Search Articles & Publications

Showing 208 articles found for "Tawa"

Pelatihan Pola Pikir Wirausaha Terhadap Perubahan Pada Tenant Fakultas Bioindustri, Universitas Trilogi

Maulidian, Maulidian, Sumiasih, Inanpi Hidayati, Puspitawati, Mutiara Dewi, Seftiono, Hermawan
Abstract: Abstract: The business world changes from time to time from industrial revolution 1.0 to industrial revolution 4.0. Entrepreneurs must be prepared to face these changes. Therefore, the Center of Bioindustry Entrepreneurial… al Capacity Development (PPKWB) provided assistance and guidance to all tenants through a training program that was purposed so that tenants are ready to face change and prepared to make better changes for themselves and their environment. The methods used in this training were preparation, implementation, and evaluation. Preparations were made so that the implementation of the activity runs smoothly. The activities are carried out online with the Zoom application. The evaluation of participants was conducted by distributing questionnaires. The results were used to evaluate the implementation of the program by the team. In general, the tenants of the Faculty of Bioindustry had benefited from the training provided by PPKWB. Tenants are very satisfied with the topics given, the delivery method, and the general implementing activities process. The technical obstacles faced during the program were the timeliness of implementation, unstable network, and insufficient technical equipment for participants. Keywords: bioindustry; change; entrepreneur; tenant; training Abstrak: Dunia usaha berubah dari waktu ke waktu mulai revolusi industri 1.0 hingga revolusi industri 4.0. Wirausaha harus bersiap menghadapi perubahan tersebut. Oleh karena itu, Pusat Pengembangan Kapasitas Wirausaha Bioindustri (PPKWB) memberikan pendampingan dan pembinaan kepada semua tenant melalui pelatihan. Hal ini dimaksudkan agar mereka siap menghadapi perubahan dan bersiap melakukan perubahan untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar untuk menjadi lebih baik. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan dilakukan agar pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara online melalui aplikasi zoom. Evaluasi terhadap peserta dilakukan dengan membagikan kuesioner dan hasilnya dijadikan dasar untuk evaluasi pelaksanaan kegiatan oleh tim. Secara umum, para tenan Fakultas Bioindustri merasakan manfaat dari pelatihan yang diberikan oleh PPKWB. Tenant-tenant sangat puas terhadap topik yang diberikan, cara penyampaian hingga proses pelaksanaan kegiatan secara umum. Kendala teknis yang dihadapi selama pelaksanaan yaitu ketepatan waktu pelaksanaan, jaringan yang tidak stabil, serta perangkat teknis peserta yang tidak mencukupi.. Kata kunci : bioindustri; pelatihan; perubahan; tenant; wirausaha 

Pelatihan Public Speaking Bagi Karang Taruna Dharma Bakti Kelurahan Renon

Dewi, I Gusti Ayu Agung Istri Sari, Astawa, Ni Luh Putu Ning Septyarini Putri, Sintya, Ni Kadek
Abstract: Abstract: Public speaking is an important skill for every person and organization to have. In doing public speaking, it takes careful practice to get used to convey a topic in front of many people. However, in reality, many… any people and youth have low public speaking skills, which makes it difficult for them to express their opinions in front of many people, so a public speaking training for youth groups is held so that participants who take part in the training understand the importance of having public speaking skills and how to improve these skills. . In addition, this public speaking training is needed in youth organizations so that in internal and external communication there is no miscommunication and expressing opinions. The method used in this activity is a participatory act review. This activity received a positive response from the participants, as seen from the enthusiasm of the participants and active in asking, discussing, and answering questions posed by the presenters. In addition, based on the Pre-Test and Post-Test questionnaires that have been given to 22 training participants, the results are very good. Where based on the post-test filled by 22 people, there are 17 people who get good results with a vulnerable value of 76-100, only 5 people with a value (56-75) this shows much improvement from the results of the previous pre-test, which only 5 people get good grades Keywords: public speaking; training; youth organization. Abstrak: Public speaking merupakan skill yang penting untuk dimiliki oleh setiap orang maupun organisasi. Dalam melakukan public speaking dibutuhkan latihan yang matang agar terbiasa dalam menyampaikan suatu topik di depan banyak orang. Namun kenyataannya, banyak masyarakat maupun pemuda yang memiliki kemampuan public speaking rendah, yang menyebabkan mereka sulit menyampaikan pendapat di depan banyak orang, maka diadakanlah pelatihan public speaking bagi karang taruna ini agar peserta yang mengikuti pelatihan memahami pentingnya mempunyai keterampilan public speaking dan bagaimana meningkatkan keterampilan tersebut. Selain itu, pelatihan public speaking ini diperlukan dalam organisasi karang taruna agar dalam komunikasi internal maupun eksternal tidak terjadinya miscommunication dan menyampaikan pendapat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kaji tindak partisipati. Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari peserta, yang dilihat dari antusiasme para peserta dan aktif dalam bertanya, berdiskusi, dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pemateri. Selain itu, berdasarkan angket pengisian Pre-Test dan Post Test yang sudah diberikan kepada 22 peserta pelatihan menunjukan hasil yang sangat baik. Dimana berdasarkan post-test yang diisi oleh 22 orang terdapat 17 orang yang mendapatkan hasil baik dengan rentan nilai 76-100, cukup 5 orang dengan nilai (56-75) hal ini jauh menunjukan peningkatan dari hasil pre-test sebelumnya, yang hanya 5 orang mendapat nilai baik Kata kunci: karang taruna;  pelatihan; public speaking.  

Konvergensi Media dalam Pemasaran Produk Kerajinan Masyarakat desa Wisata Pariangan

Arsyah, Rahmatul Husna, Juwita, Astri Indah
Abstract: Abstract: Nagari Pariangan as the most beautiful tourist village in the world has a place to help the community's economy, increase local revenue (PAD). Local industrial products that have been owned by the community can… become souvenirs for visiting tourists. However, in fact Nagari Pariangan does not have the media to promote it. This study aims to analyze the convergence of media in marketing the local industrial handicraft products of the community. This research approach is descriptive qualitative, with data collection methods, namely by means of observation and interviews and literature review. The results of this study reveal that Nagari Pariangan is an area with tourism potential that has become the spotlight of the world, there is a need for a media that helps the community in introducing local Nagari products in order to increase local community income. The main key to convergence is digitization, Nagari Pariangan does not yet have digital media as a forum for supporting community industrial output. Based on the 3C technology dimension (Communication, Compute and Contents), which consists of the IT Industry, Telcom Infrastructure Provides, and the Content Industry. Nagari Pariangan is considered capable of building a digitalized medium, in order to be able to make the economy of the people in areas that have tourism potential much better.      Keywords: convergence; craft produk; media   Abstrak: Nagari Pariangan sebagai desa wisata terindah dunia memiliki wadah untuk membantu perekonomian masyarakat, menambah pendapatan asli daerah (PAD). Hasil Industri lokal yang selama ini dimiliki oleh masyarakat bisa menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung. Namun, pada kenyataanya Nagari pariangan belum memiliki media dalam mempromosikannya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis konvergensi media dalam memasarkan produk kerajinan industri lokal masyarakat. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data yaitu dengan cara observasi dan wawancara serta kajian literatur. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Nagari Pariangan merupakan daerah dengan potensi wisata yang sudah menjadi sorotan dunia, dan perlu adanya sebuah media yang membantu masyarakat dalam memperkenal produk lokal nagari agar bisa menambah pendapatan masyarakat setempat. Kunci utama konvergensi adalah digitalisasi, Nagari Pariangan belum memiliki media digital sebagai wadah dalam mendukung hasil industri masyarakat. Berdasarkan dimensi teknologi 3C (Communication, Compute and Contents), yang terdiri dari IT Industry, Telcom Infrastructure Provides, serta Content Industry. Nagari Pariangan dirasa mampu untuk membangun sebuah media yang digitalisasi, agar mampu menjadikan ekonomi masyarakat di daerah yang memiliki potensi wisata jauh lebih baik. Kata kunci: konvergensi; media; produk kerajinan

Internet Sehat dalam Media Komunikasi dan Informasi pada Sekretariat Leppas Kabu-paten Asahan

Helmiah, Fauriatun, Maharani, Dewi, Santoso, Santoso
Abstract: Abstract: The development of Information Technology and communication which is increasingly fast is marked by the presence of internet media which has made it easier for humans to disseminate and receive/search for information… mation without being bound by national borders in the international sphere. Humans are already living in practicality considering that increasingly modern means of communication to support all activities are available, even though the presence of the internet media can provide a variety of data, ranging from politics, economics, social, culture and so on, simply through search engines then information what is needed will be obtained. Even though the internet, information for personal life can be obtained such as health, recreation, hobbies, personal development, spiritual, and others. But there is another part that needs to be understood that the presence of internet media with offers or choices of various sites with freedom of access such as the double-edged sword, on the one hand, can bring positive impacts and on the other hand negative impacts. There are cases of defamation, insults, defamation, bullying, kidnapping, SARA issues, provocation, propaganda, hate speech, hoaxes, and the like. Keywords: healthy internet; communication and information; media   Abstrak: Perkembangan Teknologi Informasi dan komunkasi yang semakin cepat ditandai dengan kehadiran media internet yang telah mempermudah manusia untuk menyebarluaskan dan menerima/mencari informasi tanpa terikat batas negara dalam lingkup internasional. Kini manusia sudah hidup dalam kepraktisan mengingat sarana komunikasi semakin modern sebagai penunjang segala kegiatan telah tersedia, bahka kehadiran media internet mampu menyediakan data berbagai ragam informasi, mulai dari politik, ekonomi, social, budaya dan sebagainya cukup melalui search engine (mesin pencari) maka informasi yang dibutuhkan akan didapatkan. Bahkan melalui internet, informasi untuk kehidupan pribadi bisa diperoleh seperti kesehatan, rekreasi, hobi, pengembangan pribadi, rohani dan lainnya. Tetapi ada bagian lain yang perlu dipahami bahwa kehadiran media internet dengan tawaran atau pilihan beragam situs dengan keleluasaan akses seperti pedang bermata dua, di satu sisi bisa membawa dampak positif dan di sisi lain berdampak negatif. Terjadi kasus penistaan, penghinaan, pencemaran nama baik, bullying (perundungan), penculikan, isu SARA, Provokasi, propaganda, ujaran kebencian, berita bohong (hoax) dan sejenisnya. Kata kunci: internet sehat; komunikasi dan informasi; media

OPTIMALISASI APLIKASI MEDIA SOSIAL DALAM MENDUKUNG PROMOSI WISATA GEOL KEPADA MASYARAKAT DESA PEMATANG SERAI

Wahyuni, Sri, B, Mesra, Harianto, Eko, Batubara, Supina
Abstract: Abstract: Amazing attractions are still less widely known to the public, both from the surrounding area and from outside the area, when it has a good tourism potential if it can be promoted properly. Promotions do not necessarily… cessarily use costly and difficult fees. Promotion can be completed with social media by applying the right technique. People are still a lot less aware and less understand how to optimize social media into promotional media. The purpose of this devotion is to improve the understanding and knowledge of the community, especially in Desa Pematang Serai in optimizing the use of social media as a promotional technique Geol tourism object in the village of Lemongrass. The use of social media can introduce Geol tourism objects that have Dipematang Serai to be known by both domestic and local tourists. Social media is the most appropriate promotional technique in the popularization of Geol tourism objects. With social media promotion to be safe and efficient. The tools used also use a Smartphone and the Internet. Promotion through social media can increase the number of tourists visiting Geol tourist attraction in Pematangserai. The goal of the PKM is to its young teenagers to BUMDES Mozaik who manages the Geol tourism object. Results obtained from PKM activities of the lemongrass Pemtang community experienced an increase in optimizing social media into promotional media. Keywords: social media; promotions; Geol attractions.   Abstrak: Objek wisata Geol masih kurang dikenal masyarakat secara luas, baik dari daerah sekitar maupun dari luar daerah, padahal memiliki potensi pariwisata yang bagus jika dapat dipromosikan secara baik. Promosi tidak mesti menggunakan biaya yang mahal dan sulit. Promosi dapat dilakuakn dengan media sosial dengan menerapkan Teknik yang tepat. Masyarakat masih banyak yang kurang menyadari dan kurang memahami bagaimana mengoptimalkan media sosial menjadi media promosi. Tujuan yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat khususnya di Desa Pematang Serai dalam mengoptimalkan penggunaan Media sosial sebagai Teknik promosi Objek Wisata Geol yang ada di Desa pematang Serai. Penggunaan media sosial dapat memperkenalkan objek wisata Geol yang ada Dipematang Serai agar dikenal oleh wisatawan domestik maupun lokal. Media Sosial adalah Teknik promosi yang paling tepat  dalam mempopulerkan objek pariwisata Geol. Dengan Media Sosial promosi menjadi hemat dan efisien. Alat yang digunakan juga menggunakan Smatrphone dan internet. Promosi yang dilakukan melalui media sosial dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Objek wisata Geol yang ada di Pematang Serai. Sasaran dari PKM ini adalah kepada para remaja khussunya kepada BUMDES Mozaik yang mengelola objek Pariwisata Geol. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini masyarakat pemtang serai mengalami peningkatan dalam mengoptimalakan media sosial menjadi media promosi. Kata Kunci : media sosial; promosi; objek wisata Geol.

PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN MELALUI PKM UKM TAHU DAN TEMPE DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI

Lusiana, Lusiana, Puryantoro, Puryantoro
Abstract: Abstract: Community service aims to provide partners with the skills and knowledge to utilize tofu liquid waste to be organic fertilizer and provide assistance in making chimney smoke. This activity uses continuous training… ing and mentoring methods to achieve the target of the solutions offered. During the activity the participants followed very enthusiastically and were committed to developing the production of organic fertilizer from liquid waste knowing to be a side business and a superior village product. In addition, smoke puffs which become a social problem for residents around the tofu industry have been handled by making chimneys. Keywords: environmental pollution, liquid waste, tofu industry Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada mitra untuk memanfaatkan limbah cair tahu menjadi pupuk organik dan memberikan pendampingan pembuatan asap cerobong. Kegiatan ini dengan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan berkesinambungan sehingga tercapai target dari solusi yang ditawarkan. Selama kegiatan berlangsung peserta mengikuti sangat antusian dan berkomitmen untuk mengembangkan produksi pupuk organik dari limbah cair tahu mejadi usaha sampingan dan produk unggulan desa. Selain itu kepulan asap yang menjadi masalah sosial warga sekitar industri tahu telah tertangani dengan dibuatnya cerobong asap.  Kata kunci : pencemaran lingkungan, limbah cair, industri tahu

KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM USING KNOWLEDGE SHARING FOR SUSTAINABLE BATAM TOURISM

Noviardi, Refli, Mahmudah Burhan, Rifa’atul, Dwiakila Ramadhan, Achiles, Adias Fahli, Ryadi, Raynold, Raynold
Abstract: Abstract: The development of sustainable tourism in Batam City faces several challenges. Knowledge and information related to tourism remain scattered among various stakeholders, resulting in suboptimal coordination. Knowledge… wledge sharing and collaboration among stakeholders remain limited, so best practices and experiences have not been fully leveraged. A Knowledge Management System (KMS) based on knowledge sharing is needed to support information exchange and the development of sustainable tourism. The methodology used in this study is the Knowledge Management System Life Cycle (KMSLC) approach combined with Design Thinking. The research steps included an evaluation of the existing infrastructure, the formation of a knowledge management team, knowledge collection, the design of a KMS prototype, and the development of that prototype. The results of the study indicate that a knowledge-sharing-based Knowledge Management System (KMS) prototype was successfully developed to meet the needs of tourists and tourism stakeholders in Batam City. The system built is capable of facilitating the management, storage, and exchange of knowledge among stakeholders in a more integrated manner. The implementation of the KMS also enhances collaboration and supports the decision-making process in the development of tourism products and services. These findings indicate that a KMS can serve as an effective solution in supporting sustainable tourism development in Batam City.             Keywords: tourism, KMLC, Batam City, design thinking, knowledge management.   Abstrak: Pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kota Batam menghadapi beberapa tantangan. Pengetahuan dan informasi terkait pariwisata masih tersebar di berbagai pemangku kepentingan sehingga koordinasi belum berjalan secara optimal. Berbagi pengetahuan dan kolaborasi antar pemangku kepentingan masih terbatas, sehingga pengalaman dan praktik terbaik belum dimanfaatkan secara maksimal. Diperlukan Sistem Manajemen Pengetahuan (KMS) berbasis knowledge sharing untuk mendukung pertukaran informasi dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Siklus Hidup Sistem Manajemen Pengetahuan (KMSLC) yang dikombinasikan dengan Design Thinking. Langkah-langkah penelitian mencakup evaluasi infrastruktur yang sudah ada, pembentukan tim manajemen pengetahuan, pengumpulan pengetahuan, perancangan prototipe KMS, serta pengembangan prototipe KMS tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe Knowledge Management System (KMS) berbasis knowledge sharing berhasil dikembangkan sesuai dengan kebutuhan wisatawan dan pemangku kepentingan pariwisata di Kota Batam. Sistem yang dibangun mampu memfasilitasi pengelolaan, penyimpanan, dan pertukaran pengetahuan antar pemangku kepentingan secara lebih terintegrasi. Implementasi KMS juga meningkatkan kolaborasi dan mendukung proses pengambilan keputusan dalam pengembangan produk dan layanan pariwisata. Temuan ini menunjukkan bahwa KMS dapat menjadi solusi yang efektif dalam mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Kota Batam.   Kata kunci: pariwisata,  KMLC,  Kota Batam, desain thinking, manajemen pengetahuan.

HEURISTIC GREEDY ALGORITHM FOR OPTIMAL TOURIST ROUTE RECOMMENDATION IN PATI REGENCY

Mohammad Ilham Kurnia, Alif Catur Murti, Rizkysari Mei Maharani
Abstract: Abstract: Tourism in Pati Regency currently lacks an integrated digital information system, resulting in suboptimal dissemination of information and trip planning. To address this issue, a tourism website for Pati Regency… y was developed, equipped with a recommended tourist route feature. This study aims to design and develop a web-based tourism information system that provides destination information based on categories, media galleries, and promotional YouTube videos, as well as a Patiways feature that allows users to select multiple tourist destinations. The system then calculates the most efficient visiting order using a greedy heuristic algorithm, based on the selected starting point. The system was developed using the Waterfall method, consisting of analysis, design, implementation, and testing phases. The system design is illustrated through UML diagrams such as Use Case, Activity, and Class Diagrams. With this system, the distribution of tourism information becomes more effective, and tourists can plan trips with optimized routes. Additionally, the website is expected to serve as a digital promotion medium that contributes to increasing tourist visits to Pati Regency. Keywords: heuristic greedy; recommendation route; tourism; waterfall   Abstrak: Pariwisata di Kabupaten Pati saat ini belum memiliki sistem informasi digital yang terintegrasi, sehingga penyebaran informasi dan perencanaan perjalanan wisata masih belum optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan sebuah website pariwisata Kabupaten Pati yang dilengkapi dengan fitur rekomendasi rute wisata terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi pariwisata berbasis web yang mampu menyajikan informasi destinasi wisata berdasarkan kategori, galeri media, serta video promosi YouTube. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan fitur unggulan bernama Patiways yang memungkinkan pengguna memilih beberapa destinasi wisata dan secara otomatis memperoleh urutan kunjungan paling efisien menggunakan algoritma heuristik greedy berdasarkan titik awal perjalanan. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Perancangan sistem direpresentasikan menggunakan diagram UML, meliputi Use Case Diagram, Activity Diagram, dan Class Diagram. Dengan adanya sistem ini, diharapkan penyebaran informasi pariwisata menjadi lebih efektif, wisatawan dapat merencanakan perjalanan dengan rute yang optimal, serta website dapat berfungsi sebagai media promosi digital yang berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pati. Kata kunci: heuristik greedy; pariwisata; rekomendasi rute; waterfall

DEVELOPMENT OF A QR CODE-BASED WEBAR TO DIGITIZE LOCAL WISDOM AS AN EFFORT TO INCREASE TOURIST ATTRACTION IN BORDER AREAS

P, Noviyanti, Mira, Alexander Jerry
Abstract: Abstract: Current technological developments play a crucial role in driving the tourism industry, one of which is the utilization of technology. However, tourist attractions in border areas face challenges such as limited&#8230; d access to digital information and a lack of interactive media to present local wisdom such as history, customs, and culture. This study aims to develop and implement a QR Code-based Web-based Augmented Reality (WebAR) to digitize local wisdom at tourist attractions, making information more engaging and accessible to tourists. The research methodology adopted three approaches: UCD (User-Centered Design), Agile methods, and TAM (Technology Acceptance Model). This platform contains the local wisdom of two tourist villages in the border area, namely Sebujit Village and Jagoi Babang Village. The results of testing and evaluation using multiple linear regression and SEM-PLS methods on 45 respondents showed that the WebAR technology acceptance model was significant (F = 6.583; p < 0.001). User Attitude (ATU) is a key variable that significantly influences Intention to Use (BI) (β=0.429; p=0.001), while Ease of Use (PEOU) and Benefit (PU) indirectly influence BI through ATU. As additional validation, the classification test yielded an accuracy of 88.90% and an F1-score of 0.941, confirming that QR Code-based WebAR is effective and well-received as a digital information and promotion medium for local wisdom in border areas. Keywords: border areas; local wisdom; qr code; tourist attractions; web augmented reality.   Abstrak: Perkembangan teknologi saat ini memiliki peran penting dalam mendorong industri pariwisata, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi. Namun, objek wisata di daerah perbatasan menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses informasi digital dan kurangnya media interaktif untuk menyajikan kearifan lokal seperti sejarah, adat istiadat, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan Web-based Augmented Reality (WebAR) berbasis QR Code untuk digitalisasi kearifan lokal objek wisata, menjadikan informasi lebih menarik dan mudah diakses bagi wisatawan. Metodologi penelitian mengadopsi tiga pendekatan, UCD (User-Centered Design), metode Agile, dan TAM (Technology Acceptance Model). Platform ini memuat kearifan lokal dua desa wisata di daerah perbatasan, yaitu Desa Sebujit dan Desa Jagoi Babang. Hasil pengujian dan evaluasi dengan metode regresi linier berganda dan SEM-PLS pada 45 responden menunjukkan bahwa model penerimaan teknologi WebAR ini signifikan (F = 6.583; p < 0.001). Sikap Pengguna (ATU) menjadi variabel kunci yang berpengaruh signifikan terhadap Niat Penggunaan (BI) (β=0.429; p=0.001), sementara Kemudahan Penggunaan (PEOU) dan Manfaat (PU) memengaruhi BI secara tidak langsung melalui ATU. Sebagai validasi tambahan, uji klasifikasi menghasilkan akurasi 88,90% dan F1-score 0,941, yang menegaskan bahwa WebAR berbasis Kode QR efektif dan dapat diterima dengan baik sebagai media informasi dan promosi digital kearifan lokal di wilayah perbatasan. Kata Kunci: daerah perbatasan; kearifan lokal; qr code; web augmented reality.

THE ROLE OF PERCEIVED CONVENIENCE ON WHATSAPP ADOPTION USING UTAUT2 MODEL

Winata, Kenny Calnelius, Panjaitan, Erwin Setiawan
Abstract: Abstract: Advancements in digital technology have significantly transformed communication and learning. Traditional learning methods have limitations in providing a fast and interactive learning environment, necessitating&#8230; g accessible technology that enhances student and teacher engagement while ensuring convenience. WhatsApp has emerged as a widely used solution due to its accessibility, privacy features, and cross-platform compatibility, offering users a sense of convenience. This study examines the role of Perceived Convenience in the acceptance and use of WhatsApp in secondary education in Medan City using the UTAUT2 Model. A survey was conducted with 439 respondents from 8 secondary schools in Medan and analyzed using SEM-PLS with SmartPLS-4. The results indicate that social influence, hedonic motivation, habit, and perceived convenience positively impact the intention to use WhatsApp. Additionally, facilitating conditions, perceived convenience, and intention to use significantly influence actual usage behavior. However, performance expectancy, effort expectancy, and price value do not affect either intention or behavior in using WhatsApp. Moderating variables such as age, gender, and experience partially moderate the relationships between independent factors and WhatsApp usage intention and behavior. This study contributes by incorporating Perceived Convenience into the UTAUT2 Model and affirming its role in educational technology adoption.             Keywords: perceived convenience; secondary education; UTAUT2; whatsapp     Abstrak: Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam komunikasi dan pembelajaran. Metode pembelajaran tradisional memiliki keterbatasan dalam menyediakan lingkungan belajar yang cepat dan interaktif, sehingga diperlukan teknologi yang mudah diakses, meningkatkan keterlibatan siswa dan guru, serta nyaman digunakan. WhatsApp menjadi salah satu solusi dan banyak digunakan karena mudah diakses, privasi yang ditawarkan, serta kompatibilitas lintas platform sehingga memberikan kenyamanan yang dapat dirasakan pengguna ketika menggunakannya. Oleh karena itu, Penelitian ini menguji peran Persepsi Kenyamanan terhadap penerimaan dan penggunaan WhatsApp dalam pendidikan menengah di Kota Medan menggunakan Model UTAUT2. Survei dilakukan pada 439 responden dari 8 sekolah menengah di kota Medan, dan dianalisis dengan SEM-PLS menggunakan SmartPLS-4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social influence, hedonic motivation, habit, dan perceived convenience berpengaruh positif signifikan terhadap behavioral intention. Sementara itu, facilitating conditions, perceived convenience, dan behavioral intention berdampak positif pada use behavior. Namun, performance expectancy, effort expectancy, dan price value tidak berpengaruh terhadap niat maupun perilaku penggunaan WhatsApp. Variabel moderasi usia, jenis kelamin, dan pengalaman memoderasi sebagian hubungan antara faktor bebas terhadap niat dan perilaku penggunaan WhatsApp. Penelitian ini berkontribusi dengan menambahkan variabel persepsi kenyamanan (perceived convenience) ke dalam Model UTAUT2 dan menegaskan perannya dalam adopsi teknologi pendidikan.   Kata kunci: pendidikan menengah; persepsi kenyamanan; UTAUT2; whatsapp