Search Articles & Publications

Showing 616 articles found for "Menghadapi"

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA BALATE JAYA KECAMATAN PAGUYAMAN

Jihan Aprilia Dai, Ismet Sulila, Romy Tantu
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi kebijakan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Balate Jaya Kecamatan Paguyaman. Fokus penelitian ini adalah implementasi kebijakan Program Keluarga… luarga Harapan (PKH) yang ditinjau dari aspek komunikasi, sumber daya, disposisi (sikap pelaksana), dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan aparat desa, pendamping sosial PKH, dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang didukung dengan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Balate Jaya secara umum telah berjalan cukup baik, namun belum sepenuhnya optimal. Pada aspek komunikasi, penyampaian informasi telah dilakukan melalui pertemuan kelompok dan media komunikasi digital, meskipun masih terdapat kendala keterjangkauan informasi bagi sebagian KPM. Pada aspek sumber daya, pelaksanaan program masih menghadapi keterbatasan jumlah pendamping sehingga memengaruhi intensitas pendampingan. Sementara itu, aspek disposisi menunjukkan sikap pelaksana yang responsif, ramah, dan bertanggung jawab dalam mendampingi KPM. Adapun pada aspek struktur birokrasi, pelaksanaan program telah didukung oleh pembagian tugas yang jelas, penerapan prosedur kerja, serta koordinasi yang cukup baik antar pelaksana. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Program Keluarga Harapan di Desa Balate Jaya telah memberikan kontribusi positif dalam membantu pemenuhan kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. Optimalisasi implementasi program perlu dilakukan melalui penguatan komunikasi yang lebih adaptif, peningkatan kapasitas sumber daya pelaksana, serta penguatan koordinasi antar pelaksana agar program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) (Studi Pada Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial di RSUD Banggai Laut)

Nurnaningsi
Abstract: NURNANINGSI. 241422017. 2026. “KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PROGRAM JKN (Studi Pada Peserta BPJS Kesehatan di Rsud Banggai Laut)”. Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo dengan… ngan Pembimbing I Dr. Rusli Isa, M.Si.. dan Pembimbing II Dr. Alexander Badjuka, S.Si.,M.AP. Tujuan dari penelitian ini menganalisis kualitas pelayanan publik dalam pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta BPJS Kesehatan di RSUD Banggai Laut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari peserta BPJS Kesehatan, tenaga kesehatan, petugas administrasi, serta pihak manajemen rumah sakit yang terlibat dalam pelayanan Program JKN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik bagi peserta BPJS Kesehatan di RSUD Banggai Laut secara umum telah berjalan cukup baik. Hal ini ditinjau berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan menurut Parasuraman, yaitu bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Dimensi bukti fisik menunjukkan tersedianya fasilitas pelayanan yang cukup memadai, meskipun masih terdapat beberapa sarana yang perlu ditingkatkan. Dimensi keandalan terlihat dari kemampuan petugas dalam memberikan pelayanan sesuai prosedur yang berlaku. Pada dimensi daya tanggap, petugas telah berupaya memberikan pelayanan secara cepat dan responsif terhadap kebutuhan pasien. Dimensi jaminan tercermin dari kompetensi dan sikap profesional petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan. Sementara itu, dimensi empati terlihat melalui perhatian dan kepedulian petugas terhadap kondisi pasien. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti waktu tunggu pelayanan yang relatif lama pada jam-jam tertentu dan keterbatasan sumber daya manusia dalam menghadapi tingginya jumlah pasien. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan publik dalam Program JKN bagi peserta BPJS Kesehatan di RSUD Banggai Laut telah terlaksana dengan cukup baik, namun masih memerlukan perbaikan pada aspek kecepatan pelayanan, ketersediaan fasilitas pendukung, dan peningkatan jumlah tenaga kesehatan guna meningkatkan kepuasan peserta BPJS Kesehatan.

PENERAPAN TEKNOLOGI AI DALAM MENINGKATKAN MAHARAH ISTIMA’ BAHASA ARAB DI ERA DIGITAL

Dinda Januarlita, Eko Yarno Saputro
Abstract: Kemampuan menyimak (maharah istima’) merupakan salah satu keterampilan dasar yang paling krusial sekaligus paling sulit dikuasai dalam pembelajaran bahasa Arab, terutama di konteks perguruan tinggi Islam di Indonesia. Mahasiswa… Mahasiswa kerap menghadapi hambatan berupa minimnya paparan audio autentik, terbatasnya umpan balik yang segera, dan kurangnya media pembelajaran yang adaptif. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat diimplementasikan secara efektif untuk meningkatkan kemampuan istima’ mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab STAI Nurul Falah Air Molek. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan delapan mahasiswa dan dua dosen, serta analisis dokumen pembelajaran selama satu semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi platform AI berbasis pengenalan suara otomatis (Automatic Speech Recognition/ASR), seperti Google Speech API, Forvo, dan aplikasi Duolingo Arabic, secara signifikan meningkatkan intensitas dan kualitas latihan menyimak mahasiswa. Mahasiswa melaporkan peningkatan pemahaman kosakata kontekstual sebesar 40–60%, dan kepercayaan diri dalam menyimak teks Arab autentik meningkat secara terukur. Temuan ini menegaskan bahwa AI bukan sekadar alat bantu, melainkan dapat berperan sebagai mitra belajar adaptif yang mampu menjawab kelemahan metode konvensional dalam pengajaran maharah istima’.

AKUNTABILITAS BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA UMKM: PELUANG DAN TANTANGAN

Nasution, Juni Erpida, Widiyan, Tika, Arumsari, Tania
Abstract: Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mendorong transformasi digital dalam berbagai sektor, termasuk pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi… si akuntabilitas berbasis Artificial Intelligence pada UMKM di Kota Makassar serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas pemilik dan pengelola UMKM yang telah memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas usahanya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI melalui aplikasi pembukuan digital, chatbot, analisis data penjualan, dan sistem pemasaran digital mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kualitas pengelolaan informasi usaha. Penggunaan AI juga membantu pelaku UMKM dalam memperkuat sistem pencatatan transaksi dan pelaporan keuangan sehingga mendukung peningkatan akuntabilitas usaha. Namun demikian, implementasi AI masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan sumber daya manusia, biaya teknologi, serta risiko keamanan dan privasi data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Artificial Intelligence memiliki potensi besar dalam mendukung akuntabilitas UMKM, tetapi keberhasilannya memerlukan peningkatan kapasitas digital, dukungan infrastruktur, dan tata kelola teknologi yang memadai.

TRANSFORMASI KOMPETENSI SDM PADA ERA SOCIETY 5.0: TINJAUAN LITERATUR

Sabilillah, Aegiza Al, Alrasyid, Harun, Anggraeni, Reski
Abstract: Era Society 5.0 menghadirkan perubahan fundamental dalam dunia kerja melalui integrasi teknologi digital, kecerdasan buatan, dan pendekatan yang berpusat pada manusia. Perubahan tersebut mendorong organisasi untuk melakukan… kan transformasi kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan lingkungan kerja yang semakin dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi kompetensi SDM yang dibutuhkan pada era Society 5.0 melalui pendekatan library research. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa artikel ilmiah, buku, prosiding, dan publikasi akademik yang relevan dengan tema pengembangan SDM, transformasi digital, dan Society 5.0. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis berbagai temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi kompetensi SDM pada era Society 5.0 berfokus pada empat kompetensi utama, yaitu kompetensi digital, soft skills, kompetensi adaptif, dan kompetensi humanis. Kompetensi digital meliputi literasi teknologi, data, dan kecerdasan buatan, sedangkan soft skills mencakup kemampuan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan kepemimpinan. Kompetensi adaptif diwujudkan melalui kemampuan belajar sepanjang hayat dan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan, sementara kompetensi humanis menekankan etika, empati, integritas, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan organisasi dalam menghadapi era Society 5.0 sangat ditentukan oleh kemampuan mengintegrasikan kompetensi teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan dalam pengembangan SDM.

POLA ASUH, KETERLIBATAN ORANG TUA, DAN SPIRITUALITAS TERHADAP RESILIENSI AKADEMIK SANTRI DI PONDOK PESANTREN

Novita Maulidya Jalal
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pola asuh, keterlibatan orang tua, dan spiritualitas dalam membentuk resiliensi akademik santri di pondok pesantren. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research)… esearch) dengan analisis isi dan analisis tematik terhadap berbagai artikel ilmiah relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa resiliensi akademik santri merupakan konstruk multidimensional yang dipengaruhi oleh interaksi keluarga secara sistemik. Pola asuh, khususnya tipe otoritatif, berperan dalam membentuk regulasi emosi, kemandirian, dan motivasi belajar santri. Keterlibatan orang tua melalui komunikasi intensif, dukungan emosional, informasional, dan instrumental berfungsi sebagai faktor protektif yang meningkatkan rasa aman psikologis, motivasi intrinsik, serta kemampuan adaptasi terhadap tekanan akademik. Selain itu, spiritualitas keluarga yang diinternalisasi melalui nilai-nilai religius seperti sabar, tawakal, dan ikhlas berperan sebagai mekanisme coping adaptif yang membantu santri memaknai tekanan akademik secara positif. Ketiga variabel tersebut saling berinteraksi dan membentuk ketahanan psikologis yang lebih kuat dalam menghadapi tuntutan kehidupan pesantren. Kesimpulannya, resiliensi akademik santri tidak hanya ditentukan oleh faktor individual, tetapi merupakan hasil konstruksi ekologis yang melibatkan kualitas pengasuhan, keterlibatan orang tua, dan spiritualitas keluarga secara simultan.  

TANTANGAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA MI DI ERA DIGITAL

Muthmainnah, Fitria, Jihan Khairum Nisa, Siti Masyitoh
Abstract: Studi ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi guru dalam membentuk karakter siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di era digital saat ini. Ini juga bertujuan untuk menemukan cara-cara yang bisa digunakan untuk mengatasi… ngatasi perubahan yang dibawa oleh teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian perpustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Informasi ini dikumpulkan dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, makalah ilmiah, dan referensi penting lainnya yang berhubungan dengan pendidikan karakter dan perkembangan teknologi digital dalam pendidikan. Metode pengumpulan data melibatkan pemeriksaan berbagai dokumen. Ini dilakukan dengan membaca, memahami, dan menganalisis berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan besar bagi para guru dalam membimbing karakter siswa MI. Tantangan-tantangan ini meliputi penggunaan gadget yang berlebihan, kurangnya perhatian siswa terhadap belajar, sedikitnya interaksi sosial secara langsung, dampak buruk dari media sosial, dan kurangnya bimbingan dari orang tua tentang bagaimana anak-anak menggunakan teknologi digital. Selain itu, kemajuan teknologi mempengaruhi bagaimana sikap siswa dan karakter mereka. Ini termasuk masalah seperti kurangnya disiplin, menggunakan bahasa yang tidak baik, dan kecenderungan untuk meniru perilaku negatif yang terlihat di internet dan media sosial. Ketika menghadapi tantangan ini, guru sangat penting karena mereka mendidik, membimbing, menjadi panutan, dan mengawasi untuk membantu siswa menggunakan teknologi dengan bijak. Guru dapat menggunakan beberapa cara, seperti memanfaatkan alat belajar digital, mengajarkan nilai-nilai karakter dengan memberikan contoh, membiasakan siswa dengan kebiasaan baik, mengamati cara siswa menggunakan perangkat mereka, dan bekerja sama dengan orang tua untuk memantau penggunaan teknologi oleh siswa. Jadi, mengajarkan karakter di era digital saat ini harus dilakukan secara rutin, agar siswa dapat memanfaatkan teknologi dengan cara yang baik sambil tetap menjaga nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari mereka.

ANALISIS KESESUAIAN KURIKULUM MERDEKA DENGAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK DI ERA DIGITAL PADA SEKOLAH DASAR : STUDI LITERATUR

Kristin Angel Br Barus, Rustina Hutabarat, Efegea Br Meliala, Nabilla Tasya Br Sembiring, Agum Budianto
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian Kurikulum Merdeka dengan kebutuhan peserta didik di era digital pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai… i sumber ilmiah berupa jurnal, buku, serta dokumen yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan cara membandingkan, mengkaji, dan mensintesis berbagai temuan penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka secara konseptual telah sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital karena menekankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, fleksibilitas dalam pembelajaran, serta pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital. Selain itu, penerapan digitalisasi dalam pembelajaran seperti e-learning, ujian berbasis daring, perpustakaan digital, serta sistem manajemen berbasis teknologi turut mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Namun demikian, implementasi Kurikulum Merdeka masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana prasarana, kemampuan literasi digital peserta didik yang beragam, serta keterbatasan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kompetensi guru, penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai, serta dukungan dari berbagai pihak untuk mengoptimalkan penerapan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMASYARAKATAN DALAM PEMENUHAN HAK PELAYANAN KESEHATAN WARGA BINAAN DENGAN HIV DI LAPAS NARKOTIKA KELAS IIA JAKARTA

Devy Elzanila Rahmah Dhany, Rahmawati, Rahmawati
Abstract: Pelaksanaan kebijakan pemasyarakatan dalam pemenuhan hak pelayanan kesehatan warga binaan dengan HIV/AIDS masih menghadapi persoalan mendasar yang bersifat menyeluruh. Meskipun Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan… emasyarakatan secara tegas mengamanatkan bahwa setiap warga binaan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara dengan standar nasional, realitas di lapangan menunjukkan bahwa keterbatasan tenaga medis, lemahnya sosialisasi regulasi kepada pelaksana di level operasional, prosedur birokrasi yang belum sepenuhnya disesuaikan dengan regulasi terbaru, serta melemahnya jejaring pendampingan dari lembaga swadaya masyarakat menjadi hambatan nyata dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pemasyarakatan dalam pemenuhan hak pelayanan kesehatan warga binaan dengan HIV/AIDS di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edwards III. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap 13 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi telah berjalan, namun belum optimal, dengan dimensi disposisi menjadi kekuatan utama, sementara keterbatasan tenaga medis dan kesenjangan sosialisasi regulasi menjadi hambatan paling kritis. Melalui empat dimensi Edwards III, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, penelitian ini mengidentifikasi celah sekaligus kekuatan dalam pelaksanaan kebijakan agar warga binaan dengan HIV/AIDS dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang manusiawi dan bermartabat. Kata Kunci: Pelayanan Kesehatan, HIV/AIDS, Implementasi Kebijakan, Pemasyarakatan. The implementation of correctional policy faces ongoing systemic obstacles in fulfilling the health service rights of inmates with HIV/AIDS. Despite Law Number 22 of 2022 on Corrections mandating equivalent health services for inmates, practical challenges persist, including a shortage of medical personnel, inadequate dissemination of regulations, misaligned bureaucratic procedures, and limited support from non-governmental organizations. This study argues that these barriers significantly hinder the realization of humane and dignified health services for inmates with HIV/AIDS. Using George C. Edwards III's policy implementation model, the study examines these issues at the Class IIA Narcotics Correctional Institution in Jakarta. Employing a descriptive qualitative approach, it draws on in-depth interviews, field observations, and document analysis with 13 informants. Findings indicate that while policy implementation is underway, it is not yet fully optimal; disposition emerges as a strength, but medical resource limitations and weak regulatory communication remain significant barriers. Through Edwards III’s four dimensions—communication, resources, disposition, and bureaucratic structure—the study identifies gaps and strengths to guide more effective health service delivery for inmates with HIV/AIDS. Keywords: Health service, HIV/AIDS, Policy Implementation, Prisoner

TRANSFORMASI PEMBELAJARAN DI ERA KURIKULUM MERDEKA: STUDI LITERATUR TENTANG STRATEGI DAN IMPLEMENTASINYA

Nurmia Auvannissa, Vaelyn Celsi Rentauli Gultom, Gresia Romei Simatupang, Mayshe Rema Br Milala
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pembelajaran di era Kurikulum Merdeka dengan fokus pada strategi pembelajaran dan implementasinya dalam praktik pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif… ualitatif dengan metode studi literatur melalui pengumpulan, seleksi, dan analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, teori, serta temuan penelitian yang berkaitan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran, khususnya pergeseran dari pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Strategi utama yang diterapkan meliputi pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran berbasis proyek yang mampu meningkatkan keterlibatan, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik. Selain itu, penggunaan asesmen formatif dan integrasi teknologi turut mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kesiapan guru, keterbatasan sarana dan prasarana, serta perbedaan kondisi antar sekolah. Secara keseluruhan, transformasi pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka menunjukkan potensi positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan, meskipun memerlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak agar dapat berjalan secara optimal.