Search Articles & Publications

Showing 616 articles found for "Menghadapi"

MODEL PENYELESAIAN PERKARA PIDANA PENCURIAN YANG MELIBATKAN ANAK MELALUI RESTORATIVE JUSTICE DI POLRES BATANGHARI

Agungwibawa, Bashrul Maani, Ramlah
Abstract: Penelitian ini mengkaji penerapan asas restorative justice dalam penyelesaian perkara tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak di bawah umur di Polres Batanghari serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam… pelaksanaannya. Berlandaskan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang menekankan pendekatan diversi dan pemulihan dibandingkan pemidanaan, penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan sosiologis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif untuk memahami penerapan restorative justice dalam praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan restorative justice dilakukan melalui mekanisme diversi dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga masing-masing pihak, serta tokoh masyarakat guna mencapai kesepakatan yang berorientasi pada pemulihan kerugian, tanggung jawab pelaku, dan reintegrasi sosial anak. Meskipun pendekatan ini efektif dalam mengurangi proses peradilan formal dan meminimalisasi stigma terhadap anak, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan berupa kurangnya pemahaman masyarakat, keterbatasan sarana dan prasarana, serta budaya hukum yang masih berorientasi pada penghukuman. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan sosialisasi agar penerapan asas restorative justice dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

MEMBANGUN KESADARAN MELALUI SPIRITUALITAS HENDRIKUS LEVEN UNTUK KEHIDUPAN YANG BERKUALITAS

Dominikus Dx wain, Magdalena Maria Ines Kleden, Nelci Halla
Abstract: Kehidupan manusia modern sering ditandai oleh tekanan psikologis, kelelahan batin, dan pencarian makna hidup. Spiritualitas menjadi salah satu dimensi penting untuk membangun kesadaran diri dan meningkatkan kualitas hidup.… p. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran spiritualitas Hendrikus Leven dalam membangun kesadaran manusia menuju kehidupan yang berkualitas. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis deskriptif-interpretatif. Data primer diperoleh dari gagasan dan refleksi praktik spiritual Hendrikus Leven, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur ilmiah mengenai spiritualitas, kesadaran, dan kualitas hidup. Hasil kajian menunjukkan bahwa spiritualitas Hendrikus Leven menekankan kesadaran diri yang berkembang melalui refleksi pengalaman hidup, termasuk pengalaman sulit, sehingga individu dapat menemukan makna hidup, menghadapi tantangan, dan membangun relasi yang sehat dengan sesama. Temuan ini konsisten dengan studi empiris yang menunjukkan hubungan positif antara spiritualitas dan kualitas hidup. Dengan demikian, spiritualitas bukan hanya dimensi religius, tetapi juga variabel multidimensi yang berkontribusi pada kesejahteraan batin dan kualitas hidup secara menyeluruh.

SPIRITUALITAS HENDRIKUS LEVEN DALAM KONTEKS KONTEMPORER

Henderikus Ben Rowe, Raimundus Hide Ena
Abstract: Artikel ini mengkaji spiritualitas Hendrikus Leven (SVD), yang berakar pada penghayatan salib, kesederhanaan hidup, sikap mendengarkan, dan semangat misioner, serta menilai relevansinya dalam konteks kontemporer. Dengan… pendekatan kualitatif berbasis studi literatur teologi dan sejarah Gereja di Nusa Tenggara, penelitian menafsirkan nilai-nilai inti spiritualitas Leven sebagai respons terhadap tantangan modern seperti individualisme, materialisme, dan distraksi digital. Temuan utama menunjukkan bahwa penghayatan salib menawarkan horizon harapan dalam menghadapi penderitaan sosial; kesederhanaan menjadi kritik atas budaya konsumtif; sikap mendengarkan mendorong empati dan dialog di tengah kebisingan informasi; sementara semangat misioner meneguhkan kepemimpinan rohani yang inkarnatif, dekat dengan umat, dan transformatif. Artikel ini menyimpulkan bahwa spiritualitas Leven bukan sekadar warisan historis, melainkan kerangka praksis yang dapat memberi arah bagi pendidikan, pastoral, dan pembentukan karakter di era sekarang. Implikasi praktisnya mencakup pengembangan habitus hening-reflektif, pelayanan berkeadilan sosial, dan kepemimpinan berbasis kedekatan serta pengharapan.

KONTRIBUSI SPIRITUALIAS HENDRIKUS LEVEN UNTUK KEHIDUPAN MISIONER

Agustina Marisa Sitanggang, Elisabet Odi Bogo, Nelci Halla
Abstract: Untuk kehidupan misioner, Spiritualitas Hendrikus Leven mewariskan semangat pengabdian yang mendalam, berakar pada iman yang kuat, dan diwujudkan melalui pelayanan yang tulus dan solider kepada kaum miskin dan terpinggirkan.… kan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kontribusi spiritualitas Hendrikus Leven, SVD terhadap kehidupan misioner. Sebagai seorang misionaris Serikat Sabda Ilahi (SVD), Leven menghadapi berbagai tantangan berat, termasuk Perang Dunia I dan II, feodalisme, dan krisis ekonomi yang parah. Spiritualitas Hendrikus Leven tidak hanya menjadi kekuatan internal bagi dirinya, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan model yang nyata bagi kehidupan misioner, baik bagi para anggota SVD maupun kongregasi yang didirikannya, dalam melanjutkan misi pelayanan dan mewujudkan Kerajaan Allah di dunia. Spiritualitas Hendrikus Leven memberikan kontribusi signifikan terhadap kehidupan misioner dengan memprioritaskan pemberdayaan umat lokal, pengembangan kepemimpinan, dan pendekatan yang adaptif terhadap konteks misi, yang semuanya berakar pada keyakinan mendalam dan visi transformatif. 

KEHIDUPAN YANG BERAKAR PADA IMAN DAN PELAYANAN

Yosefina Elsawati Ume Betan, Natalia Tewo Huler, Nelci Halla
Abstract: Tujuan dari peziarahan setiap manusia adalah beristirahat dalam Allah, sehinga tidak ada satupun kekayaan material di dunia ini yang sanggup memberikan kepuasan yang abadi kepada manusia selain Allah sendiri. Kehidupan manusia… anusia seringkali dihadapkan pada tantangan materialistis yang berisiko mengaburkan keberadaan yang lebih dalam. Kehidupan ini dipahami bukan sebagai pemenuhan kewajiban eksternal semata, melainkan sebagai manifestasi cinta yang tulus dan sukarela. Penelitian ini mengkaji konsep kehidupan yang berakar pada iman yang teguh dan pelayanan yang nyata. Iman disini menuntut ekspresi konkret dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana ditegaskan dalam prinsip “Iman tanpa perbuatan pada hakikatnya mati”. Aspek pelayanan menjadi bukti nyata dari iman yang hidup, dimana setiap individu didorong oleh kasih untuk menolong sesama yang membutuhkan. Kehidupan yang berakar pada iman dan pelayanan adalah kehidupan yang terintegrasi dimana iman dan pelayanan saling menguatkan. Fondasi iman yang kuat memungkinkan individu yang tetap teguh menghadapi tantangan hidup sementara semangat pelayanan mengubah keyakinan menjadi dampak sosial yang nyata, menjadikan individu sebagai agen transformasi yang membawa nilai-nilai positif ke dalam masyarakat.

INTEGRASI SPRITUALITAS HENDRICUS LEVEN DAN DIMENSI SPRITUALITAS KEHIDUPAN

Odilia Aprilda Paun, Gibran Anand Perkasa, Nelcy Hella
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi visi spiritualitas Mgr. Henricus Leven, SVD (1883–1953), Vikaris Apostolik Kepulauan Sunda Kecil sekaligus pendiri Kongregasi Pengikut Yesus (CIJ), dengan model spiritualitas… ritualitas terintegrasi kontemporer. Spiritualitas modern dipahami sebagai pencarian makna, tujuan, dan koneksi transenden yang mengintegrasikan dimensi psikologis, sosial, dan eksistensial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif historis-hermeneutik dengan analisis dokumen dan kajian literatur. Data diperoleh dari arsip gereja, biografi, serta literatur akademik tentang spiritualitas terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep integrasi berlandaskan nilai integritas, dengan tujuan menciptakan persatuan dan kesejahteraan. Spiritualitas, menurut para ahli, merupakan pengalaman hidup yang menghubungkan iman, nilai, dan praksis sehari-hari. Dalam konteks historis, Henricus Leven mewujudkan spiritualitas terintegrasi melalui kepemimpinan berakar pada iman, pelayanan tanpa pamrih, keberanian menghadapi penderitaan, serta pembinaan komunitas religius pribumi. Nilai-nilai spiritualitas Leven relevan dengan kerangka spiritualitas modern yang holistik dan inklusif.  

REFELEKSI SPIRITUALITAS DALAM HIDUP HENDRIKUS LEVEN DAN MAKNA SALIB SPIRITUALITAS

Paskalianus Suku Bahon, Maria Revliana Marjen
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis refleksi spiritualitas dalam hidup Hendrikus Leven dengan fokus pada pemaknaan salib dan relevansinya terhadap kehidupan rohani sehari-hari. Pendekatan kualitatif digunakan untuk… uk menggali pengalaman spiritual dan interpretasi personal Hendrikus mengenai salib sebagai simbol pengorbanan, harapan, dan transformasi hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna salib dalam hidup Hendrikus tidak hanya dipahami sebagai simbol religius, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang menuntunnya dalam menghadapi penderitaan, membangun relasi dengan Tuhan, serta menghayati panggilan pelayanan. Penelitian ini menegaskan pentingnya spiritualitas salib dalam membentuk karakter Kristiani yang autentik, tangguh, dan penuh pengharapan. Lebih jauh, penelitian ini menemukan bahwa penghayatan spiritualitas salib mendorong Hendrikus untuk mengembangkan sikap kerendahan hati, kepekaan terhadap sesama, serta keteguhan hati dalam menjalani pergumulan batin maupun tantangan hidup. Spiritualitas salib baginya menjadi sumber kekuatan moral dan motivasi untuk terus memperbarui diri dalam terang kasih Kristus. Temuan ini menegaskan bahwa spiritualitas salib memiliki peran penting dalam membentuk karakter Kristiani yang autentik, tangguh, penuh pengharapan, serta mampu memaknai penderitaan bukan sebagai beban, tetapi sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam kasih dan pelayanan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemahaman teologis tentang peran salib dalam proses pendewasaan iman dan pembentukan spiritualitas personal.

ANALISIS KOMPARATIF MODEL PEMBELAJARAN ASYIK DAN ATIK DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF PADA ANAK USIA DINI

Anisya Fitriasari, Indri Ristiani, Mega Endang Sari, Faridatul Ula, Sri Watini
Abstract: Penelitian ini menganalisis implementasi Model Pembelajaran ASYIK (Aman, Senang, Yakin, Inovatif, Kreatif) dan Model ATIK (Amati, Tiru, Kerjakan) dalam meningkatkan partisipasi aktif anak usia dini melalui pendekatan kualitatif… litatif studi literatur. Temuan kajian menunjukkan bahwa Model ASYIK berperan strategis dalam menstimulasi dimensi afektif melalui penciptaan ekosistem belajar yang kondusif, di mana penggunaan instrumen reward dan yel-yel secara efektif memitigasi kecemasan instruksional serta meningkatkan kepercayaan diri anak. Sementara itu, Model ATIK menyediakan kerangka kerja metodologis sistematis yang mengakomodasi kebutuhan eksplorasi sensorik dan motorik anak melalui tahapan belajar berbasis pengalaman (experiential learning). Sinergi antara aspek emosional pada model ASYIK dan struktur kognitif pada model ATIK menghasilkan paradigma pembelajaran holistik yang tidak hanya meningkatkan keterlibatan kinestetik dan literasi numerasi, tetapi juga memperkuat kesiapan mental (school readiness) anak dalam menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya. Secara teoretis, integrasi kedua model inovatif ini menegaskan pentingnya reposisi peran pendidik sebagai desainer pengalaman yang mampu menyelaraskan stimulasi pedagogis dengan karakteristik perkembangan alamiah anak pada masa golden age.

MENUMBUHKAN JIWA PANCASILA DI KALANGAN ANAK MUDA BANGSA MELALUI NILAI – NILAI ADAT DAN TRADISI LOKAL

Ursula Lodang Soge, Georinia Wasi Wekin
Abstract: Artikel ini mengkaji secara komprehensif upaya menumbuhkan jiwa Pancasila di kalangan anak muda bangsa melalui pemanfaatan nilai-nilai adat dan tradisi lokal sebagai fondasi pendidikan karakter. Dalam konteks modern, generasi… erasi muda Indonesia menghadapi perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang berlangsung sangat cepat, sehingga nilai-nilai kebangsaan kerap mengalami pergeseran makna maupun pengurangan relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menuntut adanya strategi pembinaan karakter yang tidak hanya teoritis, tetapi juga memiliki kedekatan emosional, historis, dan kultural dengan kehidupan anak muda. Adat dan tradisi lokal yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara mengandung berbagai nilai luhur seperti kebersamaan, gotong royong, musyawarah untuk mufakat, penghormatan terhadap sesama, solidaritas, kearifan spiritual, serta penghormatan terhadap alam dan leluhur. Nilai-nilai tersebut selaras dengan prinsip-prinsip Pancasila dan dapat menjadi sarana efektif dalam memperkuat pemahaman generasi muda terhadap identitas nasional. Melalui pendekatan kultural, pendidikan berbasis kearifan lokal dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas adat, dan organisasi kepemudaan. Proses internalisasi nilai dilakukan melalui pengenalan tradisi lokal, partisipasi aktif dalam kegiatan budaya, integrasi materi kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan, serta pembentukan ruang dialog yang memungkinkan anak muda memahami relevansi adat terhadap nilai-nilai Pancasila. Artikel ini menegaskan bahwa pelestarian adat dan tradisi bukan sekadar menjaga warisan budaya, tetapi juga merupakan strategi transformasi karakter yang mampu mendorong anak muda agar berperilaku sesuai dengan nilai Pancasila secara sadar dan konsisten. Dengan menghubungkan nilai Pancasila dengan realitas budaya yang dekat dengan kehidupan mereka, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan karakter nasionalisme, toleransi, dan tanggung jawab sosial di tengah tantangan global. Penelitian ini berkesimpulan bahwa penguatan jiwa Pancasila melalui adat dan tradisi lokal merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter, berakar pada budaya bangsa, serta mampu menghadapi dinamika zaman tanpa kehilangan identitas keindonesiaannya.

PENGARUH POSITIF DAN NEGATIF MEDIA SOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL, PSIKOLOGIS, DAN PERILAKU REMAJA YANG TIDAK TERBIASA DENGAN TEKNOLOGI SOSIAL MEDIA

Nathasya Manafe, Ongki Bani, Novantri Kelendonu, Relis Roku Wag, Okma Feoh, Yenry Anastasia Pelondou
Abstract: Dampak positif dan negatif dari media sosial terhadap perkembangan sosial, psikologis, dan perilaku remaja yang belum terbiasa dengan teknologi media sosial. Di era digital ini, cara berinteraksi sosial telah berubah, terutama… rutama bagi remaja yang dibesarkan di tengah kemajuan teknologi yang cepat. Namun, tidak semua remaja beradaptasi dengan cara yang sama terhadap teknologi ini. Remaja yang masih asing dengan media sosial mungkin mengalami tantangan tersendiri saat menjelajahi dunia digital. Di sisi positif, media sosial dapat berfungsi sebagai alat untuk memperluas jaringan sosial, mendorong pembelajaran, dan membantu dalam pengembangan jati diri. Mereka dapat menemukan komunitas yang memiliki minat serupa, bertukar informasi, dan mengekspresikan kreativitas mereka. Namun, ada juga sisi negatif yang signifikan. Terpapar konten yang tidak pantas, mengalami cyberbullying, membandingkan diri secara sosial yang merugikan, dan risiko kecanduan bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan perilaku remaja. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap sekelompok remaja yang diidentifikasi kurang akrab dengan media sosial. Temuan studi ini menunjukkan bahwa remaja dalam kelompok ini lebih rentan terhadap dampak negatif dari media sosial, seperti kecemasan sosial dan penurunan rasa percaya diri, disebabkan oleh kurangnya keterampilan digital dan strategi menghadapinya yang efektif. Di sisi lain, beberapa remaja berhasil memanfaatkan media sosial secara positif untuk keperluan pendidikan atau pengembangan keterampilan, meskipun dengan pengawasan yang lebih ketat. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan literasi digital yang menyeluruh dan dukungan psikososial bagi remaja, terutama bagi mereka yang kurang familiar dengan teknologi, untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko dari penggunaan media sosial.