Abstract:This study analyzes the management of Zakat, Infaq, Sadaqah, and Waqf (ZISWAF) and formulates a productive governance model to strengthen the economic self-reliance of Islamic education at SD Islam An Nahlu in Kisaran, North…
orth Sumatra. An applied case study design utilizing a qualitative approach was employed, involving interviews, focus group discussions, observations, and document analysis. Thematic analysis was conducted through coding, categorization, triangulation, and stakeholder confirmation. The findings reveal strong community trust and a philanthropic culture; however, collection remains incidental and unintegrated with school management. Furthermore, funds are not segregated based on specific contractual agreements (*akad*), utilization is predominantly consumptive, and there is a lack of adequate functional division and reporting mechanisms. The study produced the Integrated Productive ZISWAF Governance Model for Islamic Schools (IPZG Model), which links institutional aspects, transparency, accountability, participation, fund productivity, and economic self-reliance. The model's novelty lies in integrating productive ZISWAF with school-based management to create a participatory, traceable, and sustainable education financing system.
Abstract:Abstract: This research analyzes the income disparity between men and women and identifies key factors determining wages in Indonesia. A quantitative approach is employed, utilizing secondary data from the 2015 wave of the…
he IFLS. Income level is identified as the dependent variable, influenced by job-related aspects—such as employment duration—and individual characteristics, including gender, age, education, marital status, and the number of children.
The test results reveal that gender plays a significant role in determining salary levels, with men earning more than their female counterparts. A positive correlation was observed regarding work time allocation, marital status, and the presence of children, whereas age and years of education played a negative role. It should be noted that while these factors collectively influence wages, the model lacks strong predictive power, as it captures only a small fraction of the underlying dynamics. This indicates that gender-based wage inequality in Indonesia stems from structural factors within the workforce.
Keyword: Gender, Wages, Employment
Abstrak: Riset ini menganalisis perbedaan pendapatan antara pria dan wanita sekaligus mengidentifikasi beberapa faktor kunci yang menentukan upah di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan data sekunder dari gelombang tahun 2015 dari IFLS. Tingkat pendapatan diidentifikasi sebagai variabel terikat yang dipengaruhi oleh aspek-aspek pekerjaan seperti jangka waktu pekerjaan serta karakteristik individu seperti jenis kelamin,usia,pendidikan,status perkawinan dan jumlah anak.
Dari hasil pengujian tersebut kita belajar bahwa memang jenis kelamin memainkan peran penting dalam menentukan jumlah gaji dimana pria lebih dibayar daripada rekan-rekan perempuannya.Ada korelasi positif yang diamati dalam alokasi waktu kerja,status perkawinan dan keberadaan anak-anak berbeda dengan usia dan tahun pendidikan yang memainkan peran negatif.Perlu dicatat bahwa meskipun semua faktor tersebut berdampak secara bersamaan terhadap upah namun model tersebut kurang memiliki kemampuan prediktif karena hanya bisa menangkap sebagian kecil dari dinamika tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ketidaksetaraan jenis kelamin dalam hal upah di Indonesia ada karena faktor struktural dalam tenaga kerja.
Kata kunci: Gender, Upah, dan Pekerjaan
Abstract:Abstract: This study aims to examine the effects of perceived maslahah, transaction security, and lifestyle on the decision to use GoPay among Muslim students of the Accounting Department at Politeknik Negeri Medan. This…
study examines three independent variables, namely perceived maslahah, transaction security, and lifestyle, with the decision to use GoPay service as the dependent variable. The study involved a sample of 96 respondents, consisting of Muslim students from the Accounting Department at Politeknik Negeri Medan who use GoPay. Primary data were collected through questionnaires, while secondary data were obtained from company publications. The questionnaire data were measured using a Likert scale and tested through validity and reliability tests. The prerequisite tests included normality, heteroscedasticity, multicollinearity, and autocorrelation tests. Data analysis to test the hypotheses was conducted using multiple linear regression analysis, simultaneous testing (F-test), partial testing (t-test), and the coefficient of determination at a significance level of 5% (α = 0.05), and the data were processed using SPSS version 25 software. The t-test results indicate that maslahah perception does not have a significant effect on the decision to use GoPay, with a significance level of 0.153. Meanwhile, transaction security has a significant effect on the decision to use GoPay, with a significance level of 0.000, and lifestyle also has a significant effect on the decision to use GoPay, with a significance level of 0.000. Simultaneously, maslahah perception, transaction security, and lifestyle have a significant effect on the decision to use GoPay among Muslim students of the Accounting Department at Politeknik Negeri Medan, with a significance level of 0.000.
Keywords: Maslahah Perception; Transaction Security; Lifestyle; Usage Decision.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi maslahah, keamanan transaksi dan gaya hidup terhadap keputusan penggunaan GoPay pada mahasiswa Muslim Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Medan. Dalam penelitian ini terdapat variabel bebas atau independen yaitu persepsi maslahah, keamanan transaksi dan gaya hidup serta variabel terikat atau dependen yaitu keputusan penggunaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 96 responden yaitu mahasiswa Muslim Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Medan dan pengguna GoPay dengan menggunakan kuisioner sebagai data primer dan data sekunder yang berasal dari publikasi perusahaan. Teknik pengumpulan data kuisioner dinilai menggunakan skala likert, uji validitas dan uji reliabilitas. Uji prasyarat meliputi uji normalitas, uji heteroskedastisitas dan uji multikolinearitas. Teknik analisis data untuk menjawab hipotesis menggunakan analisis regresi linear berganda, uji simultan (F), uji parsial (uji t) dan uji determinasi dengan tingkat signifikan sebesar 5% (α = 0,05) yang diolah menggunakan software SPSS 25. Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel persepsi maslahah tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan GoPay dengan tingkat signifikansi 0,153, variabel keamanan transaksi beprngaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan GoPay dengan tingkat signifikan 0,000 dan variabel gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan dengan tingkat signifikansi 0,000. Secara simultan, variabel persepsi maslahah, keamanan transaksi dan gaya hidup berpengaruh terhadap keputusan penggunaan GoPay pada mahasiswa Muslim Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Medan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000.
Kata kunci: Persepsi Maslahah; Keamanan Transaksi; Gaya Hidup dan Keputusan Penggunaan
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan guru dan lingkungan sekolah terhadap kinerja guru serta menganalisis peran kualitas pengajaran dalam memoderasi pengaruh kemampuan guru dan lingkungan sekolah…
h terhadap kinerja guru pada SMAS SPW. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kinerja guru sebagai salah satu faktor utama dalam mewujudkan mutu pendidikan yang berkualitas. Kemampuan guru sebagai faktor internal dan lingkungan sekolah sebagai faktor eksternal diyakini memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja guru, sedangkan kualitas pengajaran dipandang mampu memperkuat hubungan antarvariabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori (explanatory research). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMAS SPW yang berjumlah 40 orang. Mengingat jumlah populasi kurang dari 100 orang, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh (saturated sampling), sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima tingkat. Data dianalisis menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics melalui analisis statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas), analisis regresi linear berganda, uji koefisien determinasi (R²), uji parsial (uji t), serta uji Sobel untuk menguji pengaruh variabel moderasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Lingkungan sekolah juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Selain itu, kualitas pengajaran terbukti mampu memperkuat pengaruh kemampuan guru terhadap kinerja guru serta memperkuat pengaruh lingkungan sekolah terhadap kinerja guru. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan guru yang didukung oleh lingkungan sekolah yang kondusif dan kualitas pengajaran yang baik akan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap peningkatan kinerja guru. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru dan lingkungan sekolah merupakan faktor penting yang memengaruhi kinerja guru. Kualitas pengajaran berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan antara kemampuan guru dan lingkungan sekolah terhadap kinerja guru. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru, penyediaan lingkungan sekolah yang mendukung, serta pengembangan kualitas pengajaran perlu menjadi perhatian utama bagi pihak sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kurikulum, fasilitas, kualitas pelayanan, dan biaya pendidikan, terhadap keputusan orang tua dan siswa memilih SMA Charitas Jakarta. Penelitian ini memiliki latar belakang…
kang di Jakarta Selatan Wilayah 1 kecamatan Cilandak dengan banyak sekolah - sekolah negeri dan swasta dengan keunggulan masing-masing. SMA Charitas Jakarta merupakan sekolah Katolik satu-satunya yang menerapkan nilai-nilai Karakter kristiani, dengan kurikulum Charitas Learning Model namun jumlah murid baru belum mencapai target. Berdasarkan hasil wawancara Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ada empat faktor yang menjadi pertimbangan bagi orang tua dan siswa, yaitu kurikulum, fasilitas, kualitas pelayanan, dan biaya pendidikan yang mempengaruhi keputusan mereka. Gab penelitian ini terlihat minimnya studi yang secara simultan menguji keempat variabel tersebut-kurikulum, fasilitas, kualitas pelayanan, dan biaya pendidikan-terhadap keputusan orang tua dan siswa secara empiris dan kuantitatif dalam konteks Sekolah Menengah Atas, serta perbedaan persepsi pada kelompok orang tua dan siswa dalam mangambil keputusan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei yang melibatkan 55 orang tua dan 48 siswa dengan teknik metode proporsional stratified sampling. Data analisis menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antar variabel bebas dengan variabel terikat serta uji beda untuk menganalisis dua kelompok yang berbeda yaitu antara orang tua dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum, kualitas pelayanan, biaya pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan sekolah. Fasilitas tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap keputusan memilih sekolah. Secara simultan dan positif, keempat variabel independen (kurikulum, fasilitas, kualitas pelayanan, dan biaya pendidikan) berpengaruh signifikan terhadap keputusan orang tua dan siswa dalam memilih sekolah di SMA Charitas Jakarta. Hasil uji beda dua kelompok rata-rata menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara persepsi ortu dan siswa dalam keputusan memilih sekolah.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh labelisasi halal, kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian dalam perspektif Islam di Fore Coffee cabang Dr Mansyur. Variabel dependen dalam penelitian ini…
adalah keputusan pembelian dalam perspektif Islam, sedangkan variabel independent terdiri dari labelisasi halal, kualitas produk dan harga. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 96 orang. Penelitian ini menggunakan kuisioner sebagai data primer dan data sekunder yang berasal dari publikasi Perusahaan. Teknik pengumpulan data kuisioneer dinilai dengan skala likert, uji validitas dan uji reabilitas. Uji prasyarat meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji prearson correlation dan uji autokorelasi. Teknik analisis data untuk menjawab hipotesis menggunakan analisis linear berganda, uji simultan (F), uji determinasi dan uji parsial (t) dengan tingkat signifikansi sebesar 5 persen (α = 0,05) yang diolah dengan bantuan software SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan labelisasi halal berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dalam perspektif Islam di Fore Coffee cabang Dr Mansyur dengan kategori sedang. Kualitas produk berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap keputusan pembelian dalam perspektif Islam di Fore Coffee cabang Dr Mansyur dengan kategori kuat. Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dalam perspektif Islam di Fore Coffee cabang Dr Mansyur dengan kategori kuat, serta pengaruh Labelisasi Halal, Kualitas Produk dan Harga secara simultan berpengaruh positif dan signifikan keputusan pembelian dalam perspektif Islam di Fore Coffee cabang Dr Mansyur dan persentase sebesar 60,3% sedangkan sisanya sebesar 39,7% dipengaruhi oleh variabel lainnya.
Abstract:Kompleksitas pasar keuangan yang semakin meningkat, khususnya pada lingkungan perdagangan frekuensi tinggi, menghadirkan tantangan signifikan dalam memprediksi pergerakan harga aset secara akurat. Data harga XAUUSD pada…
timeframe 1 menit memiliki karakteristik volatilitas tinggi, non-linearitas, non-stasioneritas, dan noise yang substansial, sehingga sulit dimodelkan menggunakan pendekatan statistik konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap model Long Short-Term Memory (LSTM) dan Temporal Convolutional Network (TCN) dalam memprediksi harga XAUUSD. Pendekatan eksperimental kuantitatif digunakan dengan kerangka kerja CRISP-DM, yang mencakup tahap data understanding, data preparation, modeling, dan evaluation. Dataset terdiri atas data historis XAUUSD yang diperoleh dari MetaTrader 5. Tahapan pra-pemrosesan meliputi pembersihan data, feature engineering dengan indikator teknikal (EMA, RSI, ATR), serta transformasi fitur input dan target prediksi ke dalam bentuk log-return untuk mengatasi non-stasioneritas data harga level, yang dikonfirmasi secara empiris melalui uji Augmented Dickey-Fuller. Data dibagi secara kronologis menjadi data training (70%), validation (15%), dan testing (15%), dengan proses scaling yang hanya di-fit pada data training untuk mencegah data leakage. Performa model dievaluasi menggunakan MAE, RMSE, MAPE, dan Directional Accuracy, serta dibandingkan terhadap baseline naif no-change. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TCN menghasilkan error yang sedikit lebih rendah dibandingkan LSTM (MAE: 1,0689; RMSE: 1,5729; MAPE: 0,0244% berbanding LSTM dengan MAE: 1,3883; RMSE: 1,8304; MAPE: 0,0316%). Namun, performa TCN hampir identik dengan baseline naif (MAE: 1,0688; RMSE: 1,5728; MAPE: 0,0244%), sedangkan LSTM justru tampil sedikit lebih buruk darinya. Kedua model menghasilkan Directional Accuracy mendekati 49%, yang secara statistik tidak dapat dibedakan dari tebakan acak. Temuan ini konsisten dengan Random Walk Hypothesis pada horizon waktu yang sangat pendek, serta menegaskan pentingnya perbandingan terhadap baseline naif dalam mengevaluasi model deep learning untuk peramalan finansial frekuensi tinggi.
Abstract:Abstract: This study examines the effects of Digital Content Marketing and E-Service Quality on the competitiveness of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) affiliated with the SAVA UMKM Jambi digital aggregator platform,…
latform, addressing the limited attention given to these two constructs when tested simultaneously within a local digital MSME ecosystem. A quantitative verificative design was used, involving 132 MSME actors selected through purposive sampling among active SAVA Jambi members with at least six months of platform use. Data were collected through a validated 39-item Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression in SPSS following instrument validity, reliability, and classical assumption testing. All 39 items were declared valid (r-count > r-table = .361) and reliable, with Cronbach's Alpha of .900 (Digital Content Marketing), .908 (E-Service Quality), and .889 (MSME competitiveness). The classical assumption tests indicated normally distributed residuals, no multicollinearity (VIF = 1.17), and no heteroscedasticity. The t-test showed that both Digital Content Marketing (b = .415; t = 5.997; p < .001) and E-Service Quality (b = .350; t = 4.697; p < .001) had a significant positive effect on MSME competitiveness, while the F-test confirmed a significant simultaneous effect (F = 46.475; p < .001), with both variables jointly explaining 41.9% of the variance in MSME competitiveness (R² = .419). The results are discussed within a Resource-Based View perspective, in which digital content and electronic-service capabilities are positioned as strategic resources for sustainable MSME competitiveness, offering practical implications for strengthening the SAVA UMKM Jambi digital ecosystem.
Keywords: digital content marketing; e-service quality; MSME competitiveness; multiple linear regression; SAVA Jambi.
Abstrak: Penelitian ini menganalisis pengaruh Digital Content Marketing dan E-Service Quality terhadap daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tergabung dalam platform agregator digital SAVA UMKM Jambi, sebagai respons atas minimnya kajian yang menguji kedua konstruk tersebut secara simultan pada ekosistem UMKM digital lokal. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif-verifikatif dengan melibatkan 132 pelaku UMKM yang dipilih melalui teknik purposive sampling di antara anggota aktif SAVA UMKM Jambi dengan masa penggunaan platform minimal enam bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert sebanyak 39 item yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan SPSS setelah memenuhi uji asumsi klasik. Seluruh 39 item dinyatakan valid (r-hitung > r-tabel = 0,361) dan reliabel, dengan Cronbach's Alpha sebesar 0,900 (Digital Content Marketing), 0,908 (E-Service Quality), dan 0,889 (daya saing UMKM). Uji asumsi klasik menunjukkan data berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas (VIF = 1,17), dan tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil uji t menunjukkan bahwa Digital Content Marketing (b = 0,415; t = 5,997; Sig. = 0,000) dan E-Service Quality (b = 0,350; t = 4,697; Sig. = 0,000) masing-masing berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan uji F menunjukkan pengaruh simultan yang signifikan (F = 46,475; Sig. = 0,000), dengan kedua variabel secara bersama-sama menjelaskan 41,9% variasi daya saing UMKM (R² = 0,419). Hasil penelitian dibahas dalam perspektif Resource-Based View, yang memposisikan kapabilitas konten digital dan layanan elektronik sebagai sumber daya strategis bagi daya saing UMKM yang berkelanjutan, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi penguatan ekosistem digital SAVA UMKM Jambi.
Kata kunci: digital content marketing; e-service quality; daya saing UMKM; regresi linier berganda; SAVA Jambi.
Abstract:Abstract: This study aims to determine the effect of e-Wom on customer loyalty with customer satisfaction as an intervening variable (Case Study on Baba Alfatih's Tour and Travel). The research method used is a quantitative…
ive method using the help of SPSS version 25.00. which was collected from the results of distributing questionnaires to Baba Alfatih Tour And Travel customers as many as 90 respondents. The analytical method used in this study is using instrument tests, namely validity and reliability tests. The classic assumption test is the normality test, multicolonearity test, heteroscedasticity test, multiple linear regression analysis, analysis of the coefficient of determination (R2), hypothesis testing, namely the T test and path analysis (Path analysis). The results of SPSS in this study are that electronic word of mouth variables have an effect on customer satisfaction, electronic word of mouth variables have no effect on customer loyalty, customer satisfaction variables have an effect on customer loyalty, Customer Satisfaction Variables mediate the effect of E-WOM on customer loyalty.
Keywords: Electronic Word Of Mouth, Customer Loyalty, Satisfaction Customers
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Electronic Word Of Mouth Terhadap Loyalitas Pelanggan Dengan Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pada Tour And Travel Baba Alfatih). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan bantuan SPSS versi 25.00.yang dikumpulkan dari hasil penyebaran kuisioner kepada pelanggan Tour And Travel Baba Alfatih sebanyak 90 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji instrumen yaitu uji validitas dan reliabilitas. Uji asumsi klasik yaitu uji normalitas , uji multikolonearitas, uji heteroskedasitas, analisis regresi linier berganda, analisis koefisien determinasi (R2), uji hipotesis yaitu uji T dan analisis jalur (Path analysis). Hasil dari SPSS dalam penelitian ini yaitu variabel electronic word of mouth bepengaruh terhadap kepuasan pelanggan, variabel electronic word of mouth tidak berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan, Variabel kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan, Variabel Kepuasan Costumer memediasi pengaruh Electronic Word Of Mouth terhadap loyalitas pelanggan.
Kata Kunci: Electronic Word Of Mouth, Loyalitas Pelanggan, Kepuasan Pelanggan
Abstract:Abstract: This study employed a quantitative descriptive and causal research approach to examine the effects of workload, job training, and work life balance on employee performance at the Asahan District Prosecutor's Office.…
fice. The study involved a population of 77 employees, all of whom were selected as research respondents using the saturated sampling technique. Primary data were collected through questionnaires, while secondary data were obtained from literature reviews and documentation. The variables were measured using a Likert scale and analyzed through validity and reliability tests, classical assumption tests (normality, multicollinearity, and heteroscedasticity), multiple linear regression analysis, t-test, F-test, and the coefficient of determination (R²). The findings indicate that workload has a negative and significant effect on employee performance, while job training and work life balance have positive and significant effects on employee performance at the Asahan District Prosecutor's Office. Furthermore, the simultaneous test demonstrates that workload, job training, and work life balance collectively have a significant effect on employee performance.
Keyword: Workload, Job Training, Work Life Balance, Employee Performance
Abstrak: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kausal untuk menganalisis pengaruh beban kerja, pelatihan kerja, dan work life balance terhadap kinerja pegawai di Kejaksaan Negeri Asahan. Penelitian dilaksanakan dengan populasi sebanyak 77 pegawai, di mana seluruh anggota populasi dijadikan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner serta data sekunder yang berasal dari studi pustaksa dan dokumentasi. Pengukuran variabel menggunakan skala Likert, kemudian dianalisis dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan regresi linear berganda, uji t untuk mengetahui pengaruh parsial, uji F untuk mengetahui pengaruh simultan, serta koefisien determinasi (R²) untuk mengukur besarnya kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan pelatihan kerja dan work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kejaksaan Negeri Asahan. Selain itu, hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa beban kerja, pelatihan kerja, dan work life balance secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawa.
Kata kunci: Beban Kerja, Pelatihan Kerja, Work Life Balance, Kinerja Pegawai