Abstract: Perkembangan e-commerce berbasis media sosial, khususnya TikTok Shop, telah mengubah perilaku konsumen dalam melakukan pembelian produk kebutuhan sehari-hari, termasuk produk tisu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis…
n untuk menganalisis pengaruh brand image dan brand awareness terhadap minat beli konsumen produk tisu di e-commerce TikTok Shop. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian ini adalah konsumen di Kota Sukabumi yang pernah membeli produk tisu melalui TikTok Shop, dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden yang ditentukan menggunakan rumus Cochran dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, begitu pula brand awareness yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Secara simultan, brand image dan brand awareness juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebesar 71,3% variasi minat beli dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan citra merek dan peningkatan kesadaran merek merupakan strategi penting dalam meningkatkan minat beli konsumen produk tisu di platform TikTok Shop.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis berbagai model evaluasi pendidikan yang digunakan dalam proses pengukuran dan penilaian efektivitas program pembelajaran maupun kebijakan pendidikan. Melalui pendekatan…
katan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini menelusuri konsep, karakteristik, serta kelebihan dan kekurangan dari beberapa model evaluasi pendidikan yang paling dikenal, seperti model CIPP, model Tyler, model Countenance, model Stake, dan model Kirkpatrick. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap model memiliki orientasi dan pendekatan yang berbeda-beda, tergantung pada tujuan, konteks, serta jenis program yang dievaluasi. Model CIPP cenderung digunakan untuk evaluasi yang bersifat komprehensif dan berorientasi pada perbaikan program, sementara model Tyler lebih fokus pada pencapaian tujuan instruksional. Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak ada satu model evaluasi yang bersifat universal, sehingga pemilihan model evaluasi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lembaga pendidikan. Temuan ini memperkuat pentingnya pemahaman mendalam terhadap teori evaluasi serta fleksibilitas dalam implementasinya. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik, perencana pendidikan, dan peneliti dalam menentukan pendekatan evaluasi yang tepat guna meningkatkan mutu pendidikan.
Abstract:Pengembangan dan inovasi kurikulum merupakan elemen kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Dalam menghadapi perubahan zaman dan tantangan global, sistem pendidikan Indonesia telah mengalami berbagai reformasi…
masi kurikulum, seperti Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kurikulum 2013 (K13), hingga konsep Merdeka Belajar. Setiap kurikulum dirancang untuk menciptakan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu bersaing secara global. Inovasi seperti kebijakan Full-Day School dan Merdeka Belajar mencerminkan upaya penggabungan antara pendidikan akademik dan pembentukan karakter. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) memiliki peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, inovasi kurikulum bukanlah sebatas revisi administratif, tetapi merupakan langkah strategis dalam menyesuaikan sistem pendidikan dengan kebutuhan zaman, peserta didik, serta nilai-nilai luhur bangsa. Pengembangan kurikulum harus dilaksanakan secara berkelanjutan, partisipatif, dan adaptif agar mampu mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan relevan dengan tuntutan masa depan.
Abstract:Abstract: The Ministry of Cooperatives and SMEs recognizes that Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are the backbone of the economy in ASEAN, contributing to the Gross domestic product of employment and development…
nt of the country, must be ready to face the digital era. The challenge of MSMEs in the era of digital economic transformation is the low ability of human resources (HR) to deal with trading methods from conventional ways of doing business to online businesses. Digital transformation, which is getting more and more advanced every day, has many benefits for the development of the business world today. This needs to be addressed with a high sense of optimism and never give up. A business must be able to adjust to technology that continues to grow. Business owners will be required to continue learning and learning. It sounds like it will drain time and energy, but if it succeeds, it will greatly facilitate the running of the business. For this reason, it is necessary to socialize for small businesses about the challenges that must be faced in facing the digital era. can recognize the challenges of small scale digital era businesses to be able to adjust the USA-only, the method used by the method of socialization by providing outreach and training using online media, the results of activities that are small business owners seem enthusiastic in facing the challenges of digitalization era.
Keywords: challenge; digital; small business
Abstrak: Kementerian Koperasi dan UKM mengakui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jadi tulang punggung perekonomian di ASEAN, berkontribusi pada Gross domestic produk penyerapan tenaga kerja dan pembangunan negara, harus siap menghadapi era digital. Tantangan UMKM dalam era transformasi digital ekonomi adalah rendahnya kemampuan sumber daya manusia (SDM) menghadapi metode perdagangan dari cara berbisnis secara konvensional menjadi online bisnis. transformasi digital yang setiap hari makin maju dan canggih memang memiliki banyak sekali manfaat untuk perkembangan dunia bisnis saat ini. Hal ini perlu disikapi dengan rasa optimis yang tinggi dan pantang menyerah. Sebuah bisnis harus bisa menyesuaikan diri dengan teknologi yang terus berkembang. Pemilik bisnis akan dituntut untuk terus belajar. Memang terdengarnya akan menguras waktu dan tenaga, namun apabila berhasil nantinya akan sangat mempermudah jalannya bisnis untuk itu perlu adanya sosialisasi bagi usaha kecil tentang tantangan yang harus dihadapi dalam menghadapi era digital, tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar masyarat pengusaha kecil diwilayah kenten dapat mengenal tantangan usaha kecil diera digital agar mampu menyesuaikan usahanya dengan adanya digitalisasi ,metode yang dipakai metode sosialisasi dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan menggunakan media online ,hasil kegiatan yaitu para pemilik usaha kecil terlihat antusias dalam menghadapi tantangan diera digitalisasi.
Kata Kunci:digital; tantangan; usaha kecil
Abstract:This research aims to explore innovation in batik coloring techniques through the collaboration of conventional wax and stamp methods with Shibori resist dyeing, known as Shibotik. Conducted at Batik Komar, the qualitative…
ve approach employed involved participant observation and in-depth interviews. Over a five-month period, the researcher actively engaged in activities at the batik house, observing production processes, interacting with craftsmen, and creating works using Shibotik coloring techniques. The findings reveal that Batik Komar successfully developed Shibotik as an innovative form of textile art. By combining six basic Shibori dyeing techniques—Arashi, Itajime, Kanoko, Kumo, Miura, and Nui—they created new patterns that blend the clarity of traditional batik motifs with the unpredictable edges of Shibori motifs. This collaboration not only produces beautiful and narrative fabrics but also has a positive impact on the community. The increased interest in Shibori, particularly among young entrepreneurs, creates economic opportunities and new jobs. However, suggestions for further research highlight the creative potential of coloring techniques and their economic and cultural impact, particularly on Indonesia's cultural heritage. The study also outlines practical implications, such as enhancing education and training opportunities in batik and Shibori techniques at the local level. Additionally, the emphasis on sustainability suggests investigating the application of Shibori techniques with environmentally friendly principles. In conclusion, Shibotik contributes not only to preserving Indonesia's batik heritage but also opens new potentials in the creative industry. Its novelty lies in cross-cultural collaboration and the creative utilization of coloring techniques, presenting new opportunities for textile art development. The implications can guide further research in the contexts of education and the sustainability of traditional arts.
Abstract:Kemiskinan dan stabilitas pangan merupakan persoalan struktural yang saling berkaitan dan masih menjadi tantangan utama pembangunan di Indonesia. Meskipun angka kemiskinan nasional menunjukkan tren penurunan, ketidakstabilan…
ilan akses pangan yang berkelanjutan masih dialami oleh rumah tangga berpendapatan rendah, terutama akibat keterbatasan daya beli, fluktuasi harga pangan, dan ketimpangan wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kemiskinan terhadap stabilitas pangan di Indonesia dengan meninjau dampak ekonomi dan sosial yang menyertainya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menelaah studi empiris mengenai dampak kemiskinan terhadap stabilitas pangan di Indonesia dalam kerangka ekonomi dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap stabilitas pangan melalui keterbatasan pendapatan, tingginya proporsi pengeluaran pangan, serta rendahnya kapasitas adaptasi rumah tangga miskin dalam menghadapi guncangan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Faktor sosial, seperti tingkat pendidikan, literasi pangan dan gizi, serta karakteristik rumah tangga, berperan sebagai faktor mediasi yang memperkuat kerentanan stabilitas pangan. Selain itu, terdapat perbedaan pola kerentanan antara wilayah perkotaan dan perdesaan, namun keduanya sama-sama rentan terhadap ketidakstabilan pangan akibat kemiskinan dan ketimpangan wilayah. Penelitian ini menegaskan bahwa stabilitas pangan tidak dapat dicapai secara berkelanjutan tanpa integrasi kebijakan pengentasan kemiskinan, penguatan daya beli, dan pembangunan sistem pangan yang inklusif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan publik yang lebih komprehensif dan berorientasi jangka panjang dalam mewujudkan stabilitas pangan dan keadilan sosial di Indonesia.
Abstract:Penentuan kelas siswa di SMK merupakan proses penting yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa dan karir di masa sebelumnya. Proses ini sering kali membutuhkan pertimbangan berbagai faktor akademik, seperti nilai…
ai mata pelajaran utama. Penelitian ini menggunakan algoritma K-Nearest Neighbors (KNN) untuk membantu mengklasifikasikan siswa ke mata pelajaran yang sesuai berdasarkan data nilai mata pelajaran, seperti Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan Matematika. Dengan data siswa SMK Sumber Bunga, model KNN dikembangkan dan dievaluasi untuk menentukan efektivitasnya dalam mengklasifikasi mata pelajaran "Teknologi Komputer dan Jaringan" serta "Multimedia". Hasil evaluasi menunjukkan akurasi model mencapai 97,14%, dengan presisi dan recall yang tinggi pada kedua jurusan. Tingkat keyakinan ( confident ) dari model prediksi juga memberikan gambaran yang jelas tentang keakuratan setiap prediksi. Hasil ini menunjukkan bahwa metode KNN dapat diimplementasikan sebagai alat bantu yang efektif untuk penentuan mata pelajaran, sehingga dapat mendukung keputusan yang lebih objektif dan sesuai dengan kemampuan akademik siswa.
Abstract:This research investigates the influence of classroom environment and psychological factors on English learning motivation at SMP Negeri 14 Kota Serang. A conducive classroom environment is deemed crucial in shaping students'…
ents' attitudes towards using English, yet it often faces challenges such as different pronunciation from standard English and social stigma related to using a foreign language outside of classroom contexts. A qualitative research method employing in-depth interviews was used to explore students' and teachers' perceptions regarding these issues.
The findings reveal that many students feel insecure and embarrassed when using English, mainly due to their different accents and negative perceptions of their surroundings. However, teacher support and an inclusive classroom atmosphere can alleviate these barriers and enhance students' motivation to learn English. These findings underscore the importance of teaching approaches that accommodate student diversity and build their confidence in using a foreign language.
Abstract:This research investigated the correlation of excessive assignments on the mental health of fifth-year English language students at State Islamic Religious Institution in Central Kalimantan. The research hypothesized a strong…
trong positive correlation between perceived assignment load and mental health problems. The method of this research used quantitative approach using a questionnaire. The Data was collected from 20 participants. The researchers, analyzed the data using pearson's correlation coefficient JASP to examine the relationship between excessive assignment and mental health condition. Based on the findings, the result showed a significant positive correlation (r = 0.900, p <.001) between excessive assignment and mental health condition, indicating that 81.0% of the variance in students' mental health could be attributed to their perceived workload. Educational institutions should take proactive steps to manage student workloads and provide mental health support services, such as counseling, time management training, and flexible deadlines. Promoting a balanced approach to academic assessment that prioritizes both academic excellence and student well-being is crucial for fostering the success and well-being of English language students. This research limited due to the small sample size and focus on a specific student population. Future research with larger and more diverse samples is needed to further explore the complex relationship between academic demands and student mental health. The findings highlight the urgent need for universities and educators to prioritize student mental health alongside academic achievement. Implementing practical strategies to manage workloads and provide mental health support can promote a more holistic and student-centered educational environment.
Abstract:Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan moral peserta didik. Seiring perkembangan zaman, pesantren dituntut tidak hanya fokus pada aspek pendidikan keagamaan,…
n, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi untuk mendukung keberlangsungan program-programnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Pesantren Awwalu Ihya'i Daril Amanah (AIDA) membangun perekonomian mandiri, serta strategi yang dapat diterapkan guna mengembangkan usaha yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan pengurus pesantren yang bertujuan untuk memperoleh data dan informasi terkait biografi pesantren dan sistem perekonomian yang ada di pesantren, serta melakukan observasi untuk memperoleh data dan informasi secara langsung mengenai kondisi nyata di lapangan guna mendukung data yang diperoleh berdasar hasil wawancara dalam penelitian. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapangan diperoleh bahwasanya salah satu upaya pesantren dalam mewujudkan kemandirian di bidang ekonominya adalah pemanfaatan lahan pesantren yang disewakan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mana ditemukan bahwasanya usaha ini dapat meningkatkan pendapatan pesantren dan memperkuat hubungan sosial-ekonomi dengan masyarakat sekitar. Analisis SWOT digunakan untuk menentukan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari sistem keuangan yang sedang beroperasi. Untuk memaksimalkan potensi lahan yang belum dimanfaatkan, studi ini juga menyarankan pembentukan toko buku dan toko percetakan serta pembangunan pom mini. Hasil kajian menunjukkan bahwa ada potensi besar untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren dan memiliki efek positif pada komunitas pesantren dan masyarakat sekitarnya.