Search Articles & Publications

Showing 556 articles found for "Melibatkan"

PERANCANGAN SIKLUS AKUNTANSI PADA BANK SAMPAH RW16 KELURAHAN PADURENAN KECAMATAN MUSTIKA JAYA KOTA BEKASI

Reko Saprianto, Jomrik Khatulistiwa
Abstract: Pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan umum untuk membantu Masyarakat mitra mengembangkan sistem perancangan siklus akuntansi pengelolaan sampah yang baik, pelaporan akuntansi yang baik dan benar, serta membangun… un model system siklus akuntansi Bank Sampah, yang dapat menginformasikan kuantitas, harga, pendapatan atas sampah di setiap kelurahan dan kuantitas sampah daur ulang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat. Tema pengabdian kepada masyarakat ini adalah akuntansi keuangan, akuntansi Manajemen dengan melibatkan para pengajar dan narasumber Dosen-dosen Program Studi Akuntansi dari Universitas Darma Persada. Hasil Pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan tanggal 13 dan 14 November 2021 adalah memberikan informasi dan pemahaman serta menambah ilmu di bidang akuntansi dan pembukuan, terutama tentang pencatatan keuangan dari para peserta kelompok Pengurus Bank Sampah RW 16 Kelurahan Padurenan Kecamatan Mustika jaya Kota Bekasi. Respon para peserta sangat baik dan senang karena sangat terbantu dalam pembelajaran tentang pencatatan keuangan dan sangat antusias langsung diaplikasikan. Saran yang disampaikan adalah kegiatan Pengabdian kepada masyarakat kedepannya agar dilakukan berkesinambungan sehingga, para peserta senantiasa mendapatkan bimbingan dalam pencatatan siklus akuntansi dan memberikan pelaporan keuangan kepada para masyarakat terkait dengan Bank Sampah, sehingga masyarakat semakin antusias dalam mengumpulkan sampah karena bisa peduli dengan lingkungan serta memberikan nilai ekonomis tinggi.   

PENINGKATAN PENGETAHUAN KEPALA RUANGAN TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN SPIRITUAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT TAHUN 2025

Asmawati, Oktizulvia, Conny
Abstract:   Kepemimpinan merupakan salah satu determinan utama dalam mempengaruhi kinerja perawat di rumah sakit. Peran perawat manajer terutama sebagai pemimpin unit keperawatan, menjadi krusial dalam mengarahkan, memotivasi, dan… dan mengoptimalkan potensi perawat melalui gaya kepemimpinan yang adaptif. Salah satu gaya kepemimpinan yang semakin relevan dalam konteks organisasi modern adalah kepemimpinan spiritual, yang menekankan nilai-nilai spiritualitas, kebermaknaan kerja, dan kesejahteraan holistik bagi perawat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perawat manajer tentang gaya kepemimpinan spiritual guna mendukung peningkatan kinerja perawat dalam pelayanan keperawatan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukasi interaktif berbasis ceramah (lecture-based talks) dan diskusi kelompok terfokus (focus group discussion) yang melibatkan 9 orang perawat manajer dari rumah sakit Umum Aisyiyah Padang. Waktu pelaksanaan pada 7 Februari 2025. Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk menilai efektivitas kegiatan edukasi. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan skor pengetahuan peserta dari 11,1% (pre-test) menjadi 88,9% (post-test), yang mengindikasikan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai konsep dan implementasi kepemimpinan spiritual dalam praktik keperawatan. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dalam pengembangan kapasitas kepemimpinan spiritual perawat manajer untuk menciptakan lingkungan kerja yang penuh dengan nilai-nilai, sikap, dan perilaku calling, membership, dan altruism yang mendukung kinerja optimal perawat dan meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit.  

PERAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN ORANG TUA PADA PENDIDIKAN ANAK

Delya Eka Safitri, Juni Erpida Nasution, Afifa Nadiratun Najjah, Endrizal, Elien Herdianti
Abstract: Penelitian ini bertujuan buat menyelidiki kiprah manajemen pendidikan Islami pada menaikkan keterlibatan orang tua pada proses pendidikan anaknya. Melalui kajian pustaka & analisis data lapangan, penelitian ini memberitahuakn… huakn bahwasannya manajemen pendidikan Islam memiliki kiprah yg sangat strategis pada membentuk kemitraan melalui orang tua. Ha ini memberitahukan bahwa acara parenting Islami yg terintegrasi menggunakan kurikulum sekolah bisa menaikkan pemahaman orang tua mengenai pendidikan Islam, dan mendorong mereka buat lebih aktif terlibat pada aktivitas sekolah. Keterlibatan orang tua yg aktif dapat menaikkan kualitas pendidikan, prestasi akademik anak, dan pembentukan karakter yg islami. Beberapa taktik yg bisa dilakukan seorang manajemen pendidikan Islam antara lain membentuk komunikasi yg efektif, melibatkan orang tua pada acara-acara sekolah, & menaruh training pada orang tua.

MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM PENCAPAIAN AKREDITASI A DI SMAN 8 LUWU UTARA

Rosita, Rosita, Makmur, Makmur, Taqwa, Taqwa, Nursaeni, Nursaeni, Firmansyah, Firmansyah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan manajemen sarana dan prasarana, proses pencapaian Akreditasi A, serta penerapan manajemen sarana dan prasarana di SMAN 8 Luwu Utara. Jenis penelitian yang digunakan oleh… leh peneliti adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana, guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan manajemen sarana dan prasarana di SMAN 8 Luwu Utara telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengawasan. Perencanaan dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan dan skala prioritas, sedangkan pengadaan disesuaikan dengan kemampuan anggaran sekolah dan kebutuhan pembelajaran. Seluruh sarana dan prasarana dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang proses pembelajaran serta dipelihara dan diawasi secara berkala agar tetap memenuhi standar yang dipersyaratkan. Proses pencapaian Akreditasi A dilakukan melalui pembentukan tim akreditasi, penyusunan dokumen administrasi dan bukti fisik, pemenuhan Standar Nasional Pendidikan, evaluasi berkala, serta kerja sama seluruh warga sekolah. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan anggaran dan kebutuhan peningkatan beberapa fasilitas, sekolah mampu mengatasinya melalui penetapan skala prioritas, kerja sama seluruh warga sekolah, dan evaluasi berkelanjutan. Penerapan manajemen sarana dan prasarana melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik sehingga tercipta pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, manajemen sarana dan prasarana yang efektif memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan SMAN 8 Luwu Utara dalam mempertahankan Akreditasi A dan meningkatkan mutu pendidikan.

HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DENGAN KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA PSIKOLOGI KRISTEN IAKN KUPANG ANGKATAN 2025

Mnir, Sonia Armeliana, Sonia, Risna Akdalia Solukh, Lao, Hendrik A.E
Abstract: Instagram merupakan salah satu media sosial yang berfokus pada berbagi foto dan video serta dimanfaatkan pengguna sebagai sarana berkomunikasi, mengekspresikan diri, dan menjalin interaksi sosial di lingkungan digital, dimana&#8230; imana intensitas penggunaanya mencangkup aspek perhatian, penghayatan, durasi dan frekuensi (Umami & Rosdiana, 2022), sementara kepercayaan diri merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya yang tercermin melalui sikap optimis, objektif, bertanggung jawab dan rasional (Puji et al., 2024)). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara intensitas penggunaan media sosal Instagram dengan kepercayaan diri mahasiswa Psikologi Kristen IAKN Kupang Angkatan 2025, yang dilatarbelakangi oleh fenomena lapangan dimana sebagian mahasiswa mengalami penurunan kepercayaan diri akibat social comparison ketika melihat unggahan teman yang tampak lebih berprestasi, sementara sebagian lainnya justru merasa lebih percaya diri melalui ekspresi diri dan validasi sosial di Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 30 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling, dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert empat pilihan jawaban. Uji validitas menghasilkan 34 butir valid dari 40 butir, dan uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,971 yang tergolong sangat reliabel. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 20 menunjukkan nilai koefisien signifikansi 0,000 (p < 0,01), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan, positif, dan kuat antara kedua variabel, sehingga semakin tinggi intensitas penggunaan Instagram maka semakin tinggi pula kepercayaan diri mahasiswa. Temuan ini konsisten dengan penelitian Banoet dkk.(2025) dari Psikologi Undana Kupang, Oktaviani dkk. (2023), dan Dalila (2022), dan mengimplikasikan bahwa Instagram di lingkungan IAKN Kupang berfungsi sebagai media ekspresi diri dan validasi sosial yang konstruktif, sehingga program literasi digital perlu diarahkan pada pembimbingan pola penggunaan yang sehat dan bertanggung jawab.

PENINGKATAN PEMAHAMAN KALIMAT THAYYIBAH MELALUI MEDIA FLASHCARD BAGI ANAK USIA DINI DI PAUDQ AL KAMAL KOTA BEKASI

Fadhilah, Robi Atul, Nurmaliyah, Yayah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman kalimat thayyibah melalui media flashcard pada anak usia 5–6 tahun di PAUDQ Al Kamal Kota Bekasi. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK)&#8230; (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 9 anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media flashcard dilakukan melalui kegiatan pembuka, inti, dan penutup yang melibatkan penggunaan gambar konkret, permainan edukatif, serta praktik langsung sesuai dengan situasi kehidupan sehari-hari anak. Penggunaan media flashcard terbukti dapat meningkatkan pemahaman kalimat thayyibah yang mencakup aspek pemahaman makna, penggunaan kalimat thayyibah sesuai konteks, dan konsistensi pengucapan. Hal tersebut ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase pemahaman anak dari 35% pada tahap prapenelitian menjadi 61% pada siklus I dan meningkat menjadi 90% pada siklus II. Dengan demikian, media flashcard efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman kalimat thayyibah pada anak usia dini di PAUDQ Al Kamal Kota Bekasi.

ANALISIS TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI DESA PANTUNGO TELAGA BIRU

Nadya Adistya Abdul, Ismet Sulila, Zuchri Abdussamad
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teknologi informasi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Pantungo, Kecamatan Telaga Biru. Kajian penelitian difokuskan pada pengelolaan data dan informasi,&#8230; ormasi, pemanfaatan komunikasi serta kolaborasi digital, otomatisasi layanan administrasi, dan berbagai faktor yang memengaruhi efektivitas penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik di tingkat desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam yang melibatkan kepala desa, sekretaris desa, perangkat desa, operator Sistem Informasi Desa (SID), serta masyarakat sebagai pengguna layanan. Selain itu, data pendukung diperoleh melalui kegiatan observasi langsung di lapangan dan dokumentasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan administrasi berbasis teknologi informasi di Desa Pantungo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi informasi di Desa Pantungo telah dimanfaatkan dalam pengelolaan data administrasi, penyebaran informasi melalui website dan media sosial, serta mendukung proses pelayanan dan pengambilan keputusan desa. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapangan, pemanfaatan teknologi informasi telah memberikan kemudahan dalam pengelolaan data, mempercepat pelayanan administrasi, dan mendukung koordinasi antarperangkat desa. Namun, penerapannya belum berjalan optimal karena pengelolaan data masih sebagian dilakukan secara manual, komunikasi digital belum dimanfaatkan secara merata oleh masyarakat, serta pelayanan administrasi belum sepenuhnya terintegrasi dalam satu sistem digital. Analisis penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penerapan teknologi informasi masih dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya literasi digital masyarakat, dan keterbatasan infrastruktur jaringan internet. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem pelayanan digital yang lebih terintegrasi, peningkatan kapasitas aparatur desa, serta penguatan sarana dan prasarana teknologi informasi guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

DAMPAK POLA KOMUNIKASI KELUARGA TERHADAP KEMATANGAN EMOSI REMAJA DITANDAI DENGAN KEMAMPUAN MENGENALI PERASAAN DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN DI KOTA KUPANG

Susanti Tabun, Ongki Bani, Hendrik A. E. Lao
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengkaji apakah terdapat pengaruh pola interaksi dalam keluarga terhadap kematangan emosi remaja yang tinggal di Kota Kupang. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan melibatkan 35 orang remaja berusia&#8230; erusia 17 hingga 21 tahun yang dipilih secara keseluruhan karena jumlah populasi yang terbatas. Data dikumpulkan melalui daftar pernyataan berjenjang yang diisi langsung oleh responden, kemudian diolah menggunakan program statistik SPSS versi 22. Hasil gambaran umum menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap kualitas komunikasi keluarga dan tingkat kematangan emosi keduanya tergolong baik. Pengujian regresi memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,426 yang lebih besar dari batas kesalahan 5%, yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik. Besaran peran pola komunikasi keluarga hanya mencapai 1,9%, sedangkan sisanya sebesar 98,1% dipengaruhi oleh aspek lain di luar ruang lingkup penelitian. Meskipun demikian, arah hubungan yang positif menunjukkan bahwa interaksi keluarga yang baik tetap berperan mendukung perkembangan emosi yang sehat. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada kualitas alat ukur dan jumlah sampel, sehingga disarankan bagi penelitian mendatang untuk menggunakan instrumen yang lebih teruji dan melibatkan jumlah responden yang lebih banyak.

POLA ASUH, KETERLIBATAN ORANG TUA, DAN SPIRITUALITAS TERHADAP RESILIENSI AKADEMIK SANTRI DI PONDOK PESANTREN

Novita Maulidya Jalal
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pola asuh, keterlibatan orang tua, dan spiritualitas dalam membentuk resiliensi akademik santri di pondok pesantren. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research)&#8230; esearch) dengan analisis isi dan analisis tematik terhadap berbagai artikel ilmiah relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa resiliensi akademik santri merupakan konstruk multidimensional yang dipengaruhi oleh interaksi keluarga secara sistemik. Pola asuh, khususnya tipe otoritatif, berperan dalam membentuk regulasi emosi, kemandirian, dan motivasi belajar santri. Keterlibatan orang tua melalui komunikasi intensif, dukungan emosional, informasional, dan instrumental berfungsi sebagai faktor protektif yang meningkatkan rasa aman psikologis, motivasi intrinsik, serta kemampuan adaptasi terhadap tekanan akademik. Selain itu, spiritualitas keluarga yang diinternalisasi melalui nilai-nilai religius seperti sabar, tawakal, dan ikhlas berperan sebagai mekanisme coping adaptif yang membantu santri memaknai tekanan akademik secara positif. Ketiga variabel tersebut saling berinteraksi dan membentuk ketahanan psikologis yang lebih kuat dalam menghadapi tuntutan kehidupan pesantren. Kesimpulannya, resiliensi akademik santri tidak hanya ditentukan oleh faktor individual, tetapi merupakan hasil konstruksi ekologis yang melibatkan kualitas pengasuhan, keterlibatan orang tua, dan spiritualitas keluarga secara simultan.  

TANTANGAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA MI DI ERA DIGITAL

Muthmainnah, Fitria, Jihan Khairum Nisa, Siti Masyitoh
Abstract: Studi ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi guru dalam membentuk karakter siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di era digital saat ini. Ini juga bertujuan untuk menemukan cara-cara yang bisa digunakan untuk mengatasi&#8230; ngatasi perubahan yang dibawa oleh teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian perpustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Informasi ini dikumpulkan dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, makalah ilmiah, dan referensi penting lainnya yang berhubungan dengan pendidikan karakter dan perkembangan teknologi digital dalam pendidikan. Metode pengumpulan data melibatkan pemeriksaan berbagai dokumen. Ini dilakukan dengan membaca, memahami, dan menganalisis berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan besar bagi para guru dalam membimbing karakter siswa MI. Tantangan-tantangan ini meliputi penggunaan gadget yang berlebihan, kurangnya perhatian siswa terhadap belajar, sedikitnya interaksi sosial secara langsung, dampak buruk dari media sosial, dan kurangnya bimbingan dari orang tua tentang bagaimana anak-anak menggunakan teknologi digital. Selain itu, kemajuan teknologi mempengaruhi bagaimana sikap siswa dan karakter mereka. Ini termasuk masalah seperti kurangnya disiplin, menggunakan bahasa yang tidak baik, dan kecenderungan untuk meniru perilaku negatif yang terlihat di internet dan media sosial. Ketika menghadapi tantangan ini, guru sangat penting karena mereka mendidik, membimbing, menjadi panutan, dan mengawasi untuk membantu siswa menggunakan teknologi dengan bijak. Guru dapat menggunakan beberapa cara, seperti memanfaatkan alat belajar digital, mengajarkan nilai-nilai karakter dengan memberikan contoh, membiasakan siswa dengan kebiasaan baik, mengamati cara siswa menggunakan perangkat mereka, dan bekerja sama dengan orang tua untuk memantau penggunaan teknologi oleh siswa. Jadi, mengajarkan karakter di era digital saat ini harus dilakukan secara rutin, agar siswa dapat memanfaatkan teknologi dengan cara yang baik sambil tetap menjaga nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari mereka.