Abstract:Abstract: Advancements in digital technology have significantly transformed communication and learning. Traditional learning methods have limitations in providing a fast and interactive learning environment, necessitating…
g accessible technology that enhances student and teacher engagement while ensuring convenience. WhatsApp has emerged as a widely used solution due to its accessibility, privacy features, and cross-platform compatibility, offering users a sense of convenience. This study examines the role of Perceived Convenience in the acceptance and use of WhatsApp in secondary education in Medan City using the UTAUT2 Model. A survey was conducted with 439 respondents from 8 secondary schools in Medan and analyzed using SEM-PLS with SmartPLS-4. The results indicate that social influence, hedonic motivation, habit, and perceived convenience positively impact the intention to use WhatsApp. Additionally, facilitating conditions, perceived convenience, and intention to use significantly influence actual usage behavior. However, performance expectancy, effort expectancy, and price value do not affect either intention or behavior in using WhatsApp. Moderating variables such as age, gender, and experience partially moderate the relationships between independent factors and WhatsApp usage intention and behavior. This study contributes by incorporating Perceived Convenience into the UTAUT2 Model and affirming its role in educational technology adoption.
Keywords: perceived convenience; secondary education; UTAUT2; whatsapp
Abstrak: Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam komunikasi dan pembelajaran. Metode pembelajaran tradisional memiliki keterbatasan dalam menyediakan lingkungan belajar yang cepat dan interaktif, sehingga diperlukan teknologi yang mudah diakses, meningkatkan keterlibatan siswa dan guru, serta nyaman digunakan. WhatsApp menjadi salah satu solusi dan banyak digunakan karena mudah diakses, privasi yang ditawarkan, serta kompatibilitas lintas platform sehingga memberikan kenyamanan yang dapat dirasakan pengguna ketika menggunakannya. Oleh karena itu, Penelitian ini menguji peran Persepsi Kenyamanan terhadap penerimaan dan penggunaan WhatsApp dalam pendidikan menengah di Kota Medan menggunakan Model UTAUT2. Survei dilakukan pada 439 responden dari 8 sekolah menengah di kota Medan, dan dianalisis dengan SEM-PLS menggunakan SmartPLS-4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social influence, hedonic motivation, habit, dan perceived convenience berpengaruh positif signifikan terhadap behavioral intention. Sementara itu, facilitating conditions, perceived convenience, dan behavioral intention berdampak positif pada use behavior. Namun, performance expectancy, effort expectancy, dan price value tidak berpengaruh terhadap niat maupun perilaku penggunaan WhatsApp. Variabel moderasi usia, jenis kelamin, dan pengalaman memoderasi sebagian hubungan antara faktor bebas terhadap niat dan perilaku penggunaan WhatsApp. Penelitian ini berkontribusi dengan menambahkan variabel persepsi kenyamanan (perceived convenience) ke dalam Model UTAUT2 dan menegaskan perannya dalam adopsi teknologi pendidikan.
Kata kunci: pendidikan menengah; persepsi kenyamanan; UTAUT2; whatsapp
Abstract:Abstract: Hypertension is one of the chronic diseases that can increase the risk of cardiovascular disease. A healthy diet is an important factor in managing hypertension, but many patients struggle to choose foods that…
are suitable for their condition. Therefore, a decision support system is needed to help patients determine healthy food choices objectively and systematically. This research aims to apply the ELECTRE (Elimination Et Choix Traduisant La Réalité) method in determining healthy foods for hypertension patients. This method is used because it can handle various criteria simultaneously and provide recommendations based on a mathematical approach. Data were obtained from Serozha Clinic through interviews, observations, and literature reviews on the nutritional content of food. The research results show that the ELECTRE method is capable of providing healthy food recommendations with an accuracy level of 90%, higher than the manual technique which only reaches 70%. In addition, the time required in the decision-making process has significantly decreased. Patients also showed a higher level of satisfaction with the proposed system. In conclusion, the ELECTRE method has proven effective in helping hypertension patients choose foods that meet their nutritional needs, and can thus be used as a reference in the development of decision support systems in the health sector.
Keywords: electre method; healthy food; health management; hypertension.
Abstrak: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Pola makan yang sehat menjadi faktor penting dalam pengelolaan hipertensi, namun banyak pasien kesulitan dalam memilih makanan yang sesuai dengan kondisi mereka. Oleh karena itu, diperlukan sistem pendukung keputusan yang dapat membantu pasien dalam menentukan pilihan makanan sehat secara objektif dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode ELECTRE (Elimination Et Choix Traduisant La Realite) dalam menentukan makanan sehat bagi penderita hipertensi. Metode ini digunakan karena mampu menangani berbagai kriteria secara simultan dan memberikan rekomendasi berdasarkan pendekatan matematis. Data diperoleh dari Klinik Serozha melalui wawancara, observasi, serta tinjauan literatur mengenai kandungan gizi makanan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ELECTRE mampu memberikan rekomendasi makanan sehat dengan tingkat akurasi 90%, lebih tinggi dibandingkan teknik manual yang hanya mencapai 70%. Selain itu, waktu yang dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan berkurang secara signifikan. Pasien juga menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi terhadap sistem yang diusulkan.Kesimpulannya, metode ELECTRE terbukti efektif dalam membantu penderita hipertensi memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi mereka, sehingga dapat digunakan sebagai referensi dalam pengembangan sistem pendukung keputusan di bidang kesehatan.
Kata kunci: hipertensi; makanan sehat; metode electre; pengelolaan kesehatan.
Abstract:Abstract: This research aims to optimize the provision of incentives to employees (sales team) in a company using a multi-criteria approach. Many companies face challenges in determining criteria and mechanisms for providing…
ding incentives that are effective and fair to improve work performance and motivation. The multi-criteria approach used is Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) which can assess various aspects of employee performance comprehensively and objectively. Factors considered include productivity, quality of work, attendance, innovation and overall turnover. The research results show that the multi-criteria approach provides a more comprehensive and accurate assessment, so that companies can develop a more transparent and effective incentive system. Implementation of this approach is expected to increase employee motivation and productivity, help companies achieve their business goals more efficiently, and provide long-term benefits in the form of increased employee loyalty and competitiveness in the field.
Keywords: optimization; incentives; multi criteria; maut method
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemberian insentif kepada karyawan (tim sales) di sebuah perusahaan dengan menggunakan pendekatan multikriteria. Banyak perusahaan menghadapi tantangan dalam menentukan kriteria dan mekanisme pemberian insentif yang efektif dan adil untuk meningkatkan kinerja dan motivasi kerja. Pendekatan multikriteria yang digunakan adalah Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) dapat mengevaluasi berbagai aspek kinerja karyawan secara menyeluruh dan objektif. Faktor-faktor yang dipertimbangkan meliputi produktivitas, kualitas kerja, kehadiran, inovasi dan omset keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan multikriteria memberikan penilaian yang lebih komprehensif dan akurat, sehingga perusahaan dapat mengembangkan sistem insentif yang lebih transparan dan efektif. Implementasi pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan, membantu perusahaan mencapai tujuan bisnisnya dengan lebih efisien, serta memberikan manfaat jangka panjang berupa peningkatan loyalitas karyawan dan daya saing di lapangan.
Kata kunci: optimalisasi; insentif; multi kriteria; metode maut
Abstract:Abstract: Good pronunciation plays a crucial role in enhancing students' confidence, encouraging active participation in learning, and preparing them for academic and professional opportunities, such as English-language…
interviews. Poor pronunciation during scholarship or job interviews can hinder the interviewer's understanding, thereby reducing the chances of acceptance. This study aims to improve students' pronunciation fluency and develop a learning medium based on Automatic Speech Recognition (ASR) technology. The method employed involves the development of Progressive Web Apps (PWA) integrated with ASR technology from the app.lumi.education platform, supported by manual labeling for pronunciation validation. The research was conducted at LKP Vijaya Learning Centre, Tanjungbalai City. The results demonstrate that ASR-based media significantly enhances students' pronunciation accuracy and confidence. Thus, the integration of ASR technology into PWA effectively supports innovative and efficient pronunciation learning.
Keywords: automatic speech recognition; language learning; pronunciation; web-based application.
Abstrak: Pengucapan yang baik berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa, mendorong partisipasi aktif dalam pembelajaran, dan mempersiapkan mereka menghadapi peluang akademik maupun profesional, seperti wawancara berbahasa Inggris. saat menghadapi wawancara beasiswa atau pekerjaan berbahasa Inggris, pengucapan yang buruk dapat mengurangi pemahaman pewawancara, sehingga mengurangi peluang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran pengucapan siswa dan mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi Automatic Speech Recognition (ASR). Metode yang digunakan adalah pengembangan Progressive Web Apps (PWA) yang terintegrasi dengan ASR dari aplikasi app.lumi.education, didukung oleh pelabelan manual untuk validasi pengucapan. Penelitian dilakukan di LKP Vijaya Learning Centre, Kota Tanjungbalai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media berbasis ASR secara signifikan meningkatkan akurasi pengucapan dan kepercayaan diri siswa. Dengan demikian, integrasi teknologi ASR dalam PWA terbukti mendukung pembelajaran pengucapan secara inovatif dan efisien.
Kata kunci: aplikasi berbasis web; pengenalan suara otomatis; pembelajaran bahasa; pengucapan
Abstract:Abstract: West Sumba Regency has many traditional villages, local dances and bu-daya festivals that can be seen as cultural tourist attractions. This is indicated by the increasing number of people visiting cultural tourist…
ist attractions in West Sumba. However, there are still few promotional and information services available for tourists related to cultural tourism to visit, such as location information, events and access to cultural tourism spots in West Sumba. Therefore, the purpose of this research is to create a mobile phone-based application that can promote bu-culture tourism in West Sumba Regency. The specific objective is to create a platform that makes it easy for tourists to explore and understand the cultural richness and cultural tourism destinations of West Sumba. This research uses a user-centered design (UCD) approach to create a successful mobile application. This application will help tourists get information about cultural tourism destinations in West Sumba. In addition, the app has additional features, such as maps, traditional villages, local dances, cultural festivals, event schedules and travel agents.
Keywords: Cultural Tourism; Design; Mobile Apps; west sumba
Abstrak: Kabupaten Sumba Barat memiliki banyak kampung adat, tarian lokal, dan festival budaya yang dapat dilihat sebagai tempat wisata budaya. Ini ditunjukkan oleh peningkatan jumlah orang yang mengunjungi tempat-tempat wisata budaya di Sumba Barat. Namun, masih sedikit layanan promosi dan informasi yang tersedia bagi para wisatawan terkait wisata budaya yang ingin dikunjungi, seperti informasi lokasi, acara dan akses ke tempat-tempat wisata budaya di Sumba Barat. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat aplikasi berbasis ponsel yang dapat mempromosikan wisata budaya di Kabupaten Sumba Barat. Tujuan khusus adalah untuk membuat sebuah platform yang memudahkan wisatawan untuk mengeksplorasi dan memahami kekayaan budaya dan destinasi wisata budaya Sumba Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain berbasis pengguna (UCD) untuk membuat aplikasi mobile yang berhasil. Aplikasi ini akan membantu wisatawan mendapatkan informasi tentang destinasi wisata budaya di Sumba Barat. Selain itu, aplikasi ini memiliki fitur tambahan, seperti peta, kampung adat, tarian lokal, festival budaya, jadwal acara, dan agen perjalanan wisata.
Kata kunci: aplikasi seluler; desain; sumba barat; wisata budaya
Abstract:Abstract: The PPKS task force at Universitas Amikom Purwokerto has been established and is actively implementing various programs. However, complaints regarding cases of sexual violence are currently managed through WhatsApp,…
sApp, with limited guidance on the complaint procedures. As a result, many students are unaware of the PPKS task force or how to report incidents, creating obstacles for both the task force in identifying cases and for students seeking to file complaints. This study aims to provide students with an effective and accessible way to report incidents of sexual violence on campus. To develop the complaint information system, the Scrum methodology was used, involving team collaboration to easily adapt to changes throughout the development process. The resulting complaint information system for the prevention and handling of sexual violence has been successfully implemented and tested with students at Universitas Amikom Purwokerto. This system enables students to submit complaints seamlessly online. Testing results indicate that the system functions as intended and meets the expected outcomes.
Keywords: information system; PPKS; complaint; student; scrum
Abstrak: Satuan tugas PPKS Universitas Amikom Purwokerto sudah berjalan dan membuat program kerja, namun dalam proses pengaduan kasus kekerasaan seksual saat ini hanya menggunakan whatsapp dan kurangnya penjelasan tentang prosedur pengaduan yang ada. Banyak mahasiswa yang belum mengetahui adanya satgas PPKS di kampus dan cara pengaduan kasus. Hal tersebut menjadi kendala bagi satuan tugas PPKS dalam mengetahui kasus yang ada dan mahasiswa saat ingin melakukan pengaduan kasus. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sarana yang efektif dan mudah diakses bagi mahasiswa untuk melakukan pengaduan kasus apabila mahasiswa mengetahui tentang adanya kekerasaan seksual di lingkungan kampus. Tujuan Penelitian adalah untuk membantu memudahkan mahasiswa dalam melakukan aduan tentang adanya kasus kekerasaan seksual di lingkungan Universitas Amikom Purwokerto. Metode dalam pengembangan sistem adalah metode Scrum. Metode Scrum melibatkan keseluruhan tim yang ada di organisasi. Dengan adanya keterlibatan ini maka mudah dalam mengantisipasi perubahan yang terjadi selama pengembangan sistem. Sistem informasi pengaduan pencegahan dan penanganan tindak kekerasan seksual berhasil di terapkan dan diujikan kepada Mahasiswa Universitas Amikom Purwokerto. Dengan adanya sistem informasi pengaduan ini mahasiswa dapat dengan mudah dalam membuat aduan berbasis sistem. berdasarkan daftar uji yang dilakukan terhadap sistem yang dibuat maka dapat disimpulkan bahwa skenario yang diujikan sesuai dengan hasil yang diharapan.
Kata kunci: sistem informasi; PPKS; pengaduan; mahasiswa; scrum
Abstract:Abstract: This study maps the vulnerability of landslides in Jayapura Regency, Indonesia, using a parameter weighting method within the framework of the Geographic Information System (GIS). The study identified key factors…
rs that contribute to landslide risk, including slope, soil type, rainfall, geology, and land use. The analysis revealed significant areas prone to landslides, with substantial portions classified as moderate to high risk. Comparison with the BNPB Inarisk method shows variations in the percentage of risk areas, highlighting the importance of the double assessment technique. The study underscores the need for an integrated, multidisciplinary approach to landslide risk management, emphasizing accurate data collection, land-use planning, and targeted mitigation strategies. These findings provide valuable insights for policymakers and disaster management agencies to minimize the impact of future landslides and promote sustainable development, especially in light of the 2019 landslide disaster in Sentani.
.
Keywords: landslide; jayapura regency; parameter weighting method; inarisk BNPB methods; disaster mitigation.
Abstrak: Penelitian ini memetakan kerentanan tanah longsor di Kabupaten Jayapura, Indonesia, menggunakan metode pembobotan parameter dalam kerangka Sistem Informasi Geografis (GIS). Studi ini mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi terhadap risiko tanah longsor, termasuk kemiringan, jenis tanah, curah hujan, geologi, dan penggunaan lahan. Analisis mengungkapkan area signifikan yang rentan terhadap tanah longsor, dengan porsi substansial diklasifikasikan sebagai risiko sedang hingga tinggi. Perbandingan dengan metode BNPB Inarisk menunjukkan variasi persentase area risiko, menyoroti pentingnya teknik penilaian ganda. Studi ini menggarisbawahi perlunya pendekatan multidisiplin yang terintegrasi untuk manajemen risiko tanah longsor, menekankan pengumpulan data yang akurat, perencanaan penggunaan lahan, dan strategi mitigasi yang ditargetkan. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan dan lembaga penanggulangan bencana untuk meminimalkan dampak tanah longsor di masa depan dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan, terutama mengingat bencana tanah longsor tahun 2019 di Sentani.
.
Kata kunci: tanah longsor; kabupaten jayapura; metode pembobotan parameter; metode BNPB Inarisk; mitigasi bencana.
Abstract:Abstract: Performance assessment is the process of measuring an organization in achieving predetermined goals. Performance assessment can also be interpreted as periodically determining the operational effectiveness of an…
n organization and its personnel, based on the vision, mission and organizational standards that have been previously established. Performance appraisals are carried out between superiors and subordinates, looking at the employee's work results in the last year. Employee performance assessment at the North Padang Lawas Regency PUPR Service still uses a manual system so that the files are not arranged quickly and employee performance assessment still uses calculations with Microsoft Excel. With this problem, the fuzzy logic method is used. The fuzzy method is used to obtain the best employee performance assessment, with 3 criteria to produce the greatest value selected. This research aims to design an employee performance assessment application using the fuzzy method, to obtain recommendations for promotion. The test results of 8 people had sufficient value and 2 people had low value. For low-ranking employees, they will be given sanctions and reprimands by their superiors, while for employees with sufficient value, their performance must be improved to be even better.
Keywords: fuzzy logic; performance; assessment; employee;
Abstrak: Penilaian kinerja merupakan proses pengukuran organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Penilaian kinerja dapat juga diartikan sebagai penentuan secara periodik efektivitas operasional suatu organisasi, dan personilnya, berdasarkan visi, misi dan standar organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Penilaian kinerja dilakukan antara atasan dengan bawahan, melihat hasil kerja pegawai dalam setahun terakhir. Penilaian kinerja pegawai pada Dinas PUPR Kabupaten Padang Lawas Utara masih menggunakan sistem manual sehingga berkas-berkas file tidak tersusun secara rapid dan penilaian kinerja pegawai masih menggunakanperhitungan dengan microsoft excel.Dengan permasalahah tersebut menggunakan metode fuzzy logic. Metode fuzzy digunakan dalam mendapatkan penilaian kinerja pegawai terbaik, dengan 3 kriteria untuk menghasilkan nilai terbesar yang terpilih. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi penilaian kinerja karyawan dengan metode fuzzy, untuk mendapatkan rekomendasi kenaikan jabatan. Hasil tes dari 8 orang memiliki nilai cukup dan 2 orang memiliki nilai rendah. Bagi pegawai yang memiliki nilai rendah akan diberikan sanksi dan teguran oleh atasannya, sedangkan bagi pegawai yang memiliki nilai cukup, kinerjanya harus ditingkatkan agar lebih baik lagi.
Kata kunci: fuzzy logic; penilaian; kinerja; pegawai
Abstract:Abstract: Data on stunting cases among toddlers in Datuk Bandar Timur sub-district, Tanjung Balai city Not yet processed in a way computerized use digital map , so that the monitoring process in-depth investigation of the…
e distribution and patterns of stunting in a area Not yet presented with Good . This matter Of course impact on cadre Public health center Semula Jadi For monitor number nutrition bad And spread prevalence of stunting in Datuk Bandar Timur sub-district, Tanjung Balai city . For That need development A system internal data management form chart nor map that can be give description spread nutrition bad in the region Mayor. Planning And development system information This done with use method data collection and interview direct to the UPTD Community Health Center Semula Jadi . Objective it was built this webgis can assist in identifying areas that need nutritional intervention, mapping the prevalence of stunting and malnutrition, as well as monitoring nutrition programs and optimizing resource allocation. Results from GIS can plays an important role in supporting efforts to prevent and overcome stunting problems by providing tools effective software for collecting, analyzing and visualizing nutritional data spatially. The use of web GIS can also provide information on stunting locations from UPTD Semula Jadi Health Center data.
Keywords : geographic information system; location mapping system; stunting.
Abstrak: Data kasus stunting pada balita di kecamatan datuk bandar timur kota tanjung balai belum diproses secara terkomputerisasi menggunakan peta digital, sehingga proses pemantauan penyelidikan mendalam tentang sebaran dan pola stunting disuatu daerah belum tersajikan dengan baik. Hal ini tentu berdampak pada kader puskesmas Semula Jadi untuk memantau angka gizi buruk dan penyebaran prevalensi stunting di kecamatan datuk bandar timur kota tanjung balai. untuk itu perlu pembangunan sebuah sistem pengelolaan data dalam bentuk grafik maupun peta yang dapat memberikan gambaran penyebaran gizi buruk diwilayah Datuk Bandar. Perancangan dan pembangunan sistem informasi ini dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan data dan wawancara langsung ke UPTD Puskesmas Semula Jadi. Tujuan dibangunnya webgis ini dapat membantu dalam identifikasi daerah yang membutuhkan intervensi gizi, pemetaan prevalensi stunting dan gizi buruk, serta memantau program-program gizi dan optimalisasi alokasi sumber daya. Hasil dari SIG dapat berperan penting dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan masalah stunting dengan menyediakan alat software yang efektif untuk pengumpulan, analisis, dan visualisasi data gizi secara spasial. Kegunaan webgis juga dapat memberikan informasi mengenai lokasi stunting dari data UPTD Puskesmas Semula Jadi.
Kata kunci: sistem informasi geografis; sistem pemetaan lokasi; stunting
Abstract:Abstract: In the health sector, information technology was initially used for exchanging information between patients and doctors, health services, and exchanging health documents. The aim of applying information technology…
ogy to the health sector is to increase the effectiveness and efficiency of the performance of doctors and clinic staff. This research uses COBIT 2019 as a framework for evaluating information technology governance. Primary data is collected directly from the research subjects through observation and interviews, while secondary data is sourced from other materials, such as documents or websites related to the research subject. This research focuses on Risk Profile and I&T Related Issues, with domains: APO11 – Managed Quality, and APO13 – Managed Security. Through interviews and evaluation, each priority objective was found to be at capability level 2 with ratings of 100% and 86% respectively. There are no significant gaps between the current capability levels; both are at level 2.
Keywords: auditing; COBIT 2019; telemedicine
Abstrak: Di sektor kesehatan, teknologi informasi awalnya digunakan untuk pertukaran informasi antara pasien dan dokter, layanan kesehatan, dan pertukaran dokumen kesehatan. Tujuan penerapan teknologi informasi di sektor kesehatan adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja dokter dan staf klinik. Penelitian ini menggunakan COBIT 2019 sebagai kerangka kerja untuk mengevaluasi tata kelola teknologi informasi. Data primer dikumpulkan langsung dari subjek penelitian dengan melakukan pengamatan dan interaksi langsung, sementara data sekunder diperoleh dari sumber lain. didapatkan dari jurnal atau situs website yang berkaitan dengan subjek penelitian. Penelitian ini berfokus pada Risk Profile dan I&T Related Issues, dengan domain : APO11 – Managed Quality, dan APO13 – Managed Security. Melalui wawancara dan evaluasi, setiap tujuan prioritas ditemukan berada pada level kapabilitas 2 dengan nilai masing-masing 100% dan 86%. Tidak ada kesenjangan signifikan antara tingkat kapabilitas saat ini; keduanya berada pada level 2.
Kata kunci: audit; COBIT 2019; telemedis