Abstract:Abstract: Nagari Pariangan as the most beautiful tourist village in the world has a place to help the community's economy, increase local revenue (PAD). Local industrial products that have been owned by the community can…
become souvenirs for visiting tourists. However, in fact Nagari Pariangan does not have the media to promote it. This study aims to analyze the convergence of media in marketing the local industrial handicraft products of the community. This research approach is descriptive qualitative, with data collection methods, namely by means of observation and interviews and literature review. The results of this study reveal that Nagari Pariangan is an area with tourism potential that has become the spotlight of the world, there is a need for a media that helps the community in introducing local Nagari products in order to increase local community income. The main key to convergence is digitization, Nagari Pariangan does not yet have digital media as a forum for supporting community industrial output. Based on the 3C technology dimension (Communication, Compute and Contents), which consists of the IT Industry, Telcom Infrastructure Provides, and the Content Industry. Nagari Pariangan is considered capable of building a digitalized medium, in order to be able to make the economy of the people in areas that have tourism potential much better.
Keywords: convergence; craft produk; media
Abstrak: Nagari Pariangan sebagai desa wisata terindah dunia memiliki wadah untuk membantu perekonomian masyarakat, menambah pendapatan asli daerah (PAD). Hasil Industri lokal yang selama ini dimiliki oleh masyarakat bisa menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung. Namun, pada kenyataanya Nagari pariangan belum memiliki media dalam mempromosikannya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis konvergensi media dalam memasarkan produk kerajinan industri lokal masyarakat. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data yaitu dengan cara observasi dan wawancara serta kajian literatur. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Nagari Pariangan merupakan daerah dengan potensi wisata yang sudah menjadi sorotan dunia, dan perlu adanya sebuah media yang membantu masyarakat dalam memperkenal produk lokal nagari agar bisa menambah pendapatan masyarakat setempat. Kunci utama konvergensi adalah digitalisasi, Nagari Pariangan belum memiliki media digital sebagai wadah dalam mendukung hasil industri masyarakat. Berdasarkan dimensi teknologi 3C (Communication, Compute and Contents), yang terdiri dari IT Industry, Telcom Infrastructure Provides, serta Content Industry. Nagari Pariangan dirasa mampu untuk membangun sebuah media yang digitalisasi, agar mampu menjadikan ekonomi masyarakat di daerah yang memiliki potensi wisata jauh lebih baik.
Kata kunci: konvergensi; media; produk kerajinan
Abstract:Abstract: Writing is an activity to express ideas or ideas that are in someone's mind. everyone must have an idea or idea, but not everyone is able to write down these ideas. some even think that writing requires a high…
educational background. students, for example, because they are deemed to have taken higher education and are accused of writing from assignments given by the lecturer. The low number of writers in Indonesia means that scientific publications in Indonesia are still inadequate. In 2019, Indonesia succeeded in publishing the most scientific papers when compared to other ASEAN countries such as Singapore, Malaysia and Thailand. However, this figure is still insufficient, so that efforts are needed to increase the number and quality of good research writing. This activity aims to help make it happen. The target of this activity is students, both from public and private universities in Palembang City. The methods used in this PkM activity were material presentation, practical assistance, and discussion together. Based on the results of the questionnaire answers from 36 participants, the majority of participants agreed that this activity provided new knowledge and information in the topic of research writing. In addition, most of the participants also found this training interesting and made them excited to write a good research. So it can be concluded that the majority of students are not proficient in using Mendeley and Grammarly software and feel that both software can make writing their research easier.
Keywords: grammarly; mendeley; research; training; writing
Abstrak: Menulis merupakan suatu kegiatan untuk mengungkapkan gagasan atau gagasan yang ada di benak seseorang. setiap orang pasti punya ide atau ide, tapi tidak semua orang mampu menuliskan ide-ide tersebut. bahkan ada yang beranggapan bahwa menulis membutuhkan latar belakang pendidikan yang tinggi. mahasiswa, misalnya, karena dianggap telah menempuh pendidikan tinggi dan dituduh menulis dari tugas-tugas yang diberikan dosen. Rendahnya jumlah penulis di Indonesia membuat publikasi ilmiah di Indonesia masih kurang mencukupi. Pada tahun 2019, Indonesia berhasil menerbitkan karya ilmiah terbanyak jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Namun angka tersebut masih belum mencukupi, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan jumlah dan kualitas penulisan penelitian yang baik. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mewujudkannya. Sasaran kegiatan ini adalah para mahasiswa, baik dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta di Kota Palembang. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah Pelatihan. Berdasarkan hasil jawaban kuisioner dari 36 peserta, mayoritas peserta sepakat bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan dan informasi baru dalam topik penulisan penelitian. Selain itu, sebagian besar peserta juga menganggap pelatihan ini menarik dan membuat mereka bersemangat untuk menulis penelitian dengan baik. Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa belum mahir menggunakan software Mendeley dan Grammarly dan merasakan bahwa kedua software tersebut dapat mempermudah penulisan riset mereka.
Kata kunci: grammarly; mendeley; pelatihan; penulisan; riset
Abstract:Abstract: One of the subdistricts in Magelang regency which has a problem with the Diabetes Mellitus Disease in the Sawangan District, especially in the area of Sawangan Public Health Center, namely Kalangan, Gondowangi…
Village. So as the resolve this problem must be done various efforts of early detection in solve the problem of Diabetes Mellitus. One of the solutions to solve this problem is the dissemination as early detection and utilization of Diabetes Mellitus herbal plants. With the socialization and utilization of herbal medicinal plants on Diabetes Mellitus, it is expected that the community can pay attention to healthy lifestyles in the future, reduce the incidence of Diabetes Mellitus in the community and can take advantage of herbal treatments around the house so that people are not dependent on chemical or synthetic treatments that have side effects in the body.
Keywords: diabetes mellitus; early detection; herbal medicinal plants
Abstrak: Salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang yang terdapat masalah Diabetes Mellitus yaitu Kecamatan Sawangan khususnya di wilayah kerja Puskemas Sawangan II yaitu Dusun Kalangan desa Gondowangi. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut harus di lakukan berbagai upaya Deteksi Dini dalam mengatasi masalah Diabetes Mellitus. Salah satu dalam mengatasi masalah tersebut di lakukan sosialisasi sebagai bagian deteksi dini Diabetes Mellitus dan pemanfaatan tanaman herbal Diabetes Melitus. Dengan di adakannya sosialisasi dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) tentang Diabetes Melitus di harapkan mayarakat kedepannya dapat memperhatikan pola hidup sehat, mengurangi kejadian penyakit Diabetes Melitus di masyarakat dan dapat memanfaatkan pengobatan herbal di sekitar rumah agar masyarakat tidak ketergantungan dengan pengobatan kimia atau sintetik yang mempunyai efek samping dalam tubuh.
Kata kunci: deteksi dini; diabetes mellitus; tanaman obat keluarga
Abstract:Abstract The low number and results of researchers forms the basis of the need for programs to boost research interest for the community. One of the efforts made by utilizing the Google Forms application in the research…
ch organization in creating the Science Event (LKTI). The method used is by selecting the manuscript, percentage and judging. The results of the activity decided three winners as champions 1,2 and 3 based on the results of the jury's assessment of the finalists. Participants who won were given awards in the form of trophies, certificates, and coaching money. The activity ran smoothly with the hope that in the future the interest of the community to research will increase and the research work will be better.
Keyword: Google Forms; LKTI; Researchers Organization
Abstrak
Rendahnya jumlah peneliti dan hasil riset menjadi dasar perlunya program untuk menggenjot minat riset bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan dengan pemanfaatan aplikasi Google Forms pada organisasi peneliti dalam membuat program Science Event (LKTI). Metode yang digunakan yaitu dengan menseleksi naskah, presentase dan penjurian. Hasil kegiatan memutuskan tiga pemenang sebagai juara 1,2 dan 3 berdasarkan hasil penilaian dewan juri kepada para finalis. Peserta yang juara diberikan penghargaan berupa trophy, sertifikat, dan uang pembinaan. Kegiatan berjalan dengan lancar dengan harapan kedepan minat masyarakat untuk meneliti semakin meningkat dan karya penelitiannya semakin baik.
Kata kunci: Google Formulir; LKTI; Organisasi Peneliti
Abstract:Abstract:The 2009 Permenpan-RB on Sustainable Professional Development is not only aimed at PNS teachers but teachers in general. Members of the GTT-PTT Honorary Staff Forum at Secang District have a strong desire to be…
able to arrange the classroom action research (CAR). However, this desire is constrained by the limited opportunities given to them attending CAR training. Most of them do not have enough knowledge about CAR preparation. In addition to being unfamiliar with research methods, they also lack knowledge of how to plan and compile their reports. Seeing this problem, this dedication activity became a concrete effort to help teachers, especially members of the Secang GTT-PTT Honorary Forum at Secang District, to provide training and mentoring for the preparation of CAR increasing the knowledge about CAR development. This community service was carried out within 4 months. This activity was attended by 25 participants. The method of activities carried out to resolve partner problems was through training and mentoring divided into 5 meetings at the SDN 2 Secang hall. Material presented at the first meeting were: (1) PTK concept; (2) preparation of background, problem identification and formulation of topics and problems; (3) looking for sources of reference related to the topic, as well as the design of the CAR implementation; (4) preparation of results and discussion; and (5) finalization of the report.
Keywords:Community Services, Training, Action Research
Abstrak: Permenpan-RB Tahun 2009 tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) tidak hanya ditujukan kepada guru PNS saja namun guru secara umum. Anggota Forum Tenaga Honorer GTT-PTT Kecamatan Secang memiliki keinginan yang kuat untuk mampu menyusun PTK. Namun, keinginan tersebut terkendala dengan terbatasnya kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk mengikuti pelatihan PTK. Sebagian besar dari mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai penyusunan PTK. Selain awam dengan metode penelitian, mereka juga tidak memiliki pengetahuan tentang bagaimana merencanakan dan menyusun laporannya. Melihat masalah tersebut, kegiatan pengabdian ini menjadi upaya konkret dalam membantu guru terutama anggota Forum Tenaga Honorer GTT-PTT Kecamatan Secang untuk memberikan pelatihan dan pendampingan penyusunan PTK dalam meningkatkan pengetahuan tentang penyusunan PTK. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam waktu 4 bulan. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta. Metode kegiatan yang dilaksanakan guna menyelesaikan permasalahanmitra adalah dengan pelatihan dan pendampingan yang dibagi menjadi 5 pertemuan bertempat di aula SDN 2 Secang. Materi yang disampaikan dalam pertemuan pertama adalah: (1) konsep PTK; (2) penyusunan latar belakang, identifikasi masalah serta perumusan topik dan masalah; (3) mencari sumber rujukan terkait topik, serta desain pelaksanaan PTK; (4) penyusunan hasil dan pembahasan; dan (5) finalisasi laporan.
Kata kunci : Pengabdian Masyarakat, Pelatihan, Ptk
Abstract:Abstract: Based on data from Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang in July 2018, the highest number of teachers is in group of IV / a. One of the influencing factors is their reluctance to make scientific publications…
cations for the promotion. They do not have enough information about the journal to be addressed, do not yet understand what must be stated in a scientific article, systematics of writing, and how to make a bibliography. The online process is also one of the things they find difficult. The purpose of community service is to improve the ability of teachers to write scientific articles. Partners in this activity were 12 elementary and junior high school teachers in Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang. The implementation time is 4 months consisting of 3 training sessions and following assistance. The material presented during the training included (1) scientific articles in the ranks of teachers, (2) reference managers, and (3) article submissions. The results of the training showed that all participants increasingly understood how to use scientific articles for promotion. In addition, 58% of participants are more aware and able to use the reference manager in Ms Office Word. In the third material, 67% of participants understood and were able to register and submit articles in the Paedagogie Journal.
Keywords: scientific articles, training, scientific publications, classroom action research
Abstrak: Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang pada bulan Juli 2018, jumlah terbanyak guru berada pada golongan IV/a. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah keengganan mereka dalam membuat publikasi ilmiah untuk kenaikan pangkat. Mereka tidak memiliki informasi yang cukup mengenai jurnal yang akan dituju, belum memahami apa yang harus dituangkan dalam sebuah artikel ilmiah, sistematika penulisan, serta cara membuat daftar pustaka. Proses online juga menjadi salah satu hal yang mereka anggap sulit. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam menulis artikel ilmiah. Mitra dalam kegiatan ini adalah 12 orang guru SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayan di Kota Magelang. Waktu pelaksanaan yakni 4 bulan terdiri dari 3 kali pelatihan dan ikuti pendampingan. Materi yang disampaikan pada saat pelatihan antara lain (1) artikel ilmiah dalam kepangkatan guru, (2) reference manager, dan (3) article submission. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa seluruh peserta semakin memahami bagaimana memanfaatkan artikel ilmiah bagi pengajuan kenaikan pangkat. Selain itu, 58% peserta semakin paham dan mampu cara menggunakan reference manager pada Ms Office Word. Pada materi ke-3, sebanyak 67% peserta memahami dan mampu untuk registrasi dan submit artikel pada Jurnal Paedagogie.
Kata kunci: artikel ilmiah, pelatihan, publikasi ilmiah, penelitian tindakan kelas
Abstract:Abstract: This study aims to obtain (1) using role play to improve the students’ conversation for Class XI-5 of SMP Negeri 7 Tanjung Balai; (2) The form of learning activity for communicating in daily conversation by using…
by using the interactive media; (3) system of conversation learning in dialogue by using role play; and (4) the increase of students’ skills to practice English by using the interactive media. such as: video, picture from CD for communicating in the conversation and then students tried to practice english and used the expression in the classroom with the simple topic. Then used to provide speaking practice but can also develop listening. we can use conversation to introduce and practice a function, structure, or vocabulary, and to illustrate degrees of politeness, levels of formality, and values and attitudes of the target culture. We can also work with students to analyze written dialogues for any of these materials. conversations are useful for listening to and practicing pronunciation, intonation, and other phonological. result this training is also expected to provide motivation to learners in terms of active learning, innovative and creative.
Keywords: Interactive media, English conversation, Role playing method
Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk memperoleh (1) penggunaan role playing atau bermain peran untuk meningkatan percakapan siswa XI-5 SMP Negeri 7 Tanjung Balai; (2) bentuk dari kegiatan pembelajaran untuk berkomunikasi dalam percakapan sehari – hari dengan menggunakan media interaktif; (3) sistem pembelajaran percakapan dalam dialog dengan menggunakan bermain peran; dan (4) peningkatan keterampilan siswa untuk berlatih bahasa inggris dengan menggunakan media interaktif seperti video, gambar dari CD untuk berkomunikasi dalam percakapan dan kemudian siswa mencoba untuk berlatih bahasa inggris dan menggunakan ekspresi di kelas dengan topik sederhana. Kemudian digunakan untuk memberikan latihan berbicara tetapi juga dapat mengembangkan dalam sesi mendengarkan. Kita dapat menggunakan percakapan untuk memperkenalkan dan fungsi mempraktikkan, struktur, atau kosa kata, dan untuk menggambarkan tingkat kesopanan , tingkat formalitas, dan nilai – nilai pencapaian sikap dan budaya. Kita juga dapat bekerja dengan siswa untuk menganalisis dialog tertulis untuk semua materi ini. percakapan berguna untuk mendengarkan dan mempraktikkan pengucapan, intonasi, dan phonologi. Hasil pelatihan ini juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada peserta didik dalam hal pembelajaran aktif, inovatif dan kratif.
Kata kunci: Media interaktif, Percakapan Bahasa Inggris, Metode bermain peran
Abstract:Abstract: The increasing use of the Maxim ride-hailing application in Manokwari highlights the need to understand the factors influencing user acceptance and satisfaction. However, the growing number of users does not necessarily…
cessarily reflect a high level of technology acceptance and user satisfaction. This study aims to examine the effects of performance expectancy, effort expectancy, facilitating conditions, and habit on behavioral intention, as well as the effect of behavioral intention on user satisfaction among Maxim users in Manokwari. A quantitative approach based on the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2) was employed. Data were collected through questionnaires using a purposive sampling technique from 156 valid respondents and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0. The results show that performance expectancy (β = 0.343, p < 0.001), effort expectancy (β = 0.191, p = 0.002), facilitating conditions (β = 0.142, p = 0.029), and habit (β = 0.359, p < 0.001) positively and significantly influence behavioral intention. Furthermore, behavioral intention positively and significantly affects user satisfaction (β = 0.771, p < 0.001). These findings confirm the applicability of the UTAUT2 model and provide practical insights for Maxim management and application developers to improve service quality and user satisfaction.
Keywords: behavioral intention; effort expectancy; facilitating conditions; habit; performance expectancy; user satisfaction.
Abstrak: Meningkatnya penggunaan aplikasi transportasi daring Maxim di Manokwari mendorong perlunya memahami faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan teknologi dan kepuasan pengguna. Namun, peningkatan jumlah pengguna belum tentu mencerminkan tingginya tingkat penerimaan teknologi dan kepuasan pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh performance expectancy, effort expectancy, facilitating conditions, dan habit terhadap behavioral intention, serta pengaruh behavioral intention terhadap user satisfaction pada pengguna aplikasi Maxim di Manokwari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2). Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan teknik purposive sampling terhadap 156 responden dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance expectancy (β = 0,343; p < 0,001), effort expectancy (β = 0,191; p = 0,002), facilitating conditions (β = 0,142; p = 0,029), dan habit (β = 0,359; p < 0,001) berpengaruh positif dan signifikan terhadap behavioral intention. Selanjutnya, behavioral intention berpengaruh positif dan signifikan terhadap user satisfaction (β = 0,771; p < 0,001). Temuan ini menegaskan penerapan model UTAUT2 serta memberikan masukan bagi manajemen Maxim dan pengembang aplikasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pengguna.
Kata kunci: behavioral intention; effort expectancy; facilitating conditions; habit; performance expectancy; user satisfaction.
Abstract:Abstract: Man-in-the-Middle (MITM) attacks are a threat that can occur on public wireless networks, including campus Wi-Fi environments. This study aims to analyze MITM attacks on the Wi-Fi network at Universitas ‘Aisyiyah…
iyah Yogyakarta using the National Institute of Standards and Technology (NIST) digital forensics methodology. The study applied the four NIST phases: collection, examination, analysis, and reporting. The digital evidence analyzed included packet capture (PCAP) files, as well as digital traces such as browser history, cookies, and cache data obtained from the victim’s device. The analysis process utilized Wireshark, the SQLite Database Browser, and ChromeCacheView to identify suspicious activity and correlate the discovered digital traces. The results of the study show that the MITM attack was successfully reconstructed through the correlation of digital traces, leading to the identification of ARP spoofing and DNS spoofing originating from a device with the IP address 192.168.200.12 and the MAC address a0:47:d7:73:ef:fb. The correlation of digital traces in the victim’s network and system traffic revealed communication redirection and web access manipulation. This study concludes that the NIST method is capable of reconstructing MITM attacks and identifying digital evidence from activity traces on both the network and the system.
Keywords: ARP spoofing; digital forensics; DNS spoofing; MITM; NIST
Abstrak: Serangan Man-in-the-Middle (MITM) merupakan ancaman yang dapat terjadi pada jaringan nirkabel publik, termasuk lingkungan WiFi kampus. Penelitian ini bertujuan menganalisis serangan MITM pada jaringan WiFi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menggunakan metode forensik digital National Institute of Standards and Technology (NIST). Penelitian menerapkan empat tahapan NIST, yaitu collection, examination, analysis, dan reporting. Bukti digital yang dianalisis meliputi file packet capture (PCAP), jejak digital berupa history browser, cookies, dan cache yang diperoleh dari perangkat korban. Proses analisis menggunakan Wireshark, SQLite Database Browser, dan ChromeCacheView untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan serta mengorelasikan jejak digital yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangan MITM berhasil direkonstruksi melalui korelasi jejak digital yang mengarah pada identifikasi ARP spoofing dan DNS spoofing dari perangkat dengan alamat IP 192.168.200.12 dan MAC address a0:47:d7:73:ef:fb. Korelasi jejak digital pada lalu lintas jaringan dan sistem korban menunjukkan adanya pengalihan komunikasi serta manipulasi akses web. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode NIST mampu merekonstruksi serangan MITM dan mengidentifikasi bukti digital dari jejak aktivitas pada jaringan maupun sistem.
Kata kunci: ARP spoofing; DNS spoofing; forensik digital; MITM; NIST
Abstract:Abstract: The advancement of smart agriculture has become a promising solution to increase food productivity and land use efficiency in urban environments. This research aims to develop an Artificial Intelligence (AI)-based…
sed vertical hydroponic farming system integrated with LED grow light technology and catfish aquaponics. The proposed system combines vertical hydroponics and aquaponics to optimize plant growth and water utilization. Internet of Things technology enables real-time environmental monitoring through an Arduino Uno microcontroller integrated with LDR, soil moisture, pH, and NPK sensors. The obtained sensor data is processed using the Mamdani Fuzzy Logic algorithm, which performs fuzzification, rule inference, aggregation, and defuzzification to generate adaptive control decisions for irrigation, nutrient circulation, and LED grow light intensity. This research uses the Research and Development (R&D) method through prototype development and performance evaluation for 30 days using spinach (Amaranthus spp.) and mustard greens (Brassica juncea) as test plants. Experimental results showed that the developed system successfully maintained stable environmental conditions, with soil moisture ranging between 69–72%, a pH value between 6.4 and 6.6, and optimal nutrient availability. Plant growth increased significantly. The integration of IoT, AI and aquaponics improves cultivation efficiency, enabling environmental control as a smart and sustainable solution for urban agriculture.
Keywords: artificial intelligence; aquaponic; hydroponic; LED grow light; vertical farming
Abstract: Kemajuan pertanian cerdas telah menjadi solusi yang menjanjikan untuk meningkatkan produktivitas pangan dan efisiensi penggunaan lahan di lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pertanian hidroponik vertikal berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang terintegrasi dengan teknologi lampu tumbuh LED dan aquaponik ikan lele. Sistem yang diusulkan menggabungkan hidroponik vertikal dan aquaponik untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dan pemanfaatan air. Teknologi Internet of Things memungkinkan pemantauan lingkungan secara real-time melalui mikrokontroler arduino uno yang terintegrasi dengan sensor LDR, kelembaban tanah, pH, dan NPK. Data sensor yang diperoleh diproses menggunakan algoritma Logika Fuzzy Mamdani, yang melakukan fuzzifikasi, inferensi aturan, agregasi, dan defuzzifikasi untuk menghasilkan keputusan kontrol adaptif untuk irigasi, sirkulasi nutrisi, dan intensitas lampu tumbuh LED. Penelitian ini menggunakan metode Pengembangan (R&D) melalui pengembangan prototipe dan evaluasi kinerja selama 30 hari menggunakan bayam (Amaranthus spp.) dan sawi hijau (Brassica juncea) sebagai tanaman uji. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan berhasil mempertahankan kondisi lingkungan yang stabil, dengan kelembaban tanah berkisar antara 69–72%, nilai pH antara 6,4 dan 6,6, dan ketersediaan nutrisi yang optimal. Pertumbuhan tanaman meningkat secara signifikan. Integrasi IoT, AI dan aquaponik meningkatkan efisiensi budidaya, untuk pengendalian lingkungan sebagai solusi cerdas dan berkelanjutan untuk pertanian perkotaan.
Keywords: aquaponik; kecerdasan buatan; hidroponik; lampu tumbuh LED; pertanian vertikal