Abstract:Sampah organik merupakan salah satu masalah lingkungan yang kerap dijumpai di lingkungan sekolah, terutama berasal dari sisa makanan siswa dan limbah kantin. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah organik dapat menimbulkan…
kan bau, menjadi sarang penyakit, dan mencemari lingkungan. Untuk mengatasi masalah ini sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan fokus pada pelatihan daur ulang sampah organik melalui metode pembuatan komposter Takakura kepada siswa SMP Negeri 4 Kota Bima. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa SMP Negeri 4 Kota Bima dalam mengelola sampah organik melalui pelatihan pembuatan komposter Takakura. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kombinasi antara penyuluhan teori, demonstrasi alat dan bahan, serta praktik langsung pembuatan komposter secara berkelompok. Siswa diperkenalkan dengan konsep dasar komposter Takakura, alat dan bahan yang diperlukan, serta cara perawatan agar kompos cepat jadi dan bebas bau. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterlibatan siswa, sesi tanya jawab, serta umpan balik dari siswa dan guru. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya pengelolaan sampah, serta kemampuan mereka dalam membuat komposter secara mandiri. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan termotivasi untuk menerapkan metode ini di lingkungan rumah dan sekolah. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pembentukan sikap peduli lingkungan dan dapat dijadikan sebagai program rutin sekolah dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.
Abstract:Iklim tropis Indonesia menyediakan habitat ideal bagi nyamuk demam berdarah, terutama pada musim hujan. Berdasarkan Profil Puskesmas Kelurahan Cipete Utara 2023, terdapat 29 kasus demam berdarah dengan angka insidensi 68,62…
,62 per 100.000 penduduk, termasuk peningkatan tujuh kasus di RW 07, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Penelitian berjudul "Hubungan Perilaku PSN Ibu Rumah Tangga dengan Tingkat Kepadatan Nyamuk Aedes aegypti di RW 07 Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Tahun 2024" ini mengkaji hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu rumah tangga terhadap pencegahan demam berdarah. Fokus penelitian mencakup pengelolaan tempat penyimpanan air, daur ulang barang bekas, penggunaan larvasida, dan keberadaan larva nyamuk. Dengan pendekatan analitik cross-sectional, data dikumpulkan dari 105 responden melalui Simple Random Sampling, wawancara, dan observasi.Analisis statistik dengan uji chi-square (95% confidence level) menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan indeks larva (p=0,034), tetapi tidak ditemukan hubungan antara sikap (p=0,503) maupun tindakan (p=0,649) dengan kepadatan larva. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) mempengaruhi kepadatan larva Aedes aegypti, sehingga diperlukan penguatan edukasi, pemantauan, dan intervensi oleh puskesmas serta kader jumantik. Rekomendasi mencakup peningkatan praktik PSN, program berbasis data, dan pemantauan rutin. Program "Satu Rumah Satu Jumantik" didorong untuk menjaga lingkungan bebas nyamuk.
Abstract:Sarang burung walet merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang memerlukan kondisi lingkungan yang stabil untuk mendukung kenyamanan dan produktivitas burung walet. Suhu dan kelembaban udara menjadi faktor utama yang…
g memengaruhi kualitas sarang, sehingga ketidakstabilan kedua parameter tersebut dapat menurunkan hasil produksi dan mengganggu aktivitas burung walet. Oleh karena itu, diperlukan sistem yang mampu melakukan monitoring dan kontrol suhu serta kelembaban secara otomatis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun prototype alat monitoring dan kontrol suhu dan kelembaban sarang burung walet berbasis Internet of Things (IoT). Sistem menggunakan sensor DHT22 untuk membaca kondisi lingkungan, yang selanjutnya diproses oleh mikrokontroler dan dikendalikan secara otomatis melalui aktuator berupa fan, heater, dan humidifier berdasarkan nilai setpoint yang telah ditentukan. Sistem juga terintegrasi dengan platform IoT sehingga data dapat dipantau secara real-time melalui perangkat yang terhubung ke internet. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membaca dan mengendalikan suhu serta kelembaban dengan tingkat akurasi yang baik, di mana nilai error masih berada dalam batas toleransi yang dapat diterima, sehingga sistem berpotensi mendukung pengelolaan lingkungan sarang burung walet secara efektif berbasis IoT.