Search Articles & Publications

Showing 5 articles found for "Grogol"

Gambaran Aktivitas Fisik Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo  

Arfian Luluk Mahendra, Irma Mustika Sari
Abstract: Hipertensi pada lansia menempati urutan tertinggi di antara penyakit tidak menular lainnya di Indonesia, sehingga menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Aktivitas fisik dapat menyebabkan vasodilatasi, peningkatan… ngkatan produksi oksida nitrat oleh sel endotel, penurunan stres oksidatif, dan peningkatan sensitivitas pembuluh darah terhadap relaksasi, sehingga membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik pada lansia dengan hipertensi Di Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan desain Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel yang digunakan Non-Probability Sampling dengan metode Quota Sampling. Jumlah sampel 64 responden.  Instrument yang digunakan GPAQ (Global Physical Activity Quesionnaire) untuk mengukur aktivitas fisik. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran aktivitas fisik pada lansia di Puskesmas Grogol 15 (23,4%) aktivitas fisik rendah, 42 (65,6%) aktivitas fisik sedang, dan 7 (10,9%) aktivitas fisik tinggi. Aktivitas fisik pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo mayoritas adalah aktivitas fisik sedang.

Manajemen Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru SD Se-Kecamatan Grogol, Kota Cilegon

Inti Hujah, Ifa Hafiroh, Ramdan, Sudaryono
Abstract: Principal academic supervision management is a crucial factor in improving elementary school teacher performance amid the increasing demands for educational quality and digital transformation in the Grogol District, Cilegon… gon City. The background of the study indicates persistent issues in teacher performance, including suboptimal lesson planning, less innovative teaching methods, and limited integration of educational technology. The research problem is formulated as how principals manage academic supervision to enhance teacher performance through planning, implementation, evaluation, and follow-up processes. This study employs a qualitative case study approach involving eleven public elementary schools. The findings reveal that academic supervision is conducted systematically, collaboratively, and continuously through classroom observations, reflective discussions, workshops, and On-the-Job Training supported by the Academic Learning System. The results indicate a 15 percent improvement in teacher performance, increasing from 75 to 95, as well as an 80 percent improvement in school learning achievement. The study concludes that integrated, collaborative, and technology-based academic supervision management significantly enhances teacher professionalism. The novelty of this research lies in the development of a digital-collaborative supervision model that integrates teacher participation, continuous professional development, and real-time digital monitoring systems to ensure more effective, efficient, and measurable teacher performance management. Supporting factors include principal commitment, teacher openness, collaborative school culture, and technological support. In contrast, the main obstacles include time constraints, administrative workload, and variations in teacher competence. The findings imply that academic supervision should be managed as adaptive, participatory, and sustainable professional development oriented toward continuous improvement of learning quality in Indonesian elementary schools, serving as a reference for developing a more effective, systematic, and sustainable digital-collaborative supervision model.

Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Dan Menjaga Lingkungan Melalui Pengelolaan Bank Sampah “Macan Glowing”

Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi, Mochammad Idris, Ismail Abduh, Moh. Djaelani, Rahayu Mardikaningsih, Reny Nuraini, Mirza Elmy Safira, Wakid Evendi
Abstract: Sampah adalah masalah yang sangat kompleks bagi masyarakat dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Volume, jenis, dan sifat sampah yang dihasilkan meningkat sebagai akibat dari pertumbuhan… n populasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Metode Participatory Action Research (PAR) digunakan, yang melibatkan masyarakat dalam proses pengelolaan sampah secara langsung. Tujuan dari program pengabdian masyarakat di Desa Grogol, yang dikelola oleh Bank Sampah Macan Glowing, adalah untuk mengubah sampah menjadi cara yang menguntungkan secara ekonomi dan lingkungan. Memilah, menimbang, dan mendaur ulang adalah semua bagian dari sistem pengelolaan sampah yang digunakan oleh program ini. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, Bank Sampah Macan Glowing berhasil menurunkan jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa metode pengelolaan sampah yang inovatif dan partisipatif membantu mengatasi masalah lingkungan dan menghasilkan nilai sosial dan ekonomi yang besar. Ini menunjukkan bahwa model ini dapat diterapkan di tempat lain.

GAMBARAN AKTIVITAS FISIK PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS GROGOL KABUPATEN SUKOHARJO

Arfian Luluk Mahendra, Irma Mustika Sari
Abstract: Hipertensi pada lansia menempati urutan tertinggi di antara penyakit tidak menular lainnya di Indonesia, sehingga menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Aktivitas fisik dapat menyebabkan vasodilatasi, peningkatan… ngkatan produksi oksida nitrat oleh sel endotel, penurunan stres oksidatif, dan peningkatan sensitivitas pembuluh darah terhadap relaksasi, sehingga membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik pada lansia dengan hipertensi Di Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan desain Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel yang digunakan Non-Probability Sampling dengan metode Quota Sampling. Jumlah sampel 64 responden.  Instrument yang digunakan GPAQ (Global Physical Activity Quesionnaire) untuk mengukur aktivitas fisik. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran aktivitas fisik pada lansia di Puskesmas Grogol 15 (23,4%) aktivitas fisik rendah, 42 (65,6%) aktivitas fisik sedang, dan 7 (10,9%) aktivitas fisik tinggi. Aktivitas fisik pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo mayoritas adalah aktivitas fisik sedang.

GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN ULKUS PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GROGOL KABUPATEN SUKOHARJO

Agus Sarwanto, Anjar Nurrohmah
Abstract: Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang sering menimbulkan komplikasi, salah satunya ulkus diabetik yang dapat menyebabkan infeksi, amputasi, serta penurunan kualitas hidup. Risiko terjadinya ulkus diabetik meningkat&#8230; ngkat akibat kurangnya pengetahuan mengenai perawatan kaki dan upaya pencegahan ulkus. Tingginya jumlah penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Grogol  Kabupaten Suokaharjo menunjukkan pentingnya pengetahuan penderita dalam mencegah terjadinya ulkus. Tujuan : bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang pencegahan ulkus pada penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah penderita DM yang berkunjung ke Puskesmas Grogol, dengan jumlah sampel 92 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil : Mayoritas responden berusia ≥ 60 tahun 50 orang (54,3%), berjenis kelamin perempuan 71 orang (77,2%), berpendidikan menengah 43 orang (46,7%), lama menderita DM < 5 tahun 53 orang (57,6%), tidak bekerja sebanyak 62 orang (67,4%). Tingkat pengetahuan penderita DM tentang pencegahan ulkus sebagian besar berada pada kategori baik yaitu 51 orang (55,4%), diikuti kategori sedang 29 orang (31,5%) dan kategori buruk 12 orang (13,0%). Mayoritas penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan ulkus diabetik, namun masih diperlukan upaya lebih lanjut pada kelompok yang berpengetahuan sedang dan buruk guna mencegah terjadinya ulkus diabetik.