terjadi pada layanan aplikasi yang digunakan oleh Perusahaan, ditemukan berbagai kendala pada sejumlah layanan, termaksud PCICO absensi, pelaporan keuangan (PICO), dan Travel. Permasalahan yang muncul meliputi aplikasi tidak dapat diakses dalam waktu tertentu, ketidakmampuan login pada aplikasi seperti PCICO, dan Travel, kegagalan dalam registrasi wajah, gagal absensi pada PCICO, serta berbagai masalah terkait tampilan, seperti tampilan pelaporan keuangan yang hilang pada PICO, dan ada data yang tidak muncul sesuai harapan, serta kendala dalam akses data seperti SPPS yang tidak muncul di Travel. Untuk meningkatkan kualitas aplikasi My Pelindo perlu dilakukan pengujian aplikasi My Pelindo salah satunya dengan cara standar ISO 25010:2023. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas aplikasi My Pelindo berdasarkan ISO 25010:2023 yang meliputi karakteristik functional suitability, performan efficiency, compability, interactioan capability, reliability, security, maintainability, flexibility, dan safety. Hasil dari penelitian yang sudah diteliti menunjukkan bahwa aplikasi My Pelindo memiliki kekuatan dalam hal functional suitability dan security, sementara kelemahan ditemukan pada performan efficiency, reliability, compability, interaction capability, ,maintainability, flexibility, dan safety, dimana berbagai masalah kendala seperti gagal login, error pada fitur absensi, data tidak ditemukan, data tidak terekan, dan masalah akses data yang berdampak pada efesiensi operasional. Rekomendasi yang diberikan diharapkan dapat membantu PT. Pelindo dalam melakukan pembaruan dan pengembangan aplikasi agar kualitas aplikasi My Pelindo tetap optimal.
Abstract:Abstract: The Health Management Information System (SIMKes) is an important instrument in supporting effective, efficient, and data-driven health services. In Indonesia, the implementation of SIMKes has been extended to…
Puskesmas as the spearhead of primary care. However, its implementation in the 3T (Disadvantaged, Frontier, and Outermost) areas faces significant challenges due to geographical, socio-economic, and infrastructure limitations. This study aims to analyze the internal and external factors that influence the success of SIMKes implementation in 3T areas through a SWOT analysis approach. Data was obtained from a comprehensive literature study as well as in-depth interviews with health workers in 3T health centers. Results show that the main strengths of SIMKes lie in its ability to integrate health data and support decision-making, while weaknesses include technical limitations and low digital literacy. Opportunities arise from national policies on health digitization, while threats stem from technological disparities and system resilience. This article recommends strategies for strengthening local capacity, regional needs-based system design, and inter-agency synergy.
Â
Keywords: SIMKes, SWOT, Puskesmas, 3T Area, Health Information System, Service Digitalization
Â
Abstrak: Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKes) merupakan instrumen penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang efektif, efisien, dan berbasis data. Di Indonesia, implementasi SIMKes telah diperluas hingga ke Puskesmas sebagai ujung tombak layanan primer. Namun, penerapannya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) menghadapi tantangan signifikan karena kondisi geografis, sosial-ekonomi, serta keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keberhasilan implementasi SIMKes di daerah 3T melalui pendekatan analisis SWOT. Data diperoleh dari studi literatur yang komprehensif serta wawancara mendalam dengan tenaga kesehatan di Puskesmas 3T. Hasil menunjukkan bahwa kekuatan utama SIMKes terletak pada kemampuannya mengintegrasikan data kesehatan dan mendukung pengambilan keputusan, sementara kelemahan mencakup keterbatasan teknis dan rendahnya literasi digital. Peluang muncul dari kebijakan nasional digitalisasi kesehatan, sedangkan ancaman berasal dari disparitas teknologi dan ketahanan sistem. Artikel ini merekomendasikan strategi penguatan kapasitas lokal, desain sistem berbasis kebutuhan daerah, dan sinergi antar-lembaga.
Â
Kata Kunci: SIMKes, SWOT, Puskesmas, Daerah 3T, Sistem Informasi Kesehatan, Digitalisasi Layanan
Abstract:Abstract: Culture is the result of human power, creativity, feeling, and taste that is passed down from generation to generation, functioning as a guide to interact in society and the environment. In Indonesia, cultural…
diversity, including in the Jambi Malay community, faces challenges due to generational influences, which cause the loss of cultural values among the younger generation. This study highlights the Mahligai Budaya Community, which was founded in 2015 in Danau Lamo Village, as an effort to preserve Jambi Malay culture. By applying descriptive qualitative methods, this study shows that this community has a significant role in maintaining cultural sustainability through arts training, cultural promotion, and cooperation with related institutions. By involving young people, the Mahligai Budaya Community not only preserves traditions, but also develops their potential and creativity, so that Jambi Malay culture remains relevant in modern times. This study is expected to provide an understanding of the importance of cultural preservation in strengthening community identity.
Â
Keywords: Culture, Jambi Malay, Preservation
Â
Abstrak: Budaya merupakan hasil dari daya, cipta, rasa, dank rasa manusia yang diwariskan dari generasi ke generasi, berfungsi sebagai panduan untuk berinteraksi dalam masyarakat dan lingkungan. Di Indonesia, keragaman budaya, termasuk di komunitas Melayu Jambi, menghadapi tantangan akibat pengaruh generasi, yang menyebabkan hilangnya nilai-nilai budaya di kalangan generasi muda. Penelitian ini menyoroti Komunitas Mahligai Budaya, yang didirikan pada tahun 2015 di Desa Danau Lamo, sebagai usaha untuk melestarikan budaya Melayu Jambi. Dengan menerapkan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menunjukkan bahwa komunitas ini memiliki peran signifikan dalam mempertahankan keberlangsungan budaya melalui pelatihan seni, promosi budaya, dan kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait. Dengan melibatkan anak muda, Komunitas Mahligai Budaya tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mengemangkan potensi dan kreativitas mereka, sehinggga budaya Melayu Jambi tetap relevan di zaman modern. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya pelestarian budaya dalam memperkuat identitas masyarakat.
Â
Kata Kunci: Budaya, Melayu Jambi, Pelestarian
Abstract:Abstract: This study aims to describe the implementation of character education in several public senior high schools in Jambi City. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews,…
rviews, and documentation. The results of the study indicate that character education has been systematically integrated through intracurricular, co-curricular, and extracurricular activities. Each school develops different strategies, such as religious habits, the Pancasila Student Profile (P5) project, and contextual learning that emphasizes values such as responsibility, tolerance, and nationalism. The role of teachers as role models, as well as the involvement of parents and the surrounding environment are important factors in strengthening students’ character. Despite challenges such as limited facilities, the implementation of character education has been running progressively. This study emphasizes the importance of collaboration between all parties in forming a generation with superior character, both in terms of academics and morals.
Â
Keyword: Implementation, Character Education, Jambi City
Â
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di beberapa SMA Negeri di Kota Jambi. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter telah diintegrasikan secara sistematis melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Setiap sekolah mengembangkan strategi berbeda, seperti pembiasaan religius, proyek Profil Pelajar Pancasila (P5), dan pembelajaran kontekstual yang mengedepankan nilai-nilai seperti tanggung jawab, toleransi, dan nasionalisme. Peran guru sebagai teladan, serta keterlibatan orang tua dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam penguatan karakter siswa. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan fasilitas, implementasi pendidikan karakter telah berjalan secara progresif. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam membentuk generasi berkarakter unggul, baik dari sisi akademik maupun moral.
Â
Kata kunci: Impelementasi, Pendidikan Karakter, Kota Jambi
Abstract:Abstract: Legal protection is very important to ensure a sense of security, work comfort, and legal certainty for health workers in carrying out their duties optimally and in accordance with professional ethical standards.…
s. This study was conducted to examine the urgency of legal protection for medical personnel and health workers in health service practices in Indonesia. The research method used is a qualitative approach with a normative-juridical method. Data was obtained through literature studies, analysis of relevant laws and regulations. This approach is used to identify the forms of legal protection that are already available and the extent to which they are being applied in the field. The main problem found in this study is the weak implementation of legal protection for health workers. Many cases show that medical personnel are the most vulnerable parties when a medical dispute occurs, although it is not necessarily legal negligence. The lack of legal assistance, the lack of understanding of medical personnel of their legal rights, and weak protection regulations at the institutional level exacerbate this situation. The results of the study show that legal protection must be preventive and curative. Preventively, there needs to be regular legal education and professional ethics training for health workers. The conclusion of this study emphasizes that the importance of legal protection for medical personnel and health workers is not only to protect the interests of individuals, but also to maintain the quality of health services as a whole.
Â
Keywords: Legal Protection, Medical Personnel, Health Services.
Â
Abstrak: Perlindungan hukum menjadi sangat penting untuk menjamin rasa aman, kenyamanan kerja, serta kepastian hukum bagi para tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya secara maksimal dan sesuai dengan standar etika profesi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji urgensi perlindungan hukum terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam praktik pelayanan kesehatan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode normatif-yuridis. Data diperoleh melalui studi pustaka, analisis peraturan perundang-undangan yang relevan. Pendekatan ini digunakan untuk mengidentifikasi bentuk perlindungan hukum yang telah tersedia dan sejauh mana penerapannya di lapangan. Permasalahan utama yang ditemukan dalam penelitian ini adalah masih lemahnya implementasi perlindungan hukum terhadap tenaga kesehatan. Banyak kasus menunjukkan bahwa tenaga medis menjadi pihak yang paling rentan ketika terjadi sengketa medis, meskipun belum tentu terjadi kelalaian secara hukum. Minimnya pendampingan hukum, kurangnya pemahaman tenaga medis terhadap hak-hak hukumnya, serta lemahnya regulasi perlindungan di tingkat institusi memperburuk situasi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum harus bersifat preventif dan kuratif. Secara preventif, perlu ada edukasi hukum dan pelatihan etika profesi secara rutin kepada tenaga kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa pentingnya perlindungan hukum bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan bukan hanya untuk menjaga kepentingan individu, tetapi juga untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.
Â
Kata kunci: Perlindungan Hukum, Tenaga Medis, Pelayanan Kesehatan