Abstract:Abstract: Stunting is one of the nutritional problems that the world pays the most attention to and a major nutritional problem in Indonesia. Stunting is a problem in toddler growth which is characterized by a toddler's…
height that is too short compared to toddlers of his age. In the research location, namely Asahan Regency, the mapping of areas prone to increased stunting rates has not been carried out optimally. The process of exploring the stunting data warehouse is useful for adding information that can assist the government in making policies. Therefore, the aim of this research is to map stunting-prone areas in Asahan district based on the number of stunting cases in Asahan district using the machine learning-based K-Means clustering model. Based on previous research reviews, the k-means clustering method used has not used the normalization process. In addition, distance measurement only uses Euclidean Distance. Meanwhile, in this research, clustering performance analysis was carried out using a more in-depth process, namely by applying data normalization at the beginning, using the elbow method to determine the best number of clusters (K), measuring distance using Euclidean Distance, Manhattan Distance and Minkowski Distance to obtain comparison results. better clusters. The analysis results show that the best number of clusters is cluster 2 which shows the mapping results into 2 groups with a DBI of 0.51290 and a silhouette_score of 0.71432.
Keywords: stunting; k-means clustering; machine learning
Abstrak: Stunting menjadi salah satu permasalahan gizi yang paling diperhatikan dunia dan permasalahan gizi yang utama di Indonesia. Stunting merupakan masalah pada pertumbuhan balita yang ditandai dengan tinggi badan balita yang terlalu pendek dibanding balita seusianya. Pada lokasi penelitian yaitu Kabupaten Asahan, pemetaan daerah rawan peningkatan angka stunting belum dilakukan dengan optimal. Proses eksplorasi gudang data stunting ini berguna untuk menambah informasi yang dapat membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah pemetaan daerah rawan stunting di kabupaten Asahan berdasarkan jumlah kasus stunting di Kabupaten Asahan menggunakan model clustering metode K-Means berbasis machine learning. Berdasarkan tinjauan penelitian terdahulu, metode k-means clustering yang digunakan belum menggunakan proses normalisasi. Selain itu, pengukuran jarak hanya menggunakan Euclidean Distance. Sedangkan dalam penelitian ini, analisis kinerja clustering yang dilakukan dengan proses yang lebih mendalam yaitu dengan penerapan normalisasi data di awal, penggunaan elbow method untuk penentuan jumlah cluster (K) terbaik, pengukuran jarak dengan Euclidean Distance, Manhattan Distance dan Minkowski Distance untuk mendapatkan hasil perbandingan cluster yang lebih baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah cluster terbaik yaitu cluster 2 yang menunjukkan hasil pemetaan menjadi 2 kelompok dengan DBI 0.51290 dan silhouette_score sebesar 0.71432.
Kata kunci: stunting; k-means clustering; machine learning
Abstract:Abstract: The use of intravenous infusion sets has greatly increased, but there are some problemscaused by various causes, namely negligence by nurses, lack ofsupervision by the patient's family and from the actions of the…
he patient who caninterfere with the infusion system. The urgency expected to be madeone of the effective and efficient solutions in the automation system for detecting the volume of infusion water and this innovation is expected to help nurses in monitoring intravenous fluid replacement, reducing the risk of delays in replacing intravenous fluids for patients and the public to know the system is running out of infusion water with the sound of an alarm/buzzer. The purpose of this study was to design an infusion control device by detecting the volume of infusion water based on the weight of the infusion using a Wireless Sensor Network. The Wireless Sensor Network used by the load cell sensor functions to detect the weight value of the infusion water in the infusion bag. The buzzer becomes an indicator indicating that the infusion bag is ready to be replaced and also through the Stuffing Machine the Internet of Things will inform the nurse via the Telegram application to inform that the infusion bag is worth replacing. So that nurses can monitor the process of detecting the volume of infused water remotely. Keywords: Arduino, Blind Detector, Indicator system, Prototype
Abstrak: Penggunaan infus set intravena sangat meningkat, namun ada beberapa masalah
yang disebabkan oleh berbagai penyebab yaitu kelalaian oleh perawat, kurangnya
pengawasan oleh keluarga pasien dan dari tindakan pasien yang dapat
menghambat sistem kerja pada infus. Urgensi yang diharapkan agar dapat dijadikan
salah satu solusi yang efektif dan efisien dalam sistem otomatisasi pendeteksian volume air infus dan inovasi ini diharapkan bisa membantu perawat dalam pemantauan penggantian cairan intravena, mengurangi resiko keterlambatan penggantian cairan intravena bagi pasien dan masyarakatpun mengetahui sistem habisnya air infus dengan bunyinya alarm/buzzer. Tujuan penelitian ini menghasilkan rancangan alat pengontrolan infus dengan cara mendeteksi volume air infus berdasarkan berat dari air infus dengan menggunakan Wireless Sensor Network. Wireless Sensor Network yang digunakan sensor load cell berfungsi untuk mendeteksi nilai berat air infus yang ada pada kantung infus. Buzzer menjadi sebuah indikator yang menandakan bahwa kantung airinfus sudah layak diganti dan juga melalui Stuffing Machine Internet Of Things akan menginformasikan ke perawat melalui aplikasi Telegram menginformasikan kantung air infus sudah layak diganti. Sehingga perawat dapat memonitoring proses pendeteksi volume air infus dari jarak jauh..
Kata kunci: Infused Water; Load Cells; Prototypes; Stuffing Machine Internet Of Things; Volume
Abstract:Abstract: The advancement of information technology is progressively exerting significant impact across diverse aspects of life, including business. PT Semen Baturaja Tbk is developing a marketplace platform called Build…
Id to meet community's needs for high-quality construction materials and services, also aims to enhance company's product sales and brand recognition. A system with quality provides ease of use in order to achieve customer satisfaction. Build Id merchant for architects website requires user-friendly design recommendations to increase the user experience when it gets distributed to the market. To achieve this goal, Task-Centered System Design (TCSD) method is being used to focused the design process. TCSD is a method in Human Computer Interaction (HCI) used to identify task and user requirements. The method consists of 4 stages, namely, identification, user-centered requirements analysis, design through scenarios, and walkthrough evaluation. In this study, identification was carried out by conducting system observations and interviews with Build Id team at Digital Marketing Unit of PT Semen Baturaja Tbk and architect as the prospective system users. The interface design results were evaluated using System Usability Scale (SUS) and received final score of 69.615, indicating that the interface design made using TCSD method is feasible for users to use.
Keywords: Interface; System Usability Scale; Task-Centered System Design
Abstrak: Perkembangan teknologi informasi kian berpengaruh besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk di dunia bisnis. PT Semen Baturaja Tbk mengembangkan suatu sistem dalam bentuk marketplace dengan nama Build Id, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan jasa konstruksi yang berkualitas bagi masyarakat, serta memperluas penjualan produk dan branding merk dari PT Semen Baturaja Tbk ini sendiri. Sistem yang berkualitas memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaannya demi mewujudkan kepuasan pelanggan. Build Id merchant untuk arsitek memerlukan rekomendasi desain atau prototype user interface yang user friendly demi meningkatkan pengalaman pengguna ketika didistribusikan ke pasaran nantinya. Metode Task-Centered System Design (TCSD) digunakan untuk membantu proses perancangan lebih terarah. TCSD adalah metode dalam Human Computer Interaction (HCI) yang digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan task dan pengguna. Metode TCSD terdiri dari 4 tahap yaitu, identification, user-centered requirements analysis, design through scenario, dan walkthrough evaluation. Identifikasi dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi dan wawancara bersama tim Build Id dan calon pengguna sistem yaitu arsitek. Hasil dari rancangan interface kemudian dievaluasi menggunakan System Usability Scale (SUS) dengan hasil skor akhir 69,615, menunjukkan rancangan interface yang dibuat dengan metode TCSD ini layak untuk digunakan pengguna.
Kata kunci: Interface; System Usability Scale; Task-Centered System Design
Abstract:Abstract: Toko Bakti Jaya is one of the shops in Kisaran which is engaged in selling cake and food ingredients. Currently, the store is still managing product inventory manually by recording the number of incoming goods…
based on order records. Stock counting is done by looking directly at the warehouse, which causes difficulties in accurately monitoring stock and risks of shortages or excess stock. These constraints can affect customer satisfaction and store operations. This study aims to improve the efficiency of product inventory management at Bakti Jaya Stores by implementing a technology-based and information-based Supply Chain Management system. The research method is a qualitative method, with data collection techniques through interviews with informants, conducting field observations, and also obtained from literature studies. This research produces a product stock management information system using Supply Chain Management that connects Bakti Jaya Stores with suppliers to maximize coordination between stores and suppliers, facilitates control of the flow of stock availability in stores, and makes it easier for store owners to make decisions related to purchasing and procuring goods by providing accurate inventory analysis and real-time product stock information.
Keywords: management; stock; suppliers; supply chain management
Abstrak: Toko Bakti Jaya adalah salah satu toko yang ada di Kisaran yang bergerak dalam bidang penjualan bahan kue dan makanan. Saat ini, toko tersebut masih mengelola persediaan produk secara manual dengan mencatat jumlah barang masuk berdasarkan catatan pemesanan. Penghitungan stok dilakukan dengan cara melihat langsung gudang, yang menyebabkan kesulitan dalam pengawasan stok secara akurat dan berisiko terjadi kekurangan atau kelebihan stok. Kendala tersebut dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan dan operasional toko. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan produk di Toko Bakti Jaya dengan menerapkan sistem Supply Chain Management berbasis teknologi dan informasi. Metode penelitiannya ialah metode kualitatif, dengan tehnik pengumpulan data melalui wawancara kepada narasumber, melakukan observasi ke lapangan serta juga didapat dari studi literature. Penelitian ini menghasilkan Sistem Informasi pengelolaan stok produk dengan menggunakan Supply Chain Management yang menghubungkan Toko Bakti Jaya dengan para supplier dapat memaksimalkan koordinasi antara toko dengan supplier, memudahkan pengendalian aliran stok ketersediaan barang di toko serta memudahkan pemilik toko membuat keputusan terkait dengaan pembelian dan pengadaan barang dengan menyediakan analisis persediaan yang akurat dan informasi stok produk yang real time.
Kata kunci: pengelolaan; stok; supplier; supply chain management
Abstract:Abstract: Weighted Product (WP) Methodology Implementation System for Employee Recruitment at PT. Web-Based XYZ conducted research on decision support systems with a website platform for PT. XYZ. The data collection method…
od was carried out for research using the literature study method from existing theories, interviews, several discussions as well as questions and observations at research sites. Using the Weighted Product (WP) Methodology aims to provide a solution to the problems that exist at PT. XYZ, for the basis of a computational assessment. PT assistant system. XYZ to conduct elections in determining employees who are selected from the best of all existing candidates. As well as the selection presented in the system. Research shows that this website system can make it easier for PT. XYZ to make selections in choosing prospective employees with specifications with the help of the Weighted Product (WP) methodology. So it can be said that the values and results that can be displayed still provide eligibility and suitability of the system that can be applied the same as the manual system that runs for the selection of new PT employees. XYZ.
Keywords: Methodology Weighted Product; SPK; Website; Warehouse
Abstrak: Sistem Penerapan Metodologi Weighted Product (WP) Untuk Penerimaan Karyawan di PT. XYZ Berbasis Web melakukan riset tentang sistem pendukung keputusan dengan platform website untuk PT. XYZ. Metode pengambilan data-data dikerjakan untuk riset me-manfaatkan metode studi pustaka dari teori-teori yang ada, wawancara beberapa diskusi serta pertanyaan dan observasi ke tempat riset. Menggunakan Metodologi Weighted Product (WP) bertujuan agar memberikan solusi dari masalah yang ada pada pada PT. XYZ, untuk dasar penilaian secara perhitungan. Sistem pembantu PT. XYZ agar melakukan pemilihan dalam menentukan karyawan yang terpilih dari yang terbaik dari semua kandi-dat yang ada. Serta penseleksian disajikan dalam sistem. Pada riset menampilkan kalua sistem website ini bisa memudahkan PT. XYZ untuk melakukan pemilihan dalam memilih calon karyawan dengan spesifikasi oleh bantuan metodologi Weighted Product (WP). Jadi bisa dikatakan kalau nilai dan hasil dapat ditampilkan masih memberikan kelayakan serta kecocokan sistem dapat diterapkan sama seperti manual sistem yang berjalan untuk seleksi karyawan baru PT. XYZ.
Kata kunci: Metodologi Weighted Product; SPK; Website; Warehouse
Abstract:Abstract: The implementation of Enterprise Architecture (EA) in Banjarmasin city's tourism sector is essential to improve the effectiveness of information provided to tourists accessing electronic-based services. Unfortunately,…
nately, there are some crucial challenges to the fundamental requirements of EA in the tourism sector. There is still partial implementation, a lack of understanding of the technological advances used in Banjarmasin city tourism promotion, a lack of understanding of the implementation in an application architecture framework design and the technology to be used, not having good documentation in the design of application systems and slow services in tourism promotion. There is no certainty of normative standardization for system development operating procedures. This research aims to design the Zachman Framework (ZF) Application architecture as an Enterprise Architecture Planning (EAP) methodology, to visualize spatial data. This application is designed to assist users in displaying spatial data in the form of interactive maps that can be accessed via the internet. The software development method used is the iterative and incremental method with the Zachman Framework approach to application design. Data was collected through surveys and interviews at the Department of Culture, Youth, Sports and Tourism (DISBUDPORAPAR) of Banjarmasin City, with the current number of tourism data being 55 tourist attractions. This application can later be used to introduce tourist attractions in Banjarmasin City to the wider community, including tourists visiting this city.
Keywords: enterprise architecture (ea), tourism, zachman framework (zf)
Abstrak: Penerapan Enterprise Architecture (EA) disektor pariwisata kota Banjarmasin amatlah penting untuk meningkatkan efektivitas informasi yang diberikan kepada wisatawan yang mengakses layanan berbasis elektronik. Sayangnya, ada beberapa tantangan krusial terhadap persyaratan mendasar EA di sektor pariwisata. Masih ada yang diimplitasikan seara parsial, kurangnya pemahaman dalam kemajuan teknologi yang digunakan pada promosi pariwisata kota Banjarmasin, kurangnya pemahaman akan implimentasi dalam sebuat perancangan kerangka kerja arsitektur aplikasi dan teknologi yang akan digunakan, tidak memiliki dokumentsai yang baik dalam perancangan sistem aplikasi serta pelayanan yang lambat dalam promosi pariwisata. Belum adanya kepastian standarisasi normatif untuk prosedur operasi pengembangan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk merancang arsitektur Aplikasi Bakunjangan Zachman Framework (ZF) sebagai metodologi Enterprise Architecture Planning (EAP), untuk memvisualisasikan data spasial. Aplikasi ini dirancang untuk membantu pengguna dalam menampilkan data spasial dalam bentuk peta interaktif yang dapat diakses melalui internet. Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah metode iteratif dan inkremental dengan pendekatan Zachman Framework untuk perancangan aplikasi. Data dikumpulkan melalui survey dan wawancara pada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DISBUDPORAPAR) Kota Banjarmasin, dengan jumlah data pariwisata saat ini yakni 55 tempat wisata. Aplikasi ini nanti dapat digunakan untuk memperkenalkan objek wisata di Kota Banjarmasin kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan yang berkunjung ke kota ini.
Kata kunci: enterprise architecture (ea), pariwisata, zachman framework (zf)
Abstract:Abstract: Paskibra selection is an annual agenda held by schools, district disporas, provincial disporas, and the Ministry of Youth and Youth. This activity aim select the best students who will serve as flag raisers at…
independence commemoration ceremonies and other holidays. Paskibra participants have to choose. This reliable, formidable and attractive students are choosen. So the flag raising can be carried out solemnly and well. This school has a large number of students. Paskibra extracurricular enthusiasts also have many enthusiasts. This school Paskibra is a favourite extracurricular and quite prestigious among students. The selection of Paskibra has been running so well, but the decisions taken are sometimes not by the standards procedures. Therefore, a system that will be a reference for objective decision-making need to created . The decision-making system using the data mining algorithm C4.5. This study aim to create a system that makes it easier for the selection committee to select eligible Paskibra members. The method used is a qualitative method in the form of the results of interviews with data from participants in the last three years of the Pakskibra selection. As a result, there are three main criteria and five rules of the selection system.
Keywords: C4.5 algorithm; data mining; paskibra
Abstrak: Seleksi paskibra merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh sekolah, dispora kabupaten, dispora provinsi, dan kemenpora untuk memilih siswa-siswi terbaik yang akan bertugas sebagai pengibar bendera pada upacara peringatan kemerdekaan dan hari-hari besar lainnya. Peserta paskibra perlu diseleksi agar terpilih siswa-siswi yang handal, tangguh dan menarik sehingga pengiabaran bendera dapat dilaksanakan dengan khidmad dan baik. Sekolah ini adalah salah satu sekolah menengah atas yang menjadi favorit para lulusan SMP. Oleh karena itu sekolah ini mempunyai siswa yang sangat banyak. Dengan banyaknya siswa yang masuk, maka peminat ekskul paskibra juga memiliki peminat yang banyak, selain itu di sekolah ini paskibra merupakan ekskul favorit dan cukup bergengsi di kalangan siswa. Seleksi paskibra yang berjalan selama ini sudah dilakukan dengan baik, akan tetapi keputusan yang diambil terkadang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perlu dibuatkan sebuah sistem yang akan menjadi acuan untuk pengambilan keputusan yang objektif. Sistem pengambilan keputusan akan dibuat menggunakan data mining algoritma C4.5. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sebuah sistem yang memudahkan panitia penyeleksi untuk memilih anggota paskibra yang layak. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif berupa hasil wawancara data peserta seleksi pakskibra tiga tahun terakhir. Hasilnya berupa tiga kriteria utama dan lima aturan sistem seleksi.
Kata kunci: Algoritma C4.; data mining; paskibra;
Abstract:Abstract: Toko IBIL Asahan is a retail business engaged in selling children's and adult clothing. Customer retention and marketing tactics are vital for corporate success. Especially for retail enterprises like the Ibil…
Asahan Store, it's critical to consistently create novel strategies to draw in new clients and keep existing ones. This research aims to design a web-based new customer acquisition and points program to increase buying interest and customer loyalty at IBIL Asahan stores. The research method used is a case study, which involves collecting data from primary and secondary sources. Primary data were obtained through direct observation at Toko IBIL Asahan and interviews with store management. The results of this study resulted in the design of a point program integrated with the web application to provide incentives to customers to shop regularly at Toko IBIL Asahan. This points program will give customers points every time they make a purchase, and these points can be redeemed for gifts or discounts in the future. In addition, new customer acquisition strategies are also proposed, including marketing through social media, promotional campaigns, and collaboration with local partners. This web application also provides information about point programs, special offers, and other features that can interest customers. In addition, the installation of point machines in stores will also be carried out to make it easier for customers to collect points and exchange them.
Keywords: Cashier Application; database; member; point; pos
Abstrak: Toko IBIL Asahan adalah sebuah usaha retail yang bergerak di bidang penjualan pakaian anak-anak dan dewasa. Strategi pemasaran dan retensi pelanggan menjadi faktor penting bagi keberhasilan bisnis. Terutama bagi bisnis ritel seperti Toko Ibil Asahan, penting untuk terus mengembangkan cara-cara baru untuk menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Penelitian ini bertujuan untuk perancangan program poin dan akuisisi pelanggan baru berbasis web untuk meningkatkan minat beli dan loyalitas pelanggan pada toko IBIL Asahan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yang melibatkan pengumpulan data dari sumber primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi langsung di toko IBIL Asahan dan wawancara dengan manajemen toko. Hasil penelitian ini menghasilkan perancangan program poin yang terintegrasi dengan aplikasi web untuk memberikan insentif kepada pelanggan untuk berbelanja secara teratur di Toko IBIL Asahan. Program poin ini akan memberikan poin kepada pelanggan setiap kali mereka melakukan pembelian, dan poin-poin ini dapat ditukarkan dengan hadiah atau diskon di masa mendatang. Selain itu, strategi akuisisi pelanggan baru juga diusulkan, termasuk pemasaran melalui media sosial, kampanye promosi, dan kolaborasi dengan mitra lokal. Aplikasi web ini juga menyediakan informasi tentang program poin, penawaran spesial, dan fitur-fitur lain yang dapat menarik minat pelanggan. Selain itu, pemasangan mesin poin di toko juga akan dilakukan untuk memudahkan pelanggan dalam mengumpulkan poin dan menukarkannya.
Kata kunci: aplikasi kasir; database; member; poin; pos
Abstract:Abstract: Rokan Hulu Regency is one of the regencies in Riau Province and has 2 large rivers, namely the Rokan Kanan River and the Rokan Kiri River. When the level of rainfall is high, the river flow overflows and causes…
flooding in several sub-districts. Climate change that is happening has an impact on changes in rainfall patterns, to overcome the impacts of climate change Rokan Hulu Regency needs to take early steps before a flood disaster occurs. The method used in processing the data is the backpropagation method and data processing using the Matlab software. Data processing was carried out on rainfall data for the last 6 years, from 2015 to 2020, which was sourced from the Rokan Hulu Regency Statistics Agency. Rainfall data from 2015 to 2019 is used as input data, while 2020 is the target. The data processing stage begins with data normalization and determining network training parameters. Artificial neural network research was carried out on rainfall data with a 5-5-1 architecture. The results of testing the rainfall data show prediction results with high accuracy, where the average accuracy rate reaches 98.17% with the highest accuracy of 99.99% while the lowest accuracy is 91.53%. The prediction results show a fairly high level of accuracy so that they can be used as evaluation material.
Keywords: artificial neural network; backpropagation; prediction; rainfall
Abstrak: Kabupaten Rokan Hulu merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Riau dan memiliki 2 aliran sungai besar yaitu sungai rokan kanan dan sungai rokan kiri. Ketika tingkat curah hujan tinggi aliran sungai meluap dan menyebabkan banjir beberapa kecamatan. Perubahan iklim yang terjadi memberikan dampak pada perubahan pola curah hujan, untuk menanggulangi dampak perubahan iklim Kabupaten Rokan Hulu perlu melakukan langkah-langkah dini sebelum terjadi bencana banjir. Metode yang digunakan dalam mengolah data yaitu metode backpropagation dan pengolahan data menggunakan software Matlab. Pengolahan data dilakukan pada data curah hujan selama 6 tahun terakhir yaitu dari tahun 2015 sampai dengan 2020 yang bersumber dari Badan Statistik Kabupaten Rokan Hulu. Data curah hujan tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 sebagai data input sedangkan tahun 2020 sebagai target. Tahapan pengolahan data diawali dengan melakukan normalisasi data dan menentukan parameter pelatihan jaringan. Penelitian jaringan saraf tiruan dilakukan pada data curah hujan dengan arsitekur 5-5-1. Hasil pengujian terhadap data curah hujan menunjukkan hasil prediksi dengan akurasi yang tinggi, dimana tingkat akurasi rata-rata mencapai 98,17% dengan akurasi tertinggi sebesar 99,99% sedang akurasi terendah sebesar 91,53%. Hasil prediksi menunjukkan tingkat akurasi yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi.
Kata kunci: backpropagation; curah hujan; jaringan saraf tiruan; prediksi
Abstract:Abstract: Medical records are managed according to established standards, creating information that should be properly maintained and stored for easy access when needed. This study is motivated by the fact that the number…
r of immunization patients continues to increase daily, so authorities still need a long time to collect information in their registration systems. It is very long and has a significant impact on the performance of healthcare workers. This study aims to redesign the immunization information system to help manage medical records and maintain the quality of health care services. The design of the developed immunization system may include information on the processing and reporting of immunization data in hospitals to enable medical staff to report results to immunization services quickly and accurately. The research method used in this study is descriptive with a qualitative approach. Data collection was conducted through observations, interviews, and literature review from studies of researchers and practitioners. The system development method adopts the waterfall method. This study's results indicate that technology is an appropriate method to more efficiently support data processing and reporting when valid data are available.
Keywords: immunization; information system; medical record
Abstrak: Rekam medis dikelola sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk menciptakan informasi yang harus dipelihara dan disimpan dengan baik sehingga informasi tersebut dapat dengan mudah diakses pada saat dibutuhkan. Penelitian ini dilatarbelakangi fakta bahwa petugas masih membutuhkan waktu yang lama untuk mengumpulkan informasi dalam kegiatan pelaporan, karena jumlah pasien yang imunisasi terus bertambah setiap harinya. Waktu yang dibutuhkan cukup lama berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja tenaga kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain ulang sistem informasi imunisasi untuk membantu pengelolaan pelaporan medis sebagai upaya menjaga kualitas pelayanan kesehatan. Rancangan sistem imunisasi yang dikembangkan dapat mencakup informasi pengolahan dan pelaporan data imunisasi di rumah sakit agar tenaga medis dapat melaporkan hasil secara cepat dan akurat kepada layanan imunisasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi literatur hasil penelitian peneliti dan praktisi. Metode pengembangan sistem menggunakan metode waterfall. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi merupakan cara yang cukup untuk mendukung pekerjaan pengolahan data dan pelaporan secara lebih efisien ketika tersedia data yang valid.
Kata kunci: imunisasi; rekam medis; sistem informasi