Search Articles & Publications

Showing 51 articles found for "Besi"

Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembangunan Gapura Berbasis Material Lokal di Desa Rakut Besi

Dasrizal, Mei Brilian Harefa, Jimmi Roy Tampubolon, Bahagia Pasaribu, Siti Isnaini
Abstract: Pembangunan fasilitas desa tidak hanya berkaitan dengan penyediaan infrastruktur fisik, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat… yarakat Desa Rakut Besi Kecamatan Silimahuta dalam pembangunan gapura desa melalui pendekatan partisipatif, pendampingan arsitektur, dan pemanfaatan material lokal. Metode pelaksanaan dilakukan melalui observasi lokasi, diskusi bersama masyarakat, penyusunan desain sederhana, persiapan bahan, pembangunan secara gotong royong, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembangunan gapura tidak hanya menghasilkan fasilitas fisik sebagai penanda wilayah, tetapi juga memperkuat identitas desa, rasa memiliki, dan kerja sama masyarakat. Pendekatan partisipatif menjadikan masyarakat terlibat dalam proses perencanaan hingga pemeliharaan fasilitas sehingga hasil pembangunan memiliki keberlanjutan.

Hubungan Kepatuhan Konsumsi Zat Besi (Fe) Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Di Sekolah Smas Bina Bhakti Kronjo

Dede Nurmah, Achmad Lutfbis, Adi Dwi Susanto
Abstract: Pendahuluan: Anemia merupakan kondisi yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah sehingga mengganggu kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Prevalensi anemia masih tinggi secara global&#8230; al maupun nasional, terutama pada remaja yang rentan akibat peningkatan kebutuhan zat besi dan kehilangan darah selama menstruasi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan konsumsi zat besi (Fe) dengan kejadian anemia pada remaja. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif deskriptif korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Sampel: Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik non-probabilitas dengan pendekatan purposive sampling. Sampel berjumlah 116 responden. Analisa Data: Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil sebagian besar responden memiliki kepatuhan mengonsumsi zat besi dan anemia normal sebesar 41 responden (53,2%). Hasil Uji Chi Square didapatkan nilai signifikan sebesar 0,004<0,05, maka dinyatakan Ho ditolak, dapat diartikan adanya hubungan kepatuhan konsumsi zat besi (Fe) dengan kejadian anemia pada remaja di sekolah SMAS bina bhakti kronjo.    

PENGARUH DESA WISATA DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT LOKAL DI DESA WISATA PANDAI BESI MEKARMAJU KABUPATEN BANDUNGh

Wentri Merdiani, Arip Adnan Kurniawan
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desa wisata dan partisipasi masyarakat terhadap peningkatan pendapatan masyarakat lokal di Desa Wisata Pandai Besi Mekarmaju, Kabupaten Bandung. Indonesia, sebagai negara&#8230; ara kepulauan, memiliki potensi pariwisata yang besar, dan desa wisata menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan perekonomian lokal. Desa Mekarmaju yang terkenal dengan kerajinan logamnya, menunjukkan potensi yang signifikan namun belum sepenuhnya tergarap. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 261 responden masyarakat lokal. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan verifikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa wisata memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, dengan nilai skor indeks sebesar 69,5% yang menunjukkan kategori “Baik”. Partisipasi masyarakat juga berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan, di mana keterlibatan warga dalam aktivitas wisata mendorong stabilitas usaha dan tambahan pendapatan. Hasil menunjukkan bahwa desa wisata dan partisipasi masyarakat secara simultan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat lokal, dengan nilai F hitung sebesar 119,418 dan signifikansi 0,000. Partisipasi masyarakat memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan variabel desa wisata, dengan nilai koefisien regresi masing-masing sebesar 0,666 dan 0,160. Nilai R² sebesar 0,507 menunjukkan bahwa 50,7% variasi pendapatan dijelaskan oleh dua variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata harus dilakukan secara partisipatif agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan.

SIPAKATAU: SINERGI PANGAN LOKAL DAN AKTIVITAS FISIK UNTUK MENCEGAH PENYAKIT TIDAK MENULAR

Asikin, Hijrah, Sirajuddin, Ihsan, Fitriah
Abstract: Non-communicable diseases (NCDs) remain a major health problem in Biringkanaya District, Makassar City, with high rates of obesity, hypertension, high cholesterol, and metabolic disorders. These problems are influenced by&#8230; y an unbalanced diet, low consumption of local foods, and a lack of physical activity. The SIPAKATAU (Synergy of Local Food and Physical Activity) programme was designed to address these issues through nutritional education, my plate demonstrations, physical activity, and the use of locally sourced, easily accessible food to the community. The activities were carried out over a month in Paccerakkang and Berua villages, involving 24 participants, health cadres, and the Paccerakkang community health centre. The intervention included pre-tests, interactive education, hands-on practice, physical activity monitoring, and health checks before and after the activities. The results showed an increase in knowledge from 50% to 75% in the good category, increased implementation of My Plate, and 75% of participants had sufficient physical activity. Health indicators showed improvement, particularly in cholesterol (normal levels increased from 1 to 7 individuals) and uric acid (100% normal). Blood sugar levels showed improvement, while blood pressure and nutritional status required longer-term intervention. The SIPAKATAU programme proved effective in improving community nutrition and health behaviours and is recommended as a model for community-based NCD prevention.

INTEGRASI ISLAM DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

Lisa Amelia, Kadar M. Yusuf
Abstract: Ilmu kimia merupakan salah satu kontribusi penting yang diwariskan oleh para ilmuwan Muslim pada masa keemasan peradaban Islam, yang diakui oleh sejarawan Barat sebagai dasar bagi perkembangan ilmu kimia modern. Jabir Ibnu&#8230; nu Hayyan, yang dikenal sebagai "Bapak Kimia Modern," dan tokoh lainnya seperti Al-Razi telah memberikan sumbangan signifikan dalam pengembangan teknik dan penemuan senyawa kimia penting. Al- Qur'an juga memberikan pandangan mengenai ilmu kimia, dengan penjelasan tentang unsur-unsur seperti besi dan konsep atom yang disebut "zarrah." Untuk memahami hubungan antara ilmu kimia dan Islam, serta untuk mengintegrasikan pengetahuan sains dengan nilai-nilai agama. Integrasi dalam pembelajaran kimia merupakan pendekatan pembelajaran yang mengaitkan konsep-konsep kimia dengan disiplin ilmu lain serta dengan konteks kehidupan sehari-hari guna menciptakan pembelajaran yang bermakna dan relevan. Pembelajaran kimia yang disajikan secara terpisah dan berorientasi pada hafalan konsep sering kali menyebabkan rendahnya pemahaman, motivasi, dan keterampilan berpikir peserta didik. Oleh karena itu, penerapan integrasi pembelajaran kimia menjadi penting untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji pentingnya integrasi dalam pembelajaran kimia serta perannya dalam meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan sikap ilmiah peserta didik.Tujuan artikel ini untuk mengembangkan model integrasi antara kimia dan islam untuk mendapatkan materi kimia terintegrasi keislaman. Materi kimia terintegrasi keislaman memperkaya khasanah keilmuan yang berkembang di lingkungan masyarakat pendidikan islam.

RECLAMATION OF FORMER COAL MINING LAND AT THE NORTHERN PIT OF CV. SEMOGA SURYA SENTOSA, SELUANG RIVER, SAMBOJA, EAST KALIMANTAN

Yustina Hong Lawing, Merdi Handayani
Abstract: The rehabilitation of post-mining land with low nutrient content is carried out using chemical and organic materials. To improve soil fertility, the application of fertilizers is required. Soil fertility is crucial as a&#8230; medium for plant growth to enable replanting. Once the planting medium is available, it is then cultivated with plants suitable for the land conditions. The methodology of this study involved observing land conditions by examining soil structure, texture, and pH in the research area. The results showed that the soil texture belongs to the sandy clay loam or clay loam class, with a soil pH of 3.72. Soil improvement was carried out by applying dolomite lime at 100 grams per planting hole, requiring a total of 66.7 kilograms. Goat manure was applied at 2 kilograms per planting hole, with a total requirement of 133.4 kilograms for 667 trees. The tree species planted were Sengon (Paraserianthes falcataria) and Trembesi (Samanea saman).

ENHANCING STUDENTS’ MASTERY OF THE FOUR ENGLISH SKILLS THROUGH THE DRILL METHOD AT LKP YHSUA TRAINING INSTITUTE FOR SELF-DEVELOPMENT

Halitopo, Manase, Kogoya , Napius, Maitimu , Laura Sansa
Abstract: The international language nowadays is English. To make learning more enjoyable and fun for students, the right approach is required. The researcher aims to explain the drilling method to enhance the students’ English skills.&#8230; skills. In this research, the researchers used a qualitative descriptive study as the research methodology. The study takes place at the LKP YHSUA Training Institute for Self-Development, involving 20 students. The data was collected through observation, interview, and documentation. The data analysis was done through data collection, reduction, display, and drawing conclusions. The results showed that the drilling method used became the suitable method that has a significant effect on the young learners’ mastery of the four English skills. In addition, the young learners can pronounce, read, write, and listen to the whole lessons and games given through the use of the drilling method combined with printed stories through learning process. Besides that, teaching and learning process becomes more fun. Overall, the drilling method has proven to be an effective approach for teaching the four English skills to students.

CORRELATION BETWEEN NEUTROPHIL LYMPHOCYTE RATIO AND LIPID PROFILE IN ADULT PATIENT WITH OBESITY IN PRODIA TANGERANG CLINICAL LABORATORY

Sari, Lia Dwi, Anak Agung Ayu Eka Cahyani, Ika Setya Purwanti
Abstract: Obesity is a condition of abnormal or excessive fat accumulation which can be a risk factor for dyslipidemia. Uncontrolled dyslipidemia can directly cause endothelial dysfunction by increasing the production of free radicals,&#8230; cals, causing Low Density Lipoprotein (LDL) oxidation and stimulating the release of inflammatory factors that can cause inflammation. Neutrophils and macrophages are the first leucocytes to appear in the early response to inflammation, so the neutrophil-lymphocyte ratio can be useful for evaluating the prognosis of inflammation as an early detector and as a marker of inflammation that can be detected simply and efficiently.  This study aims to determine the correlation between Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) and Lipid Profile in adult patients with obesity in Prodia Tangerang Clinical laboratory. This study is an analytical study with a cross-sectional approach and used purposive sampling technique. The research sample data was taken from secondary data from patient medical records. The p-value obtained using Rank Spearman correlation from the comparation of neutrophil-lymphocyte ratio with each lipid profile value is total cholesterol (p=0.003), LDL cholesterol (p=0.013), High Density Lipoprotein (HDL) cholesterol (p=0.375) and tryglicerides (p=0.316). This study found a relationship between the neutrophil-lymphocyte ratio with total cholesterol dan LDL cholesterol, but there was no relationship between the neutrophil-lymphocyte ratio with HDL cholesterol and tryglicerides in obese adult patient in Prodia Tangerang Clinical Laboratory.

WHEN WEIGHT DETERMINES CHILDBIRTH CHOICES: A DESCRIPTIVE STUDY OF OBESE PREGNANT WOMEN AT REGIONAL HOSPITAL DR. H. ABDUL MOELOEK OF LAMPUNG

Juwita Desri Ayu, Sugiarto
Abstract: Obesity in mothers is a major worldwide health issue that significantly raises the need for obstetric procedures, especially cesarean sections. Numerous difficulties for both mothers and newborns have been linked to elevated&#8230; ated pre-pregnancy and gestational body mass indexes (BMI). The purpose of this study is to characterize the distribution of delivery methods among pregnant women who are obese at Dr. H. Abdul Moeloek Regional Hospital in Lampung Province, Indonesia. Total sampling was used to perform a quantitative, descriptive retrospective analysis. 58 pregnant women with a BMI of 30 kg/m² or above who gave birth between 2017 and 2023 were included. SPSS version 27.0 was utilized for data analysis. Findings out of the 58 instances that could be analyzed, 69.0% of obese pregnant women gave delivery via cesarean section, 27.6% gave birth spontaneous vaginally, and 3.4% had a vacuum induction. The majority (31.0%) were between the ages of 35 and 39, and 77.6% were multiparous. The type of delivery was found to be strongly influenced by maternal age, parity, and obesity. Being obese greatly raises the risk of having a cesarean section, especially for older and multiparous women. Reducing needless cesarean rates and improving mother and newborn outcomes may be possible with early treatments such as lifestyle modification education, prenatal counseling, and BMI-based risk assessment.  

RELATIONSHIP OF BODY MASS INDEX WITH HbA1c MEASURES IN PATIENTS AT PRIMA MEDIKA DENPASAR HOSPITAL

S.A.N Diah Ratnasari Warassaty, Prasetya, Didik, Nyoman Sudarma
Abstract: The rising prevalence of obesity in Indonesia contributes to increased risk of metabolic diseases such as diabetes mellitus. Body Mass Index (BMI) is commonly used to assess nutritional status and may be correlated with&#8230; long-term blood glucose levels measured by Hemoglobin A1c (HbA1c). This study aimed to explore the relationship between BMI and HbA1c levels in patients at Prima Medika General Hospital, Denpasar. A cross-sectional analytic observational design was employed, involving 30 purposively selected respondents. BMI was calculated from weight and height measurements, while HbA1c levels were assessed using the immunoturbidimetric method. Results showed an even distribution of respondents in the normal and overweight BMI categories (each 46.5%), while 50% had HbA1c levels >8%. However, Pearson correlation analysis indicated no statistically significant relationship between BMI and HbA1c levels (p=0.982; r=-0.004). The study concludes that BMI does not have a linear correlation with HbA1c levels. Other factors such as type and duration of therapy, disease progression, and patient adherence may play a greater role in influencing glycemic control and should be further investigated.