Search Articles & Publications

Showing 670 articles found for "Rancang"

OPTIMALISASI RUANGAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PAKAIAN (Studi Kasus: Konveksi BR 21 Fashion)

Lilim Marliah, Somadi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tata letak ruang produksi Konveksi BR 21 Fashion dalam penempatan fasilitas permesinan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam meningkatkan produksi, serta menganalisis upaya… ya yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak ruang produksi belum tersusun secara efisien, dengan penempatan mesin yang tidak mengikuti alur kerja dan kurangnya pemisahan zona antar proses. Selain itu, konveksi menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan ruang, fasilitas penyimpanan yang tidak tertata, keterampilan tenaga kerja yang belum merata, serta belum adanya standar waktu kerja. Untuk mengatasi hal tersebut, konveksi melakukan perancangan ulang tata letak menggunakan pendekatan Operation Process Chart (OPC), Activity Relationship Diagram (ARD), dan Activity Area Diagram (AAD), menyelenggarakan pelatihan teknis internal bagi pekerja, serta merencanakan perluasan ruang produksi. Implementasi strategi ini menunjukkan peningkatan output produksi harian dari rata-rata 60 potong menjadi 96–116 potong per hari secara lebih efisien dan terstruktur.

ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP EFEKTIVITAS PENGGUNAAN CANVA DALAM MENDESAIN PRESENTASI KULIAH

Mutiara Putri, Zarra Hanura IL, Jesi Alexander Alim, Mitha Dwi Anggriani
Abstract: This study aims to explore students’ perceptions of the effectiveness of using canva in designing lecture presentations. The background of this study stems from the rapid development of digital technology that encourages… es the use of design applications as a means of supporting the learning process. The research method used was a quantitative survey involving 30 students as respondents who were selected purposively, namely those who had direct experience using canva. The data collection instrument was a Likert scale questionnaire with 20 statements covering aspects of ease of use, time efficiency, quality and creativity, academic benefits, collaboration, limitations, and satisfaction levels. The results showed that the majority of students had a positive view of using canva. This application was considered easy to operate even without in-depth design skills, helping to speed up the preparation of presentations, while also improving the quality and creativity of the display. In addition, canva is considered to provide real academic benefits, support collaboration, and encourage the exploration of diverse visual styles. However, there are still a number of weaknesses, such as the limitations of the free version, visual designs that are considered less suitable for formal academic contexts, and a small number of students who feel that their creative space is limited. From this research, it can be concluded that canva can be used as an alternative medium to support the learning process in higher education, particularly in developing students' presentation skills. Lecturers and educational institutions can also utilize canva as an innovative learning tool that encourages creativity, collaboration, and improves the quality of material delivery. In addition, the results of this study can be used as a basis for developing policies on the use of digital media in academic activities that are more effective and relevant to students' needs. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa mengenai efektivitas penggunaan canva dalam merancang presentasi perkuliahan. Latar belakang kajian ini berangkat dari pesatnya perkembangan teknologi digital yang mendorong pemanfaatan aplikasi desain sebagai sarana penunjang proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah survey kuantitatif yang melibatkan 30 mahasiswa sebagai responden yang dipilih secara purposive, yakni mereka yang memiliki pengalaman langsung menggunakan canva. Instrumen pengumpulan data berupa angket skala Likert dengan 20 butir pernyataan yang mencakup aspek kemudahan penggunaan, efisiensi waktu, kualitas dan kreativitas, manfaat akademik, kolaborasi, keterbatasan, serta tingkat kepuasan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki pandangan positif terhadap penggunaan canva. Aplikasi ini dinilai mudah dioperasikan meskipun tanpa keahlian desain yang mendalam, membantu mempercepat penyusunan presentasi, sekaligus meningkatkan mutu dan kreativitas tampilan. Selain itu, canva dianggap memberi manfaat akademik nyata, mendukung kerja sama, dan mendorong eksplorasi gaya visual yang beragam. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah kelemahan, seperti keterbatasan fitur versi gratis, desain visual yang dinilai kurang sesuai untuk konteks akademik formal, serta sebagian kecil mahasiswa yang merasa ruang berkreasi mereka terbatasi. Dari penelitian ini dapat ditemukan bahwa canva dapat dijadikan media alternatif untuk menunjang proses pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan keterampilan presentasi mahasiswa. Dosen dan institusi pendidikan juga dapat memanfaatkan canva sebagai sarana pembelajaran inovatif yang mendorong kreativitas, kolaborasi, serta peningkatan kualitas penyampaian materi. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan penggunaan media digital dalam kegiatan akademik yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

ANALISIS MEDIA SOSIAL DALAM MENETAPKAN SEGMENTASI PASAR DAN DEMOGRAFI KONSUMEN STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN GLOBAL APPLE

Aliefya Rahil Naftaly, Denis Stiyansah, Eden Dendie, Magdalena Siregar, Okki Heriyanto, Shera Tri Andini, Tita Apriani, Yuyun Yuniarsih
Abstract: Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, media sosial telah menjadi salah satu alat penting dalam strategi pemasaran modern. Perusahaan-perusahaan besar, termasuk Apple, semakin mengandalkan platform… media sosial untuk membangun hubungan dengan konsumen, memahami perilaku pasar, serta mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam proses segmentasi pasar dan pemahaman demografi konsumen, dengan mengambil Apple sebagai objek studi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai platform seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Data yang diperoleh mencakup konten promosi, respons audiens, serta pola interaksi pengguna. Segmentasi pasar dilakukan berdasarkan variabel demografis seperti usia, jenis kelamin, lokasi, dan minat konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memungkinkan Apple untuk mengidentifikasi segmen pasar secara lebih akurat dan menjangkau audiens yang relevan. Selain itu, analisis demografi konsumen melalui media sosial membantu perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang lebih personalisasi dan efektif. Dengan memanfaatkan data yang diperoleh dari media sosial, Apple dapat menyesuaikan produk, layanan, dan kampanye pemasaran sesuai dengan karakteristik demografis dan perilaku konsumen. Penelitian ini juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi dan data digital dalam pengambilan keputusan pemasaran, serta memberikan wawasan tentang bagaimana perusahaan global dapat memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan keterlibatan dan loyalitas pelanggan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami dinamika pemasaran di era digital, serta peran media sosial dalam segmentasi pasar dan analisis demografi konsumen. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain dalam merancang strategi pemasaran yang lebih berbasis data dan berorientasi pada kebutuhan konsumen.

PENGEMBANGAN DAN INOVASI KURIKULUM

Siti Rahma, Muh Taufik, Romadhon, Lilik Anirowati, Nur Komariah
Abstract: Pengembangan dan inovasi kurikulum merupakan elemen kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Dalam menghadapi perubahan zaman dan tantangan global, sistem pendidikan Indonesia telah mengalami berbagai reformasi… masi kurikulum, seperti Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kurikulum 2013 (K13), hingga konsep Merdeka Belajar. Setiap kurikulum dirancang untuk menciptakan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu bersaing secara global. Inovasi seperti kebijakan Full-Day School dan Merdeka Belajar mencerminkan upaya penggabungan antara pendidikan akademik dan pembentukan karakter. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) memiliki peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, inovasi kurikulum bukanlah sebatas revisi administratif, tetapi merupakan langkah strategis dalam menyesuaikan sistem pendidikan dengan kebutuhan zaman, peserta didik, serta nilai-nilai luhur bangsa. Pengembangan kurikulum harus dilaksanakan secara berkelanjutan, partisipatif, dan adaptif agar mampu mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan relevan dengan tuntutan masa depan.

INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA

Rifki, Ahmad Rifki Pratama, Hafiz, Vijra Islamul, Syafriwal, Rizki, Novita, Liana, M, Amril
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Islam dan sains dalam pembelajaran guna meningkatkan pemahaman konseptual siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kemampuan siswa… iswa dalam memahami konsep secara mendalam serta adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sains dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) yang melibatkan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman konseptual, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan sains memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pemahaman konseptual siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Integrasi ini juga mampu meningkatkan motivasi belajar, sikap religius, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna karena siswa dapat mengaitkan konsep sains dengan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan integratif dapat menjadi alternatif solusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, guru diharapkan mampu merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai spiritual siswa. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran yang holistik dan integratif di lingkungan pendidikan.

MANAJEMEN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Andri Marta Sudirja, Umar Rosadi, Muhamad Rif'at Syadli, Chepy Risnadar Angga Widjaya, Siti Latipah, Aji Setiaji, Iyad Suryadi, Asep Ahmad Ridwansyah
Abstract: Permasalahan bahwa belum efektifnya pelaksanaan pembinaan dalam peningkatan kompetensi guru PAI disebabkan oleh karena kurang oftimalnya perencanaan, pelaksanaan, penilaian/evaluasi dan hasil manajemen Kepala Madrasah sehingga… hingga berdampak pada mutu pembelajaran khususnya pada mata pelajaran PAI pada madrasah tsanawiyah. Sebuah lembaga pendidikan seharusnya mempunyai sistem yang baik ditandai dengan lembaga tersebut mempunyai tujuan yang jelas, perencanaan yang matang, koordinasi yang teratur, pimpinan yang profesional, kooperatif dan pengawasan serta evaluasi kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, penilaian/evaluasi, hasil dan faktor pendukung dan penghambat manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) perencanaan manajemen Kepala Madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI dilakukan dengan melakukan identifikasi permasalahan yang berkaitan dengan kompetensi guru-guru PAI tersebut, berkoordinasi dengan pengawas dan menyiapkan rancangan program pembinaan kompetensi guru PAI, 2) pelaksanaan manajemen Kepala Madrasah pada peningkatan kompetensi guru PAI dilakukan melalui workshop, seminar, MGMP, IHT, Diklat dan Supervisi serta melaksanakan pengamatan mengenai aspek-aspek pengelolaan dan administrasi guru PAI yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran yang efektif, 3) penilaian/evaluasi manajemen Kepala Madrasah pada peningkatan kompetensi guru PAI dilakukan terhadap komitmen guru PAI terhadap pelaksanaan pekerjaan, proses dan kinerja yang dicapai oleh guru PAI, 4) Hasil manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI adanya kerjasama yang sinergis dan harmonis antara Kepala Madrasah dengan para guru PAI dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran serta dapat memunculkan madrasah yang cukup berprestasi, 5) faktor pendukung dan penghambat manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI antara lain ; sarana dan prasarana yang sudah memadai dan guru-guru PAI yang mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya dan bersertifikasi. Adapaun faktor penghambatnya antara lain ; masih ada beberapa orang guru yang masih kurang memahami kurikulum tiga belas, visi misi dan program madrasah, kurang dalam kemampuan pengelolaan proses pembelajaran peserta didik di kelas.

AKSIOLOGI ISLAM Fungsi dan Tujuan Ilmu Serta Keterjalinan Nilai Metakosmos,Makrokosmos dan Mikrokosmos

Puaddi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tripatrik dalam aksiologi Islam,yang membagi realitas menjadi tiga dimensi utama :metakosmos,makrokosmos dan mikrokosmos.ketiga unsur ini tidak dipandang sebagai entitas yang… g terpisah,tetapi sebagai sistem yang saling terhubung dan mencerminkan keesaan tuhan dalam struktur kosmo.studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kepustakaan,dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer terkait filsafat islam,sains,dan tasawuf.hasil analisis ini menunjukkan bahwa metakosmos merepresentasikan realitas ilahiah sebagai sumber nilai dan makna,makrokosmos sebagai alam semesta yang dapat diobservasi,dan mikrokosmos sebagai manusia yang memiliki unsur jasmani dan rohan,relasi antara ketiga lapisan ini menjadi dasar dalam membangun epistemology sain islam yang integrative,menggabungkan aspek rasional,etis,dan spiritua. Pendekattan inin jga menjawab tantangan dualisme antara ilmu dan agama dalam pendidikandan pengembangan ilmu pengetahuan kontenporer.penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi tripatrik kosmos dapat menjadi landasan dalam merancang system pendiikan dan pengembangan sains yang holistik dan beroreitasi pada keberlanjutan moral dan spiritual umat manusia.                                                                                                                                           

IMPLEMENTASI KURIKULUM PAI UNTUK ANAK SHOLEH BAGI ANAK USIA DINI DI TK ISLAM AR REHAN

Husaini Nasution, Nur Aprilda Mardatillah, Tia Rahayu
Abstract: Kurikulum memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pendidikan karena berfungsi sebagai pedoman utama dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Secara umum, kurikulum tidak hanya berisi mata… ata pelajaran yang harus dipelajari, tetapi juga mencakup tujuan pendidikan, metode pengajaran, serta cara-cara penilaian yang digunakan untuk mengukur pencapaian peserta didik. Tujuan penelitian adalah (1) untuk menganalisis konsep anak usia Dini (AUD), (2) untuk menganalisis kurikulum Pendidikan Agama Islam pada anak usia dini, (3) untuk menganalisis implementasi kurikulum PAI pada anak usia dini di Kelompok Bermain (KB) dan TK khususnya di TK Islam Ar Rehan Pekanbaru. Metode penelitian adalah Kualitatif Deskriptif, Data penelitian ini adalah data kualitatif berupa kata-kata atau kalimat hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data hasil wawancara diperoleh dari narasumber yang telah ditetapkan. Hasil penelitian adalah bahwa Kurikulum TK islam Ar-Rehan disusun dengan mengusung nilai-nilai islami sebagai dasar untuk pengembangan karakter peserta didik dan Metode pembelajaran PAI dilakukan dengan pembiasaan bernyanyi, bercerita, bermain dan sebagainya yang bersifat,interaktif, inovatif, dan menyenangkan. Setiap metode tersebut tentunya disesuaikan dengan perkembangan anak didik.

MANAJEMEN STRATEGI DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI PONDOK PESANTREN SALAF DI ERA MODERN (STUDI: DI PONDOK PESANTREN AL FADLLU KALIWUNGU, KENDAL)

M. Thoriq Aziz, M Rikza Chamami
Abstract: Manajemen strategi perlu dikelola secara optimal agar suatu lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren salaf, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan pengelolaan yang tepat, pondok pesantren salaf dapat mempertahankan… mempertahankan eksistensinya dan tetap diminati oleh masyarakat di era modern. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil focus permasalahan: 1) Bagaimana manajemen strategi dalam mempertahankan eksistensi Pondok Pesantren Salaf Al Fadllu Kaliwungu, Kendal di era modern, 2) Bagaimana hambatan dan peluang dalam menjaga eksistensi Pondok Pesantren Salaf Al Fadllu Kaliwungu, Kendal di era modern. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi lapangan, serta dokumentasi yang diperoleh dari sekolah. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan teknik triangulasi dan bahan referensi sebagai pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan-tahapan berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) strategi manajemen yang digunakan dalam mempertahankan eksistensi Pondok Pesantren Salaf Al Fadllu Kaliwungu, Kendal di era modern meliputi tiga tahapan yaitu dengan formulasi strategi seperti melakukan sosialisasi visi, misi, dan tujuan pesantren, mengadakan rapat awal tahun untuk menyusun program pondok pesantren. Implementasi strategi dengan merealisasikan program yang sudah dilaksanakan seperti penyusaian pesantren dengan mengadakan pengenalan dan pelatihan dasar computer untuk kelas atas. Evaluasi strategi dengan mengadakan rapat evaluasi bulanan untuk mengetahui efektivitas dari program yang sudah dirancang dan implementasikan. 2) Hambatan dan peluang dalam menjaga eksistensi Pondok Pesantren Salaf Al Fadllu Kaliwungu, Kendal mencakup kesiapan manajemen pesantren dalam menghadapi berbagai hambatan, seperti tantangan perubahan sosial global dan keterbatasan sumber daya manusia serta sarana prasarana. Selain itu, manajemen pondok juga siap memanfaatkan peluang yang ada, seperti melalui pengembangan kebijakan pendidikan dan penguatan jaringan sosial. Kata Kunci: Manajemen Strategi, Eksistensi Pondok Pesantren Salaf, Era Moder

GAMBARAN PEMBERIAN JUS MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS) DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI DI DESA PAGERANDONG KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA

Naila Hidayah, Eko Julianto, Fida Dyah Puspasari
Abstract: Istilah pembunuh diam-diam berlaku untuk hipertensi karena tidak menunjukan tanda-tanda. Hipertensi adalah kondisi tekanan darah sistolik melebihi nilai normal yaitu diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya melebihi 90 mmHg.… mHg. Di Indonesia sekitar 427.218 kasus kematian diakibatkan oleh hipertensi. Salah satu pengobatan hipertensi dapat dilakukan dengan cara terapi non farmakologis atau tanpa menggunakan obat yaitu dengan pemberian jus mentimun. Mentimun memiliki sifat diuretik karena tingginya kandungan mineral, sehingga dapat mengurangi tekanan darah dan meningkatkan frekuensi buang air kecil. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Menggambarkan pemberian jus mentimun (cucumis sativus) dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Terdapat penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan pemberian jus mentimun pada pagi dan sore hari dengan dosis 200 cc selama 3 hari dengan nilai pre 158/102 mmHg dan nilai post 139/81 mmHg. Jus mentimun dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.   Kata kunci: Hipertensi, Jus Mentimun.