Abstract:Abstract: This study aims to design a mobile application as an educational and marketing media for sustainable rice farming in Deli Serdang Regency. The research uses a qualitative approach with surveys, interviews, and…
Focus Group Discussions (FGD) to gather data on sustainable farming and marketing practices of rice farmers. The results show that rice farmers in the area have not fully implemented sustainable farming principles, especially in environmentally friendly pest management and conventional marketing involving many intermediaries, which weakens farmers' bargaining position. The mobile application is designed to provide education on sustainable farming practices and direct market access to consumers, addressing digital literacy limitations through training and assistance. Thus, this application has the potential to enhance efficiency, farmer welfare, and support a digital transformation toward an inclusive and competitive agricultural system in Deli Serdang.
Â
Keyword: Mobile Application; Agricultural Education; Sustainable Marketing; Rice Farmers; Deli Serdang..
Â
Abstrak: Penelitian ini bertujuan merancang aplikasi mobile sebagai media edukasi dan pemasaran beras berkelanjutan di Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan survey, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD) untuk memperoleh data mengenai praktik pertanian dan pemasaran berkelanjutan petani padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani padi di wilayah tersebut belum sepenuhnya menerapkan prinsip pertanian berkelanjutan, terutama dalam pengendalian hama dan pemasaran yang masih konvensional melalui banyak perantara sehingga melemahkan posisi tawar petani. Aplikasi mobile dirancang untuk memberikan edukasi praktik pertanian berkelanjutan dan membuka akses pemasaran langsung ke konsumen, mengatasi kendala keterbatasan literasi digital petani melalui pelatihan dan pendampingan. Dengan demikian, aplikasi ini berpotensi meningkatkan efisiensi, kesejahteraan petani, dan mendukung transformasi digital sistem pertanian yang inklusif serta berdaya saing di Kabupaten Deli Serdang.
Â
Kata kunci: Aplikasi Mobile;Edukasi;Pemasaran Berkelanjutan; Petani Padi; Deli Serdang.
Abstract:Abstract: Cars are a very popular four-wheeled means of transportation today, so that many consumers or buyers are interested in buying new or used cars depending on their respective economies. One factor that influences…
consumer interest in buying a car is price. Price greatly influences the sustainability of consumers in buying a car. It is necessary to estimate the estimated price of a used car based on criteria such as mileage, taxes, fuel consumption, and engine capacity. Estimation using regression method where in regression method there are 7 more methods including (1) Linear Regression, (2) Support Vector Regression – Linear, (3) Support Vector Regression – RBF, (4) Decision Tree Regression, (5) Random Forest Regressor, (6) Gradient Boosting Regression, (7) NLP Regressor applied in this research. Based on the 7 regression methods, the best method with the best accuracy value will be sought which will be used in the deployment processing process to determine the price of used cars with a ratio of 90:10, 80:20 and 70:30 producing the best estimated value is decision tree regression. Each method has a high level of accuracy including in the 90:10 ratio decision tree regression as the best method in the ratio has an accuracy level of 99%, and in the 80:20 ratio decision tree regression has an accuracy value of 99%, then the 70:30 ratio decision tree regression again becomes the best method with an accuracy level of 99%.
Â
Keyword: Machine Learning; Used Car Price Prediction; Regression; Performance Model
Â
Abstrak: Mobil merupakan sebuah alat transportasi kendaraan roda empat yang sangat populer saat ini, sehingga banyak sekali minat konsumen atau pembeli yang ingin membeli mobil baru maupun bekas tergantung dari ekonomi nya masing-masing Salah satu yang mempengaruhi minat konsumen dalam membeli mobil yaitu harga. Harga sangat berpengaruh dalam keberlangsungan konsumen dalam membeli suatu mobil Perlunya upaya estimasi untuk mengetahui perkiraan harga mobil bekas dengan berdasarkan kriteria seperti jarak tempuh, pajak, konsumsi bahan bakar, serta kapasitas mesin. Estimasi menggunakan metode regresi dimana dalam metode regresi terdapat 7 metode lagi meliputi (1) Linear Regression, (2) Support Vector Regression – Linear, (3) Support Vector Regression – RBF, (4) Decision Tree Regression, (5) Random Forest Regressor, (6) Gradient Boosting Regression, (7) NLP Regressor yang diterapkan dalam penelitian ini. Berdasarkan 7 metode regresi tersebut akan dicari 1 metode terbaik dengan nilai akurasi paling terbaik yang akan digunakan dalam proses pengolahan deploy untuk menentukan harga mobil bekas dengan rasio yaitu 90:10, 80:20 dan 70:30 menghasilkan nilai estimasi terbaik adalah decision tree regression. Masing – masing metode memiliki tingkat akurasi yang tinggi diantaranya dalam rasio 90:10 decision tree regression sebagai metode terbaik dalam rasio tersebut memiliki tingkat akurasi sebesar 99%, dan pada rasio 80:20 decision tree regression tersebut memiliki nilai akurasi sebesar 99%, selanjutnya rasio 70:30 decision tree regression kembali menjadi metode terbaik dengan tingkat akurasi sebesar 99%.
Â
Kata kunci: Machine Learning; Prediksi Harga Mobil Bekas; Regresi; Performance Model
Abstract:Perkembangan teknologi komunikasi meningkatkan Electromagnetic Interference (EMI), sehingga diperlukan material penyerap gelombang mikro yaitu Radar Absorbing Material (RAM). Barium heksaferit (BaFeâ‚â‚‚Oâ‚₉) berpotensi…
�₉) berpotensi sebagai RAM karena sifat magnetik dan stabilitas kimianya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan penyerapan gelombang dengan doping Lantanum (La) melalui metode solid state reaction pada variasi x = 0,00; 0,01; 0,03; dan 0,05. Proses sintesis dilakukan dengan kalsinasi pada suhu 600 °C dan sintering pada suhu 1200 °C, kemudian dikarakterisasi menggunakan Vector Network Analyzer (VNA). Hasil pengujian menunjukkan bahwa doping 0,05 memberikan Reflection Loss (RL) terbaik sebesar −10,45 dB pada frekuensi 8,95 GHz dengan persentase penyerapan 90,98%, sehingga memenuhi kriteria penyerap efektif. Dengan demikian, doping La³⺠terbukti meningkatkan kinerja BaFeâ‚â‚‚Oâ‚₉ sebagai material penyerap gelombang untuk mitigasi EMI dan aplikasi radar.
Abstract:Abstract: Corruption in Indonesia has caused state losses of up to trillions of rupiah annually, while existing legal mechanisms still focus on criminalizing perpetrators and are not optimal in recovering state assets. The…
he disparity between state losses and recovered assets (state loss recovery gap) highlights the weakness of regulations that rely solely on confiscation of assets through criminal decisions (conviction-based asset forfeiture). This study uses a normative juridical method with a legislative, conceptual, and comparative approach to examine the urgency of ratifying the Asset Forfeiture Bill. The results of the study indicate that the implementation of the Non-Conviction Based Asset Forfeiture (NCB) mechanism is highly relevant to addressing obstacles to law enforcement, particularly in cases where perpetrators have fled, died, or are difficult to prove criminally. Internationally, similar mechanisms have been implemented effectively in the United States, the United Kingdom, and Switzerland, and are in accordance with the mandate of the 2003 United Nations Convention against Corruption (UNCAC). However, the ratification of this bill remains hampered by political resistance and concerns about abuse of authority. Therefore, transparent, accountable regulatory design and oversight by an independent judiciary are necessary to ensure this legal instrument functions optimally. In conclusion, the ratification of the Asset Confiscation Bill is a strategic step to strengthen corruption eradication, close the state loss recovery gap, and restore public rights more equitably.
Â
Keyword: corruption, asset forfeiture, Non-Conviction Based Asset Forfeiture, UNCAC, asset recovery
Â
Abstrak: Korupsi di Indonesia telah menimbulkan kerugian negara hingga triliunan rupiah setiap tahun, sementara mekanisme hukum yang ada masih berfokus pada pemidanaan pelaku dan belum optimal dalam memulihkan aset negara. Ketimpangan antara kerugian negara dan aset yang berhasil dikembalikan (state loss recovery gap) memperlihatkan kelemahan regulasi yang hanya mengandalkan perampasan aset melalui putusan pidana (conviction-based asset forfeiture). Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif untuk mengkaji urgensi pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan mekanisme Non-Conviction Based Asset Forfeiture (NCB) sangat relevan untuk mengatasi hambatan penegakan hukum, terutama pada kasus pelaku yang melarikan diri, meninggal dunia, atau sulit dibuktikan secara pidana. Secara internasional, mekanisme serupa telah diterapkan efektif di Amerika Serikat, Inggris, dan Swiss, serta sesuai dengan amanat United Nations Convention against Corruption (UNCAC) 2003. Namun, pengesahan RUU ini masih terkendala resistensi politik dan kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan. Oleh karena itu, diperlukan desain regulasi yang transparan, akuntabel, serta diawasi peradilan independen agar instrumen hukum ini dapat berfungsi optimal. Kesimpulannya, pengesahan RUU Perampasan Aset merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemberantasan korupsi, menutup celah state loss recovery gap, dan memulihkan hak-hak publik secara lebih adil.
Â
Kata kunci: korupsi, perampasan aset, Non-Conviction Based Asset Forfeiture, UNCAC, pemulihan aset.
Abstract:Abstract: The electronic certificate program still has loopholes for abuse of authority by the government, especially for the general public who do not understand electronic certificates and also the electronic certificate…
te program. Electronic certificates do not fulfill one of the objectives of the law, namely justice, because there are still many areas that have limited internet access. The legal basis for regulating the issuance of electronic-based certificates as the basis for proof of ownership of land rights is regulated in the Regulation of the Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/Head of the National Land Agency of the Republic of Indonesia Number 3 of 2023 concerning the Issuance of Electronic Documents in Land Registration Activities which regulates electronic systems, electronic documents, data, databases and electronic signatures. Legal protection for holders of electronic-based land certificates in Medan City in terms of proving electronic land certificates is not a problem because electronic land certificates.
Keyword: Legal Protection, Certificates, Electronic
Abstrak: Program sertifikat elektronik masih saja memiliki celah penyalahgunaan kewenangan oleh pemerintah khususnya bagi masyarakat awam yang belum memahami tentang sertifikat elektronik dan juga program sertifikat elektronik. Sertifikat elektronik tidak memenuhi salah satu tujuan hukum yakni keadilan dikarenakan masih banyak daerah yang memiliki akses internet yang terbatas. Dasar hukum pengaturan penerbitan sertifikat berbasis elektronik sebagai dasar atas bukti kepemilikan hak atas tanah diatur dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2023 Tentang Penerbitan Dokumen Elektronik Dalam Kegiatan Pendaftaran Tanah yang mengatur mengenai sistem elektronik, dokumen elektronik, data, pangkalan data dan tanda tangan elektronik. Perlindungan hukum terhadap pemegang sertifikat tanah berbasis elektronik di Kota Medan dari segi pembuktian sertifikat tanah elektronik tidak menjadi masalah karena sertifikat tanah elektronik.
Kata kunci: Perlindungan Hukum, Sertifikat, Elektronik
Abstract:Abstract: This research aims to design and develop an Augmented Reality (AR)-based interactive learning media application using the SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) algorithm intended for children aged 6–8 years…
years at Madrasah AFD V Mayang. The main focus of this media is to introduce the vocabulary of fruits in Arabic in a visual, attractive, and fun way according to the characteristics of early childhood. The application was developed using the waterfall method which includes the stages of needs analysis, system design, implementation using Unity 3D and Blender, testing, and evaluation. The app allows children to scan real surfaces through their Android device's camera and display 3D fruit objects along with pronunciations in Arabic without using markers. Based on the results of the experiment conducted, it is known that 80.33% of students have experienced an increase in understanding of Arabic vocabulary of fruits, while 86% of students feel more enthusiastic and focused on learning using this medium compared to conventional methods. Teachers also gave positive responses to the usefulness of the application as an effective and fun teaching aid. With high stability of 3D objects thanks to SLAM algorithms, this application succeeds in creating an immersive, contextual, and adaptive learning experience for today's digital learning needs. This research is expected to be an innovative solution in Arabic language learning and encourage the use of AR technology in early childhood education more broadly.
Keyword: Augmented Reality, SLAM, Arabic, Interactive Media, Early Childhood, Unity
3D, Digital Education
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sebuah aplikasi media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality (AR) menggunakan algoritma SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) yang ditujukan untuk anak-anak usia 6–8 tahun di Madrasah AFD V Mayang. Fokus utama dari media ini adalah memperkenalkan kosakata buah-buahan dalam bahasa Arab secara visual, menarik, serta menyenangkan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Aplikasi dikembangkan menggunakan metode waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi menggunakan Unity 3D dan Blender, pengujian, serta evaluasi. Aplikasi memungkinkan anak-anak memindai permukaan nyata melalui kamera perangkat Android dan menampilkan objek 3D buah-buahan beserta pelafalan dalam bahasa Arab tanpa menggunakan marker. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, diketahui bahwa 80,33% siswa mengalami peningkatan pemahaman terhadap kosakata buah-buahan berbahasa Arab, sedangkan 86% siswa merasa lebih antusias dan fokus belajar menggunakan media ini dibandingkan metode konvensional. Guru juga memberikan tanggapan positif terhadap kebermanfaatan aplikasi sebagai media bantu ajar yang efektif dan menyenangkan. Dengan stabilitas objek 3D yang tinggi berkat algoritma SLAM, aplikasi ini berhasil menciptakan pengalaman belajar yang imersif, kontekstual, serta adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran digital masa kini. Penelitian ini diharapkan menjadi solusi inovatif dalam pembelajaran bahasa Arab serta mendorong pemanfaatan teknologi AR dalam pendidikan anak usia dini secara lebih luas.
Kata kunci: Augmented Reality, SLAM, Bahasa Arab, Media Interaktif, Anak Usia Dini,
Unity 3D, Pendidikan Digital
Abstract:Abstract: The utilization of cloud technology in village administration and public services has brought significant changes in financial management, information transparency, and service efficiency. This study aims to analyze…
alyze the implementation of cloud computing at the village level, particularly in enhancing accountability, efficiency, and community participation. A mixed-methods approach was applied, combining literature review, field observations, semi-structured interviews, and questionnaires distributed to village officials and local residents. The findings reveal that cloud computing improves the speed of administrative services, reduces information technology infrastructure costs, and strengthens public accountability. However, several challenges remain, including limited internet infrastructure, low digital literacy among village officials, and resistance to shifting from manual to digital administrative systems. In conclusion, cloud technology holds great potential to support more transparent and accountable village governance, but its implementation requires strategies adapted to the specific conditions of rural areas.
Â
Keywords: Cloud Computing, Public Administration, Transparency, Digital Village, Public Services
Â
Abstrak: Pemanfaatan teknologi cloud dalam administrasi dan pelayanan publik di desa telah membawa perubahan signifikan pada pengelolaan keuangan, transparansi informasi, dan efisiensi layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknologi cloud di tingkat desa, khususnya dalam meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, serta keterlibatan masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan penyebaran kuesioner kepada aparatur desa serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan cloud computing mampu meningkatkan kecepatan layanan administrasi, mengurangi biaya infrastruktur teknologi informasi, serta memperkuat akuntabilitas publik. Namun, tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan infrastruktur internet, rendahnya literasi digital aparatur desa, dan resistensi terhadap perubahan sistem administrasi manual ke digital. Kesimpulannya, teknologi cloud memiliki potensi besar untuk mendukung tata kelola desa yang lebih transparan dan akuntabel, namun membutuhkan strategi implementasi yang disesuaikan dengan kondisi desa.
Â
Kata kunci: Cloud Computing, Administrasi Publik, Transparansi, Desa Digital, Pelayanan Publik
Abstract:Abstract: The internet has become an essential need in household life, supporting education, work, and entertainment. In Pematangsiantar City, the wide range of Internet Service Providers (ISPs) offering various prices and…
nd service qualities often makes it difficult for households to determine the most suitable option. Each ISP has its own advantages and disadvantages, such as access speed, connection stability, customer service quality, and subscription costs. An inappropriate choice may lead to user dissatisfaction. To address this problem, this study proposes the application of the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) in a Decision Support System (DSS) to help households select the optimal ISP. TOPSIS is employed because it can evaluate alternatives based on their closeness to both positive and negative ideal solutions. This research involves several stages, including criteria identification, ISP data collection in Pematangsiantar, decision matrix normalization, relative closeness calculation, and ISP ranking determination. The findings indicate that the TOPSIS method can objectively recommend the best ISP based on a combination of service quality and price. This study is expected to assist households in making more accurate decisions and provide valuable insights for ISPs to improve their services according to user needs.
Â
Keywords: DSS, TOPSIS, ISP, Service Quality, Price
Â
Abstrak: Internet telah menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan rumah tangga, baik untuk pendidikan, pekerjaan, maupun hiburan. Di Kota Pematangsiantar, banyaknya pilihan penyedia layanan internet (Internet Service Provider/ISP) dengan variasi harga dan kualitas layanan seringkali menyulitkan masyarakat dalam menentukan pilihan yang tepat. Setiap ISP memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, seperti kecepatan akses, stabilitas koneksi, kualitas layanan pelanggan, serta biaya berlangganan. Pemilihan yang tidak tepat dapat berdampak pada ketidakpuasan pengguna. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengusulkan penerapan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK) guna membantu rumah tangga memilih ISP yang optimal. Metode TOPSIS digunakan karena mampu mengevaluasi alternatif berdasarkan kedekatannya dengan solusi ideal positif dan negatif. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan identifikasi kriteria, pengumpulan data ISP di Kota Pematangsiantar, normalisasi matriks keputusan, perhitungan nilai kedekatan relatif, hingga penentuan peringkat ISP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode TOPSIS dapat memberikan rekomendasi ISP terbaik secara objektif berdasarkan kombinasi kualitas layanan dan harga. Penelitian ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengambil keputusan yang lebih tepat serta memberikan masukan bagi penyedia layanan internet untuk meningkatkan kualitas layanan sesuai kebutuhan pengguna..
Â
Kata kunci: SPK, TOPSIS, ISP, Kualitas Layanan, Harga.
Abstract:Abstract: This study investigates the impact of online training on improving teacher competency at SMKN 2 Rambah, Riau, with a specific focus on their preparedness for professional promotion. Employing a quantitative approach…
roach through a one-group pretest-posttest design, a sample of 30 teachers was selected from a population of 43 using simple random sampling. Data were collected via competency tests administered before and after the training intervention. Normality tests using the Kolmogorov-Smirnov and Shapiro-Wilk methods confirmed that the data were normally distributed. Descriptive statistical analysis revealed a significant increase in the mean score from 60.90 (pre-test) to 78.67 (post-test). Furthermore, the Paired Sample t-Test confirmed a highly significant statistical difference between the two scores (t = -21.229; Sig. = 0.000). The calculation of effect size using Cohen’s d yielded a value of 3.92, indicating a very large effect of the online training on teacher competency enhancement. These findings underscore that online training serves as a highly effective and essential tool in promoting teacher professionalism and meeting promotion requirements in the digital era.
Â
Keyword: Online Training, Teacher Competency Improvement, One-Group Pretest-
              Posttest Design
Â
Abstrak: Penelitian ini menguji pengaruh pelatihan online terhadap peningkatan kompetensi guru di SMKN 2 Rambah, Riau, dengan fokus pada kesiapan menghadapi kenaikan pangkat. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest, 30 guru dari populasi 43 guru dipilih sebagai sampel secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kompetensi yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan rata-rata skor yang signifikan dari 60.90 pada pre-test menjadi 78.67 pada post-test. Uji Paired Sample t-Test mengkonfirmasi perbedaan yang sangat signifikan secara statistik antara kedua skor tersebut dengan t = -21.229 dav Sig. = 0.000). Lebih lanjut, perhitungan effect size menggunakan Cohen's d menghasilkan nilai 3.92, mengindikasikan efek yang sangat besar dari pelatihan online terhadap peningkatan kompetensi guru. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan online merupakan instrumen yang sangat efektif dan esensial dalam mendukung pengembangan profesionalisme guru dan memenuhi tuntutan kenaikan pangkat di era digital.
Â
Kata kunci: Pelatihan Online, Peningkatan Kompetensi Guru, one group pretest-posttest
Abstract:Abstract:MSMEsstillfacevariousobstacles, especially in termsofregulationsandlicensingwhich are oftenconfusingand not in syncbetweenlawsandtheirimplementingregulations. Changestotheprovisions in Law Number 6 of 2023 concerningJobCreation,…
rningJobCreation, such as articlesthat are open tomultipleinterpretations, make MSME actorsreluctanttotakecareofpermitsdueto legal uncertainty, complicatedprocesses, andconcernsabouttaxes. Therefore, itisnecessarytostrengthenthe legal umbrella, simplifythebureaucracy, andoptimizeempowermentfromthegovernmentsothatMSMEscandevelop, competehealthily, andbecomethe main pillars in supportingthenationaleconomy. Thesematerials were thenanalyzedqualitativelywith a descriptiveanalyticalapproach. Legal certainty in theempowermentanddevelopmentofMSMEsthroughbusinesslicensingbasedon Law Number 6 of 2023 concerningJobCreationand Law Number 20 of 2008 concerningMicro, Smalland Medium Enterprises isseenfromArticle 87 whichstatesthewordsexemptlicensingfeeswhileArticle 92 Paragraph 2, thisprovidesdifferentinterpretationsofwhethermicrobusinessesactuallygetfreefeesor not. Becausethephrase "can" in Article 92 Paragraph 2 canmeanyesorno, whilethephrase "freeinglicensingfees" in Article 87 meanscompletelyfreeing. The contradictionbetweenthesearticlescreates legal uncertaintyregardingtheexemptionoflicensingfeesandthereductionoflicensingfeesforMSMEs.Â
Â
Keyword:Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), Licensing, Empowerment and DevelopmentÂ
Â
Abstrak: UMKM masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam aspek regulasi dan perizinan yang seringkali membingungkan dan tidak sinkron antara undang-undang dan aturan pelaksananya. Perubahan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, seperti pasal yang multitafsir, membuat pelaku UMKM enggan mengurus perizinan karena ketidakpastian hukum, proses yang rumit, serta kekhawatiran terhadap pajak. Oleh karena itu, diperlukan penguatan payung hukum, penyederhanaan birokrasi, serta pemberdayaan yang lebih optimal dari pemerintah agar UMKM dapat berkembang, bersaing secara sehat, dan menjadi pilar utama dalam menopang perekonomian nasional. Bahan-bahan tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis Kepastianhukumdalampemberdayaan dan pengembangan UMKM melaluiperizinanberusahaberdasarkanUndang-UndangNomor 6 Tahun 2023 Tentang Cipta Kerja dan Undang-UndangNomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro Kecil Menengahdilihatdari Pasal 87 yang menyebutkan kata membebaskanbiayaperizinansedangkan Pasal 92 Ayat 2, halinimemberikanpenafsiran yang berbeda-bedaapakahsejatinya Usaha mikromendapatkanbebasbiayaatautidak. Karena frasa kata dapat pada Pasal 92 Ayat 2 bisaberartiyaatautidak, sedangkanfrasamembebaskanbiayaperizinandalam Pasal 87 berartisepenuhnyamembebaskan. Adanya kontradiksiantarpasalinimenimbulkanketidakpastianhukumterhadappembebasanbiayaperizinan dan keringananbiayaperizinanberusahapelaku UMKM.Â
Kata kunci: Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Perizinan, Pemberdayaan dan  PengembanganÂ