Search Articles & Publications

Showing 1578 articles found for "Telah"

UMKM SYARIAH DALAM MEMPERKUAT EKONOMI HALAL BERBASIS LOKAL DI KOTA PALOPO

Wandi, M. Paisal, Khotiva Husain, Mita Cahyani Jumsar, Hera Jakira, Jasriana, Lilis Nurhalizah, Yuki Yunita, Rahmahtia Palenoan Tandiera, Anugrah Nyili, Muhammad Fathir Ilmi
Abstract: Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Pemberdayaan Masyarakat Angkatan XLVIII UIN Palopo Tahun 2025 dengan tema “UMKM Syariah dan Produk Halal” dilaksanakan di Kota Palopo pada 07 Juli–20 Agustus 2025. Program ini berfokus… ni berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pendampingan sertifikasi halal, edukasi manajemen usaha berbasis syariah, serta pelatihan pemasaran digital. Permasalahan utama mitra ialah rendahnya pemahaman mengenai prinsip bisnis syariah, keterbatasan pengetahuan tentang prosedur sertifikasi halal, serta lemahnya strategi pemasaran dan branding produk. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) digunakan sebagai metode pemberdayaan dengan mengoptimalkan potensi aset lokal, seperti keterampilan produksi, jejaring komunitas, dan semangat wirausaha masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui serangkaian tahapan meliputi pemetaan potensi dan masalah, penyuluhan, pendampingan administrasi sertifikasi halal, pelatihan literasi keuangan syariah, pengembangan produk, serta pelatihan pemasaran digital berbasis etika syariah. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya sertifikasi halal, perubahan perilaku usaha menjadi lebih profesional dan berstandar, serta peningkatan kepercayaan konsumen terhadap produk yang telah memenuhi prinsip halal. Selain itu, pendampingan ini mendorong perubahan sosial di masyarakat, terutama dalam bentuk tumbuhnya kesadaran kolektif mengenai pentingnya legalitas halal dan tata kelola usaha secara syariah. Dengan demikian, program KKN ini berkontribusi pada penguatan ekosistem UMKM syariah di Kota Palopo yang berkelanjutan dan berdaya saing.

DIGITALISASI KAMPUNG WISATA BAMBU JETIS: PEMBUATAN WEBSITE DAN OPTIMALISASI GOOGLE MAPS UNTUK PENINGKATAN VISIBILITAS WISATA

Suharjo, Imam, Pande Nyoman Ariyuda Semadi
Abstract: Kampung Wisata Bambu Jetis yang berlokasi di Sumberrejo, Tempel, Sleman, DIY memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya. Awalnya Lokasi ini namun masih menghadapi kendala dalam promosi digital,… al, lokasi ini tidak mudah ditemukan di Internet. Sebelumnya Kampung Wisata bambu ini belum memiliki website, Titik peta lokasi Google Map belum tersedia. Tim mendapatkan data awal saat UMBY melaksanakan KKN di Dusun jetis pada tahun 2024 dan dengan wawancara dengan pengelola. Kegiatan yang dilakukan oleh tim dalam pengabdian ini terkait dengan website yang meliputi : pembuatan web kampungbambujetis.web.id, riset kata kunci, mengisi dengan konten, optimasi SEO (onpage dan offpage SEO) dan monitoring. Sementara untuk Lokasi map dilakukan klaim kepemilikan Lokasi dan penambahan informasi terkait Lokasi. Dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan pengelolaan website kepada pengelola. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini, Website sudah bisa diakses, visibilitas Kampung Bambu jetis sudah muncul di internet dengan pencarian kata kunci terkait serta data Lokasi Map sudah bisa dilengkapi dengan kontak dan Alamat website. Pengelola kampung bambu sudah bisa mengisi konten website dan pendapingan telah dilakukan.

PELATIHAN PERCAKAPAN BAHASA INGGRIS SEHARI-HARI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MELALUI INFORMATION GAP ACTIVITIES

Jamiluddin, Sriati Usman, Fadhila Zamzam, Zarkiani Hasyim, Muh. Akbar Eisemring
Abstract: Pelaksanaan pengabdian ini didasari pada beberapa hasil penelitian sebelumnya yang mengungkapkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris terhadap peserta didik kurang menggembirakan karena para peserta didik menganggap bahwa pelajaran… elajaran bahasa Inggris itu sulit dipahami dan dimengerti. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tambunsaribu, G. et.al (2021) mengungkapkan bahwa faktor penyebab masalah internal peserta didik itu sendiri dimana 77 % respondent yang mengatakan bahasa Inggris itu dianggap membingungkan dan sulit dipelajari.  Dua puluh dua percent (22 %) respondent mengatakan materi berbicara (speaking) sulit dipelajari. Selain dari pada temuan penelitian di atas, hasil pengamatan pengabdi sendiri pada beberapa mahasiswa pada program studi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, menemukan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan mempelajari dan memahami bahasa Inggris, mungkin disebabkan oleh  belum berkesesuaian strategi atau teknik pembelajaran bahasa Inggris yang mendorong mahasiswa untuk mengetahuinya dan merasa senang belajar. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini, pengabdi melakukan pengabdian dalam bentuk pelatihan yaitu menawarkan suatu pendekatan atau teknik yang dapat membantu peserta didik atau mahasiswa mengurangi kebingungan dan kesulitan yang dirasakan selama ini. Pengabdi menawarkan pelatihan dengan menggunakan salah satu pembelajaran kooperatif dalam kelompok kecil, yaitu berpasang-pasangan dalam mengemukakan ide, pikiran masing-masing sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh pasangannya. Hasil penelitian Susanti dan Linaris (2021) mengungkap bahwa siswa yang menggunakan metode diskusi kelompok kecil memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkontribusi dalam diskusi kelas. Selanjutnya hasil penelitian mereka, juga mengungkap bahwa salah satu strategi atau teknik yang dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan berkomunikasi adalah melalui diskusi kelompok kecil. Temuan-temuan penelitian dan hasil pengamatan tersebut, membuat para pengabdi akan memperaktikkan salah satu strategi atau teknik diskusi kelompok kecil, yaitu terdiri dari 2 (dua) orang saling bercakap-cakap (berbicara) sesuai dengan tema bahasa Inggris yang diberikan. Teknik pembelajaran dalam pelatihan ini adalah ‘Information Gap Activities (IGA)’ dimana masing-masing mahasiswa mempunyai peran. Oleh karena itu, tahapan pelaksanaan dalam pelatihan ini dimulai dari pengumpulan bahan pelatihan berupa topik-topik percakapan bahasa Inggris yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, kemudian mahasiswa berlatih dengan memberikan kesempatan yang sama kepada masing-masing pasangan untuk memperaktikkannya sesuai peran masing-masing, dan pada akhir pelatihan, instruktur (pengabdi) memberikan penguatan tentang kegiatan yang telah dilakukan untuk menambah wawasan tentang apa yang telah diperaktikkan. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa ingin tahu mahasiswa, menambah pengetahuan bahasa Inggris, sehingga dengan sadar mempraktikkan sendiri bersama temannya melalui percakapan bahasa Inggris yang sehari-hari mahasiswa gunakan dan alami.

PENGEMBANGAN GEDUNG BALAI RW SEBAGAI PUSAT KEGIATAN KOMUNITAS

Waliyudin Al Ma’rij, Ahmad Khoiri, Kurniawati Mutmainah, Nurma Khusna Khanifa
Abstract: Pengembangan fasilitas umum dapat menjadi bagian penting dari kegiatan pengabdian masyarakat, khususnya untuk mendukung kebutuhan sosial warga. Gedung balai RW di Desa Mergosari, merupakan sarana sosial yang berpotensi untuk… ntuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan komunitas. Kegiatan pengabdian dilakukan oleh dosen dan mahasiswa melalui tahapan koordinasi dengan perangkat desa, survey lapangan, pengukuran kondisi eksisting, serta perancangan desain arsitektur menggunakan perangkat lunak. Hasil rancangan meliputi denah, tampak depan, samping, belakang, serta visualisasi tiga dimensi. Desain yang disusun menunjukkan fungsi balai RW sebagai ruang pertemuan representatif sekaligus pusat aktivitas sosial, edukasi, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Rancangan ini telah diterima dengan baik oleh perangkat desa dan perwakilan warga, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan balai RW yang lebih fungsional, produktif, dan berkelanjutan.

SOSIALISASI PENERAPAN KELAS RAWAT INAP STANDAR (KRIS) DI RUMAH SAKIT

Wahyu Rizky, Sely Aprianda Syah Putri, Budi Prasetyo, Rahardjoputro
Abstract: Penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) merupakan bagian dari transformasi sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk menjamin kesetaraan dan mutu pelayanan bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kurangnya… urangnya pemahaman masyarakat terhadap kebijakan KRIS menjadi tantangan dalam implementasinya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai konsep dan manfaat KRIS, serta menyampaikan 12 kriteria fasilitas rawat inap yang ditetapkan pemerintah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan, dari 69% peserta berada pada kategori pengetahuan cukup sebelum sosialisasi menjadi 89% peserta dalam kategori pengetahuan baik setelah kegiatan.  Hasil ini menunjukkan bahwa sosialisasi KRIS mampu meningkatkan pemahaman masyarakat secara efektif. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung keberhasilan implementasi KRIS di masyarakat.  

PENYULUHAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MIOPIA TINGGI

Devi Susanti, Leni Novianti, Rizcita Prilia Melvani, M Fakhruddin, M. Hanafiah
Abstract: Studi yang dikerjakan oleh Holden menemukan bahwa prevalensi miopia global adalah 22,9% dan miopia tinggi 2,7% pada tahun 2000. Dalam dekade berikutnya, prevalensi miopia meningkat menjadi 28,3% dan miopia tinggi naik menjadi&#8230; njadi 4,0% pada tahun 2010. Prediksi untuk tahun 2050 menyatakan bahwa prevalensi miopia akan mencapai 49,8% dan miopia tinggi akan mencapai 9,8%. Selain itu, data dari WHO pada tahun 2010 mencatat bahwa prevalensi miopia global adalah 27% dan miopia tinggi adalah 2,8%. Berbagai faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya miopia pada pasien meliputi genetik dan pola hidup Miopia merupakan sebuah kelainan refraksi di mana, ketika mata tidak berakomodasi, sinar-sinar sejajar dari objek tertentu difokuskan bukan pada retina, melainkan di depannya.Tinjauan Pustaka: miopia merupakan sebuah kelainan refraksi di mana, ketika mata tidak berakomodasi, sinar-sinar sejajar dari objek tertentu difokuskan bukan pada retina, melainkan di depannya. Metode Penelitian: Dalam penelitian ini, metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini sebanyak 56 responden. Hasil Penelitian : Setelah dianalisa dengan uji statistik chi-square dimana P = 0,05 diperoleh P Value =0,006 < 0,05 dan diperoleh bahwa ada hubungan yang bermakna antara faktor genetik dengan kejadian miopia tinggi di Optik Global Palembang. Setelah dianalisa dengan uji statistik chi-square dimana P = 0,05 diperoleh P Value = 0,03 < 0,05 dan diperoleh bahwa ada hubungan yang bermakna antara pola hidup dengan kejadian miopia tinggi di Optik Global Palembang. Kesimpulan : berdasarkan hasil dari uji chi square terdapat ada hubungan antara faktor genetik dan pola hidup terhadap terjadinya miopia tinggi pada pasien di Optik Global Palembang.

“ANAKHONHI DO HAMORAON DI AHU”: Suatu kajian tradisi budaya dan Kekristenan menurut Amsal 1:8 diperhadapkan dengan filosofi Batak Toba.

Pahala Jannen Simanjuntak, Magelhaens Sianipar
Abstract: Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam kehidupan orang Batak pada umumnya, anak-anak adalah kekayaan (Hamoraon) bagi keluarga, termasuk masyarakat, gereja, bangsa, dan negara. Itulah sebabnya muncul filosofi "Anakhonhi do hamoraon&#8230; moraon di Ahu" (yang berarti "Anakku adalah kekayaan bagiku"). Ditinjau dari tradisi budaya dan Kristen, pepatah ini memiliki makna yang sangat dalam dan penuh kebijaksanaan. Dalam budaya Batak, mereka memiliki filosofi 3 H: Hamoraon (kekayaan), Hagabeon (keturunan), dan Hasangapon (kehormatan). Filosofi ini telah mengakar dalam kehidupan orang Batak sejak zaman dahulu hingga sekarang. Dalam teologi Kristen, anak-anak adalah karunia dan amanah dari Tuhan kepada orang tua di tengah keluarga. Menjual semua harta benda yang mereka miliki dilakukan asalkan anak-anak mereka bisa bersekolah. Ungkapan "Sude tano maraek dohot tano mahiang" (keluar dari tanah basah dan tanah kering) adalah ungkapan yang menjelaskan bagaimana orang Batak berjuang untuk anak-anaknya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kekayaan budaya dan tradisi Kristen bagi orang Batak mengenai filosofi: "Anakhonhi do hamoraon di ahu" dan Amsal 1:8, melalui studi pendapat para ahli dan Alkitab sebagai literatur penelitian.

AL-QUR’AN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI PONDOK CABE UDIK (Pendekatan dan Praktik)

Ziyad Ulhaq, Samsul Ariyadi
Abstract: Penelitian ini mengkaji peran prinsip-prinsip Alquran dalam proses pemberdayaan masyarakat di Pondok Cabe Udik. Dengan mengintegrasikan analisis konten kitab suci Alquran dan data lapangan yang diperoleh selama periode Januari&#8230; anuari 2022 hingga Desember 2022, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi kontribusi yang diberikan oleh teks-teks keagamaan dalam membentuk kerangka kerja sosial dan ekonomi di wilayah tersebut. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, penekanan pada nilai-nilai Alquran seperti keadilan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial menjadi vital. Prinsip-prinsip ini tidak hanya berfungsi sebagai pedoman moral, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Misalnya, melalui program berbasis komunitas yang merangkul visi pembangunan berkelanjutan, masyarakat di Pondok Cabe Udik telah berhasil mengimplementasikan proyek pengentasan kemiskinan yang align dengan ajaran Alquran. Melalui pendekatan partisipatif, penelitian ini juga mengungkap bagaimana masyarakat tempatan mengambil inspirasi dari ajaran Alquran dalam praktik kehidupan sehari-hari, menciptakan suasana saling membantu dan berbagi sumber daya. Misalnya, kelompok-kelompok masyarakat yang dibentuk untuk mendukung usaha mikro kecil menengah (UMKM) didasari oleh kebersamaan yang diajarkan dalam ajaran Islam, yang mendukung individu dalam memperkuat kapasitas ekonomi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa teks-teks suci tidak hanya dibaca, tetapi juga diterapkan secara praktis, memberikan semangat kolektif untuk mencapai pertumbuhan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya berfokus pada analisis kandungan Alquran, tetapi juga menganalisis interaksi yang dinamis antara aspek keagamaan dan kehidupan masyarakat. Hasil dari kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi penelitian-penelitian selanjutnya serta bagi pengambil kebijakan untuk merumuskan strategi pemberdayaan yang lebih efektif, berbasis padanilai-nilai spiritual yang terintegrasi dengan kebutuhan dan aspirasi lokal. 

PENYEBARLUASAN INFORMASI KESEHATAN (PENYULUHAN) DENGAN MEMBERDAYAKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG ADA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BASAAN TAHUN 2025

Saputri Stiawati, Zamli
Abstract: Kesehatan masyarakat adalah elemen krusial dalam pembangunan suatu bangsa yang memerlukan perhatian yang mendalam, terutama di daerah dengan akses informasi kesehatan yang minim. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini&#8230; bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat di area kerja UPTD Puskesmas Basaan melalui penyuluhan kesehatan yang melibatkan pemberdayaan sumber daya manusia lokal. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan dilakukan secara partisipatif, dengan melibatkan remaja, kader kesehatan, dan petugas kantin gereja sebagai agen penyuluh yang telah mendapatkan pelatihan sebelumnya. Penyuluhan dilaksanakan di berbagai lokasi strategis seperti posyandu remaja dan tempat umum, dengan materi yang mencakup bahaya pergaulan bebas, rabies, dan demam berdarah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai isu kesehatan, partisipasi aktif dari warga, serta terbentuknya jaringan relawan penyuluh lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat menjadi strategi yang efektif dalam memperkuat promosi dan pencegahan kesehatan di tingkat komunitas. Program ini diharapkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.   

PEMBERDAYAAN REMAJA PEREMPUAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERGAULAN BEBAS

Arifin, Yulia, Gina Muthia, Ety Aprianti
Abstract: Masa remaja disebut juga masa pubertas, yaitu masa transisi yang unik ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis. Pada masa remaja cenderung memiliki rasa penasaran yang tinggi. Tanpa kontrol yang tepat dari&#8230; ari dirinya sendiri maupun orangtua, hal ini bisa membuat mereka terjerumus pada pergaulan bebas. Bentuk pergaulan bebas pada remaja seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba, dan tindakan kenakalan remaja lainnya. Pada Januari 2023, laporan kasus kekerasan pada anak sebanyak 6 kasus dengan rincian dua kekerasan psikis dan empat kasus pelecehan seksual. Remaja yang sedang mengalami pubertas membutuhkan bimbingan dari lingkungan sekitarnya, orang tua, dan sekolah. Pondok Pesantren Al-Falah merupakan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan agama Islam dan menumbuhkan kesadaran dalam berperilaku yang baik. Agar remaja dapat melalui masa pubertas dan berperilaku dengan baik, dibutuhkan informasi dan edukasi seputar kesehatan reproduksi pada remaja putri di Pondok Pesantren. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 26 Juli 2025. Adapun kegiatannya meliputi pemberian informasi dan edukasi terkait kesehatan reproduksi pada remaja dan diskusi seputar masalah pubertas pada remaja yang hadir dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil: Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, 100% remaja sudah tersosialisasi tentang kesehatan reproduksi dan masalah pada remaja. 80% remaja dapat menjawab pertanyaan dengan benar yang telah diajukan oleh penyaji.