Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengungkapan pengelolaan risiko bank pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Metode penelitian menggunakan analisis konten dan pengolahan data dilakukan pada laporan tahunan…
n 2023 dengan metode penskoran. Hasil penelitian menemukan bahwa nilai persentase pengungkapan pengelolaan risiko bank secara keseluruhan sebesar 97%, dapat dikatakan sangat baik. Perusahaan yang mampu meningkatkan laba mempunyai tingkat pengungkapan manajemen risiko yang sangat baik. Sedangkan secara parsial hanya tujuh risiko bank yang pengungkapan pengelolaan risikonya bernilai 100% yaitu risiko kredit, likuiditas, operasional, hukum, reputasi, stratejik, dan kepatuhan. Persentase pengungkapan pengelolaan risiko pasar sebesar 75% dengan peringkat cukup baik, hal tersebut dikarenakan pemantauan risiko tidak diungkapkan dalam laporan tahunan.
Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak kompensasi strategis terhadap kinerja karyawan Generasi Z di era teknologi saat ini dan untuk menemukan jenis kompensasi yang paling sesuai dengan karakteristik…
generasi tersebut. Untuk melakukan penelitian literatur, artikel ilmiah dari tahun 2021–2026 dikumpulkan dari jurnal nasional dan internasional melalui basis data seperti Google Scholar dan SINTA. Teknik analisis termasuk identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi strategis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kinerja yang ditunjukkan oleh karyawan. Memiliki sistem kompensasi yang adil dan sesuai dengan tujuan perusahaan dapat meningkatkan motivasi, produktivitas, dan kepuasan kerja. Bagi Generasi Z, efektivitas kompensasi dipengaruhi oleh faktor-faktor non-finansial dan finansial, seperti fleksibilitas dalam bekerja, pengembangan karier, dan menemukan keseimbangan antara hidup pribadi dan kerja. Selain itu, perusahaan harus menerapkan kompensasi strategis yang komprehensif dan adaptif untuk meningkatkan retensi, keterikatan, dan kinerja karyawan secara berkelanjutan. Ini karena ketidaksesuaian antara sistem kompensasi dan harapan karyawan dapat menyebabkan penurunan kinerja dan peningkatan niat untuk meninggalkan pekerjaan.