Search Articles & Publications

Showing 863 articles found for "Batas"

PERAN DIGITAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN KE DESTINASI WISATA GUNUNG PUNTANG DI KABUPATEN BANDUNG

Koswara, Reza, Munandar, Dadang
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran digital marketing dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, melalui penerapan RACE Framework (Reach, Act, Convert, Engage). Latar belakang… elakang penelitian didasarkan pada adanya kesenjangan tingkat kunjungan dibandingkan destinasi unggulan lain di Bandung Selatan, meskipun Gunung Puntang memiliki potensi alam dan nilai historis yang signifikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber, metode, dan teori. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkaya dengan analisis SWOT berbasis RACE Framework. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap Reach efektif dalam memperluas jangkauan promosi melalui optimalisasi media sosial, meskipun masih terkendala pada konsistensi konten dan pemanfaatan SEO. Tahap Act mampu meningkatkan ketertarikan calon wisatawan melalui konten visual dan narasi destinasi, namun belum sepenuhnya mengoptimalkan strategi storytelling. Tahap Convert berkontribusi terhadap peningkatan keputusan kunjungan melalui promosi musiman dan kolaborasi influencer, tetapi belum didukung sistem reservasi digital yang terintegrasi. Tahap Engage menunjukkan potensi dalam membangun loyalitas dan promosi organik, meskipun masih terbatas pada komunitas lokal. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan pada keunikan lanskap dan sejarah, kelemahan pada keterbatasan SDM digital, peluang dari tren wisata digital, serta ancaman dari kompetitor. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi digital marketing terintegrasi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan destinasi.

PENYULUHAN FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA SINDROM ASTHENOPIA

Susanti, Devi, Novianti, Leni, Melvani, Rizcita Prilia, Fakhruddin, M, Hanafiah, M
Abstract: Asthenopia didefinisikan sebagai keluhan subjektif penglihatan berupa penglihatan tidak nyaman, sakit dan kepekaannya berlebihan. Astenopia adalah sebagai suatu gejala subjektif penglihatan yang disebabkan karena penggunaan&#8230; naan mata dalam pekerjaan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Astenopia adalah faktor yang disebabkan oleh hubungan erat dengan faktor Herediter (keturunan), jenis pekerjaan, jarak pandang, pola makan, usia, sinar ultraviolet dari cahaya matahari, riwayat penyakit, obat-obatan tertentu. Pembatasan masalah penelitian ini adalah Karena keterbatasan waktu yang dimiliki penulis maka penulis hanya mengambil 2 faktor saja yaitu: Jenis Pekerjaan dan usia. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia? Tujuan penelitian diketahui hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi 54 responden, jumlah sampel diambil dari total populasi. Hasil analisa univariat, bivariat dan uji staitsik chi-square menunjukan ada hubungan bermakna antara jenis pekerjaan terhadap kejadian astenopia dengan p value: 0,001 < 0,1, ada hubungan bermakna antara usia dengan kejadian astenopia dengan p value: 0,000 < 0,1. Disarankan kepada pimpinan Optik Junjungan menentukan kebijakan untuk mengembangkan pelayanan kesehatan terutama terhadap kejadian astenopia serta dalam memberikan penjelasan secara detail kepada konsumen.

PENGUATAN PENGETAHUAN PEMBUDIDAYA TENTANG POTENSI USAHA BUDIDAYA IKAN DI DESA SEBAKUNG JAYA KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA

Syafril, Muhammad, Juliani, Juliani, Haqiqiansyah, Gusti, Pratama, Andri
Abstract: Keberhasilan usaha budidaya ikan tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis produksi, tetapi juga oleh kemampuan pembudidaya dalam memahami potensi sumber daya alam, lingkungan, dan sosial ekonomi yang mendukung pengembangan&#8230; an usaha secara berkelanjutan. Desa Sebakung Jaya, Kabupaten Penajam Paser Utara, sebagai Kampung Perikanan Budidaya Air Tawar, masih menghadapi keterbatasan pengetahuan pembudidaya mengenai potensi wilayah yang dapat dioptimalkan dalam sistem agribisnis perikanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pembudidaya tentang potensi wilayah yang mendukung usaha budidaya ikan air tawar yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sebakung Jaya dengan melibatkan 20 orang anggota Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN). Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan difusi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) melalui pendekatan pedagogi yang dipadukan dengan presentasi, diskusi interaktif, dan tanya jawab. Materi penyuluhan mencakup potensi sumber daya alam dan lingkungan, serta potensi sosial ekonomi, yang mendukung pengembangan komoditas unggulan ikan air tawar melalui upaya budidaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai potensi wilayah sebagai modal pengembangan usaha budidaya. Peningkatan tersebut tercermin dari tingginya partisipasi peserta dalam diskusi, kemampuan mengidentifikasi potensi wilayah, serta munculnya berbagai gagasan terkait penguatan kelembagaan dan strategi pemasaran hasil perikanan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis potensi wilayah merupakan pendekatan yang efektif dalam memperkuat kapasitas pembudidaya menuju usaha budidaya ikan yang lebih produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan.

PELATIHAN CODING SCRATCH UNTUK MENINGKATKAN COMPUTATIONAL DAN CRITICAL THINKING SISWA SDN KARANG TENGAH 2 KOTA TANGERANG

Yulhendri, Ratnawati Susanto, Noni Agustina
Abstract: Perkembangan teknologi digital menuntut peningkatan literasi digital sejak usia dini. Namun, pembelajaran coding di tingkat Sekolah Dasar (SD) masih terbatas dan belum terimplementasi secara optimal. Kegiatan Pengabdian&#8230; kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pembelajaran coding menggunakan Scratch guna meningkatkan kemampuan Computational Thinking dan Critical Thinking siswa SD. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan berbasis proyek (Project-Based Learning), serta evaluasi melalui observasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam menyusun algoritma sederhana, menggunakan loop dan variabel, serta melakukan debugging program. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kreativitas, dan kemampuan problem solving. Luaran kegiatan berupa modul pembelajaran Scratch, produk proyek siswa (animasi dan game sederhana), dokumentasi kegiatan, serta publikasi artikel ilmiah. Program ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat literasi digital dan pola pikir komputasional siswa sekolah dasar.

PENGUATAN LITERASI DAN KESEHATAN DIGITAL ANAK MELALUI PROGRAM EDUKASI “SEHAT DI RUANG DIGITAL” BERBASIS DARING

Dwi Kartikawati, Nurhasanah, Abdul Wahid Mumtazan
Abstract: Penggunaan gadget dan media sosial pada anak meningkat pesat, namun belum diikuti dengan kemampuan literasi dan kesehatan digital yang memadai. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko seperti paparan konten tidak layak,&#8230; , interaksi dengan orang asing di internet, serta penggunaan screen time berlebihan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak mengenai sehat di ruang digital dengan memberikan  literasi digital, keamanan digital, dan penggunaan gadget sehat. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan melibatkan 20 anak RPTRA Malinjo Jakarta Selatan sebagai peserta utama, dua dosen Unas sebagai fasilitator, dan satu mahasiswa sebagai pendamping teknis. Metode yang digunakan adalah edukatif interaktif melalui penyampaian materi visual, video edukatif, diskusi partisipatif, simulasi kasus sederhana (learning by doing). Evaluasi dilakukan dengan melalui observasi partisipasi peserta, serta refleksi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai batasan screen time sehat, etika berinternet, dan cara menjaga keamanan digital, yang terlihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test serta keaktifan peserta selama kegiatan. Selain itu, pengelola RPTRA memperoleh modul literasi digital sebagai panduan implementasi lanjutan. Program ini juga menghasilkan komitmen awal peserta untuk menerapkan perilaku penggunaan gadget yang lebih sehat. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif sebagai upaya edukasi preventif berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi dan kesehatan digital anak. Program berpotensi direplikasi pada komunitas serupa dengan pendekatan partisipatif dan media pembelajaran interaktif.

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: DEMONSTRASI DAN PENDAMPINGAN PIJAT BAYI PADA IBU BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KATAPING

Sunesni, Rahmatul Ulya, Endang Sari, Hanifa Zaini S, Rahmi Ramadhan, Waldy Rahman, Afri Ningsih, Rena
Abstract: Masa bayi dan balita merupakan periode penting yang membutuhkan stimulasi dini untuk mendukung tumbuh kembang optimal, salah satunya melalui pijat bayi sebagai bentuk stimulasi sentuhan yang mudah, aman, dan berbasis keluarga.&#8230; uarga. Namun, praktik pijat bayi di masyarakat masih sering dilakukan tanpa teknik yang benar akibat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan ibu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam melakukan pijat bayi secara benar melalui demonstrasi dan pendampingan di Posyandu Korong Marantiah Wilayah Kerja Puskesmas Kataping. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif pada 12 ibu yang memiliki bayi usia 0-24 bulan, melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung dengan pendampingan, serta evaluasi observasional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh ibu peserta mampu mempraktikkan pijat bayi dengan benar setelah mengikuti kegiatan, menunjukkan peningkatan keterampilan, pemahaman teknik, dan kepercayaan diri dalam menerapkan pijat bayi secara mandiri. Pembahasan menunjukkan bahwa pijat bayi berpotensi memberikan manfaat terhadap kesehatan dan perkembangan bayi, memperkuat hubungan ibu-anak, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu. Dapat disimpulkan bahwa demonstrasi dan pendampingan pijat bayi merupakan metode yang efektif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta berkontribusi dalam memperkuat peran posyandu sebagai sarana promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

PENCEGAHAN STUNTING MELALUI SOSIALISASI POLA MAKAN SEHAT DENGAN PENERAPAN PEDOMAN ISI PIRINGKU

Qurrotul ‘Uyun, Sherly Rizmay Anggraeni, Anjelika Naya Nandini, Vionita Maharani, Rakhel Denatali, Putri Septiya Dewi Alami, Salsabila Putri Ariastuti, Nurul Herdiyatiningtyas, Andriyanzah, Calvin Fara Renovta, Welly Mahardika
Abstract: Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai perwujudan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat. Kegiatan Kuliah Kerja&#8230; erja Nyata yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Tidar di Desa Pandean, Kabupaten Magelang, salah satunya berfokus pada upaya pencegahan stunting. Pencegahan stunting menjadi penting karena masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai pola makan sehat dan pemenuhan gizi seimbang bagi ibu dan balita. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui sosialisasi pola makan sehat dengan menerapkan pedoman “Isi Piringku”. Materi yang disampaikan meliputi pengertian stunting, faktor penyebab stunting, dampak stunting terhadap pertumbuhan anak, serta penerapan pedoman Isi Piringku sebagai acuan pemenuhan gizi seimbang. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyampaian materi secara langsung dan diskusi dengan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum sosialisasi, sebagian peserta masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai penyebab, dampak, dan cara pencegahan stunting. Setelah kegiatan sosialisasi dilaksanakan, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terkait stunting serta mampu menjelaskan kembali prinsip pola makan sehat berdasarkan pedoman Isi Piringku. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sebagai upaya pencegahan stunting di lingkungan keluarga.

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MENDUKUNG PERTUMBUHAN ROHANI JEMAAT DI GKSI PELITA HARAPAN LEMBO KODI

Yane Henderina Keluanan, Wiranto
Abstract: Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam mendukung pertumbuhan rohani jemaat di GKSI Pelita Harapan Lembo Kodi. Fokus utama penelitian adalah bagaimana metode pembinaan&#8230; binaan iman yang terstruktur, partisipatif, dan kontekstual dapat meningkatkan pemahaman Alkitab, kedisiplinan rohani, serta keterlibatan jemaat dalam pelayanan sosial. Metode pelaksanaan melibatkan ceramah interaktif, diskusi kelompok, pendampingan rohani, dan praktik pelayanan nyata, yang dilaksanakan secara konsisten selama program PkM berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kehadiran jemaat, partisipasi aktif, dan penerapan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Jemaat mulai menginternalisasi firman Tuhan, memperkuat disiplin doa, membaca Alkitab secara rutin, serta menunjukkan kepedulian sosial melalui pelayanan kepada sesama. Evaluasi program mengungkap tantangan berupa keterbatasan waktu dan perbedaan latar belakang pemahaman Alkitab, yang menuntut penyesuaian metode agar program lebih inklusif dan efektif. Kesimpulannya, pendidikan iman yang holistik, menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan praksis, terbukti mampu membentuk jemaat yang dewasa secara rohani, aktif dalam pelayanan, dan memperkuat komunitas gereja secara menyeluruh. Temuan ini memberikan dasar penting bagi gereja untuk merancang program pembinaan rohani berkelanjutan yang relevan, kontekstual, dan transformatif, sehingga pertumbuhan iman jemaat dapat terjadi secara nyata, mendalam, dan berkesinambungan.

SOSIALISASI SUNAT SEALER UNTUK MENINGKATKAN KENYAMANAN DAN KEAMANAN SIRKUMSISI ANAK DI KLINIK YS

Yadi Putra, Mansuriza, Irma Andriani, Zalfanabira, Rahmi Tsania
Abstract: Sunat atau sirkumsisi merupakan prosedur medis yang umum dilakukan pada anak laki-laki di Aceh dan umumnya di Indonesia atas dasar religious, budaya dan kesehatan. Seiring perkembangan teknologi medis, metode sunat semakin&#8230; in berkembang kearah yang lebih canggih atau modern untuk memberikan kenyamanan dan keamanan, salah satu metode modern yang menjadi pilihan adalah penggunaan sunat sealer (lem medis) sebagai peganti metode jahitan. Namun, pemahaman masyarakat mengenai metode ini masih terbatas sehingga dilakukan pengabdian masyarakat mengenai metode ini di klinik YS. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan sosialiasi dan penerapan sunat sealer sebagai alternative sunat modern guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan sirkumsisi anak di Klinik YS Aceh Besar. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan pada orang tua, pelaksanaan sunat sealer, kejadian komplikasi dan kepuasan orang tua. Hasil pengabdian menunjukan pengetahuan meningkatan dan kenyamanan anak sangat nyaman. Kesimpulan sunat sealer dapat direkomendasikan sebagai alternative sunat modern yang aman dan nyaman bagi anak.

MENINGKATKAN KOMPETENSI BAHASA INGGRIS MELALUI COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING DI KECAMATAN PADANGRATU

Hartono, Masduki, Sri Hartiningsih
Abstract: Globalisasi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuntut penguasaan Bahasa Inggris sebagai kompetensi dasar. Namun, masalah utama di Kecamatan Padangratu adalah rendahnya tingkat literasi Bahasa Inggris pada siswa SD hingga&#8230; ga SMA, yang berada jauh di bawah standar kompetensi minimum. Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya akses terhadap lembaga pendidikan non-formal yang berkualitas, metode pengajaran yang konvensional, serta kurangnya lingkungan yang mendukung untuk praktik. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendirikan Excellent Learning Center (ELC) sebagai lembaga kursus Bahasa Inggris yang terjangkau dan berkualitas, meningkatkan kemampuan literasi Bahasa Inggris peserta secara signifikan, serta menerapkan metode pembelajaran yang komunikatif, interaktif, dan menyenangkan. Melalui metode pelaksanaan tiga tahap—persiapan, implementasi, dan evaluasi—program berhasil meningkatkan skor rata-rata tes Bahasa Inggris peserta sebesar 37,8%. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran komunikatif dan interaktif yang diterapkan di ELC efektif dalam meningkatkan motivasi dan kompetensi peserta, terutama pada keterampilan membaca dan mendengarkan.