Search Articles & Publications

Showing 45 articles found for "Supplier"

PENERAPAN TEKNOLOGI BLOCKCHAIN PADA SISTEM LOGISTIK UMKM SEKTOR MAKANAN DI KOTA BATAM

Irmansyah Lubis, Ahmadi, Purnamasari, Dwi Amalia, Siahaan, Arta Uly, Mu'minin, Amirul, Suwarno, Suwarno, Ramadhan, Gilang Bagus
Abstract: Abstract: This research aims to design and build a blockchain-based food sales logistics system aimed at supporting Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Batam City. The main problems faced by MSMEs in the food… sales supply chain are lack of transparency, the risk of data falsification, limited tracking of goods, and inefficiencies in the verification and audit process. Blockchain technology was chosen because it has decentralized characteristics, cryptographic security, which is very suitable for creating a secure and transparent logistics system. The system to be developed allows MSME actors, ranging from food producers, suppliers, to end sellers, to record and verify logistics transactions in real-time.  The main features of the system include tracking product movements, recording sales transactions, and chatting between users. The system development method used is the Waterfall approach, this system is designed to be lightweight and easy to implement by MSMEs, without the need for complex technological infrastructure. With this system, it is hoped that MSMEs in Batam City can improve distribution efficiency, security of logistics information, and consumer trust in the food products sold. This research is expected to contribute to the digitization of MSME logistics processes and can be a development model for similar sectors in other regions. Keywords: UMKM; Waterfall; Blockchain; Logistic; Batam City   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem logistik penjualan makanan berbasis blockchain yang ditujukan untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Batam. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM dalam rantai pasok penjualan makanan adalah kurangnya transparansi, risiko pemalsuan data, keterbatasan pelacakan barang, serta inefisiensi dalam proses verifikasi dan audit. Teknologi blockchain dipilih karena memiliki karakteristik desentralisasi, keamanan kriptografis, yang sangat sesuai untuk menciptakan sistem logistik yang aman dan transparan. Sistem yang akan dikembangkan memungkinkan pelaku UMKM, mulai dari produsen makanan, suppllier, hingga penjual akhir, untuk mencatat dan memverifikasi transaksi logistik secara real-time. Fitur utama sistem mencakup pelacakan pergerakan produk, pencatatan transaksi penjualan, serta chat antar sesama pengguna. Metode pengembangan system yang digunakan adalah pendekatan Waterfall, Sistem ini dirancang agar ringan dan mudah diimplementasikan oleh UMKM, tanpa memerlukan infrastruktur teknologi yang kompleks. Dengan adanya sistem ini, diharapkan UMKM di Kota Batam dapat meningkatkan efisiensi distribusi, keamanan informasi logistik, dan kepercayaan konsumen terhadap produk makanan yang dijual. Penelitian ini harapannya dapat memberikan kontribusi pada digitalisasi proses logistik UMKM dan dapat menjadi model pengembangan untuk sektor serupa di daerah lainnya. Kata kunci: UMKM; Waterfall; Blockchain; Logistik; Kota Batam

IMPLEMENTASI PENGADAAN RAMAH LINGKUNGAN PADA PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS SESUAI DENGAN PERATURAN PRESIDEN NOMOR 46 TAHUN 2025 TENTANG PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH

Sari, Komala
Abstract: Abstract: The Government has transformed procurement from an administrative task into a tool for sustainable development that balances economic, social, and environmental dimensions. The Free Nutritious Meals (MBG) Program,… am, as a strategic national policy, requires a procurement system that not only ensures the availability of nutritious food but also food commodities, supporting services, food processing, distribution, and the management of food residues and waste on a large scale This study aims to analyze the implementation of green procurement in the MBG Program based on Presidential Regulation Number 46 of 2025 concerning Government Procurement of Goods and Services, identify the challenges in its implementation, and formulate strategies for policy optimization. This research employs a normative legal research (doctrinal legal research) method using statutory, conceptual, and analytical approaches. The findings indicate that the application of Green Procurement principles in the MBG Program can be realized through the procurement of locally sourced food, efficient distribution systems, the use of environmentally friendly packaging, waste reduction initiatives, and strengthened supplier governance. The main challenges include the limited availability of green suppliers, inadequate human resource capacity, and insufficient monitoring systems. Policy optimization requires the digitalization of green procurement, the strengthening of technical regulations, and enhanced multi-stakeholder collaboration. Keywords: Green Procurement; Free Nutritious Meals; Presidential Regulation Number 46 of 2025   Abstrak: Perubahan paradigma pengadaan barang/jasa pemerintah (PBJP) mulai terjadi dari pendekatan administratif sampai dengan instrumen pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program nasional yang melibatkan pengadaan bahan pangan, jasa pendukung, pengolahan, distribusi, serta pengelolaan sisa pangan dan limbah dalam skala besar. Besarnya rantai pasok tersebut menjadikan pengadaan sebagai instrumen strategis untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pengadaan ramah lingkungan pada Program MBG berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, mengidentifikasi tantangan pelaksanaannya, serta merumuskan strategi optimalisasi kebijakan. Metode peneliuttian menggunakan penelitian hukum normatif (doctrinal legal research) dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), konseptual (conceptual approach), dan analitis (analytical approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip Green Procurement dalam MBG dapat diwujudkan melalui pengadaan pangan lokal, efisiensi distribusi, penggunaan kemasan ramah lingkungan, pengurangan limbah, serta penguatan tata kelola penyedia. Tantangan utama meliputi keterbatasan penyedia hijau, kapasitas sumber daya manusia, dan sistem monitoring. Optimalisasi diperlukan melalui digitalisasi pengadaan hijau, penguatan regulasi teknis, serta kolaborasi multipihak. Kata kunci: Pengadaan Ramah Lingkungan; Makan Bergizi Gratis; Perpres 46 Tahun 2025.

APLIKASI WEB PENGELOMPOKAN DATA PENERIMAAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING

Manalu, Stefen, Silitonga, Parasian D. P., Harianja, Andy Paul, Ginting, Wasit
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi berbasis web yang menerapkan algoritma K-Means Clustering untuk mengelompokkan data pemasok (supplier) Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit [cite: 1].… ]. Permasalahan yang dihadapi oleh CV Saroha Maju Jaya adalah pengelolaan data historis penerimaan TBS yang masif dan belum terstruktur secara analitik, sehingga menyulitkan proses evaluasi performa pemasok [cite: 1]. Penelitian ini mengusulkan kebaruan (novelty) berupa penerapan teknik Data Preprocessing, yaitu Transformasi Logaritma (Log10) dan Normalisasi Min-Max, sebelum data dimasukkan ke dalam model K-Means [cite: 1]. Pendekatan ini dilakukan untuk mencegah bias komputasi yang diakibatkan oleh dominasi variabel berskala besar (seperti nilai rupiah) terhadap variabel berskala kecil (seperti potongan kilogram) [cite: 1]. Sistem dikembangkan menggunakan metode Waterfall dan arsitektur Model-View-Controller (MVC) dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL [cite: 1]. Hasil komputasi menunjukkan algoritma berhasil mengelompokkan supplier ke dalam dua klaster utama, yaitu Volume Kecil (Klaster 1) dan Volume Besar (Klaster 2), secara akurat hingga mencapai titik konvergen pada iterasi kedua [cite: 1]. Pengujian penerimaan pengguna (User Acceptance Test/UAT) menghasilkan tingkat kepuasan sebesar 92,4%, yang menegaskan bahwa sistem sangat layak dan efektif dalam memfasilitasi pengambilan keputusan strategis perusahaan [cite: 1].

STRATEGI DIPLOMASI EKONOMI INDONESIA DALAM MEMPERTAHANKAN KEBIJAKAN HILIRISASI NIKEL PASCA-PUTUSAN WTO DS592

Michael Hernan Otniel, Nurbani Adine Gustianti
Abstract: Abstract: This study examines Indonesia's layered economic diplomacy strategy in maintaining its sovereign nickel downstreaming policy following the adverse World Trade Organization (WTO) DS592 ruling. Utilizing a qualitative… ative approach with a descriptive-analytical design, this research evaluates the pivotal timeline of 2022–2026 to capture post-dispute dynamics, institutional adaptations, and domestic governance digitalizations. Data were gathered through documentary research from official WTO dispute archives, ministerial performance reports, and credible macroeconomic publications. The findings demonstrate that Indonesia successfully protected its industrial policy space from external interventions by synergizing three diplomatic pillars: leveraging multilateral institutional paralysis through tactical legal maneuvers ("appealing into the void"), isolating bilateral trade frictions within the IEU-CEPA negotiations alongside the establishment of an Ad Hoc Joint Task Force, and aggressively locking in physical foreign direct investment for high-value smelter ecosystems from East Asian partners. Furthermore, this policy space was domestically institutionalized through the integration of the SIMBARA digital governance system to optimize state revenue and resource transparency. In conclusion, this empirical phenomenon challenges liberal institutionalism’s core assumption of automatic compliance by proving that a Global South middle power can effectively counter multilateral regulatory pressures and shift from a traditional raw material supplier to a sovereign industrialized nation by utilizing critical mineral leverage. Keywords: Critical Minerals, Economic Diplomacy, WTO Dispute, Resource Nationalism, Policy Space   Abstrak: Penelitian ini mengkaji strategi diplomasi ekonomi berlapis Indonesia dalam mempertahankan kebijakan kedaulatan hilirisasi nikel pasca putusan sengketa Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) DS592 yang merugikan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis untuk menganalisis periode krusial 2022–2026 guna menangkap dinamika pascasengketa, adaptasi kelembagaan, dan digitalisasi tata kelola domestik. Data diperoleh melalui studi dokumentasi yang bersumber dari arsip resmi sengketa WTO, laporan kinerja kementerian, serta berbagai publikasi makroekonomi yang kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan ruang kebijakan (policy space) industri nasional dari intervensi eksternal melalui sinergi tiga pilar diplomasi, yaitu pemanfaatan kelumpuhan institusional WTO melalui manuver hukum taktis berupa appealing into the void, isolasi friksi perdagangan bilateral melalui perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan pembentukan Ad Hoc Joint Task Force, serta penguncian investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) secara agresif untuk pengembangan ekosistem smelter bernilai tambah tinggi dari mitra Asia Timur. Lebih lanjut, ruang kebijakan tersebut diinstitusionalisasikan secara domestik melalui integrasi sistem tata kelola digital SIMBARA guna mengoptimalkan penerimaan negara dan meningkatkan transparansi pengelolaan sumber daya. Kesimpulannya, fenomena empiris ini menantang asumsi utama neoliberalisme institusional mengenai kepatuhan otomatis terhadap rezim internasional dengan menunjukkan bahwa kekuatan menengah dari Global South mampu secara efektif menghadapi tekanan regulasi multilateral dan bertransformasi dari pemasok bahan mentah tradisional menjadi negara industri yang berdaulat melalui pemanfaatan daya ungkit mineral kritis. Kata kunci: Mineral Kritis, Diplomasi Ekonomi, Sengketa WTO, Nasionalisme Sumber Daya, Ruang Kebijakan.

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI INVENTARIS BARANG BERBASIS WEB PADA DIVISI PERENCANAAN STRATEGIS DAN PELAYANAN TERMINAL PETIKEMAS PT. PELABUHAN INDONESIA

Mohamad Hilal Monoarfa, Rouli Doharma
Abstract: Abstract: This research aims to design and build a web-based Inventory Information System for the Strategic Planning and Container Terminal Services Division of PT. Pelabuhan Indonesia (Persero). This system was developed… d to address the problem of manual inventory recording using Microsoft Excel, which is prone to recording errors, data loss, and difficulties in preparing reports and monitoring goods in real time. The system development method used is the System Development Life Cycle (SDLC) with a Prototype model. The result of this research is a web application that allows for structured recording of incoming and outgoing goods, as well as requests for borrowing goods. Key features include master data management (goods, suppliers, shelves, officers, admins), automated stock updates, an information dashboard, and report generation. System testing using the Black Box Testing method showed that all system functions were running well and in accordance with user needs. The implementation of this system is expected to improve operational efficiency, data accuracy, and support faster and more accurate decision-making processes within the company. Keywords: Information System, Inventory, Website, SDLC Prototype, Black Box Testing, PT. Pelabuhan Indonesia.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Informasi Inventaris Barang berbasis web pada Divisi Perencanaan Strategis dan Pelayanan Terminal Petikemas PT. Pelabuhan Indonesia. Sistem ini dikembangkan untuk mengatasi permasalahan pencatatan inventaris yang masih dilakukan secara manual menggunakan Microsoft Excel, yang rentan terhadap kesalahan pencatatan, kehilangan data, serta kesulitan dalam penyusunan laporan dan pemantauan barang secara real-time. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) dengan model Prototype. Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi web yang memungkinkan pencatatan barang masuk, keluar, dan pengajuan peminjaman barang secara terstruktur. Fitur-fitur utama mencakup manajemen data master (barang, supplier, rak, petugas, admin), otomatisasi pembaruan stok, dashboard informasi, serta pembuatan laporan. Pengujian sistem menggunakan metode Black Box Testing menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, akurasi data, serta mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat di lingkungan perusahaan. Kata Kunci: Sistem Informasi, Inventaris Barang, Website, SDLC Prototype, Black Box Testing, PT. Pelabuhan Indonesia.

PENDEKATAN E-SCM DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS KETERSEDIAN ALAT KESEHATAN DI KLINIK MADDIN BATUBARA

Muhazir, Ahmad, Novica Irawati, Nora Fajira
Abstract: Abstract: The quality of healthcare services is heavily dependent on the effective management of medical equipment. At Maddin Batu Bara Clinic, logistics management currently relies on conventional physical documentation.… . This manual approach triggers various operational hurdles, such as difficulties in real-time stock monitoring, delayed procurement, and a high risk of both stockouts and overstocking. Furthermore, coordination with suppliers remains unintegrated, and the clinic lacks a standardized calculation method to determine reorder timing.This study aims to evaluate medical equipment management and existing supply chain constraints, subsequently designing a web-based Electronic Supply Chain Management (E-SCM) system. The system integrates the Reorder Point (ROP) method to optimize the availability of medical supplies. The research utilizes an applied method with a descriptive approach and quantitative analysis, with data collected through observation, interviews, and documentation.The results indicate that the implementation of the E-SCM system using the ROP method accurately determines reorder points based on average consumption rates and delivery lead times. This digital innovation is proven to enhance inventory management efficiency, minimize the risk of stock imbalances, and strengthen communication synergy between the clinic and suppliers within a more modern supply chain ecosystem.   Keywords: E-SCM; Medical Equipment; Availability; Reorder Point (ROP); Maddin Clinic.   Abstrak: Kualitas pelayanan kesehatan sangat bergantung pada efektivitas pengelolaan alat medis. Di Klinik Maddin Batu Bara, manajemen logistik saat ini masih mengandalkan pencatatan fisik secara konvensional. Metode yang mengandalkan dokumen fisik ini memicu berbagai hambatan operasional, seperti sulitnya memantau stok secara real-time, keterlambatan pengadaan barang, hingga tingginya risiko kekurangan (stockout) maupun kelebihan persediaan (overstock). Selain itu, koordinasi dengan pemasok belum terintegrasi dan klinik belum memiliki standar perhitungan untuk menentukan waktu pemesanan kembali. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi manajemen alat medis dan hambatan rantai pasok yang ada, kemudian merancang solusi berupa sistem Electronic Supply Chain Management (E-SCM) berbasis web. Sistem ini mengintegrasikan metode Reorder Point (ROP) untuk mengoptimalkan ketersediaan alat medis. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian terapan dengan pendekatan deskriptif dan analisis kuantitatif melalui teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem E-SCM dengan metode ROP mampu menentukan titik pemesanan ulang secara akurat berdasarkan tingkat konsumsi rata-rata dan lead time pengiriman. Inovasi digital ini terbukti meningkatkan efisiensi manajemen inventaris, meminimalkan risiko ketidakseimbangan stok, serta memperkuat sinergi komunikasi antara pihak klinik dan pemasok dalam ekosistem rantai pasok yang lebih modern.   Kata kunci: E-SCM; Alat Medis; Ketersediaan; Reorder Point (ROP); Klinik Maddin

PARADOKS EKSPOR BIOMASSA: KEHILANGAN HUTAN, BERTAHANNYA TAMBANG BATUBARA, DAN KETIDAKBERUBAHAN KARBON

Nasution, Dita Aidila Syaharani, Batubara , Maryam
Abstract: Abstract: The global energy transition has driven increased use of biomass as a renewable energy source, particularly in the form of wood pellets traded across countries. Indonesia, with its vast tropical forest resources,… s, is positioned as one of the world’s major biomass suppliers. However, several policy paradoxes emerge. The rise in biomass exports occurs alongside the continued dominance of coal in the national energy mix, ongoing forest degradation, and increasing vulnerability to ecological disasters such as floods, as seen in Aceh and other regions of Sumatra. This article aims to analyze the paradox of biomass exports in Indonesia by linking the dynamics of renewable energy trade, forest sector sustainability, coal dominance, and their implications for carbon emissions and hydrometeorological disaster risks. The study uses a qualitative approach through literature review and policy analysis of the energy and forestry sectors. The findings indicate that without strict biomass governance and integrated energy–environment policies, biomass exports risk creating an illusion of a global energy transition. Importing countries benefit from statistical emission reductions, while Indonesia bears the ecological burden in the form of deforestation, watershed degradation, and increased flood risk. This study emphasizes that biomass cannot be viewed as a single climate solution and is expected to contribute academically and inform policy strategies for energy transition.   Keywords: Biomassa, Coal, Deforestation, Flooding, Carbon Emissions, Energy Transition.   Abstrak: Transisi energi global mendorong peningkatan pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi terbarukan, khususnya dalam bentuk pelet kayu yang diperdagangkan lintas negara. Indonesia, dengan kekayaan sumber daya hutan tropis, diposisikan sebagai salah satu pemasok utama biomassa dunia. Namun, ada beberapa paradoks kebijakan. Peningkatan ekspor biomassa berlangsung bersamaan dengan bertahannya dominasi batubara dalam bauran energi nasional, degradasi hutan, serta meningkatnya kerentanan wilayah terhadap bencana ekologis seperti banjir, sebagaimana tercermin dalam kasus banjir di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya. Artikel ini bertujuan menganalisis paradoks ekspor biomassa di Indonesia dengan mengaitkan dinamika perdagangan energi terbarukan, keberlanjutan sektor kehutanan, dominasi batubara, dan implikasinya terhadap emisi karbon serta risiko bencana hidrometeorologi . Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis kebijakan terhadap sektor energi dan kehutanan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tanpa tata kelola biomassa yang ketat dan integrasi kebijakan energi lingkungan, ekspor biomassa berpotensi menciptakan ilusi transisi energi global. Negara pengimpor memperoleh manfaat statistik pengurangan emisi, sementara Indonesia menanggung beban ekologis berupa deforestasi, kerusakan daerah aliran sungai, dan meningkatnya risiko banjir. Studi ini menegaskan bahwa biomassa tidak dapat dipandang sebagai solusi iklim tunggal dan diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik dan rujukan kebijakan dalam merumuskan strategi transisi energi.   Kata Kunci: Biomassa, Batubara, Deforestasi, Banjir, Emisi Karbon, Transisi Energi.

OPTIMASI RANTAI PASOK KUE GELANG PUJA MENGGUNAKAN METODE SCOR

Nugroho, Dimas Setio, Yasin, Muhammad
Abstract: Abstract : This study aims to optimize the supply chain management of Kue Gelang Puja using the Supply Chain Operations Reference (SCOR) model. The research was conducted at CV. Kue Gelang Puja, which experiences inefficiencies… iencies in managing raw materials, production, and product distribution. The SCOR model was applied to analyze and improve five key processes: Plan, Source, Make, Deliver, and Return. The research method used a structured approach through interviews, observation, and documentation to collect data. The system was designed using Unified Modeling Language (UML) tools including Use Case, Class, Activity, and Sequence diagrams and was implemented into a web-based application using PHP and MySQL. The results show that the SCOR method effectively enhances the accuracy of inventory control, optimizes production scheduling, and improves supplier coordination. The web-based system developed from this study also facilitates better monitoring, real-time data access, and decision-making in maintaining the balance between supply and demand.   Keywords : Supply Chain,SCOR,Optimization,Web-Based System,Production Efficiency.   Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen rantai pasok pada Kue Gelang Puja dengan menerapkan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR). Penelitian dilakukan di CV. Kue Gelang Puja yang masih menghadapi kendala dalam pengelolaan bahan baku, proses produksi, dan distribusi produk. Model SCOR digunakan untuk menganalisis dan meningkatkan lima proses utama, yaitu Plan, Source, Make, Deliver, dan Return. Metode penelitian menggunakan pendekatan terstruktur dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sistem dirancang menggunakan pemodelan Unified Modeling Language (UML) yang meliputi diagram Use Case, Class, Activity, dan Sequence, serta diimplementasikan dalam bentuk aplikasi berbasis web menggunakan PHP dan MySQL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode SCOR meningkatkan efisiensi kinerja rantai pasok melalui optimalisasi akurasi data persediaan, penjadwalan produksi, dan koordinasi pemasok. Sistem berbasis web yang dikembangkan juga mempermudah proses pemantauan dan pengambilan keputusan dalam menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan.   Kata kunci : Rantai pasok; SCOR; optimasi; sistem berbasis web; efisiensi produksi.

Pendekatan Design Thinking untuk Sinkronisasi Rantai Pasok dan Pelaporan Keuangan Adaptif pada UMKM Batik Kota Jambi

Al Haitamy, Eri Bestary, Suryani, Bella, Dristyan, Febri, Masruroh, Siti
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pelaporan keuangan adaptif yang terintegrasi dengan rantai pasok pada UMKM Batik di Kota Jambi menggunakan pendekatan Design Thinking. Latar belakang penelitian menunjukkan… bahwa sebagian besar UMKM masih menggunakan pencatatan manual untuk mengelola persediaan, pemasok, dan laporan keuangan, sehingga menyebabkan keterlambatan laporan, rendahnya akurasi data, dan ketidakterpaduan informasi antarbagian. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan lima tahapan Design Thinking yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solusi berupa sistem pencatatan digital sederhana berbasis Excel mampu mengintegrasikan data supplier, stok, penjualan, dan laporan keuangan. Uji coba selama satu bulan pada dua UMKM Batik menunjukkan peningkatan efisiensi waktu penyusunan laporan dari sembilan hari menjadi lima hari, peningkatan akurasi data stok dari 12% menjadi 7%, serta peningkatan keterpaduan informasi antarbagian. Hasil ini membuktikan bahwa pendekatan Design Thinking efektif untuk membantu UMKM bertransformasi digital secara bertahap dan meningkatkan kualitas pelaporan keuangan yang lebih cepat, akurat, dan relevan bagi pengambilan keputusan.

SISTEM INFORMASI INVENTORI PADA RESTORAN HABIBI KOTA PEMATANGSIANTAR BERBASIS WEBSITE

Sholih, Nur Awal, Santoso, Heri, Sinaga, Imam Adlin
Abstract: Restoran Habibi merupakan salah satu tempat usaha yang bergerak di bidang jasa kuliner yang terletak di Jl. Sisingamangaraja No.57, Pematangsiantar. Dalam pelayanannya, Restoran Habibi mengutamakan efektifitas dan kepuasan… an bagi para pelanggan dengan mengutamakan penggunaan bahan baku yang terbaik. Restoran ini masih menggunakan sistem manual yaitu dengan cara mencatat persediaan bahan baku ke dalam buku besar. Laporan pada buku besar tersebut akan dilaporkan setiap hari. Hal ini mengakibatkan pemeriksaan persediaan bahan baku yang seharusnya dilakukan secara berkala menjadi tidak efektif, sehingga pada saat proses produksi dilakukan terjadi hambatan yang diakibatkan oleh jumlah persediaan bahan baku yang diperlukan tidak sesuai dengan kebutuhan. Restoran ini melakukan pembelian bahan baku langsung dari supplier untuk stok persediaan bahan baku tanpa mengetahui apakah bahan baku di kulkas masih ada atau sudah habis digunakan. Hal ini tentu membuat persediaan bahan baku banyak terbuang yang menyebabkan biaya untuk persediaan bahan baku menjadi tinggi. Untuk meningkatkan efektifitas dan efisien dalam pengelolaan dan penanganan persediaan bahan baku, pemanfaatan algoritma Economic Order Quantity (EOQ) sangat diperlukan. Dengan algoritma Economic Order Quantity (EOQ) dapat ditentukan jumlah pemesanan yang optimal dan meminimalkan biaya pemesanan barang, serta Reorder Point (ROP) sebagai acuan bagi perusahaan untuk menentukan waktu pemesanan kembali bahan baku yang akan digunakan.