Search Articles & Publications

Showing 34 articles found for "Autentik"

Analisis Perilaku Konsumen Dalam Memutuskan Pembelian Cinderamata Di Objek Wisata Ke'te Kesu'

Jeticia Lolotoding, Isak Pasulu, Dwibin Kannapadang
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen dalam keputusan pembelian cinderamata di kawasan Wisata Ke'te Kesu' Kabupaten Toraja Utara. Industri pariwisata budaya telah bertransformasi menjadi industri… berbasis pengalaman yang mengedepankan nilai emosional, simbolik, dan kultural. Dalam konteks ini, pembelian cinderamata tidak hanya berfungsi sebagai barang konsumsi, tetapi juga sebagai simbol kenangan, identitas budaya, dan representasi pengalaman wisata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima wisatawan sebagai informan kunci dan lima pelaku UMKM sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pembelian cinderamata di kawasan Wisata Ke'te Kesu' dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Faktor budaya dan psikologis merupakan faktor yang paling dominan karena wisatawan memandang cinderamata sebagai representasi budaya Toraja yang autentik dan memiliki makna simbolik. Proses keputusan pembelian berlangsung melalui lima tahapan: pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Wisatawan melakukan pertimbangan terhadap harga, kualitas, keunikan, dan nilai budaya produk sebelum memutuskan membeli. Pengalaman wisata yang positif memberikan pengaruh terhadap kepuasan wisatawan dan mendorong niat membeli ulang serta rekomendasi kepada orang lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keputusan pembelian cinderamata di kawasan Wisata Ke'te Kesu' tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan fungsional, tetapi juga oleh nilai budaya, pengalaman emosional, dan persepsi wisatawan terhadap keaslian produk budaya Toraja. Abstract is a brief summary of the paper to help readers quickly determine the main research problem, solutions to solving This study aims to analyze consumer behavior in purchasing decisions of souvenirs at the Ke'te Kesu' Tourism Area in North Toraja Regency. The cultural tourism industry has transformed into an experience-based industry that prioritizes emotional, symbolic, and cultural values. In this context, souvenir purchases serve not only as consumer goods but also as symbols of memories, cultural identity, and representations of tourist experiences. This research employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation involving five tourists as key informants and five MSME actors as supporting informants. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that souvenir purchasing decisions at the Ke'te Kesu' Tourism Area are influenced by four main factors: cultural, social, personal, and psychological factors. Cultural and psychological factors are the most dominant because tourists perceive souvenirs as authentic representations of Toraja culture with symbolic meaning. The purchase decision process occurs through five stages: need recognition, information search, alternative evaluation, purchase decision, and post-purchase behavior. Tourists consider price, quality, uniqueness, and cultural value before deciding to purchase a product. Positive tourism experiences influence tourist satisfaction and encourage repeat purchase intentions and recommendations to others. This study concludes that souvenir purchasing decisions at the Ke'te Kesu' Tourism Area are not only influenced by functional needs but also by cultural values, emotional experiences, and tourists' perceptions of the authenticity of Toraja cultural products.

PENGARUH LIVE SHOPPING DAN SOCIAL PROOF TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MEREK AZARINE PADA KONSUMEN PEREMPUAN PENGGUNA TIKTOK SHOP DI KECAMATAN PARUNGPONTENG KABUPATEN TASIKMALAYA

Bashiroh, Na'mah Tsamrotul, Nuratri, Bangkit
Abstract: Perkembangan TikTok Shop mengubah cara konsumen memperoleh informasi, menilai produk, dan melakukan pembelian melalui interaksi langsung serta bukti sosial. Penelitian ini menganalisis live shopping, social proof, keputusan… san pembelian, serta pengaruh live shopping dan social proof terhadap keputusan pembelian produk merek Azarine pada konsumen perempuan pengguna TikTok Shop di Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Data diperoleh melalui kuesioner yang melibatkan 111 responden. Responden dipilih menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, regresi linear berganda, uji parsial, uji simultan, dan koefisien determinasi dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa live shopping, social proof, dan keputusan pembelian berada dalam kategori tinggi. Live shopping berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Social proof juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dan memberikan kontribusi relatif lebih besar dibandingkan live shopping. Secara simultan, live shopping dan social proof berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk merek Azarine. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan keputusan pembelian memerlukan penyampaian informasi yang jelas melalui live shopping serta pengelolaan social proof yang autentik, relevan, dan dapat dipercaya.

EKSPLORASI TEORETIS PENGUKURAN MAHARAH LUGHAWIYAH DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB KONTEMPORER

Kholilurrahman, Muhammad, Herdah, Herdah
Abstract: Perkembangan pembelajaran bahasa Arab pada era kontemporer menuntut sistem pengukuran kemampuan berbahasa yang tidak hanya berorientasi pada aspek linguistik, tetapi juga pada kompetensi komunikatif, performatif, dan pemanfaatan… anfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara teoretis konsep, prinsip, dimensi, serta pendekatan pengukuran maharah lughawiyah dalam pembelajaran bahasa Arab kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi buku, artikel jurnal, dokumen kurikulum, serta hasil penelitian terdahulu. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi, membandingkan, dan mensintesis berbagai konsep pengukuran keterampilan berbahasa Arab. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengukuran dalam pembelajaran bahasa Arab mengalami pergeseran dari paradigma konvensional yang berfokus pada penguasaan unsur kebahasaan menuju paradigma multidimensional yang mengintegrasikan kompetensi linguistik, komunikatif, kognitif, dan performatif. Pengukuran maharah istima’, kalam, qira’ah, dan kitabah menuntut penggunaan asesmen autentik yang mampu merepresentasikan kemampuan peserta didik dalam konteks komunikasi nyata. Selain itu, perkembangan teknologi digital memberikan peluang sekaligus tantangan dalam menjamin validitas, reliabilitas, dan autentisitas proses pengukuran. Kajian ini menegaskan bahwa pengembangan sistem evaluasi bahasa Arab perlu mengombinasikan prinsip-prinsip psikometrik, asesmen autentik, dan teknologi pendidikan secara terpadu. Dengan demikian, pengukuran maharah lughawiyah dapat menghasilkan informasi yang lebih komprehensif, akurat, dan relevan terhadap tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Strategi Pengelolaan Arsip Berbasis Digital Dalam Mendukung Keberlanjutan Tata Kelola Dokumen Dan Pengambilan Keputusan Organisasi Di Lembaga Pemerintah

Srini
Abstract: Transformasi digital pemerintahan menempatkan arsip sebagai sumber bukti, memori kelembagaan, dan basis informasi bagi keputusan organisasi. Namun, digitalisasi dokumen sering berhenti pada pemindaian dan pemindahan media… a tanpa diikuti tata kelola siklus hidup, metadata, keamanan, preservasi, interoperabilitas, serta penguatan kompetensi aparatur. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengelolaan arsip berbasis digital yang dapat mendukung keberlanjutan tata kelola dokumen dan pengambilan keputusan organisasi di lembaga pemerintah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap regulasi kearsipan Indonesia dan dua puluh artikel ilmiah yang membahas manajemen arsip elektronik, transformasi digital sektor publik, tata kelola data, SRIKANDI, transparansi, serta keputusan berbasis bukti. Data dianalisis secara tematik melalui tahap identifikasi konsep, pengelompokan isu, perbandingan temuan, dan sintesis strategi. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberlanjutan pengelolaan arsip digital bergantung pada keterpaduan delapan unsur, yaitu kebijakan dan kepemimpinan, arsitektur proses berbasis siklus hidup, standardisasi klasifikasi dan metadata, infrastruktur dan preservasi, keamanan serta kesinambungan layanan, kompetensi dan budaya kerja, interoperabilitas sistem, serta pemanfaatan arsip untuk analitik keputusan. Strategi yang efektif perlu mengubah orientasi lembaga dari penyimpanan dokumen menuju pengelolaan bukti digital yang autentik, utuh, dapat ditemukan, dapat digunakan, dan dipertahankan dalam jangka panjang. Implementasi SRIKANDI perlu ditempatkan dalam arsitektur tata kelola yang lebih luas, bukan sekadar aplikasi korespondensi. Penelitian ini menghasilkan kerangka strategis yang dapat digunakan lembaga pemerintah untuk menyusun peta jalan, indikator kinerja, mekanisme pengendalian, dan model pemanfaatan arsip dalam keputusan organisasi.

PENERAPAN TEKNOLOGI AI DALAM MENINGKATKAN MAHARAH ISTIMA’ BAHASA ARAB DI ERA DIGITAL

Dinda Januarlita, Eko Yarno Saputro
Abstract: Kemampuan menyimak (maharah istima’) merupakan salah satu keterampilan dasar yang paling krusial sekaligus paling sulit dikuasai dalam pembelajaran bahasa Arab, terutama di konteks perguruan tinggi Islam di Indonesia. Mahasiswa… Mahasiswa kerap menghadapi hambatan berupa minimnya paparan audio autentik, terbatasnya umpan balik yang segera, dan kurangnya media pembelajaran yang adaptif. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat diimplementasikan secara efektif untuk meningkatkan kemampuan istima’ mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab STAI Nurul Falah Air Molek. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan delapan mahasiswa dan dua dosen, serta analisis dokumen pembelajaran selama satu semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi platform AI berbasis pengenalan suara otomatis (Automatic Speech Recognition/ASR), seperti Google Speech API, Forvo, dan aplikasi Duolingo Arabic, secara signifikan meningkatkan intensitas dan kualitas latihan menyimak mahasiswa. Mahasiswa melaporkan peningkatan pemahaman kosakata kontekstual sebesar 40–60%, dan kepercayaan diri dalam menyimak teks Arab autentik meningkat secara terukur. Temuan ini menegaskan bahwa AI bukan sekadar alat bantu, melainkan dapat berperan sebagai mitra belajar adaptif yang mampu menjawab kelemahan metode konvensional dalam pengajaran maharah istima’.

PROBLEMATIKA DIGLOSIA BAHASA ARAB FUSHA DAN AMIYAH BAGI PELAJAR INDONESIA

Rabia'tul Adawiya1, Yarno Eko Saputro
Abstract: Bahasa Arab memiliki fenomena unik bernama diglosia, yakni penggunaan dua varietas bahasa secara berdampingan dengan fungsi sosial yang berbeda: fusha (Arab Standar Modern) untuk ranah formal, dan amiyah (dialek kolokial)… ) untuk percakapan sehari-hari. Bagi pelajar Indonesia, kondisi ini menciptakan tantangan berlapis yang kerap diabaikan dalam sistem pendidikan. Penelitian ini bertujuan memetakan problematika diglosia dari perspektif linguistik, pedagogis, psikologis, dan sosiolinguistik, serta merumuskan rekomendasi berbasis bukti. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berbasis protokol PRISMA, dengan menganalisis 25 sumber terpilih dari 187 sumber awal yang diterbitkan antara 2017–2024. Hasil penelitian mengidentifikasi lima klaster masalah utama: (1) kesenjangan sistem linguistik fusha-amiyah pada tataran fonologi, morfologi, dan sintaksis; (2) kurikulum dan bahan ajar yang hampir sepenuhnya berorientasi fusha; (3) hambatan psikologis berupa kecemasan komunikasi dan disorientasi identitas; (4) keterbatasan sumber belajar berbasis kebutuhan peserta didik; serta (5) kompleksitas sosiolinguistik dalam memilih dialek regional yang tepat. Penelitian ini merekomendasikan kurikulum terpadu berbasis needs analysis, pengembangan bahan ajar yang mengakui realitas diglosia, peningkatan kompetensi diglosik pendidik, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana paparan amiyah yang autentik.

PERAN PENDIDIKAN AGAMA DAN PKN DALAM MEMBANGUN KESADARAN TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA

Tongku Hasonangan, Syamzaimar
Abstract: Pendidikan memiliki peran yang strategis dan tak tergantikan dalam membentuk individu yang toleran, berpikiran terbuka, dan mampu hidup secara harmonis dalam masyarakat yang majemuk. Dalam konteks bangsa yang pluralistik… seperti Indonesia — yang menaungi ratusan kelompok etnis, lebih dari 700 bahasa daerah, dan enam agama yang diakui secara resmi oleh negara — menumbuhkan toleransi antar umat beragama bukan sekadar tujuan pendidikan, melainkan sebuah keharusan nasional. Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) merupakan dua pilar penting yang saling melengkapi dalam upaya tersebut. Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi untuk memperkuat keimanan dan praktik ibadah, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai universal seperti kasih sayang (rahmah), saling menghormati (ihtiram), keadilan ('adalah), dan etika hidup berdampingan secara damai (tasamuh) di antara berbagai komunitas agama. Fondasi ini berpijak pada konsep Islam rahmatan lil 'alamin — rahmat bagi seluruh alam — yang memberikan landasan teologis yang kuat bagi pembentukan karakter toleran dan inklusif. Bersamaan dengan itu, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menekankan nilai-nilai kebangsaan, prinsip demokrasi, hak asasi manusia, dan penghormatan mendalam terhadap keberagaman sebagai unsur konstitutif dari identitas kewarganegaraan dan konstitusional Indonesia. Melalui integrasi sistematis nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran — khususnya melalui pedagogik yang dialogis, reflektif, berbasis proyek, dan pengalaman nyata — peserta didik diharapkan dapat mengembangkan sikap inklusif yang autentik, menghargai dan merayakan perbedaan, serta secara aktif menolak segala bentuk diskriminasi, prasangka, dan intoleransi. Penelitian ini, dengan menggunakan metodologi tinjauan literatur sistematis, mengidentifikasi tiga model integrasi PAI-PKn yang efektif: (1) Pembelajaran Tematik Lintas Pelajaran, (2) Proyek Sosial Kolaboratif, dan (3) Refleksi Teologis-Kewarganegaraan. Temuan penelitian menegaskan bahwa sinergi antara pendidikan agama dan Pendidikan Kewarganegaraan bersifat fundamental dalam membangun kesadaran toleransi yang berkelanjutan dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik.

KETERHUBUNGAN SPIRITUALITAS DAN EMPATI DALAM PEMIKIRAN HENDRICUS LEVEN

Alexander Zakarias Raga Welan, Paulus Pati Sura, Kertha Kalitus A.W.P, Sunaryo Yosep Pati Kelen, Benediktus Belega Letor
Abstract: Artikel ini membahas keterhubungan antara spiritualitas dan empati dalam pemikiran Hendricus Leven, seorang pemikir humanistik yang menempatkan relasi antarmanusia sebagai pusat perkembangan spiritual. Melalui kajian literatur… eratur yang mendalam, tulisan ini menyoroti bahwa spiritualitas dalam pandangan Leven bukan sekadar pengalaman kontemplatif yang bersifat personal, tetapi sebuah dinamika relasional yang menuntut keterbukaan terhadap kehadiran orang lain. Dalam konteks tersebut, empati berfungsi sebagai ekspresi nyata spiritualitas, sebab empati menghadirkan manusia pada perjumpaan yang autentik dengan sesama. Artikel ini juga menguraikan implikasi pemikiran Leven bagi kehidupan sosial, pendidikan, dan pembentukan karakter manusia modern. Hasil analisis menunjukkan bahwa spiritualitas dan empati saling menopang dalam membentuk pribadi yang utuh, transformatif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

KONTRIBUSI HENRICUS LEVEN UNTUK KEHIDUPAN MISIONE

Yoseph Nakuman Lolan, Dionisius Hilaris Nangareja
Abstract: Artikel ini mengkaji kontribusi Henricus Leven dalam pengembangan kehidupan misioner, khususnya dalam konteks misi Katolik. Henricus Leven dikenal sebagai tokoh yang memberikan sumbangan signifikan terhadap spiritualitas… dan metodologi karya misi melalui pendekatannya yang menekankan inkarnasi nilai-nilai Injil dalam konteks local. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Leven mengintegrasikan pemahaman teologis dengan praktik pastoral yang kontekstual, menciptakan model misi yang tidak hanya berfokus pada evangelisasi tetapi juga pada pemberdayaan komunitas lokal. Kontribusinya meliputi pengembangan strategi pendampingan yang menghormati budaya setempat, pembentukan komunitas basis yang mandiri, serta penekanan pada dimensi sosial dari pewartaan Injil. Leven juga dikenal karena pendekatan dialogisnya yang mempromosikan perjumpaan autentik antara pewarta dan penerima kabar gembira, menghindari sikap paternalistik yang sering mewarnai karya misi pada masa tersebut. Visinya tentang gereja lokal yang berakar kuat dalam realitas sosio-kultural masyarakat setempat telah memberikan inspirasi bagi generasi misionaris berikutnya. Artikel ini menyimpulkan bahwa warisan Henricus Leven tetap relevan bagi pembaruan metodologi misi kontemporer, terutama dalam konteks dialog antarbudaya dan inkulturasi yang menjadi tantangan gereja modern.

SPIRITUALITAS DAN KEARIFAN LOKAL DALAM PEMIKIRAN HENDRIKUS LEVEN

Skolastika Febriana Peni Kabelen, Elisabeth Ene Balun
Abstract: Studi ini bertujuan menganalisis integrasi erat antara spiritualitas pengabdian dan nilai-nilai lokal dalam pandangan Mgr. Hendrikus Leven, S.V.D. (1883–1953). Fokus utama Leven terletak pada penerapan budaya yang progresif… resif serta komitmen kuatnya untuk menghasilkan perubahan masyarakat melalui jalur pendidikan. Kami menggunakan metode analisis konsep dan historis terhadap inisiatif dan tulisan Leven. Hasil penelitian mengidentifikasi kerangka spiritualitas universal, nilai-nilai asli daerah (Gotong Royong), serta model khas Leven yang disebut Spiritualitas Praksis Misioner melalui pembentukan Kongregasi CIJ (Komisi CIJ, 2015) Disimpulkan bahwa Leven menawarkan sebuah model teologi yang berakar pada konteks lokal. Model ini secara autentik mewujudkan nilai-nilai spiritual universal dengan cara menghargai dan menyatukan kekayaan budaya setempat, yang menjadi pondasi penting bagi kemandirian Gereja di Nusa Tenggara.