Abstract:Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) keripik gadung di Desa Arjasa menghadapi tantangan serius dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam strategi…
tegi pemasaran digital melalui WhatsApp Business yang diterapkan oleh pelaku UMKM keripik gadung serta mengidentifikasi secara komprehensif faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus instrumental digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap lima UMKM keripik gadung di Desa Arjasa selama periode Maret hingga Mei 2026. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang diterapkan masih bersifat dasar dan belum terstruktur secara sistematis, dengan pemanfaatan fitur WhatsApp Business yang belum optimal. Hanya dua dari lima UMKM yang menggunakan WhatsApp Business, itupun dengan pemanfaatan fitur yang terbatas pada katalog produk. Faktor pendukung utama adalah kemudahan penggunaan aplikasi, biaya yang terjangkau, dan dukungan keluarga serta komunitas. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan literasi digital, kekhawatiran akan penipuan, kendala infrastruktur internet, dan rendahnya tingkat pendidikan formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik pelaku UMKM untuk mengoptimalkan penggunaan WhatsApp Business dalam meningkatkan daya saing UMKM keripik gadung.
Gadung chips Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Arjasa Village face serious challenges in utilizing digital technology for product marketing. This study aims to describe in depth the digital marketing strategies through WhatsApp Business implemented by gadung chips MSMEs and to comprehensively identify the supporting and inhibiting factors of its implementation. A qualitative approach with an instrumental case study type was used in this research. Data collection was conducted through in-depth interviews with 12 informants, participant observation, and documentation of five gadung chips MSMEs in Arjasa Village during the period March to May 2026. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the digital marketing strategies implemented were still basic and not systematically structured, with the utilization of WhatsApp Business features not yet optimal. Only two out of five MSMEs used WhatsApp Business, even then with limited utilization of features to product catalogs. The main supporting factors are the ease of use of the application, affordable costs, and support from family and community. Meanwhile, inhibiting factors include limited digital literacy, concerns about fraud, internet infrastructure constraints, and low levels of formal education. This study concludes that continuous assistance and training tailored to the capacity and characteristics of MSME actors are needed to optimize the use of WhatsApp Business in increasing the competitiveness of gadung chips MSMEs.
Abstract:Pasar modal merupakan industri berbasis kepercayaan (trust-based industry) yang idealnya mengedepankan prinsip transparansi dan keadilan publik. Namun, realitas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal tahun 2026 diwarnai oleh…
leh sanksi berat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap emiten PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) dan PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) akibat kesalahan material laporan keuangan dan transaksi abnormal. Berbeda dengan riset terdahulu yang mengkaji kecurangan pasar secara parsial, penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan praktik manajemen laba (earnings management), transaksi orang dalam (insider trading), dan manipulasi pasar (saham gorengan) sebagai satu kesatuan mata rantai kejahatan kerah putih (white-collar crime), sekaligus membedahnya melalui tinjauan etika bisnis normatif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini menerapkan teknik analisis konten (content analysis) dan studi literatur komparatif terhadap data sekunder rilis resmi regulator serta laporan keuangan emiten. Pisau analisis yang digunakan mencakup Fraud Diamond Theory, Teori Keagenan (Agency Theory), Asimetri Informasi, serta Paradigma Integritas Manusia Utuh. Hasil penelitian menunjukkan adanya sinkronisasi kecurangan yang terstruktur dari hulu ke hilir. Tahap hulu (the setup) diawali dengan rekayasa akuntansi melalui penyalahgunaan kapabilitas manajemen. Ketimpangan informasi di hulu kemudian dimanfaatkan di tengah jalan (the leak) untuk membocorkan informasi material kepada jaringan afiliasi, yang bermuara pada transaksi semu di hilir (the execution) guna menjebak psikologi investor ritel demi keuntungan egoistik sepihak. Dari tinjauan etika utilitarianisme dan deontologi Immanuel Kant, mata rantai kejahatan finansial ini dinilai cacat moral secara mutlak karena mencederai kewajiban moral kejujuran (duty of honesty) dan mengeksploitasi investor publik semata-mata sebagai alat komersial (means to an end). Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan sistem deteksi dini terintegrasi oleh regulator untuk memutus rantai kecurangan finansial di bursa nasional, Indonesia terutama ketika penerapannya masih bersifat formalitas dan belum didukung oleh budaya organisasi yang berintegritas. Perbedaan hasil juga dipengaruhi oleh sektor industri dan tingkat kematangan tata kelola masing-masing organisasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada perbandingan lintas sektor dan metode yang memperlihatkan bahwa efektivitas GCG dan audit internal sangat bergantung pada komitmen nyata dari manajemen serta internalisasi nilai-nilai etis dalam organisasi. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar mengkaji variabel moderasi seperti budaya organisasi dan komitmen manajemen, serta memperluas cakupan sektor penelitian agar hasilnya lebih representatif.
Abstract: Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas dan relevan bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan…
ikan pengaruh partisipasi mahasiswa dalam program MBKM terhadap tingkat kesiapan kerja mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada 24 mahasiswa Universitas Riau yang telah mengikuti kegiatan MBKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi mahasiswa berada pada kategori tinggi, ditandai dengan keterlibatan aktif, kontribusi terhadap ide dan solusi, serta komunikasi efektif dengan dosen pembimbing dan mentor lapangan dengan persentase 60–80%. Pada aspek kesiapan kerja, sebagian besar indikator juga berada pada kategori tinggi, terutama kemampuan bekerjasama, beradaptasi, dan menghadapi tekanan, meskipun beberapa indikator seperti pengelolaan waktu dan sikap profesional memperoleh persentase lebih rendah (60%). Temuan ini menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam program MBKM berkontribusi positif terhadap peningkatan kesiapan kerja, sehingga optimalisasi pendampingan dan fasilitasi diperlukan untuk memaksimalkan perkembangan kompetensi mahasiswa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kerja sama siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) melalui penerapan strategi pembelajaran kooperatif. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan…
ndakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI di salah satu UPT SD Negeri Baturetno 1.Pada siklus I, penerapan strategi pembelajaran kooperatif belum optimal karena siswa masih kurang aktif dalam berinteraksi dan bekerja sama. Hasil observasi menunjukkan bahwa hanya sekitar 60% siswa yang menunjukkan keterampilan kerja sama yang baik. Oleh karena itu, pada siklus II, strategi diperbaiki dengan memberikan peran yang lebih jelas dalam kelompok serta bimbingan lebih intensif dari guru. Hasil pada siklus kedua menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 95% siswa menunjukkan keterampilan kerja sama yang lebih baik, seperti aktif berdiskusi, saling membantu, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas kelompok.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran kooperatif efektif dalam meningkatkan keterampilan kerja sama siswa dalam pembelajaran PKn. Pendidik disarankan untuk mengoptimalkan strategi ini dengan pengelolaan kelompok yang baik agar hasilnya lebih maksimal.
Abstract:Kemajuan teknologi computer yang sangat pesat menuntut setiap individu untuk memiliki kemampuan adaptasi serta penguasaan terhadap ketermpilan dasar pengoperasian perangkat lunak, khususnya aplikasi pengolah kata seperti…
Microsoft word. Namun, di SMKN 1 Arjasa, keterampilan tersebut masing tergolong rendah karena belum adanya mata pelajaran khusus yang membahas penggunaan Microsoft word secara mendalam. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah yang berbasis penulisan. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam menggunakan Microsoft word sebagai bekal dalam mengerjakan tugas akademik serta persiapan menghadapi tuntutan dunia kerja. Metode pelatihan yang diterapkan adalah praktik langsung dengan pendekatan bertahap, dimulai dari pengenalan dasar hingga penguasaan fitur lanjutan seperti pengaturan margin, tata letak teks, dan pembuatan table.
Abstract:Perkembangan e-commerce di era digital telah membawa perubahan signifikan pada berbagai sektor industri, terutama pada industri jasa transportasi dan logistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perkembangan…
gan e-commerce terhadap operasional dan model bisnis industri jasa transportasi dan logistik. Dengan menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa perkembangan e-commerce mendorong peningkatan permintaan layanan pengiriman barang yang cepat dan efisien, mendorong transformasi digital dalam proses logistik, serta memperkenalkan model bisnis baru dalam transportasi. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan regulasi yang belum sepenuhnya mendukung masih menjadi hambatan utama. Artikel ini memberikan rekomendasi bagi pelaku industri untuk mengadopsi teknologi digital guna tetap bersaing di pasar global yang semakin berkembang.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh PT Rajawali Berdikari Indonesia serta merumuskan strategi pemasaran yang sebaiknya diterapkan dalam upaya meningkatkan daya saing perusahaan…
haan jasa outsourcing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap dokumen perusahaan, company profile, media promosi, website, media sosial, serta materi internal yang berkaitan dengan aktivitas pemasaran. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, pengkodean, kategorisasi, interpretasi, serta analisis strategis menggunakan STP, Marketing Mix 7P, SWOT, IFAS, dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran PT Rajawali Berdikari Indonesia diterapkan melalui segmentasi pasar berdasarkan jenis industri, wilayah layanan, kebutuhan tenaga kerja, dan karakter organisasi klien. Target utama perusahaan meliputi sektor financial services, e-commerce, teknologi digital, logistik, serta industri yang membutuhkan pengelolaan sumber daya manusia dalam jumlah besar. Positioning yang dibangun perusahaan menekankan citra sebagai perusahaan outsourcing yang profesional, terpercaya, responsif, patuh regulasi, fleksibel, dan berkualitas. Hasil analisis IFAS menunjukkan total skor strength sebesar 3,75 dan total skor weakness sebesar 1,85. Hasil analisis EFAS menunjukkan total skor opportunity sebesar 3,60 dan total skor threat sebesar 1,60. Berdasarkan koordinat SWOT, perusahaan berada pada Kuadran I, yaitu posisi growth-oriented strategy. Strategi yang direkomendasikan adalah pertumbuhan agresif tetapi terukur melalui penguatan positioning, digital marketing terintegrasi, account-based marketing, referral, networking, testimoni digital, serta diferensiasi layanan berbasis people plus technology.
Abstract:Kota Bandung merupakan kota wisata yang mendatangkan banyak wisatawan setiap tahunnya dan menjadi wilayah yang paling banyak menggunakan mobil diantara provinsi Jawa Barat lainnya sebagai transportasi darat sejumlah 372.806…
806 unit mobil. CV Bastian Rental memanfaatkan peluang ini untuk menawarkan jasa rental mobil. Dengan adanya hal ini, Bastian Rental Mobil harus mampu untuk bersaing melalui bauran pemasaran Kualitas Produk dan Kualitas Pelayanan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kualitas produk dan kualitas pelayanan yang memengaruhi keputusan penggunaan jasa rental mobil pada CV Bastian Rental. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan secara deskriptif dan verifikatif, sehingga menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form, dengan menggunakan skala penilaian yaitu skala likert. Populasi yang digunakan sebanyak 6.847 konsumen yang pernah menyewa mobil di Bastian Rental. Teknik sampling menggunakan rumus slovin dengan memperoleh sampel sebesar 100 orang dan dilakukan cluster (pengelompokan) sampel dengan teknik cluster random sampling. Uji data yang dilakukan adalah uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas, uji analysis path (jalur) dan uji hipotesis dengan menggunakan bantuan aplikasi pengolah data, yaitu SPSS versi 25.
Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang sangat kuat dan positif anatara variabel kualitas produk dan kualitas pelayanan, lalu kualitas produk dan kualitas pelayanan berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap keputusan penggunaan jasa rental mobil di CV Bastian Rental.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Customer Relationship Management (CRM) dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan loyalitas pelanggan di Tokoweb.co, sebuah perusahaan digital yang menyediakan jasa…
pembuatan website dan layanan digital lainnya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari satu staf CRM Tokoweb.co dan satu klien yang telah menggunakan layanan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CRM di Tokoweb.co diimplementasikan melalui komunikasi intensif menggunakan WhatsApp Business, personalisasi layanan, dan tindak lanjut berkala kepada klien. Strategi pelayanan yang diterapkan berfokus pada kecepatan, ketepatan, dan keramahan. Tokoweb.co juga menerapkan bauran pemasaran 4C (Consumer, Cost, Convenience, Communication) untuk memperkuat hubungan dengan klien. Temuan ini memperlihatkan bahwa CRM tidak hanya berperan dalam menjaga hubungan pelanggan, tetapi juga mampu meningkatkan kepuasan dan loyalitas klien secara signifikan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi CRM di sektor jasa digital dan menjadi rujukan bagi perusahaan lain dalam mengoptimalkan layanan pelanggan.
Abstract:Permasalahan bahwa belum efektifnya pelaksanaan pembinaan dalam peningkatan kompetensi guru PAI disebabkan oleh karena kurang oftimalnya perencanaan, pelaksanaan, penilaian/evaluasi dan hasil manajemen Kepala Madrasah sehingga…
hingga berdampak pada mutu pembelajaran khususnya pada mata pelajaran PAI pada madrasah tsanawiyah. Sebuah lembaga pendidikan seharusnya mempunyai sistem yang baik ditandai dengan lembaga tersebut mempunyai tujuan yang jelas, perencanaan yang matang, koordinasi yang teratur, pimpinan yang profesional, kooperatif dan pengawasan serta evaluasi kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, penilaian/evaluasi, hasil dan faktor pendukung dan penghambat manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) perencanaan manajemen Kepala Madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI dilakukan dengan melakukan identifikasi permasalahan yang berkaitan dengan kompetensi guru-guru PAI tersebut, berkoordinasi dengan pengawas dan menyiapkan rancangan program pembinaan kompetensi guru PAI, 2) pelaksanaan manajemen Kepala Madrasah pada peningkatan kompetensi guru PAI dilakukan melalui workshop, seminar, MGMP, IHT, Diklat dan Supervisi serta melaksanakan pengamatan mengenai aspek-aspek pengelolaan dan administrasi guru PAI yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran yang efektif, 3) penilaian/evaluasi manajemen Kepala Madrasah pada peningkatan kompetensi guru PAI dilakukan terhadap komitmen guru PAI terhadap pelaksanaan pekerjaan, proses dan kinerja yang dicapai oleh guru PAI, 4) Hasil manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI adanya kerjasama yang sinergis dan harmonis antara Kepala Madrasah dengan para guru PAI dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran serta dapat memunculkan madrasah yang cukup berprestasi, 5) faktor pendukung dan penghambat manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI antara lain ; sarana dan prasarana yang sudah memadai dan guru-guru PAI yang mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya dan bersertifikasi. Adapaun faktor penghambatnya antara lain ; masih ada beberapa orang guru yang masih kurang memahami kurikulum tiga belas, visi misi dan program madrasah, kurang dalam kemampuan pengelolaan proses pembelajaran peserta didik di kelas.