Search Articles & Publications

Showing 1731 articles found for "Antar"

KAIDAH AL-GHARIB, AL-MU’ARRAB, DAN LA TARADUF FI Al-QURAN

Ulfa Hidayatus Salsabila, Muhammad Akbar, Ahmad Dasuki
Abstract: Pemahaman  terhadap  Al-Qur'an  memerlukan  pendekatan  yang  komprehensif, terutama dalam aspek linguistik yang kompleks.  Tiga konsep utama dalam Ushul al-Tafsir, Gharib,  Mu’arrab,  dan  La  Taraduf berperan    penting   … ran    penting    dalam mengungkap kedalaman makna Al-Qur'an.  Gharib merujuk pada kata-kata asing atau jarang digunakan yang memerlukan penafsiran khusus.  Mu’arrab adalah kata-kata non-Arab yang diadopsi ke dalam bahasa Arab dan digunakan dalam Al-Qur'an, menunjukkan interaksi budaya dan linguistik.  Sementara itu, La Taraduf menekankan  bahwa  tidak  ada  sinonim  sempurna  dalam  Al-Qur'an, setiap  kata memiliki  makna  dan  nuansa  tersendiri. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  meninjau secara kritis ketiga konsep tersebut dengan merujuk pada literatur. Metode yang digunakan  adalah  studi  literatur  dengan  pendekatan  kualitatif,  menganalisis bagaimana  para  ulama  dan  akademisi  kontemporer  memahami  dan menerapkan konsep-konsep  ini  dalam  tafsir  Al-Qur'an.    Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa pemahaman yang mendalam terhadap Gharib, Mu’arrab, dan La Taraduf sangat penting  dalam  menafsirkan  Al-Qur'an  secara  akurat  dan  kontekstual. Studi  ini juga menyoroti perlunya integrasi antara pendekatan linguistik klasik dan modern dalam Ushul al-Tafsir.

LAHJAT DAN QIRA’AT DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS HISTORIS, LINGUISTIK, DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TAJWID DAN TAFSIR

Muhammad Farhan, Taufik Kurrahman, Musyaari Rasyiid, Ahmad Dasuki
Abstract: Kajian ini membahas hubungan antara Lahjat (dialek) dalam bahasa Arab dan Qira’at dalam Al-Qur’an melalui pendekatan historis dan linguistik. Keberagaman Lahjat pada masyarakat Arab pra-Islam melahirkan variasi bahasa antar… a antar kabilah yang kemudian menjadi konteks munculnya Qira’at sebagai bentuk kodifikasi bacaan Al-Qur’an yang shahih berdasarkan sanad, kaidah bahasa Arab, dan rasm Utsmani. Pembahasan mencakup sejarah Lahjat, klasifikasi kabilah dan dialek, pengertian serta perkembangan Qira’at, macam dan tingkatannya, serta pengaruhnya terhadap hukum bacaan (tajwid) dan penafsiran. Selain itu, diuraikan pula hikmah keberagaman Qira’at yang mencerminkan kemudahan, keluasan makna, dan penjagaan keaslian wahyu. Dengan demikian, keragaman Qira’at  dipahami sebagai bentuk fleksibilitas linguistik yang memperkaya pemahaman Al-Qur’an tanpa menghilangkan kesatuan maknanya.

Interkoneksi Ism Fā’il dan Kaidah Keumuman Lafaz dalam ushhulut tafsir Al-Qur’an

Naufal Firdaus, Andi Irawan, Aini Fikri, Ahmad Dasuki
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interkoneksi antara struktur morfologis Ism Fā'il dengan kaidah al-'ibrah bi 'umum al-lafzh la bi khushush as-sabab dalam metodologi ushulut tafsir. Permasalahan utama yang dikaji… kaji adalah bagaimana karakteristik linguistik Islam Fā'il mendukung universalitas pesan Al-Qur'an sehingga tidak terjebak dalam batasan historis asbab an-nuzul. Dengan menggunakan metode kualitatif berdasarkan studi pustaka (library study), penelitian ini membedah sifat tsubut (tetap) dan istimrar (kontinuitas) pada Ism Fa'il sebagai fondasi bahasa bagi keumuman lafaz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan Ism Fa'il dalam teks Al-Qur'an, seperti pada lafaz as-sariqu dalam Surah Al-Mā'idah ayat 38, secara inheren menciptakan kategori hukum yang inklusif dan dinamis. Dalam konteks keindonesiaan, pemikiran Quraish Shihab menunjukkan bahwa interkoneksi ini memungkinkan hukum Al-Qur'an tetap konsisten secara prinsip namun fleksibel dalam operasionalisasinya, menyesuaikan dengan realitas sosial-yuridis yang majemuk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur gramatikal Arab merupakan instrumen vital yang menjamin aktualitas pesan Ilahi sepanjang ruang dan waktu.

Mazhab Tafsir Syiah, Kelahiran dan Perkembangan, Sumber, Metode dan Karakteritik Tafsir, Tokoh-Tokoh Tafsir Syi’ah dan Karyanya

Muhammad Ramdani, Muhammad Jiddan Alamsyah, Agung, Akhmad Dasuki
Abstract: Artikel ini mengkaji mazhab tafsir Syiah dengan menyoroti kelahiran dan perkembangannya, sumber-sumber penafsiran, metode serta karakteristiknya, dan tokoh-tokoh utama beserta karya-karyanya. Kajian ini penting karena penelitian… nelitian tentang tradisi tafsir Syiah di Indonesia masih relatif terbatas, padahal tradisi ini memiliki posisi penting dalam sejarah intelektual Islam dan terus berkembang hingga masa modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan melalui penelaahan terhadap kitab tafsir, karya ulama, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir Syiah lahir dari pengakuan terhadap otoritas Ahlul Bait dan doktrin imamah, lalu berkembang dari corak riwayat yang cenderung apologetik menuju bentuk penafsiran yang lebih rasional, linguistik, filosofis, dan dialogis. Sumber tafsir Syiah mencakup Al-Qur’an, riwayat Nabi dan imam Ahlul Bait, hadis internal Syiah, akal, serta ta’wil. Tokoh-tokoh seperti al-‘Ayyasyi, al-Qummi, al-Tusi, al-Tabarsi, dan Muhammad Husayn Tabataba’i menunjukkan dinamika tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir Syiah merupakan tradisi intelektual yang dinamis, berlapis, dan terus beradaptasi dalam ruang akademik serta dialog antar mazhab.

Epistemologi Tafsir bi al-Ra'yi: Sumber, Metode, dan Karakteristik dalam Tradisi Tafsir Islam

Evi Aulia, Sholihudin Amin, Akhmad Dasuki
Abstract: Artikel ini mengkaji epistemologi tafsir bi al-ra'yi dalam tradisi penafsiran Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan menjelaskan genealogi historis, sumber-sumber epistemologis, prosedur metodologis, dan karakteristik tafsir… r rasional dalam tradisi tafsir Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan metode analisis historis-intelektual dan epistemologis, penelitian ini menganalisis literatur klasik dan kontemporer bidang Ulumul Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir bi al-ra'yi bukan sekadar penafsiran berbasis pendapat pribadi, melainkan proses intelektual terstruktur yang berpijak pada tiga sumber epistemologis utama: akal ('aql), bahasa Arab (lughat al-'Arab), dan prinsip metodologi hukum Islam (usul al-fiqh). Secara metodologis, penafsiran ini mengikuti prosedur sistematis: pembacaan teks, analisis linguistik, elaborasi rasional, dan validasi normatif melalui kaidah syar'i. Tujuh karakteristik utama tafsir bi al-ra'yi berhasil dirumuskan: rasional-argumentatif, berbasis linguistik, bersifat istinbati, terbuka terhadap konteks, tidak bebas nilai, integratif antara naql dan 'aql, serta bersifat ijtihadi. Secara historis, metode ini berkembang bertahap dari era sahabat hingga periode klasik dan modern. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tafsir bi al-ra'yi terbagi menjadi dua kategori: al-ra'yi al-mahmud (terpuji) yang mengikuti kaidah ilmiah, dan al-ra'yi al-madhmum (tercela) yang didasarkan pada opini tanpa landasan keilmuan memadai.

KAJIAN PSIKOLOGIS TENTANG NAFS DALAM QS. AL FAJR; 27 – 30 MEURUT TAFSIR MAFATIH AL GHAIB

Agus Maulana, Siti Sa’adatul Rizkiya
Abstract: Kajian ini menganalisis konsep nafs dalam QS. Surah Al-Fajr ayat 27–30 melalui perspektif tafsir Mafatih al-Ghaib karya Fakhr al-Din al-Razi serta relevansinya dalam psikologi kontemporer. Fokus utama terletak pada pemaknaan… aknaan nafs al-muthma’innah sebagai kondisi kejiwaan yang stabil, tenang, serta terintegrasi antara aspek spiritual dan psikologis. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, memanfaatkan literatur klasik serta penelitian empiris lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep nafs al-muthma’innah memiliki kesesuaian kuat dengan teori psychological well-being, terutama pada aspek regulasi emosi, kontrol diri, serta pencapaian makna hidup. Data empiris menunjukkan bahwa individu dengan orientasi spiritual memiliki tingkat stres lebih rendah hingga 30% serta kepuasan hidup lebih tinggi hingga 35%. Integrasi antara tafsir klasik dan psikologi modern menghasilkan pendekatan holistik dalam memahami kejiwaan manusia. Kajian ini menegaskan bahwa nilai spiritual dalam Al-Qur’an memiliki kontribusi signifikan dalam membangun kesehatan mental serta ketahanan psikologis pada era modern yang penuh tekanan sosial dan perubahan cepat.

MEMAKNAI GENDER EQUALITY DALAM PERSPEKTIF HADIS: KESAMAAN, KEADILAN, DAN TANGGUNG JAWAB

M. Azka Putra Difni Kurniawan, Arja Amin Munashoha
Abstract: Artikel ini mengkaji konsep gender equality dalam perspektif hadis dengan menyoroti relasi antara kesamaan, keadilan, dan tanggung jawab. Wacana kesetaraan gender kontemporer kerap dipahami sebagai tuntutan kesamaan hasil… l antara laki-laki dan perempuan. Sementara itu, dalam tradisi intelektual Islam, kesetaraan tidak selalu dimaknai sebagai kesamaan absolut, melainkan sebagai keadilan proporsional (ʿadl) yang mempertimbangkan hak dan kewajiban. Dengan menggunakan pendekatan normatif dan kontekstual, artikel ini menganalisis sejumlah hadis yang berkaitan dengan relasi gender untuk memahami bagaimana konsep kesetaraan ditempatkan dalam kerangka etika Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis menegaskan kesetaraan spiritual antara laki-laki dan perempuan, sekaligus menekankan pentingnya prinsip keadilan dan tanggung jawab moral (taklīf). Dengan demikian, gender equality dalam perspektif hadis perlu dipahami sebagai keseimbangan antara kesamaan martabat, keadilan peran, dan tanggung jawab bersama. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya dialog antara sumber normatif Islam dan diskursus gender modern.

Konflik Antaragama, Resolusi dan Rekonsiliasi

Alexsa, Amanda, Tasya, Lingga, Hani Wulan Sari
Abstract: Penelitian ini mengkaji konflik antaragama di Indonesia dengan fokus pada faktor penyebab, bentuk penyelesaian, serta upaya rekonsiliasi yang ditempuh. Konflik keagamaan tidak semata-mata muncul karena perbedaan keyakinan,… n, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Dalam banyak kasus, agama justru dijadikan simbol atau alat legitimasi dari pertentangan yang sebenarnya berakar pada persoalan struktural lain. Penyelesaian konflik di masyarakat yang majemuk menuntut pendekatan yang adil, terbuka melalui dialog, serta berlandaskan nilai kemanusiaan. Lebih jauh, rekonsiliasi dipandang sebagai langkah penting untuk memulihkan kepercayaan antar kelompok sekaligus membangun perdamaian yang berkelanjutan. Dengan menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menunjukkan bahwa konflik, resolusi, dan rekonsiliasi merupakan tiga aspek yang saling berkaitan erat dan perlu dipahami secara menyeluruh agar tercipta harmoni dalam kehidupan masyarakat plural.

Membangun Empati Berbasis Produktifitas dan Ekonomi: Studi Hermeneutika ayat 267 Surat Al-Baqarah

Anis Putri Karima, Abdul Halim
Abstract: Artikel ini merupakan jabaran QS. al-Baqarah ayat 267, yang menandung makna pemanfaatan ekonomi untuk membangun empati, serta membangkitkan produktifitas diti. Hal ini dimaksudkan sebagai jawaban atas semakin melemahnya… empati dalam masyarakat modern. Selama ini, kajian ayat tersebut lebih banyak didekati dari sisi hukum fikih, sementara integrasi antara empati, produktivitas, dan ekonomi jarang disentuh. Artikel ini menggunakan kerangka teori hermeneutika Hans-Georg Gadamer, khususnya konsep lingkaran hermeneutika dan fusi horizon, guna menghadirkan pemaknaan yang relevan dengan realitas kekinian. Secara operasional, penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka, dengan menelaah tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur tentang empati, produktivitas, dan ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat ini menekankan pentingnya infak dari harta yang baik dan halal yang termaktub dalam  teks kasabtum sebagai wujud empati sosial sekaligus cermin produktivitas ekonomi. Empati diposisikan sebagai fondasi sosial dalam berinfak, sementara produktivitas menjadi sumber utama yang memastikan nilai kebermanfaatan. Kesimpulannya, QS. al-Baqarah ayat 267 memberikan landasan normatif untuk membangun etika filantropi Islam yang transformatif: tidak hanya karitatif, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji implementasi empati dan produktivitas dalam praktik infak produktif berbasis komunitas.

PERAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DALAM TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA YANG PARTISIPATIF

Ema Novithania, Yahnu Wiguno Sanyoto, Eva Susanti
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif di Desa Tanjung Besar Kecamatan Mekakau Ilir Kabupaten Ogan Komering… Ulu Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ilmu pemerintahan (Pendekatan Pembangun), dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemerintah desa, LPM, kepala dusun, masyarakat, dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran LPM telah berjalan, ditinjau dari indikator harapan sebagai penghubung antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mendorong partisipasi, indikator norma yang didasarkan pada aturan yang berlaku meskipun penerapannya masih fleksibel, serta indikator wujud perilaku yang terlihat dalam keterlibatan LPM pada musyawarah, pembangunan, dan gotong royong. Namun, pelaksanaan peran tersebut belum optimal karena belum merata di seluruh wilayah desa. Pada indikator penilaian dan sanksi, evaluasi telah dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat, tetapi sanksi masih bersifat informal. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran LPM perlu ditingkatkan agar partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan desa dapat berjalan lebih optimal dan merata.