Search Articles & Publications

Showing 5 articles found for "Cacing"

IDENTIFIKASI TELUR CACING STH PADA KUKU PETUGAS PENGANGKUT DAN PENGELOLA SAMPAH DI TPS 3R PADANGSAMBIAN

Febiani, Ayu Eka, Idayani , Sri, Bintari , Ni Wayan Desi
Abstract: Infeksi kecacingan adalah salah satu penyakit yang sering dijumpai dalam masyarakat dan diakibatkan oleh parasit nematoda usus atau parasit golongan Soil Transmitted Helminths (STH). Salah satu pekerjaan yang berisiko terinfeksi… rinfeksi parasit yaitu petugas pengangkut dan pengelola sampah, sebab mereka akan bersentuhan langsung dengan sampah atau kotoran tanpa menggunakan alat pelindung diri. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui hasil identifikasi telur cacing Soil Transmitted Helminths (STH) pada kuku petugas pengangkut dan pengelola sampah di TPS 3R Padangsambian Kota Denpasar, Bali. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sampel kuku yang diambil dari petugas pengangkut dan pengelola sampah di TPS 3R Padangsambian Kota Denpasar Bali yang berjumlah 38 sampel. Pemeriksaan telur cacing ini dilakukan dengan metode sedimentasi menggunakan larutan NaCl 0,9%. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Parasitologi STIKES Wira Medika Bali. Data hasil penelitian di analisa dengan cara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dari sampel kuku, petugas pengangkut dan pengelola sampah di TPS 3R Padangsambian Kota Denpasar Bali diperoleh 2 sampel (5,2%) ditemukan telur cacing Soil Transmitted Helminths (STH) spesies Ascaris lumbricoides pada kedua sampel dan 36 sampel (94,8%) lainnya negatif atau tidak ditemukan telur cacing. Saran kepada para petugas pengangkut dan pengelola sampah untuk selalu menggunakan Alat Pelindung Diri secara lengkap dan tepat saat bekerja dan selalu menjaga kebersihan diri serta kebersihan lingkungan.

Expert System dengan CBR Method untuk Identifikasi Penyakit pada Hewan Felis Catus

Kasinun, Kasinun, Yusda, Riki Andri, Harahap, Indra Ramadona
Abstract: Abstract: Cats are pets that are loved by humans, including people in Indonesia. People who keep cats need to pay attention to and maintain the health of cats to avoid all diseases. The Angora cat is one of the cat breeds… s that has its own charm for cat lovers. In their care, not a few Angora cat owners do not understand how to take good care of Angora cats so that they can cause the animal to get sick. The lack of knowledge possessed by cat owners about the diseases experienced by their favorite animals can lead to misdiagnosis and inappropriate handling. Kianna Pet Shop and Animal Care is a veterinary clinic located on Jalan Imam Bonjol, Komplek Ruko Kota Mas, Kisaran, Asahan Regency. Kianna Pet Shop and Animal Care has many customers who trust Kianna Pet Shop and Animal Care to treat their pets. Kianna Pet Shop and Animal Care only has one veterinarian and one assistant. Angora cat diseases in general that are often treated at Kianna Pet Shop and Animal Care are fungus, FLUTD, feline calicivirus, fleas, cat flu, intestinal worms, hematoma (blood clots), chlamydiosis and diarrhea. To overcome these problems, an expert system was created using the Case Based Reasoning (CBR) method which will facilitate communication and consultation between veterinarians and Angora cat owners.   Keywords: expert system; CBR method; animal felis catus     Abstrak:Kucing adalah hewan peliharaan yang banyak digemari oleh manusia, termasuk masyarakat di Indonesia. Masyarakat yang memelihara kucing perlu memperhatikan dan menjaga kesehatan kucing agar terhindar dari segala penyakit. Kucing anggora salah satu ras kucing yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pecinta kucing. Dalam perawatannya, tak sedikit pemilik kucing anggora yang kurang memahami bagaimana cara merawat kucing anggora dengan baik sehingga dapat menyebabkan hewan tersebut terserang penyakit. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh pemilik kucing tentang penyakit yang dialami oleh hewan kesayangannya itu dapat mengakibatkan kesalahan diagnosa serta penanganan yang tidak sesuai. Kianna Pet Shop and Animal Care memiliki banyak pelanggan yang memberikan kepercayaan terhadap Kianna Pet Shop and Animal Care untuk mengobati hewan peliharaannya. Kianna Pet Shop and Animal Care hanya memiliki satu orang dokter hewan dan satu orang asisten. Penyakit kucing anggora pada umumnya yang sering berobat di Kianna Pet Shop and Animal Care yaitu jamur, FLUTD, feline calicivirus, kutu, cat flu, cacingan, hematoma (pembekuan darah), chlamydiosis dan diare. Mengatasi permasalahan tersebut maka dibuat suatu sistem pakar menggunakan metode Case Based Reasoning (CBR) yang akan mempermudah komunikasi dan konsultasi antara dokter hewan dan pemilik kucing anggora.   Kata kunci: expert system; CBR method; hewan felis catus  

Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SDN 08 Tanjung Bonai Aur

Mardiansyah, Dedi, Akmal, Elfi Fauzana, Chairunnisa, Syifa, Kurniawan, Dedi, Salsabila, Amanda, Maulana, Vyola, Dias, Ummi Hajra
Abstract: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang belum diterapkan dalam kehidupan siswa di Sekolah Dasar Negeri 08 Tanjung Bonai Aur, dapat menghasilkan permasalahan kesehatan, seperti masalah diare, cacingan, dan Saluran Pernafasan… nafasan Akut (ISPA). Tim Mahasiswa Universitas Andalas melaksanakan kegiatan edukasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah menumbuhkan kesadaran siswa terhadap manfaat menjaga Kesehatan dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Tim pengabdian melakukan penjelasan kepada siswa mengenai pembiasaan dalam mencuci tangan yang benar. Seluruh peserta diajak untuk mencuci tangan menggunakan sabun dengan benar dan membilasnya hingga bersih. Materi diberikan dengan cara komunikatif sehingga siswa merasa tidak bosan. Setelah pemaparan materi, kegiatan selanjutnya melakukan praktek cuci tangan secara bersama. Semua siswa selain pesrta diajak ikut serta malakukan cuci tangan yang benar berdasarkan aturan yang sudah disampaikan. Semua proses dalam rangkaian pengabdian ini telah berjalan dengan baik. Para guru dan Kepala Sekolah mendukung penuh kegiatan pengabdian ini, diharapkan semua peserta akan mampu menerapkan perilaku hidup bersih baik di sekolah maupun di rumah.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Wali Murid dengan Kejadian Infeksi Cacing Kremi pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar di Jawa Timur

Pratiwi, Indah, Ishartadiati, Kartika, Sudibya, Akhmad
Abstract: Enterobius vermicularis atau cacing kremi merupakan nematoda usus yang sering menginfeksi anak usia sekolah dasar dan ditularkan melalui jalur fekaloral akibat tertelannya telur infektif dari lingkungan yang terkontaminasi.&#8230; si. Pengetahuan wali murid berperan penting dalam pencegahan infeksi ini melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan wali murid kelas 2 salah satu SD di Jawa Timur dengan kejadian infeksi cacing kremi pada anak. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional dilakukan pada Juni–Juli 2025 terhadap 39 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebanyak 25 responden (64,1%) memiliki tingkat pengetahuan baik dan 14 responden (35,9%) memiliki pengetahuan kurang baik. Sebanyak 7 anak (17,9%) terindikasi mengalami gejala infeksi cacing kremi dan 32 anak (82,1%) tidak menunjukkan gejala. Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,005 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan wali murid dengan kejadian infeksi cacing kremi pada anak kelas 2 salah satu SD di Jawa Timur.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Tentang Infeksi Cacing Schistosomiasis Di Desa Tomado Kecamatan Lindu

Abuyasidul Bustani, Suaib, Widyawati Situmorang
Abstract: Pendidikan kesehatan tentang schistosomiasis tidak sepenuhnya dapat merubah dan mengontrol penularan schistosomiasis, namun hal ini merupakan upaya awal dalam meningkatkan pengetahuan dan merubah sikap dalam membangun kesadaran&#8230; sadaran pada masyarakat tentang infeksi cacing schistosomiasis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre experimental dengan pendekatan one group pre test dan post test. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 900 orang tetapi yang digunakan sebagai sampel berjumlah 20 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap tentang schistosomiasis. Hasil penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Diperoleh hasil, nilai Asymp.Sig. (2-tailed) dari variabel pengetahuan  yaitu  0,001  dan dengan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh hasil nilai  Asymp.Sig. (2-tailed)  dari variabel sikap yaitu 0,001. Kesimpulan yaitu ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap  masyarakat tentang infeksi cacing schistosomiasis. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber informasi dan pengetahuan tentang pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat dengan penyakit schistosomiasis.