Search Articles & Publications

Showing 283 articles found for "Pembentuk"

Integrasi Capacity Building dan Digitalisasi dalam Pengembangan Wisata Berbasis Komunitas di Pulau Sapomi, Kabupaten Biak Numfor

Mansnembra, Imelda Cornelia, Arifudin, Aldisa, Tammubua, Milcha Handayani, Awal, Muhammad
Abstract: Pulau Sapomi di Kabupaten Biak Numfor memiliki potensi wisata bahari yang begitu kaya, namun dalam praktiknya pengelolaan wisata masih dilakukan secara sederhana. Pokdarwis yang seharusnya menjadi penggerak utama destinasi… si belum sepenuhnya memiliki kemampuan untuk mengelola wisata secara profesional, terutama dalam aspek pelayanan, penyusunan program wisata, serta pemanfaatan platform digital. Melalui kegiatan pengabdian ini, dilakukan serangkaian pelatihan dan pendampingan untuk membantu Pokdarwis membangun kapasitasnya secara bertahap. Kegiatan meliputi pelatihan hospitality, tour guiding, storytelling, penguatan kelembagaan, serta pembentukan identitas digital destinasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan nyata, baik dari sisi sikap maupun keterampilan. Pokdarwis kini memiliki struktur organisasi, dua paket wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan, serta kemampuan untuk mempromosikan Sapomi secara digital. Perubahan ini memberi harapan bagi masyarakat Sapomi untuk mengembangkan wisata bahari dengan lebih percaya diri dan terarah.

Pembentukan Goal Belajar Anak Usia Dini dalam Perspektif Teori Perkembangan Kognitif

Nerru Pranuta Murnaka, Devina Indah Christianti, Ratih Kusumo Wardani, Elizabeth W. M. Indira
Abstract: Early childhood is frequently understood as a golden period of development; therefore, the formulation of learning goals becomes a crucial component that influences the direction of children’s behavior, motivation, and engagement… engagement in the learning process. Problems arise when learning goals are predominantly formulated from an adult perspective, while the characteristics of children’s cognitive development are not fully taken into account, causing learning objectives to be difficult for children to understand and internalize. This study aims to examine the formation of learning goals for early childhood through the perspective of Jean Piaget’s cognitive development theory in order to obtain a conceptual understanding that is more aligned with children’s developmental stages. The research method employs a qualitative approach through a literature review of textbooks and national and international journal articles relevant to learning goals, cognitive development, and early childhood education, which are then analyzed descriptively through processes of identification, classification, and synthesis of theoretical concepts. The findings indicate that learning goals for early childhood tend to be concrete, short-term, contextual, and activity-oriented, and are not yet supported by mature self-regulation abilities. Based on Piaget’s framework, early childhood falls within the preoperational stage; therefore, understanding learning goals is highly dependent on direct experiences, play-based activities, simple symbols, and teacher guidance. The conclusion emphasizes that the design of learning goals must be consciously adjusted to children’s cognitive developmental stages so that learning objectives can be understood, meaningful, and optimally achieved. The novelty of this study lies in the conceptual integration of Piaget’s cognitive development theory with the practical formulation of learning goals in early childhood education as a theoretical–practical foundation for teachers.

Sekolah sebagai Ruang Pembentukan Karakter dan Kesadaran Sosial

Beni Chandra Purba
Abstract: Schools are positioned as strategic social spaces that play a crucial role in shaping students’ character and social awareness amid the growing complexity of educational challenges in the era of globalization, digitalization,… zation, and shifting social values. An educational orientation that continues to prioritize academic achievement has generated serious issues, including the weakening of character, low levels of empathy, and declining social concern among students. The research problem addressed in this study concerns how schools can fulfill their function not only as institutions for knowledge transmission, but also as spaces for the sustainable formation of values, attitudes, and social responsibility. This study aims to analyze the role of schools as arenas for character formation and social awareness, as well as to identify relevant educational approaches for internalizing moral, ethical, and social values. A qualitative approach was employed through a literature review with descriptive analysis of scholarly publications, educational policies, and character education practices. The findings indicate that schools function effectively as educational social environments when character values are systematically integrated through the curriculum, pedagogical interactions, school culture, extracurricular activities, and teacher role modeling. Character formation and social awareness become more meaningful when implemented holistically, contextually, and consistently. The conclusion emphasizes that schools bear moral and social responsibility to create a humanistic, participatory educational ecosystem oriented toward the development of students’ holistic personality. The novelty of this scholarly work lies in its conceptual affirmation of the school as a transformative social space that unifies academic dimensions, character development, and social awareness into an inseparable pedagogical whole.

Transformasi Karakter: Dampak Kesetiaan Guru Kristen dalam Pembentukan Kepribadian Anak Didik

Udju, Daniel, Sinaga, Janes
Abstract: The aim of this research is to explore and understand in depth the role of a Christian teacher's loyalty in shaping the character of students. This research explores the impact of a Christian teacher's loyalty on the formation… mation of students' character in the context of Christian education. Using a qualitative approach, this research analyzes and presents the findings from literature studies from the Bible, books and journals related to research. The findings show that loyalty to Christian teachers is not just a religious aspect, but an integral foundation that forms the basis of students' character. Teachers' loyalty is reflected in their daily actions, creating an immersive and empowering educational environment. Students respond positively to teachers' loyalty as an inspirational model, forming strong faith values and having a long-term impact on their outlook on life. The practical implications of this research include the development of Christian education strategies that are more effective in forming character. The loyalty of Christian teachers, in the context of this research, is not only a driver of character transformation, but also the key to forming a generation that is firmly rooted in moral and spiritual values.

Genealogi Pendidikan Kristen: Jejak Asal, Makna, dan Tujuannya

Sinambela, Juita Lusiana, Sinaga, Janes
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki genealogi pendidikan Kristen dengan fokus pada asal, makna, dan tujuan yang mendasarinya. Melalui pendekatan interdisipliner yang mencakup sejarah, teologi, dan sosiologi pendidikan,… ikan, penelitian ini merunut kembali akar-akar pendidikan Kristen dari masa lampau hingga perkembangannya dalam konteks modern. Studi ini akan menelusuri sejarah pendidikan Kristen, mengidentifikasi peran gereja dan pemikir-pemikir Kristen dalam membentuk prinsip-prinsip pendidikan. Selain itu, penelitian ini akan membahas makna pendidikan Kristen dalam konteks spiritual, moral, dan sosial, serta bagaimana nilai-nilai tersebut tercermin dalam praktik pendidikan sehari-hari. Tujuan utama penelitian ini adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang esensi pendidikan Kristen, serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat memberikan kontribusi positif dalam pembentukan karakter dan perkembangan individu. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat membantu pengembangan kebijakan pendidikan Kristen yang relevan dan efektif dalam memenuhi tuntutan zaman modern sambil tetap setia pada akar-akar tradisionalnya.

Pentingnya Memahami Roh Nubuat Di Kalangan Orang Muda Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK)

Beni Chandra Purba, Sinambela, Juita, Sinaga, Janes, Pelawi, Stepanus
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pemahaman roh nubuat di kalangan orang muda Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam konteks masyarakat modern yang dipenuhi… i dengan perubahan dan tantangan, pemahaman nubuat-nubuat Alkitab memiliki peran yang penting dalam membentuk keyakinan dan praktik keagamaan orang muda. Temuan ini menggambarkan kompleksitas dalam pembentukan pemahaman nubuat dan mengidentifikasi tantangan serta peluang dalam mengajar dan memahami nubuat-nubuat Alkitab. Kesimpulan penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya nubuat dalam kehidupan orang muda GMAHK dan menawarkan rekomendasi untuk meningkatkan pendekatan pengajaran dan pendidikan roh nubuat di gereja tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan iman dan keterlibatan orang muda dalam GMAHK.

Pendidikan Disiplin: Sarana Pembentukan Tabiat Dan Karakter Pada Anak

Sinaga, Janes, Sinambela, Juita, Tinenti, Max Lucky, Hutabarat, Bernard Maruli, Tendean, Jolf John
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran penting pendidikan disiplin dalam pembentukan tabiat dan karakter pada anak-anak melalui penggunaan metode kualitatif studi literatur. Dalam upaya untuk mengeksplorasi konsep,… , teori, dan temuan yang ada dalam literatur terkait, penelitian ini mengidentifikasi trend dan temuan terkini, serta membangun kerangka konseptual yang mendalam tentang hubungan antara pendidikan disiplin, pembentukan karakter, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam pendidikan anak-anak, baik dalam konteks pendidikan formal maupun informal. Hasil studi literatur ini akan menjadi dasar penting untuk pengembangan pertanyaan penelitian yang lebih spesifik dan pengembangan pendekatan penelitian yang lebih terfokus dalam upaya kami untuk memahami peran pendidikan disiplin dalam membentuk karakter dan tabiat anak-anak. Kesimpulannya, penelitian ini membangun landasan yang kuat untuk penelitian lanjutan dalam upaya untuk mendidik anak-anak menjadi individu yang berdisiplin, bertanggung jawab, dan memiliki karakter yang kuat, sehingga dapat menghadapi tantangan di masa depan dengan lebih baik.

Relasi Islam Dan Politik Dalam Sejarah Nasional Indonesia

Majid, Muhammad Fuad Fathul, Muhammad, Hasman Zhafiri, Dinata, Imam, Pratama, Tommy
Abstract: Studi ini membahas hubungan yang kompleks antara agama Islam dan politik dalam konteks sejarah nasional Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, Indonesia telah menyaksikan interaksi yang mendalam antara agama Islam dan dunia… unia politik. Penelitian ini menganalisis bagaimana agama Islam telah mempengaruhi dinamika politik di Indonesia, baik sebagai sumber inspirasi maupun sebagai faktor penentu dalam keputusan politik. Melalui analisis kronologis, studi ini mengulas peristiwa-peristiwa kunci yang menggambarkan evolusi hubungan ini, termasuk pengaruh agama dalam perjuangan kemerdekaan, peran partai-partai Islam, dan dampak Islam dalam pembentukan kebijakan negara. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana politik juga telah memengaruhi interpretasi dan praktik agama Islam di Indonesia. Hasil studi ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana interaksi antara Islam dan politik telah membentuk jalur sejarah Indonesia, serta implikasinya dalam konteks sosial dan politik masa kini.

Studi Kualitatif terkait Perbedaan Pertumbuhan Diri pada Individu dengan Latar Belakang Pendidikan yang Sama

Rohmatul Hannani
Abstract: Seiring berjalannya waktu, individu bertumbuh melalui fase penyelesaian tantangan hidup dan pembentukan jati dirinya. Proses ini disebut dengan pertumbuhan pribadi (personal growth). Pertumbuhan pribadi mengacu pada keterampilan… rampilan seseorang secara aktif untuk terlibat dalam proses perubahan kognitif, afektif, maupun perilaku. Pertumbuhan pribadi salah satunya dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan individu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah individu dengan latar belakang yang sama melalui proses pertumbuhan diri yang sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap individu memiliki karakteristik masing-masing dalam bertumbuh namun dapat ditinjau dari aspek yang sama. Hal ini dikarenakan perbedaan latar belakang budaya dan rentang kehidupan (usia) masing-masing individu. Aspek pertumbuhan personal antara lain: 1) pengenalan terhadap diri sendiri (intrapersonal); 2) sosialisasi dengan orang lain (interpersonal); dan 3) pembentukan prioritas. Ketiga aspek ini memiliki indikator masing-masing yang dapat meninjau proses pertumbuhan pribadi seorang individu. Individu yang bertumbuh dengan baik dan positif akan memfasilitasi pencapaian kesejahteraan psikologis.

Memahami Dasar-Dasar Teater Melalui Pelatihan Singkat dalam Kunjung Teater #1

Andi Aryani, Arjun Subbanul Akbar, Valentania
Abstract: Program pengabdian masyarakat “Kunjung Teater #1” di SMPIT Al Kautsar Makassar dirancang untuk menjawab rendahnya minat siswa terhadap seni teater dengan memperkenalkan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman melalui… alui practice-as-research (PaR). Studi ini mengintegrasikan tiga komponen dasar pelatihan teater—olah tubuh, olah vokal, dan olah rasa—sebagai metode pedagogis sekaligus metode penelitian. Melalui praktik jasmani, auditori, dan afektif, para siswa terlibat dalam gerak tubuh interpretatif, latihan pengendalian vokal, serta eksplorasi ekspresi emosional yang kemudian disintesiskan dalam penampilan pembacaan puisi bertema Sultan Al-Fatih. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa mampu menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran tubuh, kejelasan vokal, artikulasi emosi, dan kepercayaan diri dalam berpenampilan. Program ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kreativitas, meningkatkan motivasi, dan memperkuat apresiasi terhadap seni teater di lingkungan sekolah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan teater berbasis PaR dapat berfungsi tidak hanya sebagai metode instruksional, tetapi juga sebagai medium pemberdayaan untuk pembentukan karakter dan pengembangan artistik siswa sekolah menengah.