Search Articles & Publications

Showing 411 articles found for "Kemudi"

Pelestarian Nilai Keramat Kanemoton sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Adat Suku Wambon di Kabupaten Boven Digoel

David Laiyan, Welhelmina Jeujanan, Antonius Nggewaka, Syahrabudin Husein Enala, Nikolaus Aneyap
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelestarian nilai keramat Kanemoton pada masyarakat adat Suku Wambon di Kampung Tinggam, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel. Kanemoton merupakan warisan… isan budaya yang memiliki makna sakral sebagai pedoman kehidupan masyarakat adat dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia, leluhur, alam, dan Tuhan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat adat Suku Wambon. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian Kanemoton masih dilakukan melalui pewarisan nilai secara lisan, pelaksanaan ritual adat, penghormatan terhadap kawasan keramat, penerapan hukum adat, serta pembinaan oleh tokoh adat kepada generasi muda. Tokoh adat memiliki peran sentral sebagai penjaga nilai budaya sekaligus penyelesai konflik adat. Namun demikian, pelestarian Kanemoton menghadapi berbagai tantangan berupa modernisasi, globalisasi, masuknya budaya luar, berkurangnya regenerasi pemangku adat, serta minimnya dokumentasi budaya. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya menjadi peluang untuk menjaga keberlangsungan nilai Kanemoton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian Kanemoton memerlukan sinergi antara masyarakat adat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan generasi muda melalui dokumentasi budaya, pendidikan berbasis kearifan lokal, serta penguatan kelembagaan adat agar nilai budaya tersebut tetap lestari sebagai identitas masyarakat Suku Wambon di tengah dinamika perubahan sosial

Formulasi Kebijakan Kesehatan Berbasis Karakteristik Wilayah Terpencil di Papua Selatan

Vincenso R Serano, Nur Jalal, Syahruddin
Abstract: Pemerataan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, khususnya di Provinsi Papua Selatan yang memiliki karakteristik geografis, sosial, dan budaya yang… ng kompleks. Kondisi tersebut menuntut adanya formulasi kebijakan kesehatan yang adaptif dan berbasis karakteristik wilayah agar mampu meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses formulasi kebijakan kesehatan berbasis karakteristik wilayah terpencil di Papua Selatan serta merumuskan model kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling yang terdiri atas pejabat Dinas Kesehatan, Bappeda, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan tokoh adat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi kebijakan kesehatan masih menghadapi berbagai kendala, meliputi keterbatasan akses geografis, distribusi tenaga kesehatan yang belum merata, keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum optimalnya koordinasi lintas sektor dan pelibatan masyarakat dalam penyusunan kebijakan. Proses formulasi kebijakan masih didominasi oleh pendekatan administratif sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi karakteristik lokal. Penelitian ini menghasilkan model formulasi kebijakan kesehatan berbasis karakteristik wilayah terpencil yang menekankan lima komponen utama, yaitu identifikasi kebutuhan masyarakat, analisis karakteristik geografis dan sosial budaya, analisis kapasitas sumber daya kesehatan, kolaborasi multipihak, dan penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Model tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan guna meningkatkan pemerataan akses pelayanan kesehatan di Papua Selatan.

Pengelolaan Wisata Kampung Berbasis Masyarakat Di Kampung Buti Distrik Merauke

Paul Adryani Moento, Hubertus Oja, Vincenso Serano, Muhammad Hasan Lefuy
Abstract: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengelolaan Potensi Wisata Kampung Buti Berbasis Masyarakat Di Kampung Buti Distrik Merauke. Untuk mendapatkan data penelitian, peneliti mewawancarai 8 orang sebagai informan. Data… ta analisis menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan teknik analisa data, penulis menggunakan tiga tahap : Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah perencanaan dalam melakukan pengelolaan wisata kampung buti, perencanaan yang di lakukan dengan melihat potensi yang ada di pantai buti, kemudian pemerintah kampung buti melakukan rapat bersama dengan masyarakat dengan menampung seluruh masukan masukan dari masyarakat, kemudian pelaksanaan,  Pemerintah Kampung Buti secara aktif melakukan pembersihan di area sekitar pantai yang telah ditetapkan sebagai destinasi wisata, selanjutnya, pengorganisasian,  Komitmen dan strategi pemerintah Kampung Buti dalam mengelola wisata Pantai Buti sangat jelas. Terdapat penekanan pada pencapaian tujuan pemerintahan yang efektif, menunjukkan bahwa pengelolaan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah strategis untuk mencapai visi yang lebih luas. Serta pengawasan, Hasil positif dari pengelolaan wisata pantai menunjukkan efektivitas sistem pengawasan yang dipimpin Kepala kampung dengan fleksibilitas dalam berkoordinasi.

Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik Dan Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Pegawai Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke

Ipijei , Irene, Tawenem , Yulia Rambayop
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh lingkungan kerja fisik dan motivasi kerja terhadap produktivitas pegawai. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pegawai kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke yang&#8230; ng berjumlah 117 orang dan besarnya sampel ditentukan menggunakan metode slovin sebanyak 54 pegawai. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probality sampling, simple random sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa, observasi, kuisioner dan wawancara. Kemudian data diolah menggunakan alat analisis program komputer IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukan Lingkungan kerja fisik berpengaruh positif terhadap produktivitas pegawai dengan nilai thitung 3,219 dimana nilai ini lebih besar dari ttabel (2,007) dan nilai signifakansi 0,002<0,05. Kemudian Motivasi kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas pegawai dengan nilai thitung 7,517 dimana nilai ini lebih besar dari ttabel (2,007) dan nilai signifikansi 0,000<0,05. Lingkungan kerja fisik dan motivasi kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas pegawai dengan nilai hitung 31,936 dimana nilai ini lebih besar dari ftabel (3,179) dan nilai signifikansi 0,000<0,05. Berdasarkan olah data diketahui nilai adjusted square sebesar 0,539 yang berarti sumbangan pengaruh yang diberikan lingkungan kerja fisik dan motivasi kerja sebesar 53,9% sedangkan 46,1% dipengaruhi oleh variabel lain.

Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran dan Job Relevant Information Terhadap Kinerja Manajerial

Fatimah, Siti
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh partisipasi penyusunan anggaran dan job relevan information terhadap kinerja manajerial. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 27 SKPD Kabupaten Merauke.  Sampel dalam&#8230; alam penelitian ini adalah Kepala Dinas/Badan, Kepala bidang/kepala bagian, Kepala Sub bidang/bagian, Anggota bidang/bagian anggaran yang berada di 27 SKPD Kabupaten Merauke. Setelah menggunakan teknik purposive sampling maka didapatkan populasi sebanyak 75 responden dari 20 SKPD. Data yang digunakan merupakan data primer yang didapat melalui kuesioner yang diberikan dan kemudian data tersebut diolah menggunakan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Job relevant information berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja manajerial. Secara simultan partisipasi penyusunan anggaran dan job relevant information berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial.

PENGARUH TINGKAT HUTANG DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN SUBSEKTOR PERKEBUNAN YANG TERDAFTAR PADA BURSA EFEK INDONESIA

Karolina, Karolina, Arif Hidayat
Abstract: Tujuan dilakukannya investigasi ini adalah guna menguji seberapa besar dampak Tingkat Hutang serta Struktur Modal dalam menentukan Profitabilitas pada entitas subsektor perkebunan yang melantai di BEI dalam rentang waktu&#8230; 2019 hingga 2024, baik melalui tinjauan terpisah maupun gabungan. Prosedur kuantitatif diaplikasikan melalui pemanfaatan teknik analisis regresi data panel yang dieksekusi dengan perangkat lunak EViews 13, di mana pemilihan spesifikasi model yang paling tepat ditentukan berdasarkan rangkaian prosedur uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier, kemudian validasi dugaan dilakukan melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Berdasarkan temuan data, ditemukan bahwa Tingkat Hutang memiliki kaitan yang signifikan terhadap Profitabilitas secara individual dengan nilai t hitung 2.050214 melampaui ambang t tabel 1.69236 serta probabilitas 0.0013 di bawah 0.05 sehingga Ha1 dinyatakan valid. Sebaliknya, variabel Struktur Modal tidak memberikan kontribusi nyata terhadap Profitabilitas dikarenakan perolehan t hitung 0.065961 yang berada di bawah t tabel 1.69236 dengan tingkat signifikansi 0.9478 melampaui 0.05 yang menyebabkan Ha2 harus digugurkan. Penyelidikan secara kolektif membuktikan adanya pengaruh signifikan Tingkat Hutang dan Struktur Modal terhadap Profitabilitas, yang dibuktikan dengan nilai F hitung 4.189942 melampaui F tabel 2.89 dan tingkat signifikansi 0.023903 di bawah 0.05 sehingga Ha3 diterima. Angka Adjusted R2 sebesar 0.654178 memberikan gambaran bahwa 65% fluktuasi Profitabilitas bersumber dari Tingkat Hutang dan Struktur Modal, sementara 35% sisanya merupakan kontribusi dari variabel di luar ruang lingkup model ini.

Kebanggaan Akan Kemakmuran Akar Kejatuhan

Hutabarat, Bernard Maruli, Siswanto, Daniel, Sinaga, Janes, Sinambela, Juita
Abstract: Penelitian ini mengulas perjalanan dan transformasi kepemimpinan Raja Salomo, yang awalnya dikenal sebagai pemimpin yang paling bijaksana dalam sejarah, namun kemudian menjadi pemimpin yang lalim. Penelitian ini menganalisis&#8230; isis peran teologis dalam narasi Kisah Raja Salomo, dengan fokus pada aspek kebanggaan dan kemakmuran yang berkontribusi pada akar kejatuhan Salomo. Dalam konteks ini, penelitian ini menjelaskan bagaimana kebijaksanaan awal Salomo digantikan oleh kemewahan dan pengaruh negatif kekayaan, sehingga dia terjerumus ke dalam berbagai dosa terhadap rakyatnya dan Tuhannya. Serta semua kesalahan yang dilakukannya berkaitan dengan perubahan paradigma kepemimpinan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya moralitas dan nilai-nilai spiritual dalam menjaga kualitas kepemimpinan, serta mengilustrasikan bagaimana kejatuhan seorang pemimpin dapat menjadi pelajaran berharga dalam konteks teologis.

Analisis Kemampuan Thermal Overload Relay pada Panel Kemudi KM. Dharma Rucitra VII saat Kandas di Pelabuhan Wae Kelambu

Khabib, Muhammad, Wiweko, Albert, Siregar, Muhammad Sapril
Abstract: The shipping activity seeks to combine various perspectives such as quality, quantity, welfare satisfaction and safety and security prerequisites related to transportation through the port to the waters.  However, when sailing,&#8230; sailing, the KM. Dharma Rucitra VII ran aground, causing the heavy steering leaf to be moved and resulting in overload, so the ability of the Thermal Overload Relay (TOR) is needed as an electric motor safety from overload. This study aims to analyze the performance of the Thermal Overload Relay (TOR) as a safety for the electric motor driving the rudder leaf from overload due to the ship running aground. The research uses qualitative methods with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation and then analyzed through three stages, namely reducing data, presenting data and drawing conclusions. The result of the research shows that: 1) The rudder leaf is stuck on the seabed because the ship ran aground, causing the Thermal Overload Relay (TOR) on the rudder panel to work; and 2) Thermal Overload Relay (TOR) on the rudder panel when the ship ran aground works in the current range of 7.5A to 10A.

Urgensi Layanan Bimbingan Konseling dalam Pondok Pesantren

Miftahul Huda, Maryam Luailik
Abstract: Pentignya Bimbingan dan Konseling dalam pesantren merupakan sebuah kajian diskursus yang membahas bagaimana peran Konseling dapat di manfaatkan dalam lingkungan pesantren. Apalagi problem pesantren terkait individual santri&#8230; tri sangat komplek dan beragam. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui seberapa penting peran Bimbingan Konseling dalam pesantren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan library research (penelitian literatur). Penelitian literatur dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi melalui pustaka, kemudian mencatat dan mengolah data yang sudah didapatkan. Hasil penelitian ini di temkan bahwa. Memang peran Bimbingan dan Konseling sangat di perlukan dalam Pesantren. Sebagai individual yang di tokohkan dan menjadi role pribadi santri yaitu Kyai. Perlu ada Konselor sebagai pengarah dan teman berdiskusi permasalahan keluh kesah di Pesantren.

Sosialisasi Dan Pelatihan Penggunaan Sistem Informasi Penjualan Domba Qurban Berbasis Web

Siregar, Nur Hamida, Samosir, Muhammad Asrul Fauzy
Abstract: Saat ini masih banyak penjual qurban di Pematangsiantar yang melakukan proses penjualan hewan qurban secara manual atau tradisional. Pencatatan pemesanan, pembayaran, dan informasi hewan masih menggunakan buku atau catatan&#8230; an fisik. Menjelang hari raya Idul Adha biasanya permintaan meningkat drastis, sehingga berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan, kesulitan dalam pengelolaan waktu, tenaga, dan keuangan, serta potensi kehilangan data. Pengabdian masyarakat menjadi solusi terhadap permasalahan yang ada. Pengabdian dilakukan bertujuan untuk merancang sistem informasi penjualan domba qurban berbasis website untuk kemudian digunakan untuk mempermudah transaksi antara penjual dan pembeli secara efisien, transparan, dan real-time. Pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Research. Kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan mampu membantu pelaku usaha penjual qurban dalam meningkatkan jangkauan pemasaran, meningkatkan kualitas layanan, mengurangi kesalahan pencatatan, dan memberikan kemudahan akses informasi bagi pembeli.