Search Articles & Publications

Showing 26 articles found for "Surakarta"

PENERAPAN KOMPRES HANGAT KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNII) PADA NYERI GOUT ARTHRITIS LANSIA DI GUWOSARI RT 04 RW 27 JEBRES KOTA SURAKARTA

Asyraf, Reyhan Hibatulloh Nur, Mulyaningsih, Mulyaningsih, Haryani, Nur
Abstract: Latar belakang: Gout arthritis merupakan penyakit inflamasi sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat pada persendian sehingga menimbulkan nyeri, pembengkakan, dan keterbatasan aktivitas. Salah satu terapi… nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri adalah kompres hangat kayu manis (Cinnamomum burmannii) yang memiliki efek hangat dan antiinflamasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh penerapan kompres hangat kayu manis (Cinnamomum burmannii) terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien gout arthritis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua responden lansia penderita gout arthritis di Guwosari RT 04 RW 27 Jebres, Surakarta. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut, satu kali sehari selama 15 menit. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Pada responden Ny. N terjadi penurunan tingkat nyeri dari skala 4 (nyeri sedang) menjadi skala 2 (nyeri ringan), sedangkan pada Ny. M terjadi penurunan tingkat nyeri dari skala 6 (nyeri sedang) menjadi skala 5 (nyeri sedang). Kesimpulan: Penerapan kompres hangat kayu manis (Cinnamomum burmannii) dapat membantu menurunkan tingkat nyeri pada pasien gout arthritis dan dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologis pendamping dalam manajemen nyeri.

APPLICATION OF WARM GINGER COMPRESS THERAPY ON JOINT PAIN LEVELS AMONG OLDER ADULTS IN GUWOSARI VILLAGE, RT 02/RW 27, JEBRES, SURAKARTA CITY

Kalista, Annisa Cinta, Mulyaningsih, Mulyaningsih, Haryani, Nur
Abstract: Background: Joint pain is a common health problem experienced by older adults due to degenerative processes in the musculoskeletal system. This condition can cause limitations in daily activities and decrease quality of… life. One non-pharmacological therapy that can be used to reduce joint pain is a warm ginger compress because it has anti-inflammatory effects and provides warmth to the painful area. Objective: To determine the effect of warm ginger compress therapy on reducing joint pain levels in older adults. Methods: This study used a descriptive case study design involving two older adults with joint pain in Kampung Guwosari, RT 02/RW 27, Jebres, Surakarta. The intervention was conducted for 3 consecutive days, once daily for 15–20 minutes. Pain levels were measured using the Numeric Rating Scale (NRS). Results: Respondent 1 experienced a decrease in pain scale from 7 to 4, while Respondent 2 experienced a decrease from 4 to 2 after receiving warm ginger compress therapy for 3 days. Conclusion: Warm ginger compress therapy can help reduce joint pain levels in older adults and can be used as a simple, safe, and affordable non-pharmacological therapy.

ANALISIS PENGENDALIAN MUTU PROTHROMBIN TIME DI LABORATORIUM RUMAH SAKIT KASIH IBU SELAMA SATU TAHUN

Hernata, Yehezkiel Bintang, Ismawatie, Emma, Jimat, Resi Tondho
Abstract: Pemeriksaan Protrombin Time (PT) merupakan salah satu parameter penting dalam menilai sistem pembekuan darah, sehingga ketepatan dan ketelitian hasil pemeriksaan harus terjamin melalui pelaksanaan pengendalian mutu. Penelitian… litian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian mutu internal pemeriksaan Prothrombin Time (PT) di Laboratorium RS Kasih Ibu Surakarta selama periode satu tahun berdasarkan data Quality Control (QC). Analisis dilakukan dengan menghitung nilai mean, standar deviasi (SD), dan koefisien variasi (CV), serta mengevaluasi kestabilan hasil menggunakan grafik Levey–Jennings. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar nilai koefisien variasi (CV) berada di bawah 5%, yang menandakan tingkat presisi yang baik. Grafik Levey–Jennings menunjukkan bahwa sebagian besar data QC berada dalam batas kendali ±2 SD dan tersebar di sekitar nilai mean, sehingga proses analitik dapat dikatakan stabil. Namun, terdapat beberapa LOT dengan nilai CV di atas 5% yang mengindikasikan adanya variasi hasil yang lebih tinggi. Secara umum, tidak ditemukan penyimpangan yang signifikan berdasarkan pola grafik maupun evaluasi pengendalian mutu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengendalian mutu internal pemeriksaan Prothrombin Time (PT) di Laboratorium RS Kasih Ibu Surakarta selama periode penelitian berada dalam kategori baik, dengan hasil pemeriksaan yang stabil, presisi, dan masih dalam batas kendali yang dapat diterima.

ANALYSIS OF QUALITY CONTROL FOR POTASSIUM TESTING AT KASIH IBU HOSPITAL LABORATORY IN SURAKARTA

S, Muhammad Ilham, Putri, Arum Kusuma, Dewi, Yulia Ratna
Abstract: Laboratory testing plays a crucial role in supporting patient diagnosis and monitoring; therefore, accurate and precise results are essential through the implementation of quality control (QC). Potassium level testing is… one of the key parameters requiring robust quality control because it is closely linked to patients’ clinical conditions. This study aims to analyze the implementation of QC in potassium level testing using the EasyLyte device at the Kasih Ibu Hospital Laboratory in Surakarta. The research method used was quantitative descriptive with an observational approach using secondary data from QC results for the period from September to November 2025. Analysis was performed by calculating the mean, standard deviation (SD), coefficient of variation (CV), and evaluating the Westgard rules. The results showed that the CV values for normal and abnormal controls were within acceptable limits (≤5%), and no violations of any Westgard rules were found. This indicates that the test results have good precision and there are no deviations, either random or systematic. Overall, the analytical system is in control and the instrument performance is stable. Thus, potassium testing using the EasyLyte instrument meets quality requirements and is suitable for use in laboratory services, while still requiring QC monitoring as well as routine maintenance and calibration.

COMPARISON OF ERYTHROCYTE SEDIMENTATION RATE (ESR) VALUES USING EDTA AND 3.8% SODIUM CITRATE ANTICOAGULANTS

Supriyanto, Eka Evan, Ismawatie, Emma, Maulani, Yulita
Abstract: Laju Sedimentasi Eritrosit (LED) merupakan salah satu pemeriksaan hematologi yang banyak digunakan sebagai indikator nonspesifik untuk mendeteksi peradangan atau penyakit tertentu. Jenis antikoagulan yang digunakan dalam&#8230; sampel darah dapat memengaruhi hasil LED. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai LED antara sampel darah vena yang menggunakan antikoagulan Asam Etilendiamintetraasetat (EDTA) dan antikoagulan natrium sitrat 3,8%. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode total sampling yang melibatkan 33 responden di Laboratorium Patologi Klinik Politeknik Indonusa Surakarta. LED diukur menggunakan metode Westergren standar, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai LED rata-rata pada sampel dengan antikoagulan EDTA adalah 18 mm/jam, sedangkan pada sampel dengan natrium sitrat 3,8% memiliki nilai rata-rata 14 mm/jam. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (p = 0,000; p < 0,05), sehingga menunjukkan bahwa jenis antikoagulan berpengaruh secara bermakna terhadap hasil LED. Secara keseluruhan, EDTA cenderung menghasilkan nilai LED yang lebih tinggi dibandingkan dengan natrium sitrat 3,8%. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan antikoagulan dalam pengujian LED dan menekankan perlunya standardisasi dalam praktik laboratorium. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk membandingkan antikoagulan lain dan mengevaluasi metode LED otomatis guna mendapatkan wawasan yang lebih komprehensif.

SMART TOURISM AND VISITOR DECISION-MAKING: AN EMPIRICAL STUDY ON MOBILE APPLICATION USE AT MANGKUNEGARAN PALACE

Debora Shinta Dewi, Nining Yuniati, Moch Nur Syamsu, Yuliyanto Nugroho, Agung
Abstract: This study aims to determine the influence of smart tourism features in a mobile application on tourists’ decision to visit Pura Mangkunegaran Surakarta. Using a quantitative approach, the research tested four main smart&#8230; rt tourism features: (1) Historical Information, (2) Cultural Gallery, (3) Cultural Events and News, and (4) Educational and Interactive Features. The study used a multiple linear regression method with data collected from 96 domestic respondents. The results show that all four smart tourism features simultaneously and partially have a significant effect on the decision to visit. The most influential features are Historical Information and Educational-Interactive content. These results emphasize the importance of digital platforms in promoting and preserving cultural tourism through smart technologies.

CHARACTERISTICS AND NEEDS OF SLOW LEARNERS IN THE LEARNING PROCESS

Sesilya Karisma Dewi Ayu Hermawan, Suparmi
Abstract: Inclusive education is a public school that facilitates students with disabilities, also known as children with special needs, where students have physical limitations, one example of which is slow learners. A slow learner&#8230; er is a learning disability where students face obstacles and difficulties in thinking. Slow learners can still follow the school curriculum, but they require slightly different treatment from regular students and additional time in the learning process. Before instruction begins, teachers must understand the characteristics and needs of children with special needs, particularly slow learners. This study aims to understand the characteristics and needs of slow learners in the learning process, as well as the strategies teachers can use in the learning process. The research method used is descriptive-qualitative, involving direct observation at SMP Negeri 22 Surakarta. By understanding the characteristics and needs of slow learners, teachers can adjust their teaching methods to suit the abilities of slow learners, thereby achieving good learning outcomes.

Pentingnya Konservasi Preventif Pada Benda-Benda Koleksi di Museum Kasunanan Keraton Surakarta

Made Prasta Yostitia Pradipta
Abstract: Surakarta Kasunanan Palace Museum is a private museum which contains the Palace's private collections. Many of them are now damaged, dusty, and even destroyed by age. Preventive conservation is used to prevent and minimize&#8230; ze damage to museum collections. This research aims to discuss damage to museum collections and preventive conservation management that has been taking place at the Surakarta Kasunanan Palace Museum. Method used in this research is descriptive with kualitatif aproach method with interviews, observation and literature studies to collect data and use simple analysis. The results found that many collections in the Surakarta Kasunanan Palace Museum were unkempt and dusty. The preventive conservation carried out so far has only been less than optimal in terms of cleaning. The lack of available resources is also a factor in preventing preventive conservation efforts from running well.

APPLICATION OF THE K-MEANS METHOD FOR GROUPING COMMUNITY WELFARE LEVELS IN CENTRAL JAVA PROVINCE

Hidayat, Taufik, Handayani, Yuni, Novitaningrum, Dian
Abstract: Abstract: Welfare is one of the things that determines the progress of a region, to achieve the welfare of its people, especially in the economic sector, a technique is needed to measure welfare that continues to change.&#8230; This study aims to analyze the differences in the level of community welfare in Central Java Province by grouping regions based on several indicators. Grouping is done using data from various sources that include the main indicators of welfare. The method used in this study uses the K-Means data mining algorithm to group regional data according to their level of welfare. The results of the analysis divide the regions into three categories: Medium Welfare Level, which includes Banyumas, Purworejo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, Kendal, and Pekalongan City and Tegal City, High Welfare Level, consisting of Magelang City, Surakarta City, Salatiga City, and Semarang City; and Low Welfare Level, covering Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Wonogiri, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Temanggung, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, and Brebes Regencies. The findings show that the C2 region has a longer average length of schooling, higher per capita expenditure, and better HDI, reflecting a higher quality of life. This study provides an overview of welfare inequality in Central Java Province and suggests the need for more focused policies to improve the quality of life in each category of region.         Keywords: clustering; k-means; welfare   Abstrak: Kesejahreraan merupakan salah satu hal yang menentukan kemajuan suatu wilayah, untuk mencapai kesejahteraan masyarakatnya terutama di bidang ekonomi di perlukan teknik untuk mengukur kesejahteraan yang terus berubah, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah dengan mengelompokkan wilayah berdasarkan beberapa indikator. Pengelompokan dilakukan menggunakan data dari berbagai sumber yang mencakup indikator-indikator utama kesejahteraan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan algoritma data mining K-Means untuk mengelompokkan data wilayah menurut tingkat kesejahteraannya. Hasil analisis membagi wilayah menjadi tiga kategori: Tingkat Kesejahteraan Sedang, yang mencakup Kabupaten Banyumas, Purworejo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, Kendal, serta Kota Pekalongan dan Kota Tegal, Tingkat Kesejahteraan Tinggi, terdiri dari Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Salatiga, dan Kota Semarang; dan Tingkat Kesejahteraan Rendah, mencakup Kabupaten Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Wonogiri, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Temanggung, Temuan menunjukkan bahwa wilayah C2 memiliki rata-rata lama sekolah yang lebih panjang, pengeluaran per kapita yang lebih tinggi, dan IPM yang lebih baik, mencerminkan kualitas hidup yang lebih tinggi. Penelitian ini memberikan gambaran tentang ketidakmerataan kesejahteraan di Provinsi Jawa Tengah dan menyarankan perlunya kebijakan yang lebih terfokus untuk meningkatkan kualitas hidup di setiap kategori wilayah.   Kata Kunci: clustering; k-means;  kesejahteraan

IMPLEMENTATION OF TOPSIS AND SAW METHODS FOR THE SELECTION OF THE BEST HOTEL

Kristanto, Samuel Widi, Siswanti, Sri, Setiyowati, Setiyowati, Kusumaningrum, andriani
Abstract: Abstract: The city of Surakarta is one of the cities that is busy with local and foreign tourists because there are various kinds of interesting cultural tourism. The large number of hotels with many services and facilities&#8230; ies makes tourists confused in choosing a hotel, so prospective hotel guests need a long time to choose the best hotel according to their desired criteria. The aim of this research is to create a tool for prospective hotel guests in making decisions on hotel selection recommendations using the TOPSIS and SAW methods. This research uses 8 hotel data points in Laweyan District, Surakarta, and hotel data obtained from the Tourism Office. The results of the McCall Test with 5 indicators, namely accuracy, reliability, efficiency, integrity, and usability, average 86%, so this system is categorized as very good. Keywords: hotel selection;  TOPSIS; SAW; decision supporter system     Abstrak: Kota Surakarta menjadi salah satu kota yang  ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara karena terdapat berbagai macam wisata budaya yang menarik. Banyaknya hotel dengan pelayanan dan fasilitas yang banyak membuat wisatawan kebingungan dalam memilih hotel, sehingga calon tamu hotel memerlukan waktu yang lama untuk memilih hotel terbaik sesuai kriteria yang diinginkan.  Tujuan dari penelitian ini adalah membuat suatu alat bantu bagi calon tamu hotel dalam pengambilan keputusan rekomendasi pemilihan hotel  menggunakan metode TOPSIS dan SAW. Penelitian ini menggunakan 10 titik data hotel yang ada di Kecamatan Laweyan Surakarta dan data hotel yang diperoleh dari Dinas Pariwisata. Hasil Uji McCall dengan 5 indikator yaitu akurasi, reliabilitas, efisiensi, integritas, dan kegunaan rata-rata 86%, maka sistem ini dikategorikan sangat baik.   Kata kunci: pemilihan hotel; TOPSIS; SAW; sistem penunjang keputusan