Abstract:Abstract This study discusses the implementation of the Hazard Identification, Risk Assessment, and Mitigation (HIRM) system at the Electrical Workshop Laboratory of Politeknik Penerbangan Medan as part of efforts to create…
ate a safe practice environment and foster a culture of occupational safety from an early stage. The laboratory serves as a facility for students to perform practical electrical engineering activities such as soldering, panel assembly, electrical measurements, and handling heavy equipment—activities with inherently high safety risks. The research applies the HIRM approach through stages of hazard identification, risk assessment using a probability and severity matrix based on ICAO Doc 9859 standards, and the formulation of mitigation strategies. Results identified seven main activities with moderate to high-risk levels. The highest risks were found in electrical installation assembly, battery testing, and distribution panel work, which can cause electric shock or serious injuries. Recommended mitigation includes the use of personal protective equipment (PPE), regular safety training, strict implementation of standard operating procedures (SOPs), and increased instructor supervision. The study concludes that HIRM is effective for implementation in vocational education settings, particularly in electrical engineering fields, and recommends the future development of digital monitoring systems for real-time risk assessment and improved laboratory safety management..
Â
Keywords:Â Â HIRM, Occupational Safety, Workshop Laboratory, Risk Assessment,
                Hazard Mitigation
Abstrak: Penelitian ini membahas penerapan sistem Hazard Identification, Risk Assessment, and Mitigation (HIRM) di Laboratorium Workshop Kelistrikan Politeknik Penerbangan Medan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan praktik yang aman dan mendukung budaya keselamatan kerja sejak dini. Laboratorium ini digunakan oleh mahasiswa untuk kegiatan praktik kelistrikan seperti penyolderan, perakitan panel, pengujian alat ukur, dan pengangkatan peralatan berat yang memiliki potensi risiko tinggi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan HIRM melalui tahapan identifikasi bahaya, penilaian risiko menggunakan matriks probabilitas dan keparahan berdasarkan standar ICAO Doc 9859, serta penyusunan langkah mitigasi. Hasilnya menunjukkan tujuh aktivitas utama dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi. Risiko tertinggi terdapat pada perakitan instalasi listrik, pengujian baterai, dan pemasangan panel distribusi yang dapat menyebabkan sengatan listrik atau luka serius. Mitigasi yang disarankan mencakup penggunaan alat pelindung diri (APD), pelatihan keselamatan kerja, penerapan SOP, serta peningkatan pengawasan dosen. Studi ini menyimpulkan bahwa sistem HIRM efektif untuk diimplementasikan di lingkungan pendidikan vokasi teknik, khususnya pada bidang kelistrikan, dan ke depan perlu dikembangkan sistem monitoring digital berbasis teknologi informasi untuk penilaian risiko secara real-time.
Â
Â
Kata kunci: HIRM, Keselamatan Kerja, Laboratorium Workshop, Penilaian Risiko,
                  Mitigasi Bahaya
Abstract:SMKN 5 Kaur Selama ini telah dilakukan penilaian untuk menentukan siswa siswi terbaik setiap tahunnya berdasarkan keriteria yang telah di kategorikan menjadi 4 kriteria penilaian yaitu Absensi ,Nilai Raport, Test Tertulis…
lis , dan Prestasi dan Bakat. Namun dalam proses penilaian tersebut ,masih dilakukan secara manual sehingga sering terjadi kesalahan dalam memberikan hasil pemilihan siswa siswi terbaik dan juga masih membutuhkan waktu yang lama.Analisa penerapan Metode Weigted Aggregated Sum Product Assesment Dalam menentukan siswa siswi terbaik pada SMK NEGERI 5 Kaur dibuat dengan mengunakan bahasa pemprograman Visual Basic.Net dan databace SQL Server 2008r2. Aplikasi ini dapat membantu mempermudah pihak sekolah dalam menentukan siswa siswi terbaik pada setiap tahunnya di SMKN 5 Kaur Berdasarkan Metode Weigted Aggregated Sum Product Assesment. Berdasarkan pengujian black box yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa fungsionalitas dari aplikasi dari penerapan Metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment untuk menentukan siswa siswi terbaik pada SMKN 5 Kaur berjalan sesuai harapan dan aplikasi mampu menampilkan hasil penerapan Metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment tersebut.
Abstract:Abstract: Non PNS Employee Performance Assessment aims to find employees who have profiles that match the criteria. Another problem that occurs is the difficulty of selecting non-PNS employees properly and fairly due to…
the diversity of educational backgrounds, experience, competencies and employee portfolios so that it becomes a concern in determining whether or not employees are eligible to receive benefits outside of the basic salary. To overcome these constraints, a decision support system using the WASPAS method is needed to be used as an additional medium to support the decision-making process. The SMART method searches for the most suitable alternative priority by using weighting. System implementation uses the Visual Basic 2010 programming language and the method used in this study is the waterfall method. From the results of the tests carried out, it can be concluded that evaluating the performance of non-PNS employees using WASPAS can be carried out properly by taking the top number of employees from the WASPAS ranking process which can then be reported in the form of a report on the results of evaluating the performance of non-PNS employees.
Keywords: performance; WASPAS; decision support system
Abstrak: Penilaian kinerja Pegawai Non PNS bertujuan untuk mencari pegawai yang memiliki profil sesuai dengan kriteria ketentuan. Masalah lain yang terjadi adalah sulitnya menyeleksi pegawai Non PNS dengan baik dan adil dikarenakan keragaman latar belakang pendidikan, pengalaman, kompetensi serta portofolio karyawan sehingga menjadi perhatian dalam menentukan pegawai yang layak atau tidak untuk mendapatkan tunjangan diluar gaji pokok. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut maka dibutuhkan suatu sistem pendukung keputusan metode WASPAS untuk dimanfaatkan sebagai media tambahan dalam menunjang proses pengambilan keputusan. Metode SMART mencari prioritas pilihan alternatif yang paling sesuai dengan menggunakan pembobotan. Implementasi sistem menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 2010 dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode waterfall. Dari hasil pengujian yang dilakukan dapat disimpulkan adalah penilaian kinerja pegawai Non PNS menggunakan WASPAS dapat dilakukan dengan baik dengan mengambil jumlah karyawan teratas dari proses perankingan WASPAS yang kemudian dapat dilaporkan dalam bentuk laporan hasil penilaian kinerja pegawai Non PNS.
Kata kunci: kinerja; WASPAS; sistem pendukung keputusan
Abstract:PT Indah Pocan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang kelapa sawit. PT Indah Pocan mengalami panen kelapa sawit yang kurang memuaskan, hal ini mempengaruh kinerja karyawan. Maka PT Indah Pocan membutuhkan bibit…
kelapa sawit yang berkualitas untuk meningkatkan hasil panennya. Oleh karena itu PT Indah Pocan pemilihan bibit kelapa sawit yang layak tanam. Oleh karena itu dibutuhkan untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu dilakukan proses pemecahan masalah dengan mengambil keputusan yang dapat membantu pihak kepala lapangan dalam pemilihan bibit kelapa sawit layak tanam. Dalam hal ini diterapkan sistem pendukung keputusan menggunkan metode waspas dapat digunakan untuk menyeleksi lebih dari satu kriteria, kemudian akan dilakukan proses menyeleksi hasil yang terbaik. Dengan demikian kepala lapangan akan lebih efektif dalam menentukan kualitas bibit kelapa sawit layak tanam
Abstract:Jalan merupakan infrastruktur yang sering dilalui oleh masyarakat, jika terjadi kerusakan akan sangat mengganggu kegiatan masyarakat baik dari segi ekonomi, pendidikan, dan lain-lain, namun pada era otonomi daerah, kapasitas…
itas keuangan masing-masing daerah menjadi hal yang sangat penting menjadi perhatian pemerintah daerah dan permasalahan yang dihadapi pemerintah yaitu mengalami kesulitan dalam menentukan jalan mana yang akan diperbaiki terlebih dahulu karena banyaknya usulan perbaikan jalan dimana jumlah seluruh anggaran biaya dari seluruh usulan tersebut melebihi dari jumlah anggaran biaya yang diberikan oleh pemerintah daerah untuk pelaksanaan perbaikan jalan. Agar mudah dalam melakukan penyelesaian masalah terkait menentukan prioritas perbaikan jalan maka dibuatlah sebuah program sistem pendukung keputusan, program sistem pendukung keputusan memerlukan sebuah metode dalam melakukan perhitungannya dan metode yang digunakan dalam penyelesaian masalah terkait menentukan prioritas perbaikan jalan menggunakan Metode WASPAS adalah Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS). Metode WASPAS merupakan metode yang dapat mengurangi kesalahan-kesalahan ataupun mengoptimalkan dalam sebuah penaksiran untuk pemilihan dari nilai yang tertinggi hingga terendah. Metode WASPAS ini juga memiliki perhitungan yang mudah dipahami dan memiliki tingkat ke akuratan yang baik. Hasil program ini menunjukan bahwa sistem yang dibangun dengan berbasis desktop dapat membantu pihak desa citaman jernih dalam mengambil keputusan dengan cepat dan tepat..
Abstract:Akreditasi adalah pengakuan atas mutu pelayanarumah sakit setelah rumah sakit dinilai sesuai dengan standar akreditasi. Standar akreditasi merupakan pedoman yang memuat tingkat pencapaian yang harus dipenuhi rumah sakit…
untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan riview berkas rekam medis di Rumah Sakit Khusus Bedas Hasta Husada sudah sesuai standar manajemen (MRMIK 8.4). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di Rumah Sakit Khusus Bedah Hasta Husada Kepanjen. . Populasi pada penelitian ini diambil dari berkas rekam medis rawat inap pada bulan Maret 2024 dan didapatkan sebanyak 83 sampel yang diambil dari populasi sebanyak 490. Hasil penelitian ketidaktepatan waktu pengembalian terdapat 37,3%, pada riview ketidaklengkapan penulisan identitas yaitu: 14,5% terdapat 12 BRM pada formulir Assesment Awal Medis, Assesment Awal Keperawatan 10,8% terdapat 9 BRM, CPPT 15,6% terdapat 13 BRM, Ringkasan Pulang Pasien 1,2% terdapat 1 BRM, yang mencapai lengkap terdapat 1 formulir yaitu General Consent mencapai 100%. Pada riview pengisian tanggal dan waktu yaitu : Assesment Awal Medis 24% terdapat 20 BRM, Assesment Awal Keperawatan 12% terdapat 10 BRM, Ringkasan Pulang Pasien 17% terdapat 14 BRM, yang mencapai lengkap terdapat 1 formulir yaitu CPPT mencapai 100% dan Pada riview ketepatan penulisan rekam medis yaitu : Assesmen Awal Medis 6,02% terdapat 5 BRM, Assesmen Awal Keperawatan 10,8% terdapat 9 BRM, CPPT 7,2% terdapat 6 BRM, Ringkasan Pulang Pasien 2,4% terdapat 2 BRM, yang mencapai lengkap terdapat 1 formulir yaitu General Consent mencapai 100%.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan masih terjadi presentasi tertinggi yaitu ketidaktepatan waktu pengembalian sebesar 37,3%, ketidaklengkapan penulisan identitas pada formulir sebesar 15,5%, ketidaklengkapan pengisian tanggal dan waktu penulisan pada formulir sebesar 15,6%, ketidaktepaatan koreksi penulisan rekam medis pada formulir sebesar 10,8%
Abstract:Latar Belakang: PPOK merupakan suatu kondisi penyakit yang dapat dicegah dan diobati dengan karakteristik berupa keterbatasan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel. Keterbatasan aliran udara bersifat progresif dan…
n berkaitan dengan reaksi peradangan paru terhadap partikel atau gas berbahaya, terutama disebabkan oleh asap rokok. PPOK tidak hanya mempengaruhi kondisi paru tetapi juga berakibat secara sistemik. Penyebab kematian paling umum ketiga di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah PPOK sebanyak 3,23 juta kematian dengan merokok menjadi faktor utama pada tahun 2019. Tujuan: mampu memberikan dan menerapkan asuhan keperawatan pada pasien PPOK Eksaserbasi Akut dengan diagnosis pola napas tidak efektif di ruang Isolasi Dahlia RSUD Wates. Metode penelitian ini adalah penelitian studi kasus observasional dengan desain pendekatan (cross sectional). Subjek penelitian pada studi kasus ini adalah 1 pasien di RSUD Wates dengan gangguan sistem pernapasan dengan diagnosa medis PPOK Eksaserbasi Akut. Hasil: pengkajian pada penapisan paliatif diperoleh skor 7 yaitu pasien tersebut perlu intervensi paliative. Dalam Edmonton Sympton Assesment System (ESAS) pasien mengalami sesak napas, pasien dengan ansietas sedang, dan pasien memiliki penyakit lainnya yaitu DM dan CHF. Skor karnofsky 80% dengan aktivitas normal dengan beberapa gejala penyakit. Diagnosa utama adalah pola napas tidak efektif b.d hambatan upaya napas. Pencapaian yang diharapkan pada kasus tersebut diagnoss keperawatan pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas yaitu dalam 3 hari intervensi kasus terseebut masalah keperawatan teratasi. Saran: Tingkatkan edukasi pasien dan keluarga tentang PPOK serta pentingnya menghindari asap rokok, lakukan pemantauan rutin terhadap kondisi pasien, teruskan terapi nebulzer dan berikan dukungan psikososial untuk mengatasi ansietas. Rencanakan inytervensi untuk meningkatkan kualitas hisup dan lanjutkan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dalam pengelolaan PPOK.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pemilihan penerima bantuan pemanfaatan dan penghunian rumah susun kota Tanjungbalai dengan menggunakan metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS). Metode…
WASPAS digunakan untuk menyelesaikan masalah pemilihan yang kompleks dengan mempertimbangkan kriteria yang berbeda dan bobot yang berbeda untuk masing-masing kriteria. Penelitian ini menggunakan data calon penerima bantuan pemanfaatan dan penghunian rumah susun kota Tanjungbalai. Terdapat 7 kriteria yang digunakan dalam penelitian ini. Setelah mendapatkan data kriteria, maka dilakukan analisis WASPAS untuk menentukan bobot kriteria dan ranking kandidat. Selanjutnya, ranking kandidat ditentukan dengan membandingkan nilai preferensi setiap calon penerima bantuan dengan nilai preferensi ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon penerima bantuan dengan ranking tertinggi adalah calon penerima bantuan yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa metode WASPAS dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pemilihan penerima bantuan pemanfaatan dan penghunian rumah susun kota Tanjungbalai dengan efektif dan efisien. Metode ini dapat juga dapat meminimalkan kesalahan dalam pemilihan dan meningkatkan efektivitas bantuan yang diberikan.