Search Articles & Publications

Showing 5 articles found for "Fransiskus"

SPIRITUALITAS HENRICUS LEVEN : KEHIDUPAN BERAKAR PADA IMAN DAN PELAYANAN

Philipus Penana Ruron, Fransiskus Xaverius Leo Baur
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis spiritualitas Henricus Leven serta relevansinya bagi kehidupan iman dan pelayanan gereja masa kini. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena menurunnya&#8230; nurunnya kedalaman spiritualitas umat Kristen, khususnya generasi muda, di tengah pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi yang menggeser orientasi hidup ke arah individualisme dan hedonisme. Henricus Leven dipandang sebagai figur historis yang menampilkan spiritualitas holistik — berakar pada iman yang mendalam, diwujudkan dalam pelayanan sosial, dan berorientasi pada komunitas marginal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta inferensial (korelasi dan regresi sederhana). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi jemaat terhadap spiritualitas Leven berada pada kategori tinggi (M = 4,32) dengan hubungan positif yang signifikan antara pemahaman spiritualitas dan relevansinya terhadap pelayanan gereja masa kini (r = 0,67; p < 0,01). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik pemahaman jemaat terhadap nilai iman dan pelayanan Leven, semakin tinggi pula apresiasi mereka terhadap penerapannya dalam konteks modern. Secara praktis, spiritualitas Henricus Leven dipersepsikan sebagai model hidup beriman yang autentik dan kontekstual, mampu menginspirasi pelayanan gereja yang humanis, transformatif, dan berakar pada iman yang hidup.

DIMENSI SPIRITUALITAS MENURUT HENRICUS LEVEN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KEHIDUPAN MODEREN

Fransiskus Bloko Maran, Karolus Keu Narek, Laurensius Igo Molan
Abstract: Spiritualitas merupakan Dimensi Terdalam Dari kehidupan Manusia yang member makna,arah,Dan nilai Eksistensinnya dalam konteks Duinia modern yang serba cepat dan meateristik,Manusia sering kehilangan batin dan arah hidup.Hendricus&#8230; Hendricus Leven Seorang teolog dan pemikir sepiritualitas,menekankan bhawa sepiritualitas adalh cara hidup yang menyentuseluruh dimensi manusia,bukan hannya aspek keagamaan atau moral.(Leven,1998,p.27).Artikel ini menguraikan dimensi spiritualitas menurut Hedicus Leven,dan Di implementasikan dalam kehidupan Moderen.kajian ini juga menggunakan pendekatan deskriptif-analisis Berdasarkan kariya karya leven dan para pemikir Spiritualitas.Hasil analisis ini menunjukan bhawa Spiritualitas leven dapat menjadi sumber serta nilai orentasi manusia dalam kehidupan modern.           

THE RELATIONSHIP BETWEEN BEHAVIOR AND WORK ACCIDENTS AMONG SHIP CREW (ABK) ON PASSENGER SHIPS

Ifka W Kobis, Melany Kumayas, Fransiskus X Dotulong
Abstract:   Work accidents are unexpected and undesirable events, and work accidents are related to the employment relationship with the company, hospitals, or community health centers. The employment relationship here indicates that&#8230; s that accidents occur as a result of work or while performing work. Occupational health and safety (K3) on ships has long been a concern among the government and businesses. K3 factors are closely related to the performance of ship crew (ABK) and, in turn, to the performance of the company. The more safety facilities available, the less likely work accidents are to occur. This study aims to determine how the Relationship Between Health and Safety Behavior (K3) and Work Accidents Among Ship Crew (ABK) on Passenger Ships. The type of research uses a quantitative method with a Cross Sectional approach. The sampling technique in this study is Total Sampling with a sample size of 31 respondents. Data collection was obtained from direct observation, interviews, and questionnaires. Data analysis was conducted through univariate and bivariate tests, with the hypothesis testing using the Chi-square test at a confidence level (α=0.05). The results showed that there is a relationship between behavior and work accidents, with a value of (p=0.03), indicating a relationship between behavior and work accidents.

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Guru Sd YPPK St. Fransiskus Xaverius II Merauke

Oktavianus, Siamsa, Simon
Abstract: Disiplin kerja guru merupakan salah satu faktor kunci dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Namun, fenomena keterlambatan, ketidakhadiran, serta lemahnya penerapan&#8230; n sanksi masih menjadi persoalan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan, termasuk di SD YPPK St. Fransiskus Xaverius II Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi disiplin kerja guru serta dampaknya terhadap kinerja guru di lingkungan sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan staf SD YPPK St. Fransiskus Xaverius II Merauke. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum disiplin kerja guru berada dalam kategori cukup baik, meskipun masih ditemukan permasalahan seperti keterlambatan hadir, pemanfaatan sarana pembelajaran yang belum maksimal, serta kurang tegasnya penerapan sanksi terhadap pelanggaran disiplin. Faktor-faktor utama yang memengaruhi kedisiplinan kerja guru meliputi ketepatan waktu, keteladanan pimpinan, dan konsistensi penerapan sanksi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan disiplin kerja tidak hanya bergantung pada peraturan tertulis, tetapi juga pada komitmen pimpinan, keadilan dalam manajemen sumber daya manusia, dan penyediaan sarana yang memadai. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi manajerial sekolah dalam menciptakan lingkungan kerja yang disiplin, produktif, dan profesional.

Strategi Komunikasi BP3MI dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Hak-hak Pekerja Migran Indonesia

Beatania Jelina Ngamung, Alponia Kartini Nurhayati, Yunita Huberta Siska Henukh, Fransiskus Maurice Riberu, Lasarus Jehamat, Imelda Nahak, Helga Maria E. Gero
Abstract: Indonesian Migrant Workers constitute a labor group that makes a significant contribution to the national economy through remittances, particularly from regions with high migration intensity such as East Nusa Tenggara Province;&#8230; ovince; however, the strong public interest in working abroad is often not accompanied by adequate understanding of safe migration procedures, protection mechanisms, and the rights and obligations of migrant workers. This condition has led to serious problems, including the increasing number of non-procedural migrant workers, deportation cases, and vulnerability to human trafficking crimes, indicating an information and communication gap between migrant worker protection institutions and prospective migrant workers. This study aims to analyze the communication strategies implemented by the Indonesian Migrant Workers Protection Service Center of East Nusa Tenggara Province in enhancing public awareness of migrant workers’ rights. A qualitative approach with a descriptive method was employed to provide an in-depth portrayal of the communication practices carried out by the institution, with data collected through in-depth interviews, observation of socialization activities, and documentation studies. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, while the conceptual analytical framework was based on the Shannon–Weaver Two-Way Communication Model to assess message delivery effectiveness, communication channels, message recipients, and feedback mechanisms. The findings indicate that the Indonesian Migrant Workers Protection Service Center of East Nusa Tenggara Province has implemented various communication strategies, including direct community outreach, pre-departure orientation, the use of visual and audio media, and cross-sector collaboration with local governments and community leaders. Although these strategies contribute to increasing public knowledge regarding migration procedures and migrant workers’ rights, their effectiveness remains constrained by low literacy levels, challenging geographical conditions, and weak feedback mechanisms from target communities. The study concludes that strengthening dialogic and participatory communication, simplifying messages to improve comprehensibility, and adapting communication media to local cultural contexts are essential for improving migrant worker protection. The novelty of this study lies in integrating a two-way communication model with the socio-cultural context of East Nusa Tenggara as a basis for formulating more contextual, adaptive, and community-empowering communication strategies for migrant worker protection.