Search Articles & Publications

Showing 4 articles found for "Cagar"

ANALISIS TATA KELOLA CAGAR BUDAYA DI KABUPATEN LINGGA

Chahyadi Anugrah, Febry, Winarti , Novi, Riyadi , Sayed Fauzan
Abstract: Cultural Heritage in Lingga Regency is spread in several areas, which requires attention. The Cultural Heritage is managed by the Lingga Regency Cultural Office by involving programs, activities sub-activities and at the… same time coordinating with other related parties to succeed the management of Cultural Heritage in Lingga Regency. The purpose of this study is to analyze the Governance of Cultural Heritage in Lingga Regency using the theory of governance from Widyananda (2008) with four indicators. The method used is qualitative descriptive with 10 informants and uses data collection techniques and tools in the form of observation, interviews, and documentation. The results of the study found that in the management of Cultural Heritage in Lingga Regency that the Cultural Office involved related parties, namely the Cultural Preservation Agency, cultural activists and regional and provincial apparatus organizations to succeed in management, in its management the Lingga Regency Cultural Office encountered problems regarding geographical location, lack of budget and weak human resources owned, knowing this, the Cultural Office carries out policies to overcome these problems by submitting proposals to the National Research and Development Agency for Culture, collaborating with other related agencies and by conducting routine mutual assistance to Cultural Heritage. In the process of Cultural Heritage Governance in Lingga Regency, it can be said that there is less role in technology in the media social sector. Keywords: Lingga Regency, Governance, Cultural Heritage

Pertanggungjawaban Pidana Wisatawan yang Merusak Cagar Budaya Uma Lengge Maria sebagai Upaya Menjaga Kelestarian Lingkungan Wisata di Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima

Lily Mirawaty, Andin Rusmini
Abstract: This research aims to analyze and evaluate the criminal liability imposed on tourists who damage the Uma Lengge Maria cultural heritage in Maria Village, Wawo District, Bima Regency. Bima is an area that has cultural and… tourism diversity. One of the cultural and tourism diversity is the Uma Lengge Maria Cultural Reserve which is located in Maria Village, Wawo District, Bima Regency. Uma Lengge is a traditional house of the Bima people which has existed for a long time and must be maintained in its existence and beauty so that it remains intact and its beauty can be enjoyed for the future. This research use desciptive qualitative approach. A descriptive approach is an approach that aims to systematically describe the facts and characteristics of a particular population or in a particular field factually and carefully. Data collection methods were carried out by observation, interviews and documentation. The data analysis method is carried out in the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that legal action is taken against criminal liability for tourists who damage the cultural heritage at Uma Lengge Maria. Uma Lengge in the Maria Village Tourist Area, there are 13 uma lengge and 103 jompa. The existence of uma lengge must be maintained so that its existence remains well into the future. there are sanctions and criminal liability for tourists who damage the Uma Lengge Maria cultural heritage in Wawo District, Bima Regency, West Nusa Tenggara.

Perkembangan Alat Musik Angklung

Ajeng Dewi Sri Ayu Ningsih, Alifiya, Maulidyah Nur Indah Putri, Qaullika Destia Darussani
Abstract: Di Indonesia banyak sekali kearifan lokal yang perlu dipertahankan, seperti alat musik tradisional angklung yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat. perkembangan alat musik tradisional angklung memiliki ciri khas tersendiri… ersendiri pada setiap bentukannya, hal ini yang menjadi keunikan dari alat musik angklung. Angklung terbuat dari bambu kemudian dirangkai dengan tali rotan. Kata angklung berasal dari "angkleung-angkleung" yaitu suara yang dihasilkan ketika angklung dimainkan. Alat musik tradisional seperti angklung merupakan cagar budaya yang perlu kita lestarikan agar nilai budaya tidak hilang.

Penggunaan Media Dalam Promosi Pariwisata Daerah Situs Cagar Budaya Di Kabupaten Jember

Anisa Nur Fadila, Umi Kulsum, Intan W.M., Nur Ika Maulidiyah
Abstract: Media sosial sebagai alat untuk berkomunikasi yang digunakan untuk menyebarkan pesan secara cepat pasti sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat, hampitr tiap individu dari orang tua hingga anak muda pasti menggunakan… n media sosial baik itu untuk berbisnis maupun hanya untuk terhubung dengan teman. Fungsi dari media sosial berguna untuk memberikan informasi yang menarik perhatian luas dan mempromosikan suatu produk. Media sosial biasanya digunakan untuk mencari berita hangat yang sedang terjadi bahkan media sosial juga digunakan untuk mencari destinasi wisata yang sedang trend melalui unggahan-unggahan pengguna media sosial. Oleh karena itu, media sosial bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan situs-situs cagar budaya yang ada di Jember. Adapun solusi yang bisa digunakan agar promosi situs cagar budaya bisa maksimal dengan membuat situs web atau aplikasi yang memberikan penjelasan yang lengkap, terstruktur serta interaktif mengenai situs cagar budaya. Yang dapat dilakukan selanjutnya yaitu kolaborasi antara lembaga seperti membangun koalisi antarlembaga pemerintah, bismis, public terkait digitalisasi pengelolaan warisan budaya dapat meningkatkan promosi situs cagar budaya melalui media secara online.