Search Articles & Publications

Showing 3 articles found for "Gerejawi"

DIALOG ANTAR SPIRITUALITAS HENDRIKUS LEVEN DAN SPIRITUALITAS KEHIDUPAN PRAKTEK TEOLOGIS

Mauritius Bei Gening, Benediktus Ben
Abstract: Artikel ini mengeksplorasi perjalanan dan wacana spiritual tokoh Hendrikus Leven dalam bingkai kehidupan sehari-hari serta makna teologis dari praktik spiritualitasnya. Pendekatan dilakukan melalui dialog konseptual antara… ra penghayatan iman, praktik teologis, dan realitas hidup muda-masyarakat misi yang dilaluinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa spiritualitas Leven tidak hanya dimaknai sebagai hubungan vertikal manusia-Tuhan, tetapi juga sebagai hubungan horizontal: manusia-sesama dan manusia-lingkungan. Praktik teologisnya tekanan pelayanan, inkulturasi, dialog antar budaya, dan komitmen terhadap kaum marjinal sebagai wujud iman yang konkret. Dengan demikian, spiritualitas kehidupan dalam kerangka Leven muncul sebagai sintesis antara iman yang murni dan tindakan nyata di ruang sosial. Artikel ini menyatakan bahwa dialog spiritual-praktik teologis menjadi kunci untuk memahami bagaimana spiritualitas dapat diterapkan dalam konteks konkret kehidupan sehari-hari dan misi gerejawi. Akhirnya, artikel ini merekomendasikan agar pengembangan spiritualitas kontemporer memperhatikan kesinambungan antara doktrin, kultur lokal, dan tindakan sosial sebagai satu kesatuan yang utuh.

Studi Eksposisi Mazmur 15:1-5; Etika Gerejawi dan Sosial dalam Teologi Praktika

Marga Diraja, Markus Suwandi, Yahyo Nehemia Suyadi
Abstract: Psalm 15:1-5 presents an ethical framework that integrates ritual piety and social responsibility as an authentic expression of faith before God. This study is motivated by the need to formulate a comprehensive model of… Christian ethics that emphasizes not only personal morality but also social commitment within the context of practical theology. The central issue examined is how the ethical principles contained in Psalm 15 can be theologically interpreted and operationalized for ecclesial life and social praxis. Employing a qualitative theological method with an exegetical approach to the Hebrew text, this study interprets the ethical structure of Psalm 15 from a theological–moral perspective. The findings reveal three fundamental ethical axes: first, personal integrity, which affirms moral wholeness and a life aligned with the will of God; second, relational ethics, which demands the rejection of slander, injustice, and exploitation as a form of responsibility toward others; and third, moral stability, which is rooted in the holiness of God as the foundation for sustaining an ethical life. Based on these findings, the study develops a biblical ethical model that produces Ecclesial Ethics, embodied in the formation of the congregation’s moral habitus through spiritual discipline, and Social Ethics, defined as a commitment to uphold justice, integrity, and compassion in the public sphere. The novelty of this study lies in its integrative formulation that unites ecclesial and social ethics within a single transformative ethical paradigm. The study concludes that Psalm 15 provides a holistic foundation for Christian ethics in practical theology, positioning worship and social service as an inseparable unity of faith praxis.

Kontribusi Pelayanan PAK terhadap Kesiapan Dewasa Muda Memasuki Pernikahan Kristen

Dhevi Simanjuntak, Natasya Sinaga, Kesia Simanjuntak, Melati Pasaribu
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pelayanan Pendidikan Agama Kristen terhadap kesiapan dewasa muda dalam memasuki pernikahan Kristen. Subjek penelitian adalah dewasa muda yang terlibat dalam kegiatan pembinaan… embinaan gerejawi seperti kelas pembinaan pranikah, kelompok pemuridan, dan pendampingan pastoral. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi literatur dan analisis data yang berkaitan dengan proses pembinaan kerohanian dewasa muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pendidikan agama di gereja berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan spiritual, emosional, dan sosial dewasa muda. Pelayanan tersebut membantu mereka memahami tujuan pernikahan Kristen, membangun komunikasi yang sehat, serta mengembangkan sikap bertanggung jawab sebagai calon pasangan hidup. Kegiatan pembinaan juga memperkuat keyakinan dewasa muda terhadap nilai-nilai kekristenan sebagai dasar dalam membangun rumah tangga. Rekomendasi penelitian ini adalah agar gereja memperluas program pembinaan pranikah, menyediakan pendampingan berkelanjutan, serta menciptakan ruang belajar yang relevan dengan kebutuhan dewasa muda agar mereka semakin siap memasuki pernikahan yang matang dan berlandaskan iman.