Search Articles & Publications

Showing 1656 articles found for "Used"

Peningkatan Kualitas Hidup Di Masa Pandemi Covid-19 dengan Penerapan Pola Hidup Sehat

Intan, Tania, Hasanah, Ferli, Wardiani, Sri Rijati, Handayani, Vincentia Tri
Abstract: Abstract: Good living behavior is a community habit that upholds health aspects, such as managing cleanliness and environmental health, maintaining physical and psychological fitness, and providing adequate nutritional intake… ntake to achieve good health standards. Community Service Activities regarding the culture of healthy living during this pandemic were carried out by a teaching team from the Faculty of Humanities Sciences, Padjadjaran University. The activity method used is education with techniques of extension, consultation, and diffusion of knowledge which are all held virtually. To obtain comprehensive data, the implementation team distributed a questionnaire about the culture of healthy living to the primary target public, namely students of the Faculty, and the secondary target public, namely student families. Activities were carried out in July 2020 in three stages, namely the preparation, implementation, and evaluation stages. The results of the activity showed that PPM activities regarding healthy cultural behavior to the public of students and their families were well organized and following the protocol for preventing the transmission of Covid-19. Also, it is known that the biggest impact of a pandemic is economic.   Keywords: covid-19; culture of healthy living; pandemic; virtual socialization     Abstrak: Perilaku hidup sehat adalah kebiasaan masyarakat yang menjunjung tinggi aspek-aspek kesehatan, seperti pengelolaan kebersihan dan kesehatan lingkungan, menjaga kebugaran fisik dan psikis, serta pemberian asupan nutrisi yang cukup sehingga tercapai standar kesehatan yang baik. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat tentang budaya hidup sehat di masa pandemi ini dilakukan oleh tim pengajar dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Metode kegiatan yang digunakan adalah pendidikan dengan teknik penyuluhan, konsultasi, dan difusi ilmu pengetahuan yang seluruhnya diselenggarakan secara virtual. Untuk mendapatkan data yang komprehensif, tim pelaksana mendistribusikan angket mengenai budaya hidup sehat pada publik sasaran primer, yaitu mahasiswa, dan publik sasaran sekunder, yaitu keluarga mahasiswa. Kegiatan dilakukan pada bulan Juli 2020 dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan PPM mengenai perilaku budaya sehat kepada publik mahasiswa dan keluarganya telah terselenggara dengan baik dan sesuai dengan protokol pencegahan penularan Covid-19. Selain itu diketahui bahwa dampak terbesar dari pandemi adalah ekonomi.   Kata kunci: budaya hidup sehat; Covid-19; pandemic; sosialisasi virtual

IT BASED ENGLISH TRAINING FOR EARLY CHILDHOOD EDUCATION TEACHERS IN BUNTU PANE

Lubis, Iin Almeina, Yuma, Febby Madonna, Putra, Guntur Maha
Abstract: Abstract: The aim of this Community Service is to provide IT-based English language learning media training using Microsoft PowerPoint and make simple videos. This dedication was given to Early Childhood Education Teachers… rs in the Buntu Pane District. The dedication session consisted of distributing material to participants, stages of making Microsoft PowerPoint, and making simple videos. The model used is the training model, delivering material, question and answer session, and direct practice. In general, participants claimed that the training schedule was appropriate, time was shared (delivering material, demonstrations, questions and answers, and direct practice). The participants of the activity were satisfied with the topic presented and felt that most of the expectations and objectives of the service had been fulfilled. The evaluation results showed that the material presented could be well followed.   Keywords: english language; microsoft powerpoint; early childhood education teachers     Abstrak: Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan pelatihan media pembelajaran bahasa inggris berbasis IT menggunakan Mcrosoft PowerPoint dan membuat video sederhana. Pengabdian ini diberikan kepada Guru Guru PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ) Se-Kecamatan Buntu Pane. Sesi Pengabdian terdiri dari membagikan materi kepada peserta, tahapan-tahapan membuat Microsoft PowerPoint, dan membuat video sederhana. Model yang digunakan adalah model pelatihan, menyampaikan materi, sesi tanya jawab, dan praktek langsung. Secara umum, peserta mengklaim bahwa jadwal pelatihan sudah tepat, pembagian waktu ( menyampaikan materi, demonstrasi, tanya jawab, dan praktek langsung). Peserta kegiatan puas dengan topik yang disajikan dan merasa bahwa sebagian besar harapan dan tujuan pengabdian sudah terpenuhi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat diikuti dengan baik.   Kata kunci: bahasa inggris; microsoft powerpoint;  guru pendidikan anak usia dini (PAUD)  

Penerapan Teknologi Informasi Penentuan Prioritas Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa Pagar Jati

Sinaga, Anita Sindar RM, Marbun, Murni, Sitio, Arjon Samuel
Abstract: Abstract: The pandemic has caused the economy to decline drastically, even many residents have lost their sources of livelihoods. The government directly disbursed funds in the form of Direct Cash Assistance. The problem… that arose was the suspicion of injustice for the villagers who received BLT. There is a need for a transparent system to inform the criteria for BLT recipients. The more criteria for poor and vulnerable families that were met, the priority for BLT village fund recipients. BLT priority assessment based on the aspect of the criteria that apply by law is implemented using PhpMyadmin. The development of a web-based information system made it easier to inform villagers of the names of BLT priority recipients based on the reasons that had been collected and then ranked. The resulting system helps employees of the Pagar Jati Village office to inform BLT recipients in a technological system built with the water fall method including data collection, problem analysis, design, testing and system evaluation.             Keywords: devotion; information systems; priority setting; web based   Abstrak: Pendemi mengakibatkan perekonomian menurun drastis, bahkan banyak warga yang kehilangan sumber mata pencaharian. Pemerintah secara langsung mengucurkan dana dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Permasalahan yang timbul yaitu kecurigaan adanya ketidakadilan bagi warga desa penerima BLT. Perlu adanya sistem yang transparan menginformasikan kriteria penerima BLT. Semakin banyak kriteria keluarga miskin dan rentan yang dipenuhi, menjadi prioritas penerima BLT dana desa. Penilaian prioritas BLT berdasarkan aspek kriteria yang berlaku secara undang-undang diimplementasikan menggunakan PhpMyadmin. Pengembangan sistem informasi berbasis web mempermudah menginformasikan pada warga desa nama-nama penerima prioritas BLT berdasarkan alasan-alasan yang sudah dikumpulkan lalu diranking. Sistem yang dihasilkan membantu pegawai kantor Desa Pagar Jati menginformasikan penerima BLT secara sistem teknologi yang dibangun dengan metode water fall meliputi pengumpulan data, analisa permasalahan, perancangan, pengujian dan evaluasi sistem.      Kata kunci:berbasis web; penentuan prioritas; pengabdian; sistem informasi  

BUDIDAYA LELE TERPAL SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN KESEJAHTERAAN BURUH PABRIK DI DUKUH REJOSARI

Gunawan, Yordan, Elven, Tareq Muhammad Azis
Abstract: Abstract: Located at the foot of Mount Merbabu, Dukuh Rejosari was bestowed with beautiful scenery, cool weather and fertile land for farming such as coffee, tea, corn and tobacco. Regrettably, these have yet been maximally… lly utilized by the locals because of their busy work as laborers who depend on wages. This is compounded by the very strict working hours that leave workers no time to utilize the blessing as additional income. In dealing with this situation, breeding catfish using tarpaulin method is likely the most appropriate alternative solution for the locals to earn more income without having to leave their main job as factory workers. This is possible as the catfish cultivation using tarpaulin method is effortless and does not consume much time to manage it. Moreover, with the annual increase in demand for catfish consumption in the surrounding regions as well as competitive selling prices (ranging from IDR14,000 to IDR17,000 per kilogram) making tarpaulin cultivation of catfish solution for the locals in Dukuh Rejosari. The method used in this service was socialization by providing outreach and training from the catfish cultivation expert. The result shows that villagers are enlightened to have a new source of income in the midst of busyness working as laborers.   Keywords: catfish cultivation; economic empowerment; dukuh rejosari     Abstrak: Berlokasi di kaki gunung Merbabu, Dukuh Rejosari dianugerahi dengan pemandangan yang indah, cuaca yang sejuk, dan lahan yang subur untuk bercocok tanam seperti kopi, teh, jagung, dan tembakau. Namun hal belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para penduduk dikarenakan kesibukan mereka sebagai pekerja buruh harian yang bergantung pada upah pabrik. Hal ini diperparah dengan jam kerja yang sangat padat membuat para pekerja tidak memiliki waktu lebih untuk memanfaatkan lingkungan sebagai tambahan penghasilan. Dalam menghadapi situasi tersebut, pengembangbiakan ikan lele dengan menggunakan terpal merupakan solusi alternatif yang paling tepat guna memberi para penduduk penghasilan lebih tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama mereka sebagai buruh pabrik. Hal ini dimungkinkan karena budidaya lele terpal sangat mudah dilakukan dan tidak memerlukan banyak waktu untuk merawatnya. Juga, dengan peningkatan tahunan permintaan ikan lele konsumsi di daerah sekitar serta harga jual yang kompetitif (berkisar Rp. 14.000,- – Rp. 17.000,- per kilogram) menjadikan budidaya ternak lele terpal sebagai alternatif paling ideal untuk memberikan tambahan penghasilan kepada masyarakat Dukuh Rejosari. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi dengan memberikan pelatihan dari pembudidaya lele terpal berpengalaman. Hasil dari kegiatan ini yaitu masyarakat mendapatkan kesempatan untuk membentuk sumber pendapatan baru ditengah-tengah kesibukan bekerja sebagai buruh pabrik.   Kata kunci: budidaya ikan lele; peningkatan ekonomi; dukuh rejosari

PEMANFAATAN INTERNET BERBASIS IT SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER BELAJAR BAGI GURU-GURU SD NEGERI 130 PALEMBANG

Salamah, Irma, Fadhli, Mohammad, Lindawati, Lindawati, Asriyadi, Asriyadi, Kusumanto, Raden
Abstract: Abstrak: Teachers of Palembang 130 Elementary School still use one-way learning patterns where the teacher explains the material in front of the class and only relies on textbooks. Based on the results of interviews and… discussions, the ability of SDN 130 Papuan teachers is still lacking. One contributing factor is age, besides the lack of availability of supporting facilities and infrastructure. SDN 130 Palembang teachers are more comfortable using conventional learning methods. They consider that conventional learning methods are easier, less difficult, and assume the material in the book is sufficient. This community service is aimed at providing training to teachers in SDN 130 Palembang in order to make the internet an alternative source of learning. The target to be achieved is to raise the motivation of teachers to recognize the internet as an alternative source of learning. The method used is counseling, direct practice, and discussion. The result of this activity is that teachers are greatly helped in the use of the internet as an alternative source of learning and developing teaching materials. So they don't just use my text as a learning resource. Keywords: alternative learning resources; IT; internet utilization Abstract: Guru-guru di SD Negeri 130 Palembang masih menggunakan pola pembelajaran satu arah dimana guru menjelaskan materi di depan kelas dan hanya mengandalkan buku teks. Berdasarkan hasil wawancara dan diskusi, kemampuan guru SDN 130 Papua masih kurang. Salah satu faktor penyebabnya adalah usia, selain kurangnya ketersediaan fasilitas dan infrastruktur pendukung. Guru SDN 130 Palembang lebih nyaman menggunakan metode pembelajaran konvensional. Mereka menganggap bahwa metode pembelajaran konvensional lebih mudah, tidak sulit, dan menganggap materi dalam buku ini sudah cukup. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru di SDN 130 Palembang untuk menjadikan internet sebagai sumber belajar alternatif. Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan motivasi guru untuk mengenali internet sebagai sumber belajar alternatif. Metode yang digunakan adalah konseling, praktik langsung, dan diskusi. Hasil dari kegiatan ini adalah para guru sangat terbantu dalam penggunaan internet sebagai sumber belajar alternatif dan mengembangkan bahan ajar. Jadi mereka tidak hanya menggunakan teks saya sebagai sumber belajar. Kata kunci: alternatif sumber belajar;  IT; pemanfaatan internet

PENGARUH PEMBELAJARAN CTPS TERHADAP PERILAKU SISWA SDN 154 TELUK JAMBU MUARO JAMBI

Anggresani, Lia, Setiawan, Randi
Abstract: Abstract:Diarrhea is the fifth largest disease that causes death. This disease usually caused by an unhealthy and clean lifestyle. The need to grow and develop a healthy life from childhood. Clean and healthy behavior (PHBS)… HBS) can be started by washing hands using soap. In Teluk Jambu Village, the high diarrheal disease makes this community service activity carried out at SD Negeri 154 where the target of these activities is children. Washing your hands with soap is a way to kill germs that cause disease. The method used to make students easy to remember and apply must require appropriate media, for example, music which is then accompanied by a seven-step demonstration of hand washing, so that student's behavior changes are achieved after learning about how to wash hands using soal.  Keywords: behavior; CTPS (Handwashing With Soap); learning Abstrak: Diare merupakan penyakit terbesar kelima yang menyebabkan kematian. Penyakit ini biasanya disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat dan bersih. Perlunya menumbuh kembangkan hidup sehat dari kecil. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bisa dimulai dari mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Di desa Teluk Jambu tingginya penyakit diare membuat kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 154 yang mana sasaran pengabdian ini adalah untuk anak-anak. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun merupakan cara membunuh kuman penyebab penyakit. Metode yang digunakan agar siswa/i mudah mengingat dan mengaplikasikannya harus membutuhkan media yang tepat, misalnya musik yang kemudian diiringi dengan demonstrasi gerakan tujuh langkah cuci tangan, agar tercapainya perubahan perilaku siswa/i setelah diberikan pembelajaran mengenai cara mencuci tangan menggunakan sabun.   Kata kunci: CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun); pembelajaran; perilaku

Pemberdayaan Masyarakat dan Identifikasi Faktor Risiko Kesehatan Di Dusun Jaranan

Jatmika, Septian Emma Dwi
Abstract: Abstract:  Jaranan Hamlet has never identified health risk factors related to PHBS and KADARZI. The purpose of this service is to find out the lowest indicators of PHBS and KADARZI. The methods used are program socialization,… ation, data analysis, and problem priority determination, Hamlet Community Deliberation (MMD), intervention, and partner participation. The results obtained, the priority problem in RT 10 and 11 Dusun Jaranan is the low number of people who do not do physical activity every day. It was agreed to be held together and blood pressure measurement before and after exercise. People are very enthusiastic and experience a decrease in blood pressure after participating in gymnastics. It is hoped that this community service program in the form of community empowerment can be used as a motivation for the community to routinely do gymnastics which can be beneficial for residents. Keywords: identification of health risk factors; community empowerment; gymnastics   Abstrak: Dusun Jaranan belum pernah dilakukan identifikasi faktor risiko kesehatan terkait dengan PHBS dan KADARZI. Tujuan pengabdian ini untuk mengetahui indikator dari PHBS dan KADARZI yang paling rendah. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi program, analisis data dan penentuan prioritas masalah, Musyawarah Masyarakat Dusun (MMD), intervensi, dan partisipasi mitra. Hasil yang didapatkan, prioritas masalah di RT 10 dan 11 Dusun Jaranan yaitu masih rendahnya masyarakat yang tidak melakukan aktifitas fisik setiap hari. Disepakati untuk diadakan senam bersama dan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah senam. Masyarakat sangat antusisas dan mengalami penurunan tekanan darah setelah mengikuti senam. Diharapkan dengan adanya program pengabdian berupa pemberdayaan masyarakat ini dapat dijadikan motivasi masyarakat untuk rutin mengadakan senam yang dapat bermanfaat bagi warga. Kata kunci: identifikasi faktor risiko kesehatan; pemberdayaan masyarakat; senam

OPTIMALISASI APLIKASI MEDIA SOSIAL DALAM MENDUKUNG PROMOSI WISATA GEOL KEPADA MASYARAKAT DESA PEMATANG SERAI

Wahyuni, Sri, B, Mesra, Harianto, Eko, Batubara, Supina
Abstract: Abstract: Amazing attractions are still less widely known to the public, both from the surrounding area and from outside the area, when it has a good tourism potential if it can be promoted properly. Promotions do not necessarily… cessarily use costly and difficult fees. Promotion can be completed with social media by applying the right technique. People are still a lot less aware and less understand how to optimize social media into promotional media. The purpose of this devotion is to improve the understanding and knowledge of the community, especially in Desa Pematang Serai in optimizing the use of social media as a promotional technique Geol tourism object in the village of Lemongrass. The use of social media can introduce Geol tourism objects that have Dipematang Serai to be known by both domestic and local tourists. Social media is the most appropriate promotional technique in the popularization of Geol tourism objects. With social media promotion to be safe and efficient. The tools used also use a Smartphone and the Internet. Promotion through social media can increase the number of tourists visiting Geol tourist attraction in Pematangserai. The goal of the PKM is to its young teenagers to BUMDES Mozaik who manages the Geol tourism object. Results obtained from PKM activities of the lemongrass Pemtang community experienced an increase in optimizing social media into promotional media. Keywords: social media; promotions; Geol attractions.   Abstrak: Objek wisata Geol masih kurang dikenal masyarakat secara luas, baik dari daerah sekitar maupun dari luar daerah, padahal memiliki potensi pariwisata yang bagus jika dapat dipromosikan secara baik. Promosi tidak mesti menggunakan biaya yang mahal dan sulit. Promosi dapat dilakuakn dengan media sosial dengan menerapkan Teknik yang tepat. Masyarakat masih banyak yang kurang menyadari dan kurang memahami bagaimana mengoptimalkan media sosial menjadi media promosi. Tujuan yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat khususnya di Desa Pematang Serai dalam mengoptimalkan penggunaan Media sosial sebagai Teknik promosi Objek Wisata Geol yang ada di Desa pematang Serai. Penggunaan media sosial dapat memperkenalkan objek wisata Geol yang ada Dipematang Serai agar dikenal oleh wisatawan domestik maupun lokal. Media Sosial adalah Teknik promosi yang paling tepat  dalam mempopulerkan objek pariwisata Geol. Dengan Media Sosial promosi menjadi hemat dan efisien. Alat yang digunakan juga menggunakan Smatrphone dan internet. Promosi yang dilakukan melalui media sosial dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Objek wisata Geol yang ada di Pematang Serai. Sasaran dari PKM ini adalah kepada para remaja khussunya kepada BUMDES Mozaik yang mengelola objek Pariwisata Geol. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini masyarakat pemtang serai mengalami peningkatan dalam mengoptimalakan media sosial menjadi media promosi. Kata Kunci : media sosial; promosi; objek wisata Geol.

PELATIHAN DALAM MENGHADAPI TANTANGAN USAHA KECIL DI ERA DIGITAL PADA PELAKU USAHA KECIL DI KENTEN PALEMBANG

Sari, Rafika, Sayadi, Muhamad Hamdan, Hildayanti, Siti Komariah
Abstract: Abstract: The Ministry of Cooperatives and SMEs recognizes that Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are the backbone of the economy in ASEAN, contributing to the Gross domestic product of employment and development… nt of the country, must be ready to face the digital era. The challenge of MSMEs in the era of digital economic transformation is the low ability of human resources (HR) to deal with trading methods from conventional ways of doing business to online businesses. Digital transformation, which is getting more and more advanced every day, has many benefits for the development of the business world today. This needs to be addressed with a high sense of optimism and never give up. A business must be able to adjust to technology that continues to grow. Business owners will be required to continue learning and learning. It sounds like it will drain time and energy, but if it succeeds, it will greatly facilitate the running of the business. For this reason, it is necessary to socialize for small businesses about the challenges that must be faced in facing the digital era. can recognize the challenges of small scale digital era businesses to be able to adjust the USA-only, the method used by the method of socialization by providing outreach and training using online media, the results of activities that are small business owners seem enthusiastic in facing the challenges of digitalization era. Keywords: challenge; digital; small business   Abstrak: Kementerian Koperasi dan UKM mengakui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jadi tulang punggung perekonomian di ASEAN, berkontribusi pada Gross domestic produk penyerapan tenaga kerja dan pembangunan negara, harus siap menghadapi era digital. Tantangan UMKM dalam era transformasi digital ekonomi adalah rendahnya kemampuan sumber daya manusia (SDM) menghadapi metode perdagangan dari cara berbisnis secara konvensional menjadi online bisnis. transformasi digital yang setiap hari makin maju dan canggih memang memiliki banyak sekali manfaat untuk perkembangan dunia bisnis saat ini. Hal ini perlu disikapi dengan rasa optimis yang tinggi dan pantang menyerah. Sebuah bisnis harus bisa menyesuaikan diri dengan teknologi yang terus berkembang. Pemilik bisnis akan dituntut untuk terus belajar. Memang terdengarnya akan menguras waktu dan tenaga, namun apabila berhasil nantinya akan sangat mempermudah jalannya bisnis untuk itu perlu adanya sosialisasi bagi usaha kecil tentang tantangan yang harus dihadapi dalam menghadapi era digital, tujuan dari pengabdian kepada masyarakat  ini adalah agar masyarat pengusaha kecil diwilayah kenten dapat mengenal tantangan usaha kecil diera digital agar mampu menyesuaikan usahanya dengan adanya digitalisasi ,metode yang dipakai metode sosialisasi dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan menggunakan media online ,hasil kegiatan yaitu para pemilik usaha kecil terlihat antusias dalam menghadapi tantangan diera digitalisasi. Kata Kunci:digital; tantangan; usaha kecil  

Sosialisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi Internet Berbasis Media Sosial Sebagai Usaha dan Transaksi

Yenni, Yusli, Utnasari, Intan, Rahmawati, Mega
Abstract: Abstract: Information technology era requires speed and processing to obtain information. Users are required to quickly obtain and process information as needed. The use of the internet covers many fields of education but… t the use of the internet also covers the scope of business and transactions. Development of internet technology is widely used in business and sales transactions. Because the internet can create new entrepreneurs. Internet-based social media is an application service that is widely used as a means for the purpose of publishing a service or product. In the implementation of the service, the pre-test method was used which was given to the mothers of the village of RT 03 RW 01 by giving a questionnaire to measure their understanding of social media. Furthermore, given the delivery of material on understanding social media and the internet. The next method is carried out in practice to implement it. This will provide benefits in understanding social media and the internet for business ventures, both businesses that are established individually or in groups. Because social media can be used as a promotional media, see market developments, provide experiences for consumers and serve as social media for competitors. The results obtained from this service, the community / village mothers have business facilities, namely using the social media Facebook. With this media, the native mothers of the village can promote or sell their products there..   Keywords: internet; social media; transactions     Abstrak: Era teknologi informasi memerlukan kecepatan dan pemrosesan untuk mendapatkan informasi. Pengguna dituntut untuk lebih cepat memperoleh dan mengolah informasi sesuai kebutuhan. Penggunaan internet mencangkup banyak bidang pendidikan tetapi penggunaan internet juga mencangkup lingkup bidang usaha dan transaksi.Perkembagan teknologi internet banyak digunakan dalam bidang usaha dan transaksi penjualan. Kerena internet bisa menciptakan para enterpreneur yang baru. Internet berbasis media sosial merupakan suatu layanan aplikasi yang banyak dimanfaatkan sebagai sarana untuk tujuan mempublikasikan suatu jasa atau produk. Dalam pelaksanaan pengabdian digunakan metode pra test yang diberikan kepada ibu-ibu tiban kampung RT 03 RW 01 dengan memberikan koesioner untuk mengukur pemahaman tentang media social. Selanjutnya diberikan penyampaian materi tentang pemahaman media social dan internet. Metode selanjutnya di lakukan pelaksaan prakterk untuk mengimplemantasikannya.  Hal ini akan memberikan pemanfaatand dalam pemahaman media social dan internet  untuk usaha bisnis, baik usaha yang didirikan secara individual maupun kelompok. Karena media sosial dapat dijadikan suatu media promosi, melihat perkembangan pasar, memberikan pengalaman bagi konsumen dan sebagai media sosial kompetitor. Hasil yang didapat dari pengabdian ini, masyarakat/ibu-ibu tiban kampung mempunyai sarana usaha yaitu menggunakan media sosial facebook. Dengan media tersebut ibu-ibu tiban kampung dapat mempromosikan atau menjual produknya di sana.   Kata kunci : media sosia; internet; transaksi