Search Articles & Publications

Showing 5 articles found for "Aedes"

CORRELATION BETWEEN DENGUE ANTIBODIES IGM AND IGG WITH LYMPHOCYTE COUNT IN PATIENTS WITH SUSPECTED DENGUE FEVER

Priyandari, Damar Ajeng, Yanti, Ni Luh Gede Puspita, Muliawati, Ni Kadek
Abstract: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the Dengue virus transmitted to humans through the bite of the Aedes aegypti and Aedes albocpitus mosquitoes. One of the laboratory tests that can help diagnose Dengue… e fever includes Dengue IgM and IgG Antigens and hematology tests. The number of lymphocytes plays a role in the body's immune system and is one of the parameters found in hematology tests. This study aims to determine the relationship between Dengue IgM and IgG antibodies and the number of lymphocytes in patients suspected of having Dengue fever at the Prodia Sunter Clinical Laboratory for the period 2021-2024. The research method is observational with cross-sectional using secondary data of 104 samples. Data analysis uses Spearman rank. The results of the study showed that most of the suspected Dengue fever patients were male, 56 patients (53.8%) with the highest age at 19-59 years as many as 53 patients (51.0%) and the duration of fever was mostly experienced on the 3rd day of fever 29 patients (27.9%). The results of the Dengue antigen IgM examination in suspected Dengue fever patients were negative for 89 patients (85.6%) and the Dengue antigen IgG was negative for 64 patients (61.5%). The number of lymphocytes was within normal limits for 44 patients (42.3%). The results of the IgM correlation test obtained p = 0.005 with r 0.271, so the hypothesis was accepted, it can be concluded that there is a weak correlation between Dengue IgM antibodies and the number of lymphocytes and the results of the IgG correlation test obtained p = 0.043 with r 0.198, so the hypothesis was accepted, it can be concluded that there is a weak correlation between Dengue IgG antibodies and the number of lymphocytes in suspected Dengue fever patients.

DIFFERENCES IN HEMATOCRIT LEVELS AND PLATELET COUNTS ON THE 4th To 6th DAY OF FEVER IN DENGUE HEMORRHAGIC FEVER PATIENTS

Ni Luh Hepy Karniawan, Moh.Fairuz Abadi, A.A.Ayu Eka Cahyani
Abstract: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease in Indonesia caused by the dengue virus and transmitted through the bites of Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. The risk of serious complications primarily… arises during the critical phase, typically between the 4th and 6th days of fever, during which plasma leakage may occur, leading to shock and severe bleeding. Hematocrit levels and platelet counts are important parameters in the diagnosis and monitoring of DHF patients. This study aimed to determine the differences in hematocrit levels and platelet counts during days 4 to 6 of fever in DHF patients at Prima Medika Hospital Denpasar, in February 2025. This research employed a descriptive quantitative design with purposive sampling, involving 35 patients who met the inclusion criteria. The results showed a decrease in hematocrit levels with averages of 42.8%, 42%, and 41.2%, and platelet counts with averages of 87 x 10³/µL, 59 x 10³/µL, and 47 x 10³/µL from day 4 to day 6 of fever. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test, the Friedman non-parametric test for hematocrit levels, and the Repeated Measures ANOVA parametric test for platelet counts. Statistical analysis showed a p-value of 0.002 for hematocrit levels and 0.000 for platelet counts. The conclusion of this study is that there are significant differences in hematocrit levels and platelet counts between days 4 to 6 of fever in DHF patients.

HUBUNGAN PERILAKU PSN IBU RUMAH TANGGA DENGAN TINGKAT KEPADATAN NYAMUK Aedes aegypti DI RW 07 KELURAHAN CIPETE UTARA, KECAMATAN KEBAYORAN BARU, JAKARTA SELATAN TAHUN 2024

Hamonangan , Elviyanti, Rojali, Prabowo , Kuat, Tugiyo, Wartiniyati, Indah Restiaty
Abstract: Iklim tropis Indonesia menyediakan habitat ideal bagi nyamuk demam berdarah, terutama pada musim hujan. Berdasarkan Profil Puskesmas Kelurahan Cipete Utara 2023, terdapat 29 kasus demam berdarah dengan angka insidensi 68,62… ,62 per 100.000 penduduk, termasuk peningkatan tujuh kasus di RW 07, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Penelitian berjudul "Hubungan Perilaku PSN Ibu Rumah Tangga dengan Tingkat Kepadatan Nyamuk Aedes aegypti di RW 07 Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Tahun 2024" ini mengkaji hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu rumah tangga terhadap pencegahan demam berdarah. Fokus penelitian mencakup pengelolaan tempat penyimpanan air, daur ulang barang bekas, penggunaan larvasida, dan keberadaan larva nyamuk. Dengan pendekatan analitik cross-sectional, data dikumpulkan dari 105 responden melalui Simple Random Sampling, wawancara, dan observasi.Analisis statistik dengan uji chi-square (95% confidence level) menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan indeks larva (p=0,034), tetapi tidak ditemukan hubungan antara sikap (p=0,503) maupun tindakan (p=0,649) dengan kepadatan larva. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) mempengaruhi kepadatan larva Aedes aegypti, sehingga diperlukan penguatan edukasi, pemantauan, dan intervensi oleh puskesmas serta kader jumantik. Rekomendasi mencakup peningkatan praktik PSN, program berbasis data, dan pemantauan rutin. Program "Satu Rumah Satu Jumantik" didorong untuk menjaga lingkungan bebas nyamuk.

Analisis Risiko Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Menggunakan Algoritma Naive Bayes

Nisa Cherani Sutansi, Dede Brahma Arianto
Abstract: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dan berbagai negara tropis. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui… lalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tingginya jumlah kasus serta potensi terjadinya kejadian luar biasa (KLB) menunjukkan bahwa diperlukan metode analisis yang mampu mengidentifikasi pola risiko penyebaran penyakit secara sistematis dan akurat. Seiring berkembangnya teknologi informasi, pendekatan berbasis Machine Learning mulai dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, khususnya dalam analisis data epidemiologi. Machine Learning memungkinkan sistem komputer untuk mempelajari pola dari data historis dan menghasilkan prediksi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Salah satu algoritma yang sering digunakan adalah Naive Bayes yang bekerja berdasarkan teori probabilitas Bayes dengan asumsi bahwa setiap variabel bersifat independen. Dalam penelitian ini digunakan algoritma Naive Bayes untuk menganalisis risiko penyebaran penyakit Demam Berdarah berdasarkan beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti kondisi lingkungan, kepadatan penduduk, serta data historis kasus penyakit. Metode ini diharapkan mampu menghasilkan model klasifikasi yang dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan terkait pencegahan dan pengendalian penyakit DBD.

Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Mengenai Penyakit Demam Berdarah Dengue: Studi Kuasi Eksperimen

Handayani, Listy
Abstract: Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi berbasis lingkungan yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Di Kota Kendari, kejadian DBD terus meningkat dan sering dilaporkan… aporkan terjadi KLB dengan kelompok umur ≤18 tahun termasuk kelompok terdampak, sehingga remaja sekolah menjadi sasaran strategis untuk memperkuat kapasitas pencegahan di rumah dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan mengenai penyakit DBD pada remaja sekolah. Jenis penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan desain pre and post-test without control group yang dilakukan pada bulan Desember 2025 di SMK Negeri 7 Kendari. Sampel berjumlah 20 siswa kelas X yang dipilih secara convenience sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan dengan metode ceramah menggunakan media presentasi yang mencakup penyebab DBD, perjalanan penyakit, gejala klinis, cara penularan, serta pencegahan (PSN/3M Plus). Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan tingkat pengetahuan setelah dilakukan intervensi edukasi kesehatan. Sebelum intervensi, tingkat pengetahuan responden didominasi kategori kurang (70%) dan setelah intervensi, proporsi pengetahuan pada kategori baik meningkat menjadi 90% dan pengetahuan kurang menurun menjadi 10%. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja sekolah tentang pencegahan DBD. Oleh karena itu, program edukasi pencegahan DBD berbasis sekolah perlu dilakukan secara berkala dan diperluas cakupannya agar dampaknya lebih merata dan berkelanjutan.