Abstract:Remaja merupakan suatu kondisi peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang usianya terbagi menjadi 3 kelompok yaitu remaja awal (Early Adoloscence) usia 10-12 tahun, remaja madya (Middle Adoloscence) usia 13-15 tahun dan…
remaja akhir (Late Adoloscence) usia 16-19 tahun Fase ini merupakan masa penentuan seseorang sebelum menginjak ke usia dewasa, pada masa ini individu akan mengalami banyak perubahan pada aspek perkembangan dan pertumbuhan, serta membutuhkan segala sesuatu untuk melewati masa perkembangannya .Tujuan Penelitian Mengetahui adanya hubungan pernikahan dini dengan dampak biologis bagi remaja putri di Poskesdes Desa Dalam. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif yaitu suatu desain yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif / statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotetsis yang telah ditetapkan. Hasil Analisis univarian dalam penelitian ini menyajikan usia saat responden pertama kali menikah, kejadian anemia dan perdarahan saat persalinan. distribusi frekuensi berdasarkan usia remaja saat pertama kali menikah didapatkan bahwa dari 25 responden yang diteliti, persentase tertinggi adalah usia 16-19 tahun yaitu 20 responden (80%) sedangkan usia 10-15 tahun sebanyak 5 responden (20%). Kesimpulan Sebagian besar pernikahan dini dilakukan pada usia 16-19 tahun yaitu sebanyak 20 jiwa dan 10-15 tahun sebanyak 5 jiwa, Sebagian besar ibu yang melakukan pernikahan dini mengalami anemia sebanyak 8 jiwa (16-19 tahun) dan 5 jiwa (10-15 tahun). Sedangkan ibu yang melakukan pernikahan dini melewati proses persalinan dengan perdarahan sebanyak 15 jiwa (16-19 tahun) dan 1 jiwa (10-15 tahun)
Abstract:Nitzschia sp merupakan mikroaga bersel tunggal yang berperan penting dalam ekosistem perairan sebagai produsen primer alami bagi larva organisme laut. Dalam pemeliharaan larva diperlukan pakan awal yaitu Nitzschia sp. Untuk…
tuk memenuhi pakan tersebut perlu dilakukan upaya perbaikan kultur Nitzschia sp. skala Laboratorium dan semi massal. Tujuan dari kultur diatom ini untuk mengetahui pertumbuhan dan kepadatan yang dihasilkan dengan pemberian pupuk yang berbeda daam skala laboratorium, sehingga kebutuhan pakan alami untuk larva tercukupi. Kultur Nitzschia sp. pada skala laboratorium (2 L) menghasilkan kepadatan tertinggi pada hari keenam sebanyak 13.000.000 sel/mL. Sedangkan kultur Nizschia sp. semi massal (20 L) dapat memenuhi kebutuhan pakan alami untuk larva, dengan kepadatan tertinggi pada hari keenam sebesar 8.300.000 sel/mL.
Abstract:Keadaan Pendidikan yang ada di Desa Mapur bahwasanya pendidikan yang ada di Desa Mapur khususnya tingkat SD dan SMP di Mapur masih minim, belum memiliki fasilitas yang baik. Selain fasilitas yang menjadi alasan, kesadaran…
n orang tua dan juga anak-anaknya sangat minim terhadap pentingnya Pendidikan, maka diperlukan peran dari Dinas Pendidikan untuk lebih memperhatikan Pendidikan di desa tersebut. Secara esensi tujuan Pendidikan menjadi pembentukan manusia yang hanya bukan dapat menyesuaikam diri, hayati dalam masyarakat melainkan, lebih asal itu yang bagaimana mampu menyumbang perubahan bagi masyarakat serta memiliki sebagai orang penyeimbang masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori Biddle dan Thomas uang menggunakan empat indicator, yakni harapan, norma, wujud perilaku, evaluasi dan sanksi, jensi penelitian yangdigunakan adalah penelitian desktrifif kaulitatif. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dinas Pendidikan yang berperan dalam menangani kesenjangan Pendidikan di desa mapur, kecamatan bintan pesisir kabupaten bintan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa harapan dari para wali murid dan para tenaga pendidik yaitu adanya penambahan guru bahasa inggris dan alat transprotasi yang diharapkan bisa beroperasi jalan setiap hari. Dalam melaksanakan peran Dinas Pendidikan mengutamakan norma dan berpegang teguh kepada Undang-Undang 23 Tahun 2014. Wujud nyata yang terlihat jelas yaitu adanya pembagian baju seragam gratis, apembagian alat tulis gratis serta adanya kartu Indonesia pintar bagi siswa siwsi yang kurang mampu. Evaluasi dan sansksi para wali murid mengnaytakan bahwa dinas pantas mendapatkan penilain yang positif dan juga para tenaga Pendidikan berkata demikian bahwa dinas layak mendapatkan penilaian yang positif hanya saja ada beberapa hal yang harus di evaluasi.
Abstract:Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik menjadi dasar hukum evaluasi dilaksanakan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional berbasis elektronik,…
ronik, seperti yang saat ini mulai diterapkan pada januari 2024 melalui penerapan e-Kinerja yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Sistem Pengelolaan Kinerja ini diatur melalui Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara, PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Jabatan Fungsional, dan Peraturan Direktur Jenderal GTK Nomor 7607/B.B1/HK.03/2023 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah. Kemudian melalui fitur e-Kinerja yang terintegrasi Badan Kepegawaian Negara Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah dalam Platform Merdeka Mengajar, guru dan kepala sekolah hanya perlu berfokus pada satu indikator berdasarkan capaian Rapor Pendidikan di satuan pendidikan.
Abstract:The Karimun Regency Government is improving fisheries business services through the Fisheries Service creating an online-based service innovation in the form of the ARAHKAN (Let's Realize Harmonious Fisheries) Application…
n in realizing fisheries administration services that are fast, cheap, efficient and transparent. This research discusses matters related to the implementation of fisheries business services using technology and obstacles in application services. The aim of this research is to find out how application-based fisheries business services are at the Fisheries Business Services UPT, Kundur District, Karimun Regency. The method used in this research is a qualitative descriptive method with informants consisting of elements from the Fisheries Service, UPT and the community and using data collection techniques and tools in the form of observation, interviews and documentation. The overall research results of this application have been said to meet expectations based on the following 4 indicators: a) input: human resources, finances, adequate facilities and infrastructure. b). Process: easy procedure, more time and cost efficient. c). Output: service levels increase, such as Kube, fuel recommendations, benefits received by fisheries business actors increase. d). Outcome: fisheries business services are more effective and efficient. However, in terms of the implementation process it cannot be said to have met expectations because there are still obstacles or obstacles such as network problems, the community is not yet technologically independent.
Keywords : Services, Policy Evaluation, Electronic Services
Abstract:The Ministry of Maritime Affairs and Fisheries, in its government mission, carries out the creation of Maritime and Fisheries Business Actor Cards (KUSUKA). This card is an individual identification card issued by the Ministry…
nistry of Maritime Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia for maritime and fisheries business actors in Indonesia. This research discusses matters related to the results of the implementation of the KUSUKA card program services at the Kundur District Fisheries Business Services UPT. The aim of this research is to find out the results of the implementation of the KUSUKA card at the Kundur Fisheries Business Services UPT. The approach used in this research is descriptive qualitative using data collection methods in the form of observation, interviews and documentation. The results of this research show that the implementation of the KUSUKA card program for the community at the Kundur District Fisheries Business Services UPT is as expected. The implementation of this program meets expectations based on the following 6 indicators: a). effectiveness: the results achieved have met expectations. b) Efficiency: time and costs are efficient. c). Adequacy: Human resources and facilities/infrastructure are adequate. d). Alignment: program benefits are adequate. e). Responsiveness: service is adequate. f). Accuracy: the program results are useful. However, the effectiveness indicators and efficient indicators still cannot be said to meet expectations, this is because there are problems or obstacles such as the lack of clarity on the time for printing KUSUKA cards which only adjusts the bank's ability to print cards, the functions and benefits of the program have not been fully felt and there is no real change in the lives of the community or fisheries business actors in the Kundur District Fisheries Business Services UPT.
Keywords : Public Services, Evaluation, Kusuka Card
Abstract:Pembelajaran berbasis karakter di sekolah merupakan suatu pendekatan yang memiliki tujuan membentuk siswa yang berkarakter melalui proses pembelajaran yang holistik. Salah satu pendekatan yang dapat diambil adalah pembelajaran…
ajaran berbasis budaya lokal. Abstrak ini akan membahas konsep dan implementasi pembelajaran berkarakter di sekolah yang didasarkan pada kearifan lokal dan budaya setempat.
Pembelajaran berbasis karakter di sekolah memandang karakter bukan hanya sebagai serangkaian nilai moral, tetapi juga sebagai aspek integral dari identitas dan nilai-nilai budaya setempat. Budaya lokal menjadi pondasi utama dalam pengembangan karakter siswa, dengan pendekatan ini bertujuan untuk membangun nilai-nilai seperti kejujuran, rasa tanggung jawab, kerjasama, dan rasa peduli terhadap lingkungan.
Implementasi pembelajaran berkarakter berbasis budaya lokal memerlukan kolaborasi erat antara sekolah, komunitas lokal, dan orang tua siswa. Kurikulum dirancang untuk mencerminkan nilai-nilai budaya setempat dan memasukkan tradisi serta kearifan lokal ke dalam proses pembelajaran. Materi pembelajaran dapat berupa cerita-cerita lokal, lagu-lagu tradisional, atau kegiatan yang menggali nilai-nilai lokal.
Pentingnya pengembangan karakter berbasis budaya lokal tidak hanya berfokus pada siswa sebagai individu, tetapi juga pada kontribusi siswa sebagai bagian dari sebuah komunitas yang lebih besar. Sekolah berperan sebagai agen pembentukan karakter dengan memfasilitasi pembelajaran yang memperkuat hubungan sosial siswa, mempromosikan keberagaman, dan mengapresiasi warisan budaya setempat.
Hasil dari pembelajaran berkarakter berbasis budaya lokal diharapkan tidak hanya mampu membentuk pribadi yang berkarakter kuat, tetapi juga siswa yang memiliki rasa bangga terhadap budaya dan identitas lokal mereka. Melalui pendekatan ini, sekolah menjadi wahana transformasi sosial yang memperkaya karakter siswa dengan nilai-nilai lokal, menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, dan menjembatani pemahaman antara tradisi budaya dan pembentukan karakter.
Abstract:Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya khususnya materi pokok memahami gerak tari tradisional dengan menggunakan penerapan metode demonstrasi.…
si. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran yang bersifat konvensional yakni lebih terpusat pada guru. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya tentang gerak tari tradisional di kelas VIII 3 SMP Negeri 1 Kualasimpang melalui penerapan metode demonstrasi. Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini yaitu memberikan sumbang pemikiran dalam merenovasi pembelajaran dari teacher center ke student center melalui penerapan metode demonstrasi. Dengan demikian, siswa akan terlibat secara langsung dalam mencari, menemukan, dan menggali pengetahuannya sendiri. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Data dalam penelitian ini diperoleh dari guru (observer) dan siswa melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan data hasil penelitian dari siklus I sampai siklus II, diperoleh data bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran melalui penerapan metode demonstrasi mengalami peningkatan secara signifikan dari pembelajaran sebelumnya yang menggunakan metode ceramah. Jadi, kesimpulannya adalah penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya tentang gerak tari tradisional berdasarkan unsur pendukung tari iringan di kelas VIII 3 SMP Negeri 1 Kualasimpang.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi (kompetensi intelektual dan fisik) baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Kabupaten…
n Lampung Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang telah menerima pelayanan dari para pegawai kantor Kelurahan Karang Anyar yang berjumlah 105 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 83 orang. Alat analisis data yang digunakan untuk menguji kuesioner adalah uji validitas reliabilitas serta normalitas, sedangkan untuk menguji sampel menggunakan uji hipotesis dan koefisien determinasi. Hasil uji simultan menunjukkan nilai yang lebih besar dibandingkan nilai F tabel, yaitu 88,427 > 3,11 sehingga variabel kompetensi intelektual dan fisik secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Hasil uji parsial untuk variabel kompetensi intelektual adalah sebesar 5,127 dan variabel kompetensi fisik sebesar 3,656 keduanya lebih besar dibandingkan dengan t tabel yaitu 1,990. Hal ini berarti variabel kompetensi intelektual dan fisik memberikan pengaruh sebesar 51,2% dan 36,5% terhadap kinerja pegawai. Besar koefisien determinasi kedua variabel adalah 0,689, hal ini menunjukkan bahwa 68,9% kinerja pegawai dipengaruhi oleh kompetensi intelektual dan fisik sedangkan sisanya 31,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Abstract: Kelompok melati putih yang terletak di Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru merupakan salah satu kelompok keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan yang menjadi bagian dalam pelaksanaan kegiatan Pertemuan Peningkatan…
atan Kemampuan Keluarga (P2K2). Dalam peningkatan kemampuan ini perlu adanya pelatihan keterampilan bagi ibu- ibu kelompok PKH. Namun, terdapat beberapa keterbatasan yang menjadi masalah dalam pengoperasiannya. Yang pertama, keterbatasan sumber daya manusia sebagai pelatih atau tutor dalam pelaksanaan pelatihan keterampilan pembuatan produk sabun. Yang kedua, Sarana dan prasarana berupa bahan – bahan yang diperlukan dalam membuat produk sabun cuci piring seperti bahan- bahan kimia, air galon, dll dinilai masih kurang. Yang ketiga, masalah kurangnya informasi dan pengetahuan bagaimana menambah pendapatan. Kegiatan pengabdian dimulai dari tahap observasi lapangan, pemaparan materi ekonomi kreatif, pengadaan bahan – bahan pembuatan sabun cuci piring. Hasil dari kegiatan ini anggota kelompok melati putih terlihat antusias dengan mengikuti pelatihan pembuatan sabun cuci piring serta sangat senang karena adanya bantuan yang telah diberikan. Kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci piring ini juga memenuhi keterampilan softskill ibu – ibu kelompok melati putih dan kiranya bisa menjadi sumber pendapatan keluarga.
Kata Kunci : pelatihan, ekonomi kreatif, sabun cuci piring