Abstract:Membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang menjadi fondasi utama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas awal sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan membaca permulaan yang dialami…
ami siswa kelas I MIS Terpadu Alhijrah Bintuju serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas I dan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan siswa meliputi ketidakmampuan mengenal dan membedakan huruf, kesulitan menggabungkan huruf menjadi suku kata, membaca kata sederhana, serta rendahnya kelancaran membaca. Faktor penyebab kesulitan tersebut antara lain perbedaan kesiapan belajar siswa, kurangnya stimulasi literasi di lingkungan keluarga, serta keterbatasan variasi metode dan media pembelajaran yang digunakan guru. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penerapan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih kontekstual, penggunaan media pembelajaran yang variatif dan menarik, serta pendampingan khusus bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan agar kemampuan literasi dasar siswa dapat berkembang secara optimal.
Abstract:Pendidikan merdeka menurut Ki Hadjar Dewantara merupakan usaha untuk menuntun peserta didik berkembang sesuai dengan kodratnya sehingga menjadi pribadi yang mandiri dan mampu hidup bermasyarakat. Perwujudan pendidikan merdeka…
rdeka dalam pembelajaran ialah dengan menerapkan strategi scaffolding sesuai tingkat zone of proximal development (ZPD) peserta didik. Zone of proximal development (ZPD) peserta didik dalam penelitian terbagi menjadi 3 tingkat capaian belajar diantaranya sangat mahir, cukup mahir, dan perlu bimbingan, ditujukan untuk mempermudah pemberian scaffolding sesuai kapasistas yang dibutuhkan peserta didik. Implementasi strategi scaffolding pada ZPD peserta dididk salah satunya ialah pada mata pelajaran IPAS dengan materi BAB 6 Indonesiaku Kaya Budaya kelas IVA di SDN Sumbersari 01. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan batasan 3 siklus yang terdiri dari 6 pertemuan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis pada Siklus I diperoleh presentase 64,29% kriteria hasil belajar Baik dan 28,57% Sangat Baik oleh 13 peserta didik. Siklus II memperoleh hasil 42,86% kriteria hasil belajar Sangat Baik dan 53,57% kriteria Baik oleh 20 peserta didik. Perolehan presentase pada siklus III oleh 27 peserta didik menunjukkan besaran presentase 64,29% kriteria Sangat Baik dan 35,71% kriteria Baik.
Abstract:Pengintegrasian nilai-nilai moderasi beragama ke dalam pengajaran Pancasila di sekolah dasar telah menjadi kebutuhan mendesak karena munculnya kecenderungan intoleransi dalam pergaulan siswa, sementara praktik pembelajaran…
an di kelas seringkali tidak memberikan pengalaman yang cukup untuk menumbuhkan sikap moderat. Situasi ini menciptakan kesenjangan antara tuntutan kurikulum dan implementasi nyata di kelas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi nilai-nilai moderasi beragama, jenis nilai yang diintegrasikan, dan upaya guru dalam mengoptimalkan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi pada guru dan siswa di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai moderasi beragama terjadi melalui penguatan diskusi kelas, pembiasaan saling menghormati, dan mengaitkan materi Pancasila dengan situasi sosial yang dekat dengan pengalaman siswa. Guru mengimplementasikan nilai-nilai toleransi, keseimbangan, musyawarah, dan menghargai perbedaan melalui metode bercerita, kerja kelompok, dan pemanfaatan momen-momen insidental dalam dinamika kelas. Meskipun demikian, efektivitas implementasi masih dipengaruhi oleh keterbatasan pedoman, variasi kompetensi guru, dan kurangnya evaluasi berbasis karakter moderat. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan model pembelajaran yang lebih sistematis, pelatihan berkelanjutan bagi guru, dan dukungan kebijakan sekolah agar pembelajaran Pancasila dapat menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan sikap moderasi beragama sejak dini.
Abstract:Penelitian ini merupakan studi literatur review yang bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media gambar dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) terhadap peningkatan motivasi belajar siswa Sekolah Dasar…
ar (SD). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research), yaitu dengan menelaah dan mengkaji berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan. Data diperoleh dari 48 sumber pustaka berupa jurnal ilmiah, tesis, dan laporan penelitian yang diterbitkan pada rentang tahun 2015–2025. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa 84% penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang signifikan setelah penggunaan media gambar dalam pembelajaran IPA, 11% penelitian menunjukkan peningkatan dalam kategori sedang, dan 5% penelitian menyatakan pengaruh yang rendah akibat keterbatasan media atau kurangnya kreativitas guru dalam penerapannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa media gambar dapat membantu siswa memahami konsep IPA yang bersifat abstrak menjadi lebih konkret, menarik perhatian, serta meningkatkan rasa ingin tahu dan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran.
Abstract:Pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Di Desa Bakaran Batu, sebagian besar…
ibu rumah tangga memiliki waktu luang dan potensi untuk mengembangkan usaha rumahan, namun masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah produk pangan yang bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan ibu rumah tangga melalui pelatihan pembuatan roti sebagai salah satu bentuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap observasi, identifikasi kebutuhan mitra, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi pelatihan mencakup teknik pembuatan roti, pemilihan bahan baku, pengemasan produk, penentuan harga jual, penyusunan merek (branding), serta strategi pemasaran digital menggunakan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memproduksi roti yang berkualitas, mengemas produk secara menarik, serta memasarkan produk melalui platform digital. Selain itu, pelatihan berhasil meningkatkan motivasi peserta untuk memulai dan mengembangkan usaha rumahan sebagai sumber pendapatan tambahan keluarga. Program ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya usaha mikro berbasis potensi lokal, meningkatkan nilai tambah produk olahan pangan, memperluas peluang pasar, serta mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat Desa Bakaran Batu secara berkelanjutan.
Abstract:Sosialisasi adalah proses dimana individu memperoleh budaya kelompok mereka dan menginternalisasi norma sosial mereka sampai batas tertentu, mengarahkan individu untuk mempertimbangkan harapan orang lain. Dengan dilaksanakannya…
akannya sosialisasi ini dapat berinteraksi tanya jawab antara pembicara dan siswa/siswi SD Negeri 105323 yang teletak di Desa Bakaran Batu Kecamatan Batang Kuis tentang bahaya narkoba menujun kecerdasan bangsa. Hal ini juga untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba pada anak usia dini. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi, sosialisasi bahaya narkoba pada anak usia dini, sesi tanya jawab terhadap siswa/siswi sebagai pengenalan dan pemberian pemahaman bagi siswa siswi terkait bahaya narkoba bagi kalangan anak usia dini dan pentingnya pemahaman edukasi yang diberikan tentang pencegahan narkoba untuk menuju kecerdasan bangsa terutama kepada Siswa SD Negeri 105323.
Abstract:Kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi yang penting untuk dikembangkan sejak usia dini. Namun, anak-anak di daerah pedesaan sering kali memiliki keterbatasan kesempatan untuk mempraktikkan…
tikkan penggunaan Bahasa Inggris dalam situasi komunikasi yang nyata. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dasar, motivasi belajar, dan kepercayaan diri anak-anak Sekolah Minggu di Stasi Santo Petrus Tampo, Kabupaten Tana Toraja, melalui program pengajaran English Conversation. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu dari Maret hingga Mei 2026, dengan melibatkan anak-anak usia sekolah dasar sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan komunikatif (Communicative Language Teaching) yang diterapkan melalui praktik percakapan, permainan bahasa, tanya jawab, dan aktivitas interaktif berbasis topik kehidupan sehari-hari. Program dilaksanakan dalam 21 pertemuan dengan materi yang mencakup aktivitas harian, keluarga, sekolah, hewan, profesi, transportasi, cuaca, dan topik lain yang dekat dengan pengalaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menggunakan kosakata dan ungkapan sederhana dalam percakapan Bahasa Inggris. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi belajar, partisipasi aktif selama pembelajaran, serta kepercayaan diri dalam menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti ketidakkonsistenan kehadiran peserta dan faktor cuaca, kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan komunikatif efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak di lingkungan nonformal dan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar di Kelurahan Laucimba Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo melalui program bimbingan belajar. Kegiatan…
tan ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Quality Berastagi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendampingan belajar melalui bimbingan kelompok kecil dan bimbingan individual. Tahapan pelaksanaan meliputi koordinasi dengan masyarakat, identifikasi kesulitan belajar siswa, pengelompokan peserta berdasarkan kebutuhan belajar, pelaksanaan bimbingan membaca, menulis, dan berhitung, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program bimbingan belajar membantu siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan termotivasi dalam belajar. Siswa juga menunjukkan peningkatan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung. Kegiatan ini turut membantu orang tua yang memiliki keterbatasan waktu dalam mendampingi anak belajar di rumah. Dengan demikian, program bimbingan belajar dapat menjadi strategi pengabdian kepada masyarakat yang efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di lingkungan masyarakat.
Abstract:Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan dengan judul “Implementasi Sosialisasi Anti-Bullying sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan di SMP Negeri 2 Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat”. Kegiatan ini bertujuan untuk…
an untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya bullying serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah sosialisasi interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, serta permainan edukatif yang melibatkan partisipasi aktif siswa dari kelas VII hingga kelas IX. Materi yang disampaikan mencakup pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menghadapi tindakan perundungan di lingkungan sekolah.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme yang tinggi selama proses sosialisasi berlangsung. Meskipun sebagian besar siswa telah mengenal istilah bullying, pemahaman mereka masih terbatas pada bentuk-bentuk tertentu saja dan belum sepenuhnya menyadari bahwa tindakan sehari-hari seperti mengejek, memberi julukan negatif, dan pengucilan juga termasuk dalam kategori bullying. Setelah kegiatan dilaksanakan, terjadi peningkatan kesadaran siswa mengenai pentingnya sikap saling menghargai dan menghindari segala bentuk kekerasan, baik verbal maupun non-verbal. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi anti-bullying ini dinilai efektif dalam memberikan edukasi serta mendorong perubahan sikap siswa ke arah yang lebih positif. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang bebas dari bullying serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan harmonisess.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Desa Wanasuka sebagai destinasi wisata berbasis potensi lokal dengan mengintegrasikan perspektif resource-based view (RBV), modal sosial, dan pariwisata berkelanjutan.…
kelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap berbagai pemangku kepentingan desa. Analisis data dilakukan secara tematik dan diperkuat dengan pendekatan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wanasuka memiliki potensi yang signifikan berupa sumber daya alam, budaya, dan modal sosial yang dapat menjadi dasar keunggulan kompetitif destinasi. Namun demikian, potensi tersebut belum sepenuhnya teroptimalkan akibat keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, lemahnya tata kelola kelembagaan, serta rendahnya inovasi dan pemanfaatan teknologi digital. Dari hasil analisis, dirumuskan strategi pengembangan yang mencakup optimalisasi potensi lokal, penguatan kapasitas masyarakat, peningkatan tata kelola, serta integrasi teknologi digital dalam pengelolaan dan promosi destinasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis melalui pengembangan model strategi yang integratif dalam konteks desa wisata berbasis potensi lokal, serta kontribusi praktis sebagai dasar perumusan kebijakan dan pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan Desa Wanasuka diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing destinasi, tetapi juga mendorong pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.