Search Articles & Publications

Showing 1157 articles found for "Belum"

PENGEMBANGAN MEDIA SEMPOA 20 BIJI UNTUK MEMFASILITASI BELAJAR PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN SISWA KELAS II SD N PROYONANGGAN 02 BATANG

Setiyono, Happy Ramadhani Ario, Saputro, Bagus Ardi, Artharina, Filia Prima
Abstract: Penelitian ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang dialami para siswa sekolah dasar yang terbatas memiliki media penunjang pembelajaran dan belum menguasai keterampilan berhitung menggunakan sempoa dalam pelajaran matematika.… atematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development serta modifikasi dari tahapan penelitian pengembangan dengan model Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation.Hasil penelitian menunjukkan semua siswa menyetujui pengembangan media sempoa meningkatkan semangat dan motivasi belajar. Uji kevalidan ahli media dan ahli materi mendapatkan rentang nilai dengan kategori sangat layak.

Optimalisasi Layanan BK sebagai Upaya Pengembangan Karakter pada Peserta Didik SMP

Mochammad Ichsan Rafi Ramadhan, Indira Lathifah Maratus Sholihah
Abstract: Pengembangan karakter peserta didik SMP merupakan kebutuhan mendesak seiring dengan dinamika perkembangan remaja awal yang rentan terhadap permasalahan perilaku dan sosial. Meskipun layanan Bimbingan dan Konseling memiliki… ki peran strategis dalam pembentukan karakter, implementasinya di sekolah belum sepenuhnya optimal karena lemahnya pengelolaan layanan dan kurangnya integrasi dengan program pengembangan karakter sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pengembangan karakter peserta didik SMP, menganalisis peran layanan Bimbingan dan Konseling, serta merumuskan strategi optimalisasi layanan Bimbingan dan Konseling dari perspektif manajemen layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui analisis literatur jurnal nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa optimalisasi layanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan melalui penerapan manajemen layanan yang sistematis, integrasi nilai karakter dalam layanan dasar, responsif, dan perencanaan individual, serta penguatan kolaborasi antara guru Bimbingan dan Konseling, guru, dan orang tua. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan layanan Bimbingan dan Konseling berbasis manajemen mampu memperkuat efektivitas pengembangan karakter peserta didik SMP secara berkelanjutan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa layanan Bimbingan dan Konseling yang dikelola secara optimal berpotensi menjadi instrumen utama dalam pembentukan karakter peserta didik di tingkat SMP.

PROBLEMATIKA LITERASI DALAM PEMBELAJARAN SISWA SEKOLAH DASAR

Farikhatul Atiqoh, Nova Khoirun Nisa, Adzin Eka Lindi, Yuliyati, Luthfa Nugraheni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan literasi dalam pembelajaran siswa sekolah dasar, khususnya siswa kelas V di SDN 1 Rahtawu, dan untuk mengusulkan solusi yang tepat untuk meningkatkan… gkatkan kemampuan literasi mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara dengan guru, observasi langsung di kelas, dan tinjauan pustaka. Data dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa siswa masih menghadapi kesulitan dalam membaca dan memahami materi pembelajaran karena faktor internal, seperti potensi pribadi yang belum berkembang, motivasi rendah, dan kurangnya kepercayaan diri, serta faktor eksternal, termasuk dukungan dan bimbingan orang tua yang terbatas dan sumber belajar yang tidak memadai di sekolah. Solusi yang diusulkan meliputi peningkatan pembelajaran literasi melalui pendekatan kontekstual dan interaktif, penyediaan bahan bacaan yang beragam dan menarik, pemberian bimbingan dari guru dan orang tua, serta menumbuhkan kebiasaan literasi yang konsisten baik di sekolah maupun di rumah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru, sekolah, dan orang tua dalam mengembangkan budaya literasi yang efektif di pendidikan dasar.

ANALISIS KENDALA GURU GEOGRAFI DALAM MELAKSANAKAN EVALUASI PEMBELAJARAN ABAD 21 DI SMA ERIA MEDAN

Nazwa Amelia Putri, Pinta Yosepin Turnip, Ovimena Simbolon
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis kendala yang dihadapi guru Geografi di SMA Swasta Eria Medan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran abad ke-21 yang mengintegrasikan prinsip Higher Order Thinking Skills (HOTs) dan… Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, serta telaah dokumen perangkat evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan evaluasi secara terencana dan sesuai kurikulum, mencakup penilaian formatif, sumatif, sikap, dan keterampilan. Namun, penerapan soal HOTs masih terbatas karena rendahnya kemampuan analisis siswa, kurangnya pelatihan guru, serta minimnya sarana teknologi pendukung. Evaluasi berbasis TPACK mulai diterapkan melalui Google Form dan platform digital lain, tetapi belum optimal akibat keterbatasan jaringan dan fasilitas sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana digital, serta kolaborasi MGMP untuk memperkuat implementasi evaluasi sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Analisis Perancangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran Abad ke-21 (HOTS dan TPACK) sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman dan Pengalaman Lapangan Mahasiswa Calon Guru

Siti Hajar Sahari, Nur Holila Nasution, Joni Tua Pasaribu, Nurmala Berutu, Eka Suci Anja Kusumawati
Abstract: Adapun tujuan penelitian ini  yaitu bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan  pembelajaran pada evaluasi pelajaran Geografi di sekolah MAN 2 MODEL MEDAN. Didalam penelitian kami melakukan… kan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru pada mata pelajaran Geografi. Adapun hasil dari penelitian yang kami dapat yaitu yang  menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru juga memanfaatkan beberapa berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, juga guru evaluasi ini juga masih ada beberapa menghadapi masalah/kendala.Adapun masalah atau kendala yang sering dihadapi guru yaitu seperti: Keterbatasan Kompetensi Digital dan Pedagogik, Kurangnya Pelatihan Profesional, Minimnya Fasilitas Sekolah, Resistensi terhadap Perubahan, Waktu yang Terbatas.Selain itu, ada juga beberapa penerapan soal yang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa yang selalu memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Jadi penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi dalam menghadapi kendala harus memerlukan pendukung untuk evaluasi pembelajaran Geografi, supaya dapat lebih efektif, terstandar, dan relevan dalam evaluasi pembelajaran abad ke-21 berbasis HOTS dan TPACK.

Analisis Kendala Yang Dihadapi Guru Dalam Melaksanakan Evaluasi Pembelajaran Geografi Di Kelas XI Di SMA N 12 Medan

Aisyah Dwi Ramadhani, Silvia Novelina Simanullang, Tungunedo Manalu, Nurmala Berutu, Eka Suci Anja Kusumawati
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran Geografi di kelas XI SMA Negeri 12 Medan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui… pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru mata pelajaran Geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru memanfaatkan berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, pelaksanaan evaluasi masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kemampuan analisis siswa yang rendah, keterbatasan fasilitas sekolah (laboratorium SIG, peta tematik, jaringan internet), serta belum adanya standar baku dari Kemendikbud terkait komposisi soal berdasarkan level kognitif. Selain itu, penerapan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa turut memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi diperlukan untuk mendukung evaluasi pembelajaran Geografi yang lebih efektif, terstandar, dan relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Pancasila sebagai Landasan Etika Sosial dan Digital Generasi Z UNIMED

Mutiara Zahara, Putri Arga L. Munte, Nia Novita Insani Sinaga, Alya Anggriani Sinaga, Jaya Damanik
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media digital di kalangan Generasi Z yang menimbulkan perubahan perilaku sosial dan munculnya permasalahan etika. Penelitian sebelumnya banyak membahas pemahaman… an Pancasila secara teoritis, namun belum mengkaji bagaimana nilai Pancasila diterapkan dalam gaya hidup digital mahasiswa pada konteks kampus tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman dan penerapan nilai Pancasila sebagai sistem etika dalam kehidupan sosial dan digital mahasiswa Universitas Negeri Medan. Metode yang digunakan adalah metode campuran dengan pengumpulan data melalui angket skala dan pertanyaan terbuka kepada dua puluh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat pemahaman dan penerapan nilai Pancasila yang tinggi, terutama dalam kehati-hatian membagikan informasi, penghargaan terhadap perbedaan, sikap adil, dan kepedulian sosial. Temuan penting penelitian ini adalah bahwa mahasiswa tidak hanya memahami konsep nilai Pancasila, tetapi juga menerapkannya dalam perilaku digital sehari-hari. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai pedoman etika bagi Generasi Z dan perlu terus diperkuat melalui pendidikan nilai dan literasi digital.    

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KESETARAAN DI PKBM LASKAR PELANGI SEBAGAI UPAYA PEMERATAAN AKSES PENDIDIKAN MASYARAKAT

Ibnu Hajar, Dwi Fide Christanti Purba, Frayogi Benedict Tamba, Monica Choirala Purba, Muhammad Aldi, Nimas Ayu Larasati
Abstract: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan setara di PKBM Laskar Pelangi dan kontribusinya dalam memperluas akses pendidikan bagi komunitas yang tidak terlibat dalam pendidikan formal. Latar… belakang penelitian berasal dari masih banyaknya individu yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah akibat faktor ekonomi, sosial, dan usia. PKBM hadir sebagai lembaga pendidikan nonformal yang memberikan peluang untuk belajar melalui program Paket A, B, dan C. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembelajaran di PKBM. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan setara di PKBM Laskar Pelangi berlangsung dengan baik dan fleksibel, didukung oleh lingkungan belajar yang nyaman serta peran tutor yang mirip dengan guru formal. PKBM juga memberikan keuntungan nyata bagi masyarakat melalui pendidikan tanpa biaya dan penyediaan alat tulis untuk peserta. Namun, beberapa tantangan seperti keterbatasan sarana, ketidakhadiran peserta secara tidak teratur, serta kurangnya pengajar masih menjadi kendala. Secara keseluruhan, PKBM Laskar Pelangi memainkan peran penting dalam menciptakan kesetaraan pendidikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya belajar sepanjang hidup.  

STRATEGI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM MEMBENTUK KARAKTER GENERASI MUDA

Alya Anggriani Sinaga, Nia Novita Insani Sinaga, Putri Arga L. Munte, Anugrah Setiawan
Abstract: Korupsi masih menjadi masalah besar di Indonesia yang tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga moral, sosial, dan budaya. Fenomena ini menunjukkan adanya kegagalan dalam pembentukan karakter bangsa yang berintegritas.… egritas. Oleh karena itu, diperlukan strategi pencegahan yang efektif melalui jalur pendidikan, khususnya pendidikan anti korupsi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi pendidikan anti korupsi dalam membentuk karakter generasi muda, mengidentifikasi tantangan implementasi di sekolah maupun perguruan tinggi, serta menganalisis strategi pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan keadilan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket online (Google Form) yang disebarkan kepada mahasiswa dan siswa sebagai representasi generasi muda. Analisis data dilakukan dengan pendekatan statistik deskriptif serta interpretasi kualitatif dari jawaban terbuka responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai pendidikan anti korupsi sebagai aspek yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Indikator kejujuran dan kepedulian sosial memperoleh persentase tertinggi (masing-masing 80%), diikuti oleh disiplin, tanggung jawab, dan keadilan. Temuan ini menegaskan adanya kesadaran kolektif generasi muda mengenai urgensi pendidikan anti korupsi, meskipun masih terdapat sebagian kecil responden yang belum menempatkan disiplin dan tanggung jawab sebagai prioritas. Dengan demikian, pendidikan anti korupsi terbukti berperan signifikan sebagai instrumen strategis dalam membangun generasi berintegritas, serta perlu diimplementasikan secara sistematis, berkesinambungan, dan berbasis nilai Pancasila, agama, serta budaya bangsa.

Analisis Ketergantungan Impor Bawang Putih terhadap Tiongkok dan Risiko Kerentanan Ketahanan Pangan Nasional Tahun 2025

Putri, Aninda Pramesti
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketergantungan impor bawang putih Indonesia terhadap Tiongkok serta risikonya terhadap ketahanan pangan nasional dalam upaya menuju swasembada pangan tahun 2025. Metode… penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan studi literatur terkait perdagangan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 97% impor bawang putih Indonesia berasal dari Tiongkok sehingga menunjukkan tingginya ketergantungan terhadap satu negara pemasok utama. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko terhadap stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri. Selain itu, keterbatasan kondisi iklim dan kesesuaian lahan pertanian menyebabkan produksi domestik belum mampu memenuhi kebutuhan nasional secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan produksi dalam negeri dan diversifikasi sumber impor guna mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.