Search Articles & Publications

Showing 5919 articles found for "Akan"

TAFSIR SURAT AL-FATIHAH DITINJAU DARI BALAGHAH AL-QUR’AN

Supriadi, Yusup, Solahudin, Solahudin, Arifin, Arifin
Abstract: Surat Al-Fatihah merupakan inti ajaran Al-Qur’an yang mencakup aspek akidah, ibadah, dan doa. Selain kandungan teologisnya, Al-Fatihah juga memiliki keindahan bahasa yang sangat tinggi, sehingga menjadi objek kajian penting… nting dalam ilmu balaghah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan ilmu ma‘ani, bayan, dan badi‘ dalam Surat Al-Fatihah serta menjelaskan fungsi balaghah tersebut dalam memperkuat makna dan pesan ayat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), melalui analisis teks ayat-ayat Al-Fatihah berdasarkan teori balaghah klasik sebagaimana dikemukakan oleh para ulama seperti Al-Jurjani, As-Sakkaki, dan Al-Qazwini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surat Al-Fatihah mengandung struktur kalimat yang sangat efektif (ma‘ani), penggunaan majaz dan tasybih yang halus (bayan), serta keindahan lafaz dan makna melalui berbagai uslub keindahan (badi‘). Kesimpulannya, balaghah dalam Surat Al-Fatihah tidak hanya berfungsi sebagai hiasan bahasa, tetapi berperan penting dalam memperdalam makna, menguatkan akidah, dan menegaskan kemukjizatan Al-Qur’an.

PENGGUNAAN VARIAN QIRA’AT DALAM TAFSĪR AL-QUR’ĀN AL-‘AẒĪM KARYA IBNU KAṠIR TERHADAP PENAFSIRAN Q.S. AL-FATIHAH [1] : 4

Supriadi, Yusup, Wahidin, Ade, Saputra, Apud
Abstract: Artikel ini mengkaji penggunaan varian qira’at dalam penafsiran Ibnu Kaṡir terhadap frasa Māliki/Maliki Yawm al-Dīn (QS. Al-Fātiḥah [1]: 4). Fokus penelitian meliputi identifikasi riwayat qira’at yang dikutip, status kesahihannya,… status kesahihannya, serta metode Ibnu Kaṡir dalam menyikapi keragaman bacaan—apakah beliau menggabungkan (jam‘) seluruh qira’at sahih atau cenderung (tarjīḥ) pada salah satunya. Dengan menggunakan metode analisis konten kualitatif terhadap kitab Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm dan didukung literatur qira’at primer, ditemukan bahwa Ibnu Kaṡir menyebutkan lima varian bacaan: māliki, maliki, malīki, malikī (isybā‘ Nāfi‘), dan malaka (Abū Ḥanīfah). Dua yang pertama ditegaskan sebagai ṣaḥīḥ mutawātir dalam Qirā’āt Sab‘ah, bacaan ketiga dan keempat tidak dikritik serta merupakan bagian dari qira’at sahih lainnya, sedangkan bacaan kelima dinilai syāż gharīb jiddan. Ibnu Kaṡir tidak mentarjīḥ antara māliki dan maliki, melainkan menerapkan metode jam‘ dengan menghimpun makna “Pemilik” dan “Raja” sekaligus sebagai cerminan otoritas mutlak Allah di Hari Pembalasan. Sikap ini sekaligus mendamaikan klaim historis tentang bacaan Marwān bin al-Ḥakam, menunjukkan bahwa Ibnu Kaṡir mengakui autentisitas kedua qira’at tanpa terjebak polemik politik. Temuan ini memperkuat posisi Ibnu Kaṡir sebagai mufasir yang mengintegrasikan keragaman qira’at mutawatir tanpa harus menjatuhkan pilihan, serta menawarkan model harmonisasi qira’at dalam tafsir bi al-ma’ṡūr.

KONSEP WALI ALLAH DALAM Q.S. YŪNUS AYAT 62: STUDI KOMPARATIF PENAFSIRAN FAKHR AL-DĪN AL-RĀZĪ DAN IBN KAṠĪR

Supriadi, Yusup, Thalib, Muhammad
Abstract: Artikel ini mengkaji konsep wali Allah dalam QS. Yūnus [10]: 62 melalui studi komparatif antara penafsiran Fakhr al-Dīn al-Rāzī (w. 606 H/1210 M) dalam Mafātīḥ al-Ghayb dan Ibn Kaṡīr (w. 774 H/1373 M) dalam Tafsīr al-Qurʾān… fsīr al-Qurʾān al-ʿAẓīm. Kedua mufasir mewakili dua tradisi epistemologis yang berbeda dalam khazanah tafsir Islam: al-Rāzī dengan pendekatan pemikiran filosofis dan ijtihad (bi al-raʾy) dan Ibn Kaṡīr dengan pendekatan riwayat (bi al-maʾṡūr). Melalui metode tafsir muqāran (komparatif), penelitian ini menganalisis persamaan dan perbedaan kedua penafsiran serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ibn Kaṡīr mendefinisikan wali Allah sebagai orang-orang yang beriman dan bertakwa (al-lażīna āmanū wa kānū yattaqūn) dengan bertumpu pada dalil Al-Qur'an dan hadis, sementara al-Rāzī mengembangkan pembahasan yang lebih luas mencakup dimensi filosofis, teologis, dan sufistik tentang maqām kewalian, klasifikasi wali, serta relasi antara kewalian dan kenabian. Perbedaan ini berakar pada latar intelektual, metode penafsiran, dan konteks sosio-historis masing-masing mufasir yang berbeda.

INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA

Rifki, Ahmad Rifki Pratama, Hafiz, Vijra Islamul, Syafriwal, Rizki, Novita, Liana, M, Amril
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Islam dan sains dalam pembelajaran guna meningkatkan pemahaman konseptual siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kemampuan siswa… iswa dalam memahami konsep secara mendalam serta adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sains dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) yang melibatkan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman konseptual, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan sains memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pemahaman konseptual siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Integrasi ini juga mampu meningkatkan motivasi belajar, sikap religius, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna karena siswa dapat mengaitkan konsep sains dengan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan integratif dapat menjadi alternatif solusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, guru diharapkan mampu merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai spiritual siswa. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran yang holistik dan integratif di lingkungan pendidikan.

STRATEGI PENGEMBANGAN NIIAI-NILAI BUDAYA RELIGIUS DALAM MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMPN 1 ATAP LANUT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Wua, Zuzanna Ramlah, Anwar, Khoirul, Makhshun, Toha
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan nilai-nilai budaya religius dalam membangun karakter peserta didik di SMPN 1 Atap Lanut Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan… endekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama dalam pengembangan budaya religius dilakukan melalui pembiasaan dan keteladanan guru. Pembiasaan diterapkan melalui kegiatan doa bersama, BIMTAL setiap hari Jumat, PHBI, dan kegiatan bakti sosial keagamaan. Sementara itu, keteladanan guru diwujudkan melalui sikap disiplin ibadah, sopan santun, dan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Program budaya religius yang diterapkan mampu memberikan dampak positif terhadap karakter peserta didik, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta berkurangnya perilaku negatif seperti bullying. Faktor pendukung pengembangan budaya religius meliputi dukungan kepala sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Adapun faktor penghambatnya adalah rendahnya motivasi sebagian siswa, pengaruh gadget, dan keterbatasan sarana ibadah. Dengan demikian, pengembangan budaya religius di sekolah terbukti efektif dalam membentuk karakter peserta didik yang religius dan berakhlak mulia.

STRATEGI GURU PAI DALAM PEMBENTUKAN NILAI-NILAI KARAKTER ISLAMI SISWA PADA SDN 8 NAGRIKAKER PURWAKARTA

Saprudin, Saprudin, Samsudin, Samsudin, Choeroni, Choeroni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembentukan nilai-nilai karakter Islami siswa di SDN 8 Nagrikaker Purwakarta, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat,… at, serta menganalisis hasil pembentukan karakter Islami siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari dua guru PAI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dilakukan melalui pembiasaan religius, keteladanan, integrasi nilai-nilai Islami dalam pembelajaran, serta pemberian tanggung jawab kepada siswa. Kegiatan pembiasaan seperti salat dhuha, tadarus Al-Qur’an, membaca doa sebelum dan sesudah pembelajaran, serta budaya sopan santun diterapkan secara konsisten di sekolah. Faktor pendukung keberhasilan strategi meliputi dukungan kepala sekolah, kerja sama antar guru, keterlibatan orang tua, dan budaya sekolah yang religius. Adapun faktor penghambat meliputi latar belakang keluarga siswa yang beragam, kurangnya pengawasan orang tua, serta pengaruh penggunaan gadget dan lingkungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan karakter Islami siswa, seperti disiplin, kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, dan kesadaran beribadah. Dengan demikian, strategi guru PAI dinilai efektif dalam membentuk karakter Islami siswa secara berkelanjutan.

IMPLEMENTASI METODE YANBU'A DALAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA GURU ALQUR'AN DI MADRASAH TSANAWIYAH YANBU'UL QUR'AN PANGKALANBUN KALIMANTAN TENGAH

Sofiyullah, Yogi, Samsudin, Samsudin, Choeroni, Choeroni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode Yanbu’a dalam pengembangan sumber daya guru Al-Qur’an di MTs Yanbu’ul Qur’an Pangkalanbun, menganalisis perannya dalam meningkatkan kompetensi guru, mengkaji… ru, mengkaji dampaknya terhadap profesionalitas guru, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Yanbu’a dilakukan secara terstruktur melalui pelatihan, tashih, mudarasah, supervisi, dan evaluasi berkala. Metode ini berperan penting dalam meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik guru, terutama dalam aspek makhraj, tajwid, tartil, ghunnah, serta kemampuan menyusun pembelajaran yang sistematis dan terarah. Selain itu, implementasi Yanbu’a berdampak positif terhadap profesionalitas guru, seperti meningkatnya kedisiplinan, semangat muroja’ah, keteladanan, dan budaya kerja Qur’ani. Faktor pendukung utama meliputi dukungan kepala pondok dan kepala madrasah, pembimbing yang kompeten, komitmen guru, kerja sama antarguru, serta sarana prasarana yang memadai. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan dasar guru dan santri, keterbatasan waktu pembinaan, dan kurangnya dukungan orang tua di rumah.

PENANAMAN NILAI-NILAI DIGITAL ISLAMI MELALUI PEMBELAJARAN PAI PADA SISWA DI SMP ISLAM SUMBER GUNDANG BANGKALAN

Daroini, Moh Tarud, Samsudin, Samsudin, Choeroni, Choeroni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman nilai-nilai digital Islami melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis dampaknya terhadap… ap sikap dan perilaku digital siswa di SMP Islam Sumber Gundang Bangkalan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam dan siswa yang dipilih secara purposif karena terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai digital Islami dilakukan melalui integrasi nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan etika bermedia dalam pembelajaran PAI melalui diskusi, video edukasi Islami, pembiasaan, serta keteladanan guru. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, lingkungan religius, peran guru, dan media pembelajaran digital. Faktor penghambat berasal dari pengaruh negatif media sosial, kurangnya pengawasan orang tua, rendahnya kesadaran siswa, dan keterbatasan fasilitas teknologi. Pembelajaran PAI memberikan dampak positif terhadap peningkatan sikap dan perilaku digital Islami siswa, seperti penggunaan media sosial secara sopan, bijak, dan bertanggung jawab.

STRATEGI GURU PAI DALAM IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TOLERANSI DI SDN 1 LIBERIA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Nggilu, Fitriati, Anwar, Khoirul, Makhshun, Toha
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengimplementasikan nilai-nilai toleransi di SDN 1 Liberia Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, mengidentifikasi faktor pendukung dan… an penghambat implementasi nilai toleransi, serta menganalisis peran guru PAI dalam membentuk sikap toleran peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru PAI dan beberapa peserta didik di SDN 1 Liberia. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi pembelajaran berbasis toleransi melalui integrasi nilai-nilai toleransi dalam RPP dan materi pembelajaran, penggunaan metode cerita, diskusi, cooperative learning, serta pembiasaan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung implementasi toleransi meliputi dukungan warga sekolah, lingkungan yang harmonis, dan kurikulum pendidikan karakter. Adapun faktor penghambat berasal dari latar belakang keluarga dan pengaruh lingkungan luar. Guru PAI berperan sebagai pendidik, teladan, fasilitator, dan pembimbing dalam membentuk sikap toleran peserta didik sehingga tercipta lingkungan sekolah yang inklusif, harmonis, dan menghargai keberagaman.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EDUTAINMENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMKN NEGERI 2 NUANGAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Kairupan, Maharani, Anwar, Khoirul, Makhshun, Toha
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran edutainment terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKN Negeri 2 Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.&#8230; r. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada siswa sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis yang meliputi uji t dan uji F dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan valid dan reliabel. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal serta tidak ditemukan gejala multikolinearitas maupun heteroskedastisitas, sehingga model regresi layak digunakan. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa model pembelajaran edutainment berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Selain itu, hasil uji F menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti model pembelajaran edutainment secara simultan berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran edutainment mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, menyenangkan, serta meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).