Abstract:Perkembangan teknologi digital telah mendorong meningkatnya penggunaan alat bantu penerjemah dalam pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi. Alat bantu penerjemah seperti Google Translate banyak dimanfaatkan oleh…
mahasiswa untuk membantu memahami kosakata, membaca teks berbahasa Inggris, serta menyelesaikan tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan alat bantu penerjemah dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa yang menggunakan alat bantu penerjemah dalam pembelajaran bahasa Inggris, dengan sampel sebanyak 40 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menggunakan alat bantu penerjemah secara aktif dalam kegiatan pembelajaran bahasa Inggris. Sebanyak 82,5% mahasiswa menyatakan sering menggunakan alat bantu penerjemah, sedangkan 90% mahasiswa menyatakan bahwa alat bantu penerjemah mudah digunakan. Selain itu, 87,5% mahasiswa menyatakan bahwa alat bantu penerjemah membantu meningkatkan kemampuan membaca (reading), 82,5% membantu kemampuan menulis (writing), dan 90% membantu meningkatkan penguasaan kosakata (vocabulary). Meskipun demikian, penggunaan alat bantu penerjemah secara berlebihan berpotensi menimbulkan ketergantungan dan mengurangi kemampuan mahasiswa dalam memahami tata bahasa (grammar) serta menyusun kalimat secara mandiri. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa alat bantu penerjemah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa, khususnya pada aspek reading, writing, dan vocabulary. Oleh karena itu, penggunaan alat bantu penerjemah perlu diarahkan secara tepat agar dapat menjadi media pendukung pembelajaran yang efektif tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar mahasiswa.
Abstract:Penelitian ini mengkaji integrasi pendekatan sosio-psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa Arab di era modern, serta implikasinya terhadap kemampuan berbahasa, retensi kosakata, dan motivasi belajar peserta didik. Metode…
de yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi kurikulum. Analisis data mengikuti tiga tahap utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan sosio-psikolinguistik yang memadukan aspek kognitif psikolinguistik dengan dimensi sosial-kultural sosiolinguistik memberikan dampak positif berupa peningkatan keterampilan berkomunikasi dalam bahasa Arab, retensi kosakata jangka panjang, serta motivasi belajar yang lebih tinggi. Kendati demikian, implementasi di lapangan masih terkendala oleh kesenjangan kompetensi guru, kurikulum yang belum sepenuhnya mendukung pembelajaran kontekstual, dan keterbatasan infrastruktur digital di wilayah kurang berkembang.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengatasi kendala pembelajaran PJOK di sekolah dasar dengan keterbatasan fasilitas sebagai upaya mengisi gap riset yang telah diidentifikasi sebelumnya. Penelitian…
elitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru, kendala pembelajaran, dan tingkat efektivitasnya merupakan tiga aspek yang saling berkaitan dalam pelaksanaan pembelajaran PJOK. Dari sisi strategi, guru mampu menerapkan pendekatan adaptif melalui modifikasi alat sederhana, penggunaan metode berbasis permainan, serta pengelolaan kelas yang fleksibel. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga pembelajaran tetap aktif dan bermakna meskipun fasilitas terbatas. Namun, terdapat kendala signifikan yang dihadapi guru, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan waktu pembelajaran, serta kurangnya variasi metode. Kendala tersebut tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga mempengaruhi motivasi dan perkembangan keterampilan motorik siswa. Meskipun demikian, strategi yang diterapkan guru menunjukkan efektivitas yang cukup baik, ditandai dengan meningkatnya partisipasi siswa, pemahaman konsep dasar, serta pengelolaan pembelajaran yang lebih efisien dan kondusif. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas dan kemampuan adaptasi guru menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas pembelajaran PJOK di tengah keterbatasan fasilitas. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan model strategi adaptif yang dapat dijadikan rujukan bagi guru dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK di sekolah dasar.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa pertama pada anak usia 2 tahun dalam kajian psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikolinguistik. Subjek…
bjek penelitian adalah seorang anak usia 2 tahun yang sedang berada pada tahap awal perkembangan bahasa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerolehan bahasa pertama pada anak usia 2 tahun berkembang secara bertahap melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Dalam aspek fonologi, anak mulai mampu mengucapkan bunyi vokal dan konsonan sederhana meskipun masih terdapat penyederhanaan bunyi tertentu. Dalam aspek kosakata, anak telah mampu menggunakan kata-kata sederhana yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Bentuk tuturan anak umumnya berupa tuturan satu kata dan dua kata sederhana yang digunakan untuk menyampaikan keinginan dan respons terhadap lingkungan sekitar. Pemerolehan bahasa anak dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, intensitas komunikasi, interaksi sosial, dan stimulus bahasa yang diterima anak dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan yang komunikatif memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan bahasa anak usia dini.
Abstract:Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam sistem pendidikan yang tidak hanya menekankan pada penguasaan akademik, tetapi juga pembentukan sikap dan perilaku peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan…
kan manajemen pendidikan karakter siswa di SMA Negeri 9 Luwu serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan karakter telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Namun, terdapat beberapa kendala seperti pengaruh lingkungan luar, perbedaan latar belakang keluarga, kurangnya konsistensi siswa, serta keterbatasan sarana.
Abstract:Penelitian dilakukan dengan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha kopi. Analisis data dilakukan melalui tahap pengolahan…
engolahan data, penyajian informasi, dan penarikan kesimpulan, sehingga memberikan gambaran yang terstruktur dan mendalam mengenai praktik pengelolaan keuangan pada usaha tersebut. Fokus penelitian meliputi pemahaman literasi keuangan, kesadaran terhadap nilai uang dan risiko utang, serta penerapan perilaku keuangan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi dalam tingkat literasi keuangan pelaku usaha kopi. Sebagian informan telah menyadari pentingnya pencatatan transaksi dan pengaturan arus kas, serta perencanaan penggunaan keuntungan, sementara sebagian lainnya masih menggunakan metode tradisional dan pencatatan belum dilakukan secara konsisten. Pada aspek kesadaran keuangan, pelaku usaha menunjukkan sikap menghargai nilai uang, berhati-hati dalam mengambil utang, serta melakukan upaya menabung dan menetapkan tujuan keuangan jangka pendek maupun panjang, meskipun penerapannya belum sepenuhnya optimal. Sedangkan pada aspek perilaku keuangan, Sebagian pelaku usaha sudah melakukan pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha, mengendalikan pengeluaran, serta menyediakan dana cadangan, namun masih terdapat keterbatasan dalam perencanaan keuangan yang sistematis dan berkelanjutan.
Ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi dan kesadaran keuangan sangat diperlukan guna memperkuat perilaku pengelolaan keuangan pelaku bisnis kopi secara lebih terstruktur. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan program edukasi dan pendampingan keuangan bagi pelaku usaha kopi untuk meningkatkan keberlanjutan usaha dan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan pada Klinik Marisa yang berlokasi di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, serta mengidentifikasi aspek layanan yang paling berkaitan dengan kualitas layanan…
ayanan berdasarkan persepsi pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan SERVQUAL yang meliputi lima dimensi, yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy, serta didukung dengan analisis SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan secara umum dinilai baik, terutama pada dimensi Tangibles, Assurance, dan Empathy, dimana fasilitas klinik dinilai bersih dan cukup nyaman, staf berpenampilan rapi serta mampu memberikan penjelasan prosedur dengan jelas sehingga menumbuhkan rasa percaya pelanggan. Namun demikian, pada dimensi Reliability dan Responsiveness ma sih ditemukan kendala berupa ketidaktepatan waktu pelayanan, keterlambatan kehadiran dokter sesuai jadwal, serta lambatnya respons komunikasi kepada pelanggan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aspek layanan yang paling berkaitan dengan kualitas layanan adalah keandalan dan daya tanggap staf dalam memberikan pelayanan. Berdasarkan analisis SWOT, strategi yang direkomendasikan adalah strategi WO (Weakness-Opportunity) dan WT (Weakness-Threat), yaitu dengan meminimalkan kelemahan internal melalui perbaikan manajemen jadwal dan peningkatan respons komunikasi untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan layanan kecantikan, serta meningkatkan konsistensi operasional dan standar pelayanan guna mengurangi dampak persaingan dan menjaga loyalitas pelanggan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak klinik dalam meningkatkan kualitas layanan
Abstract:Penelitian ini bertujuan mengembangkan tari kreasi 'Pitik Walik' sebagai media stimulasi kecerdasan kinestetik anak usia 5–6 tahun di Kota Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian dan pengembangan (R&D)…
(R&D) dengan tahapan: studi pendahuluan, perancangan produk, validasi ahli, dan uji coba produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari 'Pitik Walik' layak digunakan sebagai stimulasi kecerdasan kinestetik anak, dengan peningkatan yang signifikan terutama pada aspek keseimbangan dan kelenturan. Kegiatan tari ini menggabungkan unsur budaya lokal dengan gerak tubuh yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran seni tari tradisional yang dikreasikan dapat menjadi alternatif stimulasi yang menyenangkan dan efektif dalam pengembangan fisik anak.
Abstract:Integrasi spiritualitas dan etika merupakan konsep yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dalam etika ini, kita akan membahas tentang integrasi spiritualitas tentang integrasi spiritualitas dan etika menurut Hendrikus…
kus Leven, seorang filsuf dan teolog katolik. Kami akan menjelaskan bagaimana Leven memandang spiritualitas dan etika sebagai dua aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Kami juga akan membahas tentang metode yang digunakan Leven dalam mengintegrasikan spiritualitas dan etika, serta hasil dan implikasinyadalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi antara spiritualitas dan etika dalam pemikiran Hendrikus Leven. Leven menekankan bahwa spiritualitas dan etika tidak dapat dipisahkan, melainkan saling melengkapi dalam membentuk manusia yang utuh. Spiritualitas memberikan landasan nilai dan makna bagi tindakan etis, sementara etika memberikan arah dan batas bagi praktis spiritual. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk menganalisis karya-karya Leven dan sumber-sumber lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa integrasi spiritualitas dan etika menurut Leven menghasilkan konsep manusia yang bertanggung jawab, peduli, dan berorientasi pada kebaikan bersama
Abstract:Spiritualitas kehidupan merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan manusia dalam menemukan ketenangan dan makna hidup sejati. Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, penuh tekanan,…
nan, dan dipenuhi tuntutan yang semakin kompleks, manusia sering kali terjebak dalam rutinitas tanpa sempat memahami dirinya secara mendalam. Kondisi ini menyebabkan banyak individu merasa hampa, kehilangan arah, dan tidak mampu menemukan kebahagiaan yang hakiki meskipun telah meraih kesuksesan secara materi. Spiritualitas hadir sebagai aspek yang memberikan ruang bagi manusia untuk kembali pada kesadaran terdalamnya, membangun hubungan dengan Tuhan, alam, sesama, dan dirinya sendiri. Melalui spiritualitas, individu dapat memahami bahwa hidup bukan sekadar proses mengejar target duniawi, tetapi juga perjalanan batin untuk mencapai kedamaian dan pemaknaan hidup yang lebih luhur. Dengan menumbuhkan spiritualitas, seseorang dapat menjalani hidup dengan penuh kesadaran, keikhlasan, dan pemahaman mendalam tentang tujuan keberadaannya. Spiritualitas menjadi jembatan yang menghubungkan manusia dengan nilai-nilai universal yang membawa pada ketenangan dan kebahagiaan hakiki. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan komprehensif tentang pentingnya spiritualitas dalam kehidupan modern dan bagaimana spiritualitas dapat diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber kekuatan batin dan pedoman hidup.