Abstract:Massive digital transformation has reshaped patterns of interaction, modes of thinking, and the spiritual construction of the millennial generation, thereby creating serious challenges for the church in nurturing a mature,…
e, authentic, and contextually relevant Christian faith. The abundance of information, instant culture, and growing skepticism toward religious institutions raise a critical research problem concerning how to formulate effective strategies to develop a theologically sound understanding of faith that is also adaptive to digital culture. This study aims to construct a strategic approach that bridges faith tradition and digital dynamics through a qualitative-reflective method based on recent theological literature and critical observation of digital ministry practices. The analysis identifies four primary strategies: contextual proclamation of faith, optimization of digital platforms as spaces for testimony and education, formation of supportive online communities, and strengthening digital and theological literacy among church leaders. The findings indicate that millennials possess a deep spiritual longing but seek integrity, open dialogue, and practical relevance of faith in daily life. The study concludes that a paradigmatic transformation of church ministry is necessary by positioning digital space as a participatory and dialogical locus of spiritual formation, while the novelty of this research lies in the systematic integration of theological reflection and contextual digital pastoral strategies as an adaptive ministry model for the millennial generation in the era of technological disruption.
Abstract:The cultural transformation resulting from secularization, digitalization, and a crisis of values in the modern era has posed serious challenges to the resilience of Christian marriages. The relationship between husband…
and wife is threatened not only by external issues but also by a lack of deep understanding of marital spirituality in the light of Christian faith. This study aims to examine marital counseling from pastoral and biblical perspectives as a theologically integrative approach to Christian family formation. The focus of the study is directed toward identifying the absence of a counseling model grounded in contextual theology and rooted in biblical foundations. The methodology employed is a literature review with a critical analysis of pastoral theology sources, biblical studies, and contemporary counseling practices published between 2015 and 2025. The findings reveal that marital counseling, when grounded in pastoral and biblical frameworks, serves not only as a means of conflict resolution but also as a channel for reconciliation, faith development, and relational restoration based on God's grace. The novelty of this study lies in its formulation of a marital counseling approach that contextually integrates transformative pastoral principles and biblical theological narratives. Theoretically, this research expands the horizon of pastoral family theology in the digital-modern context, while practically, it provides a pastoral framework for churches to facilitate the restoration and formation of Christian households. Thus, pastoral-biblical-based marital counseling can play a strategic role in building a resilient and theocentric marital spirituality.
Abstract:This study aims to analyze the role of post-marital counseling as a pastoral strategy in addressing marital conflicts during the first five years of marriage among congregants of the Bethel Church of Indonesia (Gereja Bethel…
thel Indonesia) Musi Palem Indah, Palembang. The first five years of marriage represent a critical period prone to various issues, such as personality differences, poor communication patterns, financial problems, spiritual crises, and the influence of secular culture. Although the church has implemented a premarital counseling program, data indicate instances of divorce among young married couples due to a lack of continuous guidance. This research employs a qualitative descriptive method using observation, semi-structured interviews, and questionnaires distributed to 25 couples who were married between 2020 and 2025. Data analysis was conducted through the stages of reduction, data presentation, and conclusion drawing, validated through source triangulation. The findings reveal that the majority of respondents (70–80%) acknowledged that post-marital counseling plays a significant role in resolving household conflicts, fostering healthy communication, and strengthening family spirituality. The key finding of this study is the effectiveness of the MUSI-based pastoral counseling model (Problem, Effort, Goal, Intervention), which is systematic, contextual, and spiritually integrative according to the needs of the local congregation. The study recommends that the church develop post-marital counseling programs as an integral part of pastoral family ministry in a preventive, structured, and continuous manner to strengthen Christian family resilience from the early stages of marriage.
Abstract:Marital relationships do not always run smoothly and harmoniously, some problems can occur when married, one of which is about differences of opinion with in-laws. This study was conducted with the aim of determining the…
effect of self-acceptance on self-adjustment in wives who live with in-laws in village X, Gresik Regency. The sampling technique used purposive sampling technique, with the research sample being 46 wives who live with the husband's parents' family with a marriage age of less than ten years. The measuring instruments used were the Self-Adjustment Scale and the USAQ Self-Acceptance Scale (Unconditional Self-Acceptance Questionnaire). The data analysis used was simple regression analysis. The results of the data analysis showed the effect of the self-acceptance variable on the self-adjustment variable of 33.4%. This study showed that the subject had self-acceptance with self-adjustment in the moderate category, meaning that the lower the self-acceptance, the lower the self-adjustment in the daughter-in-law. Likewise, the higher the self-acceptance, the higher the self-adjustment in the daughter-in-law.
Abstract:Lingkungan berperan penting bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, namun permasalahan sampah masih menjadi tantangan di Desa Sama Subur akibat keterbatasan fasilitas dan rendahnya kesadaran masyarakat. Pengelolaan…
sampah yang buruk dapat memicu pencemaran serta berbagai penyakit menular. Salah satu upaya yang dilakukan adalah gotong royong “Jumat Bersih” sebagai bentuk partisipasi dan solidaritas sosial. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga minggu melalui tahap perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang melibatkan masyarakat serta aparat desa. Data diperoleh dari jumlah Kepala Keluarga (KK) yang berpartisipasi dibandingkan dengan total KK, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan partisipasi stabil pada angka 48,89% dengan perbaikan kondisi lingkungan, ditandai berkurangnya sampah di sekitar jalan dan pemukiman. Temuan ini menegaskan bahwa gotong royong berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan masyarakat pedesaan.
Abstract:Program Accarita merupakan inisiatif intervensi psikososial yang dirancang untuk memberikan ruang berbagi bagi warga binaan di Lapas Takalar Kelas IIB Takalar. Program ini bertujuan untuk menyediakan dukungan emosional dan…
an mendorong proses refleksi diri melalui pendekatan yang santai namun terstruktur. Kegiatan dilakukan dalam lima tahap: building rapport, sesi berbagi, sesi refleksi, sesi eksplorasi, dan sesi afirmasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta merasa lebih lega, diterima, dan mampu mengelola tekanan emosional setelah mengikuti sesi Accarita. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat identitas positif serta menumbuhkan harapan hidup yang lebih baik. Dengan demikian, Accarita berpotensi menjadi program pendampingan psikososial yang berkelanjutan dalam sistem pemasyarakatan.
Abstract:Program Desa Ukhuwah Berdaya (DUB) adalah inisiatif pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, psikologis, dan spiritual warga Desa Patanyamang, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros. Program…
ram ini melibatkan berbagai kegiatan edukatif dan keagamaan, seperti pelatihan dukungan psikologis awal untuk guru, pelatihan mendongeng untuk guru TK/SD, serta lomba-lomba Islami untuk anak-anak dan ibu-ibu. Melalui pendekatan yang integratif, DUB berfokus pada pemberdayaan individu dan penguatan solidaritas sosial dalam komunitas. Pelatihan Dukungan Psikologis Awal bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam memberikan dukungan psikologis awal kepada siswa, sementara pelatihan mendongeng bertujuan untuk meningkatkan kreativitas guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang lebih menarik dan edukatif. Evaluasi kegiatan menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan keterlibatan warga dalam aktivitas kolektif serta terbangunnya rasa kebersamaan antaranggota komunitas. Guru-guru mulai mengimplementasikan teknik mendongeng dalam pembelajaran dan memberikan dukungan emosional yang lebih empatik kepada siswa. Selain itu, kegiatan lomba Islami berhasil menggalang partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat dan menumbuhkan semangat gotong royong. Program ini juga memperlihatkan peran penting mahasiswa magang dalam menjembatani komunikasi dan kolaborasi antara institusi, organisasi, dan warga desa. Secara keseluruhan, program DUB berperan dalam menciptakan komunitas yang lebih harmonis, peduli, dan berdaya, serta menyediakan model pemberdayaan sosial yang berkelanjutan berbasis pada pendidikan dan pembinaan karakter.
Abstract:Mempelajari Al-Qur'an berarti bahwa seseorang dapat memberikan bimbingan moral yang baik bagi Manusia, pengajaran dan pembelajaran yang ditujukan kepada masyarakat umum, bimbingan yang bermoral baik, bahkan jika pengajaran…
an dan pembelajaran ditujukan pada masyarakat umum. Apabila kajian belajar Al - Qur'an dilakukan secara efektif dan berkesinambungan, dari masyarakat luas pun akan mampu memahami Al-Qur'an. Al-Qur'an dilaksanakan secara efektif dan berkesinambungan, umum pun dapat memahami Al - Qur'an dan. Peningkatan kesadaran Masyarakat merupakan bentuk dari pengadaan kegiatan Khotmil Qur'an dan tausiyah keagamaan. Menghatamkan Al-Qur'an di Desa Tambak dan Tampunag bertujuan untuk mengarahkan mereka pada keyakinan bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah Tuhannya dan Al-Qur'an merupakan kalamnya, agar Ruh Al Qur'an dapat tertanam dalam jiwa mereka, untuk menyeleksi masyarakat di wilayah desa tambak dan tampung, pengabdian kepada masyarakat terlebih dahulu harus dilaksanakan melalui serangkaian proses yang melibatkan koordinasi dengan aparat setempat. Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (ABCD) adalah teknik yang digunakan dalam layanan yang diberikan dengan mengutamakan masyarakat di Desa Tambak dan Tampung, Kecamatan Lekok, dalam memanfaatkan aset dan potensi yang dimiliki. Aksi ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memerlukan solidaritas yang lebih besar, meski masih banyak masyarakat yang kurang disiplin pada momen-momen tertentu, seperti ketika mereka datang terlambat.
Abstract:Cymbopogon citratus, biasa disebut serai, adalah tanaman aromatik yang sangat serbaguna yang terkenal dengan sifat terapeutik dan kegunaannya yang luas. Aplikasi ini mencakup minyak pijat, aromaterapi, pengusir serangga,…
penyegar udara, parfum, kosmetik, dan bahkan tujuan pengobatan. Tanaman serai merupakan salah satu spesies tumbuhan yang mampu mensintesis minyak atsiri. Di Indonesia, pemanfaatan tanaman serai (Cymbopogon citratus) sebagian besar terfokus pada penerapannya sebagai bahan penyedap makanan. Namun, terdapat potensi besar yang belum dimanfaatkan untuk pengembangan minyak atsiri berkualitas tinggi yang berasal dari tanaman ini. Minyak atsiri biasa disebut demikian karena komposisinya yang mencakup esensi dasar dari masing-masing tanaman. Pemanfaatan minyak atsiri lazim dalam produksi sabun bath bomb. Sabun bath bomb telah mengalami lonjakan popularitas yang signifikan karena digabungkan sebagai pelengkap ritual mandi yang menyenangkan, menawarkan pengalaman sensorik multi-segi yang ditandai dengan produksi busa, warna cerah, dan aroma harum yang menyenangkan. Penyuluhan produksi minyak serai dilakukan pada demografi masyarakat di Palangka Raya yang berada pada rentang usia produktif, khususnya pelajar. Sesi pelatihan meliputi pemberian panduan produksi minyak serai melalui metodologi yang lugas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil dilaksanakan dan mendapat sambutan baik dari kalangan mahasiswa.
Abstract:The KKN program as a model of Community Service can be directed at efforts to build community capacity to be more advanced, independent and highly competitive. In accordance with the potential of Bumi Asih Village, Palas…
South Lampung District, KKN is intervened through Entrepreneurship Training for Management and Members of Karang Taruna. The training will motivate Karang Taruna members to continue to innovate and adapt to market conditions, dare to try new products, maximize services and expand markets to face competition and create new, more creative markets. Karang Taruna as a youth organization has a strategic role in developing villages. Karang Taruna Bumi Asih Village is committed to improving youth welfare through Entrepreneurship training to provide various skills and knowledge to spur innovative and inspiring creativity. The method applied is the ABCD (Assets Base Community Development) Pattern with stages; Discovery, Dreams, Design, and Destiny. With the ABCD pattern, youth organizations are directed to be able to recognize and identify social problems that occur, understand, formulate and implement appropriate resolution techniques. With training, Karang Taruna administrators and members will have a strong organizational foundation, be visionary, and have integrity in directing a better life in society. Karang Taruna's real actions can direct the lives of the younger generation in a way that can reduce the unemployment rate in Bumi Asih Village.
Keywords: entrepreneurship; karang taruna, and youth independence.
Abstrak: Program KKN sebagai model Pengabdian kepaad Masyarakat, dapat diarahkan pada upaya membangun kapasitas masyarakat agar lebih maju, mandiri dan berdayasaing tinggi. Sesuai potensi Desa Bumi Asih Kecamatan Palas Lampung Selatan, KKN diintervensikan melalui Pelatihan Kewirausahaan bagi Pengurus dan Anggota Karang Taruna. Pelatihan akan memotivasi anggota Karang Taruna untuk terus melakukan inovasi dan penyesuaian dengan kondisi pasar, berani mencoba produk baru, memaksimalkan layanan dan memperluas pasar guna menghadapi persaingan serta menciptakan pasar baru yang lebih kreatif. Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam membangun Desa. Karang Taruna Desa Bumi Asih berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan pemuda melalui pelatihan Kewirausahaan guna membekali berbagai keterampilan dan pengetahuan guna memacu kreatifitas yang inovatif dan inspiratif. Metode yang diterapkan adalah Pola ABCD (Assets Base Community Development) dengan tahapan; Discovery, Dreams, Design, dan Destiny. Dengan pola ABCD, karang taruna diarahkan agar mampu menemukenali serta mengidentifikasi permasalahan sosial yang terjadi, memahami, merumuskan dan mengimplementasikan teknik penyelesaiannya secara tepat. Dengan Pelatihan, pengurus dan anggota Karang Taruna akan memiliki dasar organisasi yang kuat, visioner, dan memiliki integritas dalam mengarahkan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Aksi nyata Karang Taruna dapat mengarahkan kehidupan generasi muda secara sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di Desa Bumi Asih.
Kata Kunci: kewirausahaan; karang taruna, dan kemandirian pemuda.