Abstract:Ketahanan pangan rumah tangga menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi keluarga dengan tingkat pendapatan menengah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi…
tivasi ibu rumah tangga dalam meningkatkan pendapatan keluarga melalui ketahanan pangan di Kelurahan Lembah Damai Kecamatan Rumbai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap informan tunggal, Ibu Hasna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ibu rumah tangga dalam mengelola usaha peternakan ayam kampung sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, tingkat pendapatan, serta stabilitas ekonomi rumah tangga. Kondisi lingkungan fisik berupa pekarangan yang memadai serta dukungan sosial sekitar menjadi basis utama operasional usaha. Peningkatan pendapatan secara langsung berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, yang pada akhirnya menciptakan stabilitas ekonomi domestik yang kokoh menghadapi fluktuasi harga. Dengan demikian, pemanfaatan sektor informal berskala mikro ini efektif mendukung kesejahteraan keluarga.
Abstract:Pemanfaatan lahan kosong di kawasan permukiman menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. Pekarangan…
arangan rumah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi lahan produktif melalui budidaya tanaman hortikultura, tanaman obat keluarga, maupun kegiatan pertanian rumah tangga lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pemanfaatan lahan kosong (pekarangan rumah) menjadi lahan produktif di Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru berdasarkan perspektif Community Empowerment. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah Informan A(54 tahun), warga yang aktif memanfaatkan lahan pekarangan rumah menjadi lahan produktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan telah memberikan manfaat berupa peningkatan ketahanan pangan keluarga, pengurangan pengeluaran rumah tangga, peningkatan kualitas lingkungan, dan penguatan hubungan sosial masyarakat. Namun demikian, masih terdapat berbagai kendala seperti keterbatasan pengetahuan budidaya, minimnya akses terhadap sarana produksi, serta kurangnya pendampingan yang berkelanjutan. Berdasarkan analisis lima dimensi Community Empowerment yang meliputi enabling, empowering, protecting, supporting, dan maintaining, optimalisasi pemanfaatan lahan kosong telah berjalan cukup baik meskipun masih memerlukan dukungan dari pemerintah dan masyarakat agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di Desa Jambai Makmur, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan…
ngan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan yang dipilih secara purposive sampling, meliputi kepala desa, sekretaris desa, anggota BPD, tokoh masyarakat, dan warga biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) partisipasi dalam pengambilan keputusan belum berjalan secara substantif, karena kehadiran fisik warga dalam Musrenbangdes tidak diikuti oleh pengintegrasian aspirasi mereka ke dalam dokumen RKPDes secara bermakna; (2) partisipasi dalam pelaksanaan berjalan relatif baik, ditandai dengan kuatnya semangat gotong royong dalam kegiatan pembangunan infrastruktur; (3) pemanfaatan hasil pembangunan belum terdistribusi secara merata, khususnya bagi kelompok perempuan dan buruh tani yang memperoleh porsi manfaat lebih kecil; serta (4) partisipasi dalam evaluasi merupakan dimensi yang paling lemah, akibat minimnya transparansi anggaran dan terbatasnya saluran aspirasi warga di luar siklus tahunan Musrenbangdes. Hambatan utama yang teridentifikasi meliputi dominasi elite desa dalam forum deliberasi, rendahnya literasi kebijakan warga, dan distribusi informasi yang tidak memadai. Penguatan mekanisme Musrenbangdes berbasis inklusi dan transparansi anggaran menjadi rekomendasi utama penelitian ini.
Abstract:Pembinaan kerja merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang berperan dalam meningkatkan kualitas produk pada suatu usaha. Pada industri kerajinan rotan handmade, kualitas produk sangat…
ditentukan oleh kemampuan teknis, ketelitian, efisiensi kerja, dan kreativitas karyawan dalam melaksanakan proses produksi. Oleh karena itu, pembinaan kerja diperlukan untuk membantu karyawan meningkatkan kompetensi dan menghasilkan produk yang sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembinaan kerja karyawan dalam meningkatkan kualitas produk pada usaha Rattan Handmade di Jalan Yos Sudarso Rumbai, Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan teori pembinaan kerja menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2017) dengan pendekatan kualitatif dan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan kerja dilakukan melalui pendampingan langsung oleh pemilik usaha selama proses produksi berlangsung. Pembinaan tersebut mampu meningkatkan kemampuan teknis, ketelitian kerja, efisiensi kerja, dan kreativitas karyawan sehingga kualitas produk yang dihasilkan menjadi lebih baik, rapi, kuat, dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas produksi, perbedaan kemampuan karyawan, dan keterbatasan waktu pembimbing. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan untuk menjaga konsistensi kualitas produk serta meningkatkan daya saing usaha.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan waste station dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sampah di RTH Tunjuk Ajar Integritas Kota Pekanbaru serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaannya. Latar…
atar belakang penelitian ini mencakup pentingnya pengelolaan sampah di RTH sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang diterapkan adalah teori pengelolaan menurut George R. Terry (1958), dengan indikator utama meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan waste station di RTH Tunjuk Ajar Integritas memberikan kontribusi positif dalam mendukung kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Faktor-faktor seperti penyediaan fasilitas waste station, pembagian tugas pengelola, pelaksanaan pengelolaan sampah, serta upaya pengawasan berkontribusi dalam mendukung tujuan tersebut. Namun, tantangan seperti kurangnya pengawasan, minimnya sosialisasi kepada masyarakat, serta rendahnya partisipasi sebagian pengunjung dalam memilah sampah masih perlu diatasi agar pengelolaan waste station dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah tersebut. Latar belakang…
g penelitian ini mencakup pentingnya pengelolaan sampah sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang diterapkan adalah teori pengelolaan sampah menurut Azwar (1990), dengan indikator utama meliputi pewadahan (storage), pengumpulan (collection), pengangkutan (transportation), pengolahan (treatment), dan pembuangan akhir (final disposal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti ketersediaan tempat sampah sebagai sarana pewadahan, kegiatan pengumpulan sampah oleh masyarakat dan petugas kebersihan, proses pengangkutan sampah ke tempat pembuangan, upaya pengolahan sampah, serta sistem pembuangan akhir yang diterapkan berkontribusi dalam mendukung pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat. Namun, tantangan seperti rendahnya kesadaran masyarakat, terbatasnya fasilitas persampahan, serta meningkatnya jumlah sampah rumah tangga masih perlu diatasi untuk mencapai pengelolaan sampah yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis motivasi mahasiswa yang bekerja paruh waktu di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam…
dan observasi terhadap mahasiswa yang aktif bekerja paruh waktu minimal tiga bulan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa bekerja paruh waktu dipengaruhi oleh dua dimensi utama, yakni motivasi ekonomi berupa kebutuhan memenuhi biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari, serta motivasi non-ekonomi seperti keinginan memperoleh pengalaman kerja, mengembangkan kompetensi profesional, dan memperluas jaringan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi mahasiswa bersifat multidimensional dan tidak semata-mata didorong oleh faktor finansial. Temuan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan institusi pendidikan dalam merancang kebijakan akademik yang lebih responsif terhadap kondisi mahasiswa di Kota Pekanbaru.
Abstract:Pertanian perkotaan urban farming telah muncul sebagai solusi alternatif yang kreatif untuk mengatasi tantangan urbanisasi, khususnya terkait ketahanan pangan rumah tangga di wilayah perkotaan seperti Pekanbaru, yang menghadapi…
ghadapi kendala berupa keterbatasan lahan, pertumbuhan penduduk, dan tingginya permintaan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pertanian perkotaan melalui studi kasus di Jalan Pandak, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai, serta mengeksplorasi potensinya dalam menjamin ketahanan pangan rumah tangga di lingkungan perkotaan. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan warga yang aktif dalam kegiatan pertanian perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanian perkotaan dapat meningkatkan ketersediaan pangan rumah tangga, mengurangi pengeluaran untuk pangan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pemanfaatan lahan terbatas secara produktif. Selain itu, kegiatan pertanian perkotaan mendorong partisipasi masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa hambatan, seperti keterbatasan pengetahuan teknis, kurangnya sumber daya produksi, dan belum memadainya dukungan pemerintah yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan sangat penting untuk mengoptimalkan pengembangan pertanian perkotaan sebagai strategi berkelanjutan bagi ketahanan pangan perkotaan.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya degradasi ekosistem laut di Provinsi Sulawesi Selatan akibat praktik penangkapan ikan yang ilegal sehingga berdampak pada menurunnya kualitas ekosistem laut serta kesejahteraan…
teraan nelayan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Apartemen Ikan sebagai bagian dari kebijakan ekonomi biru dalam mendukung pemulihan ekosistem laut dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Apartemen Ikan di Provinsi Sulawesi Selatan memiliki tujuan yang jelas dalam menciptakan habitat baru bagi ikan, mendukung konservasi laut, serta meningkatkan efisiensi aktivitas penangkapan ikan bagi nelayan kecil. Program ini juga menunjukkan potensi positif terhadap pemulihan ekosistem laut melalui pembentukan habitat buatan yang mulai dimanfaatkan biota laut sebagai tempat berkembang biak. Namun, implementasi kebijakan masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan regulasi, pengawasan, dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan program. Dengan demikian, penguatan regulasi, edukasi masyarakat, dan pengawasan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan Program Apartemen Ikan secara ekologis dan ekonomis.
Abstract:Penelitian ini menganalisis efektivitas kebijakan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di Gugus Tugujaya Kecamatan Cigombong. Kajian terdahulu tentang BOSP cenderung menekankan kepatuhan administratif, sedangkan…
gkan keterkaitan antara pengelolaan dana dan capaian mutu pendidikan belum banyak dijelaskan secara mendalam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, Focus Group Discussion, observasi, dan analisis dokumen perencanaan, realisasi, pelaporan, serta triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan BOSP pada tujuh sekolah dasar telah berjalan on-track secara prosedural karena perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pelaporan mengikuti mekanisme yang berlaku serta didukung dokumen RKAS dan pertanggungjawaban. Namun, kebijakan belum sepenuhnya on-target karena kontribusinya terhadap mutu pembelajaran, pemanfaatan sarana prasarana, dan capaian belajar belum optimal. Faktor yang memengaruhi efektivitas meliputi kapasitas sumber daya manusia, komunikasi, struktur organisasi, dan sikap pelaksana. Kebaruan penelitian ini adalah pembedaan evaluatif antara kepatuhan prosedural dan efektivitas substantif dalam pengelolaan BOSP.