Abstract:Study This aiming For analyze integration Al-Qur'an verses in the Nyadran ritual through approach qualitative descriptive with use analysis thematic . The study was conducted in the Muslim community of Central Java with…
involving 20 religious figures and Nyadran ritual practitioners . Data obtained through Focus Group Discussion (FGD) and documentation direct on implementation of rituals, as well as analyzed use approach phenomenology of religion and ethnography . This study limited to aspects prayer and dhikr in the Nyadran ritual , in order to enrich understanding about the concept of 'living Quran' in culture local . Research results disclose that integration the verses of the Qur'an play a role important in formation meaning religious and social in the middle community , where prayer and remembrance exist in the nyadran ritual reflect dynamics living and adaptive faith to context Javanese culture . Data validity is guaranteed through member checking and peer review , as well as supported by studies literature from 25 articles Scopus indexed for five years last . Implications study This No only give contribution academic to studies Islam and culture local , but also open opportunity development more ritual methods inclusive and contextual .
Abstract:Artikel ini membahas tentang nyadran, nilai-nilai tasawuf di dalamnya, dan strategi melestarikannya. Temuan dalam hal ini pasalnya, nyadran sebagai salah satu khazanah Islam nusantara yang mempunyai nilai tasawuf yang tinggi.…
nggi. Nilai-nilai tasawuf yang terkandung dalam nyadran adalah kerinduan, menahan syahwat, introspeksi diri, taubat, zuhud, hikmah, menjaga kesucian, keberanian, dan nilai keadilan. Ada beberapa strategi untuk melestarikan nyadran di dalamnya era Revolusi Industri keempat agar umat Islam tidak diganggu budayanya. Pertama, itu gerakan menyelamatkan umat manusia dari kondisi kebingungan melalui nyadran. Kedua, penggabungan aspek batin dan modernitas melalui nyadran. Ketiga, mengedukasi masyarakat bahwa nyadran mengandung tasawuf nilai-nilai. Keempat, pengembangan nyadran melalui wisata berbasis budaya dan religi. Kelima, konsep pesta budaya di Nyadran. Keenam, dialog masyarakat dengan khatib, ulama, dengan tujuan membahas pengertian, hikmah, dan manfaat nyadran bagi kehidupan sosial, alam, dan aspeknya beribadah kepada Tuhan..
Abstract:Artikel ini mengkaji praktik moderasi beragama pada komunitas Islam Kejawen di Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, serta relevansinya bagi penguatan pendidikan Islam multikultural. Kutorojo menarik ditelaah…
laah karena telah ditetapkan sebagai Kampung Moderasi Beragama dan dihuni oleh masyarakat Islam, Hindu, penghayat kepercayaan, serta penganut tradisi Kejawen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan kepala desa, pemangku adat Kejawen, dan warga. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan makna berdasarkan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kejawen di Kutorojo diterima sebagai warisan budaya lokal, bukan sebagai ancaman sosial-keagamaan. Nilai moderasi tampak pada toleransi terhadap perbedaan praktik, keterlibatan lintas kelompok dalam Nyadran, Ruwat Bumi, Suronan, gotong royong, serta kebijakan desa yang memberi ruang setara bagi kelompok minoritas. Temuan ini memperlihatkan bahwa pendidikan Islam multikultural dapat bertolak dari pengalaman sosial masyarakat, terutama melalui pembelajaran tentang penghormatan terhadap budaya lokal, dialog, anti-diskriminasi, dan tanggung jawab menjaga kerukunan.