Search Articles & Publications

Showing 5 articles found for "Adiktif"

PENGALAMAN KOMUNIKASI PASIEN DALAM PROSES KONSULTASI MELALUI APLIKASI HALODOC (Studi Fenomenologi Pada Pasien Yang Mengalami Adiktif Konsultasi Permasalahan Perawatan Wajah di Halodoc)

Novianti, Arisa Shaumi, Hamidah, Hamidah, Ramadhan, Affan Neskisyah, Rachmah, Fitri Annisa
Abstract: Penelitian ini membahas masalah ketergantungan masyarakat, khususnya mahasiswa, dalam melakukan konsultasi perawatan wajah secara berulang di aplikasi Halodoc. Fenomena ini muncul karena aplikasi medis yang seharusnya hanya… nya digunakan saat sakit, kini bergeser fungsinya menjadi tempat pelarian saat panik dan bagian dari gaya hidup harian. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar alasan di balik kebiasaan konsultasi berulang tersebut serta bagaimana para pengguna memaknai pengalaman interaksi mereka dengan dokter online di aplikasi Halodoc.Untuk menjawab masalah tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori fenomenologi dari Alfred Schutz. Pendekatan ini digunakan untuk melihat pengalaman nyata dari tiga orang mahasiswa pengguna Halodoc melalui wawancara mendalam, observasi, dan pengumpulan dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan konsultasi berulang ini didorong oleh pengalaman masa lalu para pengguna, yaitu rasa cemas akibat melihat standar kecantikan di media sosial, trauma karena pernah rusak kulit akibat salah pakai produk kecantikan sendiri, serta malas mengantre di klinik kecantikan fisik. Pengalaman tersebut memicu tujuan baru, yaitu keinginan untuk mendapat ketenangan secara cepat saat panik, rasa aman agar kulit tidak rusak lagi, dan kemudahan mengatur waktu di tengah kesibukan kuliah. Obrolan yang nyaman dengan dokter di aplikasi akhirnya menggeser makna Halodoc dari sekadar tempat berobat biasa menjadi tempat mencari rasa aman dan penunjang gaya hidup harian. Akibatnya, ketiga pengguna mengalami ketergantungan dan jadi takut atau tidak berani merawat wajah sendiri tanpa arahan dari dokter online. Penelitian ini menyarankan agar pengguna lebih bijak menanggapi tren kecantikan di media sosial dan mengembalikan fungsi aplikasi medis secara wajar sesuai kebutuhan kesehatan yang sebenarnya.

Sosialisasi Dan Praktik “Digital Parenting”: Membangun Komunikasi Efektif Orang Tua Dan Anak Dalam Menggunakan Internet Di Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan

Marwan Al Fajri, Bayu Arif Prabudi
Abstract: Perkembangan penetrasi internet di wilayah semi-perdesaan tidak selalu diimbangi dengan kesiapan literasi digital orang tua. Hal ini berpotensi menimbulkan dampak psikologis negatif bagi anak, seperti kecemasan, perilaku… adiktif terhadap gawai, dan gangguan pola komunikasi keluarga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan literasi digital orang tua di Desa Percut melalui sosialisasi dan praktik digital parenting. Metode yang digunakan adalah community-based participatory research (CBPR) yang meliputi survei awal, sosialisasi tatap muka, pendampingan lapangan selama empat minggu, serta evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan dihadiri 35 orang tua dan berjalan lancar berkat koordinasi dengan aparat desa. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua mengenai risiko dunia digital, strategi mediasi aktif, dan penggunaan fitur parental control. Komunitas WhatsApp juga dibentuk untuk pendampingan berkelanjutan.

KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) HOLISTIK PADA BIDANG KESEHATAN DI DESA SUKA MERINDU OGAN ILIR SUMATERA SELATAN

Fatimah, Mustika, Diana Sartika, Nova Mabela, Dinda Rahma, Rapi Dzaki Almugni, Devina Liya, Dita Rahmalia, Muslimah Putri Utami, Anisah, Harry Wahyudhy Utama, Devi Marlina, Bunga Anggreini Sari
Abstract: Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di bidang kesehatan di desa berkaitan kebutuhan akan peningkatan akses ke layanan kesehatan yang berkualitas dan pemberdayaan masyarakat setempat. Beberapa masalah bidang kesehatan di desa… esa antara lain fasilitas kesehatan sering kali jauh dan tidak memadai, ada kekurangan tenaga kesehatan yang bersedia bekerja di daerah pedesaan, pendidikan kesehatan yang kurang memadai berakibat pada kesalahpahaman mengenai praktik kesehatan yang baik, dan desa-desa sering menghadapi beban penyakit yang tinggi. Desa Suka Merindu merupakan salah satu desa di Ogan Ilir dengan jumlah penduduk sebanyak 1111 jiwa dan luas wilayah 850 ha/m2. Fasilitas layanan kesehatan berupa puskesmas dan posyandu terletak menyebar di dekat beberapa desa di sekitarnya. Masalah kesehatan di Desa Suka Merindu bervariasi mulai dari masalah penyakit tidak menular, penyakit menular hingga penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA). Pengabdian ini dilakukan di Desa Suka Merindu pada bulan Januari 2024. Ada empat kegiatan PKM holistik yang dilakukan adalah pemeriksaan dan edukasi gratis kepada warga, penyuluhan kesehatan reproduksi dan pencegahan anemia di kalangan remaja dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri Sekolah Menengah Atas (SMA), sosialisasi mengenai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Hipertensi di Puskesmas, dan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA di balai desa. Tahapan masing-masing kegiatan terdiri dari perencanaan, analisis situasi, studi literatur, survei awal, koordinasi perizinan dan kesediaan sasaran, persiapan materi, alat dan bahan, pelaksanaan yang terdiri dari tanya jawab awal, penyampaian materi, diskusi, dan penyerahan poster serta evaluasi. Sesuai dengan tujuan kegiatan, hasil kegiatan tercapai berupa penyampaian materi dan terwujudnya diskusi. Melalui PKM di bidang kesehatan, ada peluang untuk mengatasi ketidaksetaraan dalam layanan kesehatan dan memperbaiki kualitas hidup penduduk desa. Ini juga membantu dalam mengidentifikasi dan mengatasi kebutuhan kesehatan yang spesifik dari komunitas yang mungkin tidak tercakup dalam kebijakan kesehatan yang lebih luas.

PEMBELAJARAN TEKNOLOGI KOMPUTER BIDANG PERKANTORAN BAGI PERANGKAT DESA DI KECAMATAN BUNTU PANE

Irawati, Novica, D.E Sinaga, Hommy, Siddik, Mohd
Abstract: Abstrak: Computer technology more and more influential in the management of office space at the moment. It is characterized by the more easy it is bureaucracy, the study of grammar of the easy access to information from… one point to another. Of course, computer technology will not be such a big contribution to the development of the management of the Government if the role of human resources is not optimized. With respect to the development of computer technology, until now has been a significant development occurred in several areas in regard of the IT application in management offices. Contradictory with the above example, there are still many areas that still have not had the courage or good faith to apply IT in the management of this Office for various reasons. In fact, the IT deployment in government management office management in particular can be a motivation for employees to improve productivity of work. Keywords : Computer technology, management offices, government Abstrak: Teknologi Komputer semakin banyak berperan  dalam manajemen perkantoran saat ini. Hal ini ditandai dengan semakin mudahnya birokrasi tata persuratan, semakin mudahnya akses informasi dari satu titik ke titik lainnya. Tentu saja, teknologi komputer tidak akan sedemikian besar kontribusinya bagi perkembangan manajemen pemerintahan jika peran sumber daya manusia tidak dioptimalkan. Sehubungan dengan perkembangan teknologi komputer, hingga saat ini telah terjadi perkembangan yang signifikan di beberapa daerah dalam kaitan aplikasi TI dalam Manajemen Perkantoran. Kontradiktif dengan kalimat di atas, masih banyak pula daerah perkantoran didesa yang masih belum memiliki keberanian atau itikad baik untuk mengaplikasikan TI dalam manajemen perkantoran ini dengan berbagai alasan. Padahal, pengaplikasian TI dalam manajemen pemerintahan khususnya manajemen perkantoran dapat menjadi motivasi bagi pegawai untuk meningkatkan produktivitas kerjanya. Kata Kunci: teknologi komputer, manajemen perkantoran, pemerintahan

COMPARISON FEATURE EXTRACTION USING ARTIFICIAL NEURAL NETWORK ALGORITHM ON SMOKER PREDICTION

Dharma, Arie Satia, Pardede, Cynthia Veronika, Sitorus, Jonggi Vegas
Abstract: Abstract: The habit of smoking is dangerous because of the addictive substances that make cigarettes addictive. Its addictive nature poses a significant risk, affecting personality with stress, depression and nervous disorders.… orders. Body factors that indicate smoking include blood sugar levels, dental caries, and hemoglobin. To address this, research has been conducted with focused efforts to understand and address the risks associated with smoking and its impact on overall health. This research aims to choose the best method for predicting smokers by using feature selection techniques. The feature selection algorithms uses for that are Analysis of Variance (ANOVA), Recursive Feature Elimination (RFE), and Genetic Algorithm (GA) to select optimal attributes and uses the k-fold cross validation technique as the validation of the Artificial Neural Network algorithm. The data includes various parameters such as age, height, weight, vision, blood pressure, cholesterol, triglycerides, hemoglobin, AST, ALT, GTP, gender, dental caries and tartar. Hearing ability, urine protein content, and tartar were selected. The results showed that using the Analysis of Variance method showed higher accuracy (77.101%) compared to the Genetic Algorithm method (74.64%) and the Recursive Feature Elimination method (76.08%). Selection of relevant attributes increases the predictions and insights of the Artificial Neural Network model about the effects of smoking on health.             Keywords: artificial neural network; analysis of variance; genetic algorithm; recursive feature elimination; smoker prediction     Abstrak: Kebiasaan merokok berbahaya karena adanya zat adiktif yang membuat rokok menjadi ketagihan. Sifatnya yang membuat ketagihan menimbulkan risiko yang signifikan, mempengaruhi kepribadian dengan stres, depresi, dan gangguan saraf. Faktor tubuh yang mengindikasikan kebiasaan merokok antara lain kadar gula darah, karies gigi, dan hemoglobin. Untuk mengatasi hal ini, penelitian telah dilakukan dengan upaya terfokus untuk memahami dan mengatasi risiko yang terkait dengan merokok dan dampaknya terhadap kesehatan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk memilih metode terbaik dalam memprediksi perokok dengan menggunakan teknik seleksi fitur. Metode seleksi fitur yang digunakan adalah Analysis of Variance (ANOVA), Recursive Feature Elimination (RFE), dan Genetic Algorithm (GA) untuk memilih atribut yang optimal dan menggunakan teknik k-fold cross validation sebagai validasi algoritma Artificial Neural Network. Data tersebut mencakup berbagai parameter seperti umur, tinggi badan, berat badan, penglihatan, tekanan darah, kolesterol, trigliserida, hemoglobin, AST, ALT, GTP, jenis kelamin, karies gigi dan karang gigi. Kemampuan pendengaran, kandungan protein urin, dan karang gigi dipilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Analysis of Variance menunjukkan akurasi yang lebih tinggi (77,101%) dibandingkan dengan metode Genetic Algorithm (74,64%) dan metode Recursive Feature Elimination (76,08%). Pemilihan atribut yang relevan meningkatkan prediksi dan wawasan model Jaringan Syaraf Tiruan tentang dampak merokok terhadap kesehatan.   Kata kunci: artificial neural network; analysis of variance; genetic algorithm; prediksi perokok; recursive feature elimination