Search Articles & Publications

Showing 1635 articles found for "Kualitatif"

ANALISIS KONSEPTUAL MATERI JARING JARING KUBUS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI MAHASISWA PGSD

Tarimoi, Safrida Napitupulu, Sutarini, Sujarwo, Putri Juwita
Abstract: Pembelajaran jaring-jaring kubus di sekolah dasar sering berfokus pada hafalan bentuk tanpa pendalaman konsep dan keterkaitannya dengan konteks kehidupan sehari-hari. Kesenjangan (gap) ini menyebabkan peserta didik kurang… g memahami hubungan antara bentuk dua dimensi dan bangun ruang kubus secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual materi jaring-jaring kubus serta mengidentifikasi relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui telaah buku ajar, jurnal ilmiah, dan sumber teoretis yang relevan tanpa melakukan penelitian lapangan atau observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara matematis terdapat 11 bentuk jaring-jaring kubus yang berbeda, masing-masing memiliki enam sisi berbentuk persegi yang saling terhubung dan dapat dilipat membentuk kubus sempurna. Secara kontekstual, konsep ini ditemukan pada kemasan berbentuk kubus seperti kotak kado, dadu, dan kotak penyimpanan. Pemahaman konseptual yang menekankan visualisasi, proses melipat, dan keterkaitan dengan benda nyata terbukti memperkuat kemampuan spasial dan berpikir logis siswa. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa analisis konseptual jaring-jaring kubus yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan pemahaman bermakna tanpa harus melalui penelitian empiris langsung.

Integrasi Etnomatematika dalam Arsitektur Rumah Bolon Simalungun untuk Penguatan Pembelajaran Geometri di Sekolah Dasar

Andika Aditiya, Safrida Napitupulu, Sutarini, Putri Juwita, Zamalludin Sembiring
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan konsep etnomatematika dalam arsitektur Rumah Bolon Simalungun ke dalam pembelajaran geometri di sekolah dasar. Permasalahan penelitian terletak pada masih terbatasnya pemanfaatan… faatan budaya lokal sebagai sumber belajar kontekstual dalam pendidikan matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dan analisis struktur bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Bolon Simalungun memuat konsep geometri seperti persegi panjang, segitiga, prisma, tabung, simetri, proporsi, serta kemiringan atap yang dapat dijelaskan melalui trigonometri. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyajian arsitektur budaya sebagai media integratif untuk penguatan pembelajaran geometri. Simpulan menunjukkan bahwa integrasi etnomatematika dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep dan apresiasi budaya siswa.

EKSPOLRASI ETNOMATEMATIKA PADA BANGUN DATAR DALAM BUDAYA LOKAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOMETRI  SISWA SEKOLAH DASAR

Wan Muthia Habiby, Safrida Napitupulu, Amanda Syahri, Isnan Nasution, M. Faisal Husna
Abstract: Pembelajaran geometri di sekolah dasar masih menghadapi tantangan berupa rendahnya pemahaman konsep akibat sifat materi yang abstrak dan kurang kontekstual. Etnomatematika merupakan pendekatan yang mengintegrasikan konsep… p matematika dengan budaya lokal sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi konsep bangun datar dalam budaya lokal Indonesia serta menganalisis potensinya sebagai sumber belajar geometri di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional yang relevan dengan topik etnomatematika dan pembelajaran geometri. Analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, reduksi, klasifikasi, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai unsur budaya lokal seperti motif batik, rumah adat, permainan tradisional, dan kerajinan anyaman mengandung konsep bangun datar seperti persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, trapesium, dan belah ketupat. Integrasi etnomatematika dalam pembelajaran geometri terbukti meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, dan kemampuan representasi matematis siswa sekolah dasar. Dengan demikian, eksplorasi etnomatematika pada bangun datar dapat dijadikan alternatif sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran geometri.

ANALISIS KESULITAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMBACA WAKTU PADA JAM ANALOG DAN DIGITAL

Dira Salsabila Bilbina, Safrida Napitupulu, Isnan Nisa Nasution, Sutarini, Abdul Mujib
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai hambatan yang dialami siswa sekolah dasar dalam memahami dan membaca jam, baik yang berbentuk analog maupun digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif,… litatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara tidak terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa tingkat sekolah dasar. Dalam pembelajaran Matematika, materi tentang waktu meliputi satuan-satuan seperti detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, hingga tahun. Satuan waktu berfungsi untuk mengukur lamanya suatu peristiwa berlangsung. Materi ini mulai diperkenalkan sejak jenjang sekolah dasar, yang mencakup pemahaman jenis-jenis satuan waktu, cara mengonversinya, melakukan perhitungan waktu, serta keterampilan membaca jam analog dan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca kedua jenis jam tersebut. Beberapa faktor penyebabnya antara lain keterbatasan media pembelajaran di sekolah, kurangnya ketertarikan siswa terhadap pelajaran Matematika, serta rendahnya dukungan dan bimbingan dari orang tua di rumah. Melalui penelitian ini diharapkan proses pembelajaran di kelas dapat diperbaiki dan ditingkatkan, khususnya dalam melatih kemampuan siswa membaca jam analog dan digital.

ANALISIS CARA BERPIKIR SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGKLASIFIKASIKAN BANGUN DATAR BERDASARKAN SIFAT-SIFAT GEOMETRI

Siti Fadilah, Safrida Napitupulu, Dinda Yarshal, Abdul Mujib, Tiflatul Husna
Abstract: Bangun datar adalah bentuk geometri dua dimensi yang memiliki panjang dan lebar tetapi tidak memiliki tinggi atau ketebalan bangun datar hanya memiliki luas dan keliling serta terletak pada satu bidang datar. penelitian… ini bertujuan untuk menganalisis cara berpikir siswa sekolah dasar dalam mengklasifikasikan bangun datar berdasarkan sifat-sifat geometrisnya fokus penelitian diarahkan pada kemampuan siswa dalam mengenali dan membedakan ciri-ciri bangun datar seperti jumlah sisi panjang sisi besar sudut serta kesebangunan dan kesimetrian penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif subjek penelitian adalah siswa kelas 4 sekolah dasar teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi terhadap siswa kelas 4 SD. temuan menunjukkan terlihat sebagian siswa masih mengklasifikasikan bangun datar berdasarkan bentuk tampak secara visual bukan berdasarkan sifat-sifat geometris seperti jumlah sisi besar sudut dan panjang sisi namun ada sebagian siswa sudah mampu menggunakan sifat-sifat tersebut secara tepat dalam proses pengelompokan menunjukkan bahwa Pemahaman konsep geometri mahasiswa masih perlu diperkuat Melalui pembelajaran yang lebih kontekstual dan penggunaan media konkret.

Pengukuran Baku dan Tak Baku dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Kelas III serta Implementasinya dalam Kehidupan Sehari-hari

Naila Syahira Simatupang, Safrida Napitupulu, Sukmawarti, Hidayat, Sujarwo
Abstract: Pada Penelitian ini akan membahas tentang bagaimana peran pengukuran baku dan tak baku didalam pembelajaran matematika sekolah dasar serta dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Para Peserta didik sekolah dasar sering… ing mengalami kesulitan tentang bagaimana dalam memahami konsep pengukuran, khususnya dalam membedakan antara tingkat ketelitian dan konsistensi antara satuan baku dan tak baku. Didalam Penelitian ini juga digunakan untuk tujuan dalam mendeskripsikan antara perbedaan pengukuran baku dan tak baku, fungsinya dalam pembelajaran, serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui kegiatan praktik pengukuran dan analisis reflektif. Didalam hasil penelitian ini menunjukkan tentang satuan tak baku seperti jengkal dan langkah membantu siswa memahami konsep panjang secara konkret dan kontekstual. Sementara itu, dalam satuan baku seperti meter dan sentimeter memberikan hasil yang lebih akurat, konsisten, dan dapat dibandingkan setiap orang. Contoh dalam kehidupan sehari-hari antara lain mengukur meja dengan jengkal, memperkirakan jarak dengan langkah, serta mengukur kain atau ruangan dengan meteran. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi kedua jenis satuan dalam pembelajaran dapat memperkuat pemahaman konsep dan mengaitkan matematika dengan pengalaman nyata siswa.

ETNOMATEMATIKA DALAM RUMAH ADAT BATAK SIMALUNGUN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

Julaika Syifa Anindya, Safrida Napitupulu, Dalimawaty Kadir, Arrini Shabrina Anshor, Lia Afriyanti Nasution
Abstract: Rumah adat merupakan wujud konkret dari sistem pengetahuan lokal yang berkembang dalam suatu masyarakat. Di dalamnya terkandung nilai budaya, filosofi hidup, serta prinsip-prinsip ilmiah yang diwariskan secara turun-temurun.… run. Salah satu warisan budaya yang sarat dengan makna filosofis dan matematis adalah Rumah Bolon Simalungun, rumah adat masyarakat Batak Simalungun di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara budaya dan matematika yang tercermin dalam struktur, bentuk, pola bangunan, serta fungsi sosial Rumah Bolon Simalungun melalui pendekatan etnomatematika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur dan analisis dokumen mini project. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rumah Bolon Simalungun mengandung konsep-konsep matematika seperti bangun datar, bangun ruang, simetri, proporsi, trigonometri, dan pengukuran yang relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran matematika kontekstual di sekolah. Dengan demikian, rumah adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber belajar yang bermakna dalam mendukung pembelajaran matematika berbasis budaya lokal.

PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI NON-RUTIN: STUDI KUALITATIF TENTANG STRATEGI DAN HAMBATAN SISWA SD

Hilwa Salsabila Daulay, Safrida Napitupulu, Umar Darwis, Putri Juwita, Lia Afriyanti Nasution
Abstract: Pembelajaran geometri di sekolah dasar masih didominasi oleh pendekatan prosedural yang berorientasi pada penggunaan rumus secara mekanis. Kondisi ini berdampak pada rendahnya fleksibilitas berpikir siswa ketika menghadapi… pi masalah geometri nonrutin yang menuntut penalaran tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemecahan masalah serta mengidentifikasi hambatan kognitif siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal geometri non-rutin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 siswa kelas V sekolah dasar yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui tes geometri non-rutin, wawancara berbasis tugas, dan dokumentasi lembar kerja siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi visual-representatif dan strategi mencoba-coba (trial and error) merupakan strategi yang paling dominan digunakan siswa. Hambatan yang ditemukan meliputi miskonsepsi atribut, miskonsepsi spasial, serta ketergantungan pada hafalan rumus tanpa pemahaman konseptual. Mayoritas siswa masih berada pada Level 0 (Visualisasi) dan Level 1 (Analisis) berdasarkan teori perkembangan berpikir geometri Pierre van Hiele. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi masalah non-rutin secara sistematis dalam pembelajaran geometri untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan literasi numerasi siswa.

SERABI SEBAGAI JAJANAN PASAR TRADISIONAL DAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOMETRI DI SEKOLAH DASAR: PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Putri Hajarusy Syar'i, Safrida Napitupulu, Lia Afriyanti, Nazriani Lubis, Abdul Mujib
Abstract: Serabi merupakan jajanan pasar tradisional khas Jawa yang tetap bertahan di tengah modernisasi kuliner. Selain memiliki nilai budaya dan kearifan lokal, serabi berpotensi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual… al di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serabi sebagai jajanan pasar tradisional serta menganalisis potensinya sebagai media pembelajaran geometri di sekolah dasar berbasis pendekatan kontekstual dan etnomatematika. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Objek penelitian adalah serabi yang dikaji dari aspek bentuk geometris, bahan penyusun, proses pembuatan, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serabi memiliki bentuk lingkaran yang dapat digunakan untuk mengenalkan konsep jari- jari, diameter, keliling, dan luas lingkaran secara konkret. Integrasi serabi dalam pembelajaran membantu siswa memahami konsep abstrak melalui pengalaman nyata. Selain itu, serabi mengandung nilai kesederhanaan, kebersamaan, dan pelestarian tradisi yang relevan dengan pendidikan karakter. Temuan ini menunjukkan bahwa makanan tradisional dapat diintegrasikan sebagai media pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan pemahaman konsep geometri sekaligus menanamkan nilai budaya kepada siswa sekolah dasar.

Studi Tematik Ayat-Ayat Waris (Al-Mawaris) Sebagai Materi Pendidikan Islam Di Madrasah Dan Pesantren

Muhammad Irham Faqih, Hufri, Luqman Abdul Jabbar
Abstract: Kajian mengenai ayat-ayat waris dalam Al-Qur’an merupakan bagian integral dari studi hukum Islam (fiqh al-mawārīṯ) yang memiliki posisi strategis dalam membentuk pemahaman keadilan sosial dalam pendidikan Islam. Artikel… tikel ini membahas secara tematik (mawḍhu’i”) ayat-ayat waris dalam Al-Qur’an dan relevansinya terhadap sistem pendidikan di madrasah dan pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik untuk menganalisis empat ayat utama waris: QS. an-Nisā’: 7,11,12, dan 176. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat tersebut mengandung nilai-nilai keadilan, tanggung jawab keluarga, dan penghargaan terhadap perempuan yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum madrasah dan pesantren. Pembelajaran faraidh tidak semata-mata berhenti pada aspek hukum dan perhitungan bagian, melainkan juga pada nilai-nilai spiritual dan sosial yang terkandung di dalamnya. Kebaruan (novelty) dari artikel ini terletak pada pengintegrasian tafsir tematik dengan pendekatan pedagogis kontekstual berbasis karakter Qur’ani yang dapat memperkuat literasi hukum Islam di lembaga pendidikan keagamaan.