Abstract:Fenomena thrifting, terutama impor pakaian bekas ilegal dari Korea Selatan, berkembang pesat di Indonesia dan berdampak negatif terhadap industri tekstil nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan…
thrifting, dampaknya terhadap daya saing industri lokal, serta menelaah kebijakan pemerintah dalam mengatasinya. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan data sekunder dari instansi resmi, ditemukan bahwa thrifting telah menjadi tren konsumsi di kalangan anak muda urban, namun menimbulkan tantangan serius berupa penurunan produksi, PHK, dan persaingan harga tidak sehat. Meskipun larangan impor pakaian bekas telah diterapkan melalui Permendag No. 40 Tahun 2022, penegakan hukum masih terbatas akibat lemahnya pengawasan dan tingginya transaksi digital. Secara teoretis, temuan ini mendukung pendekatan neo-realisme dalam studi Hubungan Internasional, di mana negara bertindak untuk melindungi kepentingan ekonomi domestiknya dari ancaman eksternal. Secara metodologis, penelitian ini menunjukkan pentingnya studi berbasis kebijakan yang memadukan kajian ekonomi-politik global, perdagangan lintas batas, dan peran aktor non- negara dalam era digital.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku konsumen dan minat beli terhadap keputusan pembelian pakaian bekas di Pasar Cimol Gedebage Kota Bandung. Fenomena meningkatnya tren thrifting di kalangan masyarakat,…
akat, khususnya generasi muda, menjadi dasar penting dalam mengkaji pola konsumsi terhadap pakaian bekas sebagai alternatif ekonomi dan gaya hidup. Variabel independen dalam penelitian ini adalah perilaku konsumen yang diukur melalui indikator individu konsumen, lingkungan, dan strategi pemasar; serta minat beli yang diukur melalui minat transaksional, referensial, preferensial, dan eksploratif. Variabel dependen adalah keputusan pembelian dengan indikator pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, serta teknik analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh simultan dan parsial antar variabel. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 100 responden yang merupakan konsumen pakaian bekas di Pasar Cimol Gedebage, dengan penentuan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik perilaku konsumen maupun minat beli memiliki pengaruh signifikan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap keputusan pembelian pakaian bekas. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap karakteristik konsumen dan minat mereka menjadi faktor kunci dalam membentuk keputusan pembelian. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam merancang strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran di pasar pakaian bekas.
Abstract:The phenomenon of thrifting at Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara demonstrates the continuity and evolution of frugal shopping practices involving the purchase of second-hand items. This research delineates the long history…
tory of thrifting, from the medieval period to the emergence of organizations such as Salvation Army and Goodwill that popularized it in the 19th century. The COVID-19 pandemic has reignited interest in thrifting due to economic pressures prompting people to save on expenses. The research methodology employed is qualitative descriptive, utilizing in-depth interviews and direct observations at Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara. The findings reveal that traders employ two main strategies: selling directly at the market and through online platforms. Meanwhile, consumers have diverse motivations, ranging from meeting household needs to a desire to collect unique and antique items. Analysis of Alfred Schutz’s phenomenological theory is used to understand the reasons and goals behind consumer’s choices in thrifting. The researcher finds that each individual has different motives, such as goal motives (In order to motive) and because motives (Because motive), underlying their decisions to engage in thrifting. The conclusion of this research is that the phenomenon of thrifting at Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara reflects the evolving and relevant dynamics of consumer culture, adapting to social and economic changes. With the evolution of this practice, the second-hand market becomes a favorite place for people to find affordable items, while traders and consumers continue to adapt to technological advancements and changes in the economic landscape. This study provides valuable insights into how thrifting is not just an economic phenomenon but also reflects the identity and preferences of consumers in a constantly changing shopping culture.