Search Articles & Publications

Showing 134 articles found for "Peta"

SINERGI PEMERINTAH DESA, BUMDES, DAN PERGURUAN TINGGI DALAM DIGITALISASI PROMOSI WISATA KOLAM PANCING SERTA PENATAAN LINGKUNGAN BELAJAR PAUD DI DESA PUTAT LOR, KABUPATEN GRESIK

Holifah, Nur
Abstract: Kolam pancing milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, secara fisik telah tersedia namun belum beroperasi secara optimal karena ketiadaan strategi pemasaran dan media promosi… digital, sementara lingkungan PAUD SPS setempat masih memerlukan penataan dari sisi kebersihan, keteraturan, dan penghijauan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendorong operasionalisasi aset ekonomi desa melalui digitalisasi promosi serta memperbaiki kualitas lingkungan belajar anak usia dini melalui pendekatan partisipatif berbasis kolaborasi multipihak. Metode pelaksanaan mencakup observasi dan asesmen kebutuhan, sosialisasi dan penyusunan rencana bersama mitra, pelaksanaan intervensi secara bertahap selama empat minggu, pendampingan operasional, serta evaluasi dan perencanaan keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kolam pancing BUMDes telah beroperasi dengan jadwal dan tarif yang disepakati, didukung akun media sosial resmi, konten foto dan video promosi, banner di lokasi strategis, serta pendaftaran titik lokasi pada peta digital. Di sisi lain, lingkungan PAUD SPS menjadi lebih bersih, tertata, dan hijau melalui kegiatan gotong royong, pengecatan sarana bermain, dan penanaman tanaman hias. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, BUMDes, dan satuan pendidikan anak usia dini mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan, dengan syarat keberlanjutan dijaga melalui pendampingan pengelolaan pascaprogram.

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI AKETAJAWE LOLOBATA MELALUI EDUKASI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DAN PEPTISIDA NABATI UNTUK MEWUJUDKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN

Gamgulu, Wahyuni, Taher, Idham
Abstract: Resort Aketajawe Lolobata di Kecamatan Oba merupakan salah satu kawasan pertanian yang didominasi oleh tanah sub-optimal. Tanah di wilayah ini umumnya memiliki kandungan bahan organik yang masih relatif sedikit. Kondisi… ini dipengaruhi oleh kebiasaan petani yang masih mengandalkan penggunaan pupuk kimia dan pestisida sintetis sebagai input utama dalam kegiatan budidaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai manfaat pupuk organik dan pestisida nabati sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Metode yang digunakan mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, serta praktik langsung pembuatan kompos dari limbah organik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat terkait fungsi pupuk organik, dampak negatif penggunaan pupuk kimia jangka panjang, serta pentingnya pestisida nabati dalam pengendalian hama yang lebih aman. Peserta mampu membuat kompos dengan komposisi yang tepat dan memahami cara aplikasi pestisida nabati. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran serta mendorong adopsi teknologi organik menuju sistem pertanian yang lebih sehat, berkelanjutan, dan sesuai dengan potensi lokal Resort Aketajawe Lolobata.

Strategi Pengelolaan Arsip Berbasis Digital Dalam Mendukung Keberlanjutan Tata Kelola Dokumen Dan Pengambilan Keputusan Organisasi Di Lembaga Pemerintah

Srini
Abstract: Transformasi digital pemerintahan menempatkan arsip sebagai sumber bukti, memori kelembagaan, dan basis informasi bagi keputusan organisasi. Namun, digitalisasi dokumen sering berhenti pada pemindaian dan pemindahan media… a tanpa diikuti tata kelola siklus hidup, metadata, keamanan, preservasi, interoperabilitas, serta penguatan kompetensi aparatur. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengelolaan arsip berbasis digital yang dapat mendukung keberlanjutan tata kelola dokumen dan pengambilan keputusan organisasi di lembaga pemerintah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap regulasi kearsipan Indonesia dan dua puluh artikel ilmiah yang membahas manajemen arsip elektronik, transformasi digital sektor publik, tata kelola data, SRIKANDI, transparansi, serta keputusan berbasis bukti. Data dianalisis secara tematik melalui tahap identifikasi konsep, pengelompokan isu, perbandingan temuan, dan sintesis strategi. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberlanjutan pengelolaan arsip digital bergantung pada keterpaduan delapan unsur, yaitu kebijakan dan kepemimpinan, arsitektur proses berbasis siklus hidup, standardisasi klasifikasi dan metadata, infrastruktur dan preservasi, keamanan serta kesinambungan layanan, kompetensi dan budaya kerja, interoperabilitas sistem, serta pemanfaatan arsip untuk analitik keputusan. Strategi yang efektif perlu mengubah orientasi lembaga dari penyimpanan dokumen menuju pengelolaan bukti digital yang autentik, utuh, dapat ditemukan, dapat digunakan, dan dipertahankan dalam jangka panjang. Implementasi SRIKANDI perlu ditempatkan dalam arsitektur tata kelola yang lebih luas, bukan sekadar aplikasi korespondensi. Penelitian ini menghasilkan kerangka strategis yang dapat digunakan lembaga pemerintah untuk menyusun peta jalan, indikator kinerja, mekanisme pengendalian, dan model pemanfaatan arsip dalam keputusan organisasi.

FAKTOR PENGHAMBAT DALAM PEMBELAJARAN MOTORIK DASAR OLEH GURU PJOK DI SEKOLAH DASAR KELAS RENDAH DI MI BAITUL HUDA SEMARANG

Shofa, Fasya Zahira, Amalia, Dwi, Pathurrohman, Pathurrohman
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pembelajaran motorik dasar yang dihadapi oleh guru PJOK pada jenjang sekolah dasar kelas rendah di MI Baitul Huda Semarang.… Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur dengan guru dan siswa, observasi lapangan yang sistematis, serta dokumentasi kurikulum. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Temuan terpenting dalam penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran berlangsung aktif dan berbasis permainan, terdapat hambatan struktural berupa keterbatasan sarana-prasarana serta hambatan pedagogis terkait heterogenitas kemampuan siswa yang sulit dikondisikan. Lebih lanjut, ditemukan adanya kesenjangan antara aktivitas fisik yang tinggi dengan pemahaman konseptual siswa yang masih rendah, di mana pembelajaran cenderung bersifat intuitif-pragmatis namun belum berbasis pada asesmen diagnostik yang sistematis. Refleksi atas temuan ini mengungkap bahwa ketergantungan pada teacher agency atau kreativitas individu guru dalam memodifikasi alat belum cukup untuk mengatasi persoalan tanpa dukungan kebijakan institusional. Sebagai kontribusi, penelitian ini memberikan peta jalan bagi pengembangan model pembelajaran PJOK yang lebih holistik, yang tidak hanya menekankan pada keaktifan fisik, tetapi juga mengintegrasikan penguatan konsep dan diferensiasi instruksional yang responsif terhadap tahap perkembangan anak. Hasil studi ini diharapkan menjadi referensi bagi pemangku kebijakan dalam merancang program pendampingan guru dan penataan alokasi sumber daya yang lebih tepat sasaran guna menjamin optimalisasi kompetensi motorik dasar pada fase kritis perkembangan anak.

PENDIDIKAN KARAKTER DAN LITERASI GENERASI EMAS SEBAGAI JALAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MASYARAKAT DESA MAPPETATAJANG

Hasrul Sunny, Al-Iman, Muh. Reza, Muh. Yusuf, Dini Aminarti, Ainun, Husnaeni
Abstract: Pendidikan karakter dan literasi merupakan pilar penting dalam membangun generasi emas yang berdaya saing dan berakhlak mulia. Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat Desa Mappetatajang melalui… alui penguatan pendidikan karakter berbasis partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah Community-Based Participatory Approach (CBPA) dengan melibatkan masyarakat sebagai subjek utama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat baca, kesadaran literasi, serta penguatan nilai-nilai karakter masyarakat. Integrasi pendidikan karakter dan literasi terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.

PELAKSANAAN PROGRAM KULIAH KERJA NYATA MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KOTA PALOPO DEMI MEWUJUDKAN DESA CERDAS DI DESA PONGSAMELUNG KABUPATEN LUWU

Muh. Nur Ilham, Ristia, As-Sahra, Indah Cahyani, Nurul Azani Misbah, Febrianti Pasambo, Yunita, Sri Adiningsih, Nurul Syafika Hani, Annisa Mega Rezkianingsih, Rahmat, Muhammad Fachrurrazy, Muzayyannah Jabani
Abstract: Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pongsamelung, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengembangan Desa Cerdas (Smart Village) melalui literasi digital… tal dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Kegiatan ini dilaksanakan pada 7 Juli–20 Agustus 2025 oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Palopo menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD).Program utama meliputi pengenalan aplikasi Digides, pembuatan infografis peta dan struktur organisasi desa, serta video edukatif tentang potensi dan kearifan lokal. Selain itu, dilaksanakan pula kegiatan tambahan seperti mengajar di TPA dan SD Suka Makmur, Festival Anak Saleh, peringatan 17 Agustus, serta pendampingan aparat desa.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi digital masyarakat, efisiensi layanan desa, dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal. Program ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Desa Pongsamelung sebagai desa cerdas, mandiri, dan berdaya saing.

PERAN MAHASISWA KKN POSKO 22 DALAM PENYUSUNAN PETA DAN JALUR EVAKUASI SEBAGAI UPAYA PENGUATAN DESA TANGGUH BENCANADI DESA BUNTU BARANA

Pahira, Suci Handayani Halim, Siti Nurhijrah, Mawar Indah Lestari, Ananda Harun, Diah Indra Astuti, Rahma Nita, Ana Maria, Putri Sumayya, Atnan Mahas, Abd Rafli Kasim
Abstract: Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 22 yang dilaksanakan di Desa Buntu Barana, Kecamatan Suli Barat, bertujuan untuk memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi risiko bencana melalui penyusunan peta evakuasi dan penetapan… apan jalur evakuasi. Desa ini memiliki tingkat kerentanan terhadap bencana, seperti tanah longsor dan banjir, yang semakin meningkat akibat perubahan iklim. Kegiatan dilakukan menggunakan metode observasi lapangan, pemetaan titik rawan, wawancara dengan perangkat desa, dan partisipasi masyarakat dalam merancang jalur evakuasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa KKN berhasil menghasilkan peta evakuasi yang akurat dan mudah dipahami, memasang papan jalur evakuasi, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi. Program ini berkontribusi positif terhadap kesiapsiagaan desa dan memperkuat elemen Desa Tangguh Bencana. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa KKN dapat menjadi katalisator dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana di tingkat desa.

DIGITALISASI KAMPUNG WISATA BAMBU JETIS: PEMBUATAN WEBSITE DAN OPTIMALISASI GOOGLE MAPS UNTUK PENINGKATAN VISIBILITAS WISATA

Suharjo, Imam, Pande Nyoman Ariyuda Semadi
Abstract: Kampung Wisata Bambu Jetis yang berlokasi di Sumberrejo, Tempel, Sleman, DIY memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya. Awalnya Lokasi ini namun masih menghadapi kendala dalam promosi digital,… al, lokasi ini tidak mudah ditemukan di Internet. Sebelumnya Kampung Wisata bambu ini belum memiliki website, Titik peta lokasi Google Map belum tersedia. Tim mendapatkan data awal saat UMBY melaksanakan KKN di Dusun jetis pada tahun 2024 dan dengan wawancara dengan pengelola. Kegiatan yang dilakukan oleh tim dalam pengabdian ini terkait dengan website yang meliputi : pembuatan web kampungbambujetis.web.id, riset kata kunci, mengisi dengan konten, optimasi SEO (onpage dan offpage SEO) dan monitoring. Sementara untuk Lokasi map dilakukan klaim kepemilikan Lokasi dan penambahan informasi terkait Lokasi. Dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan pengelolaan website kepada pengelola. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini, Website sudah bisa diakses, visibilitas Kampung Bambu jetis sudah muncul di internet dengan pencarian kata kunci terkait serta data Lokasi Map sudah bisa dilengkapi dengan kontak dan Alamat website. Pengelola kampung bambu sudah bisa mengisi konten website dan pendapingan telah dilakukan.

INTEGRASI SPIRITUALITAS HENDRICUS LEVEN DAN DIMENSI SPIRITUALITAS KEHIDUPAN

Lucius Adrianus Mada Kewuren, Magdalena Tulin Jawan
Abstract: Penelitian ini mengeksplorasi integrasi spiritualitas Hendricus Leven ke dalam dimensi-dimensi kehidupan modern sebagai upaya mengatasi krisis makna dan dikotomi eksistensial di abad ke-21. Di tengah disrupsi teknologi dan… an materialisme yang memicu kekosongan batin poverty of spirit, pemikiran Leven menawarkan paradigma spiritualitas yang inklusif dan holistik. Masalah utama yang diangkat adalah adanya pemisahan tajam antara ritus keagamaan dengan perilaku sosial dan praktis dalam masyarakat kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah untuk merekonstruksi konstruksi pemikiran Leven serta menganalisis integrasinya dalam dimensi intrapersonal, interpersonal, ekologis, dan transedental guna menciptakan keseimbangan hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur library research. Analisis dilakukan melalui teknik analisis konten terhadap karya-karya mengenai Hendricus Leven serta sintesis teoritis dengan literatur spiritualitas kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas Leven merupakan sebuah “cara berada” way of being yang menjembatani jurang antara hal sakral dan profan. Secara intrapersonal, Leven menekankan pentingnya keheningan produktif untuk integritas diri. Dalam dimensi interpersonal, ia mewujudkan solidaritas dan belaras sebagai bentuk ibadah nyata. Pada dimensi ekologis, pemikirannya memandang alam sebagai ruang sakral yang haris dijaga, sementara secara transedental, ia menekankan kehadiran Tuhan dalam tugas keseharian yang sederhana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi spiritualitas Leven memberikan peta jalan bagi manusia modern untuk mencapai keutuhan eksistensial. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya transformasi gaya hidup yang lebih sadar dan bertanggung jawab, di mana pelayanan kepada sesama dan alam menjadi manifestasi iman yang hidup. Nilai-nilai ini direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan karakter demi terciptanya masyarakat yang labih humanis dan spiritual.

ANALYSIS OF COMPETING INTERESTS IN THE KARTU PETANI BERJAYA POLICY FOR SUSTAINABLE COMMUNITY AGRICULTURAL DEVELOPMENT IN LAMPUNG PROVINCE

Riky Fernando, Muhammad Ibnu, Helvi Yanfika, Kordiyana K. Rangga, Indah Listiana
Abstract: This study analyzes the competing interests within the Kartu Petani Berjaya (KPB) policy as part of efforts to promote sustainable community-based agricultural development in Lampung Province. The KPB program was launched… d with the goal of improving farmers' welfare through digitally integrated agricultural services. However, initial observations indicate resistance from some farmers and signs of political interest dominance in both the formulation and implementation processes. The study aims to identify the political motives behind the policy, the sustainability of the program, farmers' literacy regarding the E-KPB system, and the extent to which the program empowers farmers and engages stakeholders. Using a descriptive qualitative approach with thematic analysis and source triangulation techniques, data were collected through in-depth interviews with academics and government officials, as well as document studies. The findings reveal that the dominance of regional leaders in decision-making has led to a program orientation that is more symbolic and electoral in nature. The dynamics of competing interests emerge both vertically and horizontally, resulting in weak coordination and reduced policy effectiveness. The transition from KPB to E-KPB has also shifted the program’s focus and reduced its tangible benefits for farmers. The study recommends strengthening multi-stakeholder collaborative governance in agricultural policy, reevaluating the structure of the E-KPB system, and actively involving academics and farmer associations. These findings contribute theoretically to the study of public policy and policy framing, and practically to improving the implementation of programs based on the real needs of farming communities.