Search Articles & Publications

Showing 239 articles found for "Jasa"

INOVASI PEMBUATAN PAKET WISATA BUDAYA DI DESA SEMBALUN KECAMATAN SEMBALUN LOMBOK TIMUR

Ratmaja, Lalu, Pattaray , Anas
Abstract: Pariwisata merupakan sektor industri yang didukung oleh beragam sumber daya alam, letak geografis, spesies hewan, biota laut, budaya, adat istiadat, dan masakan yang berbeda-beda sehingga meningkatkan daya tarik wisata.… Salah satu tempat wisata di Indonesia yang saat ini berkembang dan populer serta menarik perhatian pemerintah dan masyarakat adalah desa wisata. Desa wisata merupakan suatu tempat yang mempunyai daya tarik tersendiri dan dapat dijadikan tujuan wisata. Paket wisata (inclusive tour) adalah perjalanan wisata dengan beberapa tujuan, yang terdiri dari berbagai jasa perjalanan dalam suatu perjalanan wisata tertentu, dijual dengan satu harga yang mencakup seluruh komponen perjalanan wisata tersebut, diartikan sebagai sesuatu yang dilakukan (Nuriata (2014). Banyak paket perjalanan kini dirancang berdasarkan jenis destinasi yang diminati wisatawan. Wisata budaya merupakan salah satu jenis wisata yang sangat digemari oleh wisatawan dalam dan luar negeri. Salah satu desa wisata di kawasan Lombok Timur yang terkenal dengan alam dan budayanya adalah Desa Sembalun Bumbung. Desa ini masih mempertahankan adat istiadat dan budaya peninggalan nenek moyangnya. Salah satu budaya yang bisa dilihat di sana adalah budaya melindungi mata air yang disebut dengan ``Upacara Ngayuayu.'' Merupakan ritual yang dilakukan untuk melindungi dan menjaga sumber mata air

PEMBELAJARAN BERKARAKTER DISEKOLAH BERBASIS BUDAYA LOKAL

Rahmawati, Nur Laili
Abstract: Pembelajaran berbasis karakter di sekolah merupakan suatu pendekatan yang memiliki tujuan membentuk siswa yang berkarakter melalui proses pembelajaran yang holistik. Salah satu pendekatan yang dapat diambil adalah pembelajaran… ajaran berbasis budaya lokal. Abstrak ini akan membahas konsep dan implementasi pembelajaran berkarakter di sekolah yang didasarkan pada kearifan lokal dan budaya setempat. Pembelajaran berbasis karakter di sekolah memandang karakter bukan hanya sebagai serangkaian nilai moral, tetapi juga sebagai aspek integral dari identitas dan nilai-nilai budaya setempat. Budaya lokal menjadi pondasi utama dalam pengembangan karakter siswa, dengan pendekatan ini bertujuan untuk membangun nilai-nilai seperti kejujuran, rasa tanggung jawab, kerjasama, dan rasa peduli terhadap lingkungan. Implementasi pembelajaran berkarakter berbasis budaya lokal memerlukan kolaborasi erat antara sekolah, komunitas lokal, dan orang tua siswa. Kurikulum dirancang untuk mencerminkan nilai-nilai budaya setempat dan memasukkan tradisi serta kearifan lokal ke dalam proses pembelajaran. Materi pembelajaran dapat berupa cerita-cerita lokal, lagu-lagu tradisional, atau kegiatan yang menggali nilai-nilai lokal. Pentingnya pengembangan karakter berbasis budaya lokal tidak hanya berfokus pada siswa sebagai individu, tetapi juga pada kontribusi siswa sebagai bagian dari sebuah komunitas yang lebih besar. Sekolah berperan sebagai agen pembentukan karakter dengan memfasilitasi pembelajaran yang memperkuat hubungan sosial siswa, mempromosikan keberagaman, dan mengapresiasi warisan budaya setempat. Hasil dari pembelajaran berkarakter berbasis budaya lokal diharapkan tidak hanya mampu membentuk pribadi yang berkarakter kuat, tetapi juga siswa yang memiliki rasa bangga terhadap budaya dan identitas lokal mereka. Melalui pendekatan ini, sekolah menjadi wahana transformasi sosial yang memperkaya karakter siswa dengan nilai-nilai lokal, menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, dan menjembatani pemahaman antara tradisi budaya dan pembentukan karakter.

Penentuan Sektor Unggulan Dan Struktur Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Buton

Herianto, Sarlin, Mardiana, Sari , Andira, Gusnawati, Rina
Abstract: Penelitan ini bertuuan untuk menentukan sektor unggulan dan struktur ekonomi Kabupaten Buton periode 2019-2023. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analsis location quotiention (LQ) dan tipologi klassen.… en. Hasil analsisis location quotiention (LQ) menunjukan pertambangan penggalian, sektor listrik dan gas, pengadaan air pengelolaan, sampah limbah dan daur ulang, perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil, adm pemerintahan pertahanan jam sos wajib dan jasa pendidikan. Hasil analisis tipologi klassen menunjukan Kudaran I sektor pertambangan dan penggalian, pengadaan listrik dan gas, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil, adm pemerintahan daerah pertahanan jaminan sosial wajib. Kudaran II sektor pengadaan air, pengolahan limbah dan daur ulang serta jasa pendidikan. Kuadran III industri pengolahan, konstruksi, penyediaan akomodasi dan makan minum, Informasi dan Komunikasi. Sektor pada kuadran ini merupakan sektor potensial atau dapat berkembang dan jasa perusahaan. Kuadran IV pertanian, Kehutanan dan Perikanan, transportasi dan pergudangan, jasa keuangan dan asuransi, real estate, jasa kesehatan dan Kegiatan Sosial serta Jasa lainnya

Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan terhadap Praktik Manipulasi Pasar di Pasar Modal Indonesia

Emiel Salim Siregar, Eki Azwani Panjaitan, Nurul Fadilah Hasan, Dita Sasika Rani, Lady Anastasya Putri Sani, Maidani Intan Afiqah Lubis
Abstract: Market manipulation practices in the Indonesian capital market have the potential to harm investors, distort fair price formation, and undermine market integrity. These conditions require effective supervision by the Financial… ancial Services Authority (Otoritas Jasa Keuangan—OJK) as the institution authorized to regulate and supervise capital market activities. This study aims to analyze the legal framework governing OJK's supervision of market manipulation practices, assess the effectiveness of its implementation, and identify the factors influencing the success of such supervision. This study employed a normative legal research method using statutory and conceptual approaches. Legal materials were collected through library research and analyzed qualitatively. The findings indicate that OJK's supervisory authority is supported by a strong legal framework under Law Number 8 of 1995 concerning the Capital Market and Law Number 21 of 2011 concerning the Financial Services Authority. Nevertheless, the effectiveness of supervision continues to face challenges arising from technological developments, the increasing complexity of market manipulation schemes, and limitations in supervisory capacity. This study concludes that strengthening institutional capacity, optimizing the use of technology, and enhancing inter-agency coordination are essential to improving investor protection and maintaining the integrity of the capital market. The novelty of this study lies in its integrated analysis of the legal framework, supervisory effectiveness, and technology-based market manipulation challenges within a single analytical framework.

Analisis Pengaruh Perputaran Kas, Perputaran Piutang dan Perputaran Total Aset terhadap Profitabilitas pada Koperasi Jasa Karyawan Angkasa

Ni Made Mega Sriwahyuni, Ni Wayan Ari Sudiartini, Ni Ketut Murdani
Abstract: Cooperatives are membership-based economic entities that play a vital role in driving the growth of the microeconomic sector and improving member welfare through the principles of economic democracy. The sustainability of… f cooperative performance heavily depends on effective financial management, particularly in maximizing the utilization of cash, receivables, and assets to enhance profitability. This study aims to examine the influence of cash turnover, receivables turnover, and total asset turnover on the profitability of cooperatives, as measured by Return on Assets (ROA) as a financial performance indicator. The research employs a quantitative approach using multiple linear regression analysis, based on secondary data from cooperative financial statements covering the period from 2019 to 2024. The analysis results show that both simultaneously and partially, the three independent variables have a positive and significant effect on profitability. Cash turnover and total asset turnover are the primary determinants in improving ROA, reflecting the importance of efficiency in managing liquidity and productive assets. Meanwhile, although receivables turnover is also significant, it requires strict supervision in the implementation of credit policies to avoid an increase in non-performing receivables. These findings contribute empirical evidence to the literature on cooperative financial management and offer practical implications for cooperative managers in designing financial resource management strategies aimed at improving performance and business sustainability. Therefore, optimizing the management of cash, receivables, and assets should be a strategic priority within cooperative financial systems to withstand increasingly complex and competitive economic dynamics.

Komparasi Teori Konseling kelompok Realitas Corey dan Konseling kelompok Adlerian

Permadi, Wahyu
Abstract: Bahwa konseling adalah suatu bentuk hubungan tolong-menolong, arti pendampingan itu sendiri adalah sebagai usaha untuk membantu orang lain agar mereka berkemampuan berkembang menjadi bentuk yang mereka pilih sendiri, mampu… pu menghadapi krisis yang dialami dalam kehidupannya. Konseling kelompok Realitas Corey dan Konseling kelompok Adler Metode dalam penelitian ini yakni pendekatan kualitatif, dengan desain penelitian ini adalah kajian pustaka. Selanjutnya setelah data yang diperoleh dianalisis dengan teknik content analysis Hasil penelitian menunjukan 1) Konseling realitas adalah bentuk terapi yang diarahkan pada perilaku saat ini dan konseling adalah proses realitas pikiran. Konseli diarahkan untuk memupuk tanggung jawab bagi dirinya sendiri. 2) Dalam melakukan pendekatan konseling yang dicetuskan oleh Adler, ialah bagian terpenting yang perlu dirubah untuk membantu individu dari permasalahan. 3) perbedaan konseling kelompok dua tokoh terletak konseling realitas adalah bentuk terapi yang dipusatkan pada perilaku saat ini dan konseling realitas adalah proses yang rasional, sedangkan kelompok pendekatan Adlerian tekanan efektifitas keterkaitan kerjasama antara konselor dan konseli dalam membangun tujuan konseling di samping sikap saling terbuka dan rasa rasa hormat. pembahasan sari penelitian ini sama-sama fokus terapi untuk memecah masalah dalam peserta didik 3) perbedaan konseling kelompok dua tokoh terletak konseling realitas adalah bentuk terapi yang dipusatkan pada perilaku saat ini dan konseling realitas adalah proses yang rasional, sedangkan kelompok pendekatan Adlerian tekanan efektifitas keterkaitan kerjasama antara konselor dan konseli dalam membangun tujuan konseling di samping sikap saling terbuka dan rasa rasa hormat. pembahasan sari penelitian ini sama-sama fokus terapi untuk memecah masalah dalam peserta didik 3) perbedaan konseling kelompok dua tokoh terletak konseling realitas adalah bentuk terapi yang dipusatkan pada perilaku saat ini dan konseling realitas adalah proses yang rasional, sedangkan kelompok pendekatan Adlerian tekanan efektifitas keterkaitan kerjasama antara konselor dan konseli dalam membangun tujuan konseling di samping sikap saling terbuka dan rasa rasa hormat. pembahasan sari penelitian ini sama-sama fokus terapi untuk memecah masalah dalam peserta didik

Pelatihan Appreciative Inquiry untuk Meningkatkan Service Excellence Awareness Pada Karyawan PT Haramainku Kota Palembang

Ilham Prawidi Sakti, Sunanto, Asep Suhendar
Abstract: Pelayanan prima merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pelanggan pada industri jasa, termasuk agen perjalanan umrah. Namun, karyawan PT Haramainku Palembang belum memiliki pemahaman yang sistematis mengenai… nilai-nilai perusahaan terkait pelayanan kepada jamaah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan service excellence awareness karyawan melalui pelatihan berbasis Appreciative Inquiry. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari dengan menggunakan metode 4D Appreciative Inquiry yang meliputi tahap Discovery, Dream, Design, dan Destiny. Metode ini dipilih karena berfokus pada identifikasi kekuatan, pengalaman positif, serta perumusan visi bersama untuk pengembangan organisasi. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran karyawan terhadap pentingnya pelayanan prima. Pada setiap tahapan 4D, peserta mampu mengidentifikasi praktik pelayanan terbaik yang telah dimiliki perusahaan, merumuskan harapan pelayanan di masa depan, menyusun strategi penguatan budaya layanan, serta berkomitmen untuk menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari. Luaran utama kegiatan ini adalah tercapainya kesepakatan bersama mengenai nilai pelayanan prima perusahaan, yaitu menjadi perusahaan yang melayani jamaah sepenuh hati dan sesuai sunnah. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Appreciative Inquiry efektif dalam membangun kesadaran dan komitmen karyawan terhadap budaya pelayanan prima.

Penggunaan Software Accurate sebagai Pendukung Proses Customer Collection pada Global Pratama Group

Vivien, Johny Budiman
Abstract: Pengelolaan piutang pelanggan merupakan aspek penting dalam menjaga kelancaran arus kas perusahaan jasa logistik. PT Global Pratama Indonesia telah memanfaatkan software Accurate sebagai sistem informasi akuntansi untuk… mendukung pencatatan transaksi dan pengelolaan piutang pelanggan. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan permasalahan pada alur administrasi dokumen operasional yang memengaruhi efektivitas proses customer collection. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan software Accurate serta menyusun rekomendasi perbaikan alur dokumen operasional. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, analisis dokumen, dan diskusi lintas divisi yang melibatkan bagian keuangan, workshop, dan warehouse. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlambatan penyerahan dokumen Work Order (WO) dan Delivery Order (DO) berdampak pada keterlambatan pencatatan transaksi dan pemantauan piutang. Implementasi awal rekomendasi perbaikan alur dokumen mampu meningkatkan ketepatan pencatatan dan mendukung efektivitas penagihan piutang pelanggan. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata bagi mitra sebagai dasar perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan administrasi penagihan.

Strategi Edukatif Berbasis Infografis Dalam Meningkatkan Komunikasi Antar Generasi: Studi Pada Karyawan Bosowa Transportation

Andi Nasrawati Hamid, Rahmawati Syam, Halima Sukri, Muhammad Farras Adhwa
Abstract: Keberagaman generasi dalam lingkungan kerja merupakan kondisi yang tidak terpisahkan dari organisasi modern, termasuk di sektor jasa transportasi. Perbedaan karakteristik, pengalaman kerja, serta gaya komunikasi antar generasi… nerasi berpotensi menimbulkan miskomunikasi apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman karyawan Bosowa Transportation mengenai komunikasi lintas generasi melalui psikoedukasi non-training berbasis infografis. Metode yang digunakan diawali dengan need assessment melalui kuesioner dan wawancara untuk mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi karyawan. Intervensi diberikan dalam bentuk poster infografis bertema “Connect Beyond Age: Cara Berkomunikasi Lintas Generasi”, yang dilaksanakan di unit bisnis Oto Klinik, Oto Rental, dan Taksi Bosowa. Untuk mengukur efektivitas intervensi, dilakukan pre-test dan post-test menggunakan pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar karyawan belum memahami konsep komunikasi lintas generasi secara menyeluruh. Setelah diberikan intervensi berupa psikoedukasi non training, terjadi peningkatan pemahaman karyawan terkait perbedaan gaya komunikasi antar generasi, hambatan yang sering muncul, serta strategi komunikasi efektif yang dapat diterapkan di lingkungan kerja. Dengan demikian, psikoedukasi berbasis infografis terbukti efektif sebagai media edukatif dalam meningkatkan kualitas komunikasi lintas generasi dan mendukung terciptanya interaksi kerja yang lebih harmonis di Bosowa Transportation.

Penerapan Psikoedukasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Dan Sikap Profesionalisme Dalam Service Excellence

Psikoedukasi, Halima Sukri, Rahmawati Syam, Andi Nasrawati Hamid
Abstract: PT Mallomo, sebagai unit bisnis dari Bosowa Transportation di Maros, Sulawesi Selatan, berfokus pada jasa trucking dan sangat mengandalkan ketepatan serta kecepatan pelayanan dalam aktivitas pengiriman muatan. Kualitas pelayanan,… elayanan, baik internal maupun eksternal, menjadi faktor kunci dalam industri jasa logistik ini. Namun, hasil wawancara dengan bagian HR Bosowa Transportation mengidentifikasi adanya tantangan terkait kualitas pelayanan yang dipicu oleh kurangnya komunikasi antar divisi, kerja sama, dan sikap profesionalisme karyawan. Untuk merespons kebutuhan ini, diselenggarakan program psikoedukasi mengenai Service Excellence. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di PT Mallomo Trucking pada 27 November 2025 , melibatkan 15 orang karyawan. Materi psikoedukasi dirancang untuk memperkuat komunikasi internal dan eksternal, membangun kepercayaan tim, serta menanamkan pemahaman mendalam tentang Service Excellence. Hasil evaluasi pasca kegiatan menunjukkan respons yang sangat positif. Peserta menilai dan menyatakan Sangat Puas 38% dan sisanya merasa Puas 62% terhadap penyelenggaraan kegiatan. 54% peserta menilai materi yang dibahas Sesuai dan 46% Sangat Sesuai dengan tuntutan pekerjaan mereka. Peserta menunjukkan tingkat Paham 54% hingga Sangat Paham 46% terhadap materi yang disampaikan. Selain itu, peserta juga menilai penjelasan pemateri Jelas 46% dan 54% Sangat Jelas. Oleh karena itu, psikoedukasi ini dinilai efektif dalam membangun fondasi pengetahuan yang kuat, yang diharapkan mampu mendorong peningkatan sikap profesionalisme dan kualitas Service Excellence PT Mallomo secara menyeluruh.