Search Articles & Publications

Showing 2 articles found for "Dapoer"

PEMANFAATAN PROMOSI DIGITAL SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN SERTA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA PADA UMKM “DAPOER MALIKA” DI KELURAHAN KARANG JATI BALIKPAPAN

Sinaga, Ovigeria Subroto, Hanna Dhea CE Siregar, Kristina Natalia, Stevani Chalista, Rizky Novita Sari
Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are one of the foundations of the Indonesian economy. Their development is inextricably linked to the evolving trends in sales models. Currently, the use of social media as a… digital marketing method is crucial in assisting MSMEs in expanding their market and increasing sales turnover. STIE MADANI Balikpapan, through community service activities, is attempting to bridge the need for digital marketing methods and financial record-keeping for MSMEs around Balikpapan through Innovation Development (PI) activities with students. The MSME in this time is located in Karang Jati Village, Balikpapan, namely the Dapoer Malika MSME. Dapoer Malika produces several types of snacks. The PI activity helps this MSME market its products through social media and assists in preparing financial records.   Keywords: MSME, Digital Marketing, Social Media, Bookkeeping

Perancangan Kemasan Paper Bowl Soto Berbahan Serat Bambu Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) pada UMKM Dapoer Mimi

Rifaldy, Alvin, Assidiqi, Zaky, wibowo, Daniel Bagus, Manggala, Widagdo Prayoga Manggala, Prawira, Muhammad Mirza Adi Nata, Pratama, Andhika Ramdhan, Sirait, Steve Zefanya Sirait, Wahyudi, Rizqi
Abstract: UMKM Dapoer Mimi menghadapi permasalahan pada kemasan take away makanan soto yang digunakan saat ini, yaitu desain yang kurang menarik, tidak ramah lingkungan karena berbahan plastik, serta kurang fungsional karena sering… g menyebabkan tumpah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kemasan paper bowl berbahan serat bambu yang mampu memenuhi harapan konsumen dan mengatasi kelemahan kemasan eksisting. Metode yang digunakan adalah Quality Function Deployment (QFD) untuk mentransformasi Voice of Customer (VOC) menjadi karakteristik teknis desain yang terukur melalui pembangunan House of Quality (HoQ). Hasil analisis HoQ menghasilkan spesifikasi teknis prioritas, yang meliputi: ketahanan suhu hingga 90°C (bobot 8%), ketebalan material 0,8–1,0 mm (bobot 6%), kandungan material daur ulang minimal 20% (bobot 11%), price premium justification (bobot 11%), serta desain yang memuat logo dan informasi produk yang jelas (bobot 6%). Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kemasan dengan spesifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif yang meningkatkan kepuasan konsumen, nilai jual, sekaligus memperkuat komitmen keberlanjutan bagi UMKM Dapoer Mimi.